12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sawitri, Aditya, dan Trianjani Sajikan “Ratna Mukha”, Tafsir Jiwa dalam Tata Rias Pengantin Bali ─Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 29, 2026
in Gaya
Sawitri, Aditya, dan Trianjani Sajikan “Ratna Mukha”, Tafsir Jiwa dalam Tata Rias Pengantin Bali ─Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Sawitri, Aditya, Trianjani dalam Gelar Karya Kreativitas Mahasiwa UPMI Bali 2026 │Foto: tatkala.co/Dede

LANGKAH para model menyusuri panggung Gedung Ksirarnawa berlangsung berurutan dengan elegan. Sorot lampu jatuh pada kain Bali yang berkilau, mahkota yang berpendar, serta wajah-wajah yang ditata dengan indah. Malam itu, di hadapan penonton, tata rias pengantin Bali tidak sekadar dipertontonkan, tetapi dikisahkan.

Peragaan busana ini menjadi bagian dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Sabtu, 24 Januari 2026. Mengusung tema ‘Citta Nirbhana’, acara ini menampilkan karya pertunjukan musik, tari, serta penyajian peragaan busana tata rias Bali. Salah satu karya yang menyita perhatian adalah “Ratna Mukha” ─ peragaan busana tata rias pengantin Bali.

Ketua Program Studi Pendidikan Sendratasik, I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa gelar karya ini merupakan hasil kolaborasi lintas mata kuliah, yakni Teknik Tata Pentas di semester tiga, magang di semester lima, serta Tari Nusantara di semester tujuh. Sebanyak 136 mahasiswa terlibat, didukung Himpunan Mahasiswa Program Studi dan mahasiswa semester satu sebagai wujud solidaritas.

Gusman menambahkan, mata kuliah magang di semester lima merupakan implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan di UPMI Bali, dengan muara utama berbasis produk. Program ini menggandeng sejumlah mitra, antara lain Sanggar Cahyaart Baliqui, Praba Royal Bali Wedding, Sanggar Seni Jayatra Bali, Sanggar Dadong Rerod, Sanggar Dhanan Jaya, LKP Dewi Salon & Spa, serta Salon Aryan Mang. Hasil proses kreatif mahasiswa selama magang itulah yang kemudian dipresentasikan kepada publik.

Payas Mandalaatau RiasAgung Modifikasi│Foto: tatkala.co/Dede

Karya “Ratna Mukha” merupakan kolaborasi dengan Salon Aryan Mang dan disajikan oleh tiga mahasiswa, yakni Ni Komang Ayu Sawitri Dewi (22), I Kadek Aditya Adi Pramana (21), dan Ida Ayu Trianjani (21). ‘Ratna Mukha’ dimaknai sebagai wajah permata, sebuah gagasan bahwa riasan pengantin tidak hanya memperindah tampilan luar, tetapi juga merefleksikan keindahan batin.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui tiga tingkatan tata rias Bali yang ditampilkan secara berurutan, yaitu payas Nista, payas Madya, dan payas Mandala. Payas Nista merupakan tingkatan paling dasar, biasanya digunakan dalam situasi sederhana dan kini kerap dimodifikasi mengikuti perkembangan zaman. Payas Madya berada di posisi tengah dan lazim digunakan dalam tradisi mungkah lawang ─ prosesi pinangan, khususnya di kalangan Brahmana, Ksatria, maupun keluarga puri, sebagai simbol keseimbangan dan harmoni. Sementara payas Mandala merupakan tingkatan tertinggi yang bersifat suci dan utama, ditandai riasan serta busana yang lebih mewah dan kompleks, umumnya dikenakan pada hari utama pernikahan. Secara tidak langsung, ketiga riasan ini mencerminkan konsep hierarki dalam tradisi Bali.

Adegan mungkah lawang dalam sajian karya‘Ratna Mukha’│Foto: tatkala.co/Dede

 

I Kadek Aditya Adi Pramana menuturkan, pemilihan konsep ‘Ratna Mukha’ dilandasi keinginan untuk menyampaikan pesan bahwa riasan bukan hanya tentang wajah yang bersinar oleh kosmetik dan perhiasan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kecantikan juga datang dari jiwa yang dihiasi kebijaksanaan, cinta, dan keberanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mereka memilih tiga jenis riasan yang paling dekat dengan praktik masyarakat Bali, yakni rias agung modifikasi, rias pinangan, dan rias resepsi. Ketiganya dinilai relevan karena paling sering digunakan dalam rangkaian pernikahan adat Bali.

Payas Madya atau Rias Pinangan│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Ni Komang Ayu Sawitri Dewi, ‘Ratna Mukha’ menyimpan harapan yang lebih personal. Ia menekankan bahwa kecantikan sejati tidak berhenti pada tampilan luar, tetapi berakar pada perilaku dan sifat seseorang. Melalui karya ini, ia ingin menyampaikan doa agar seorang pengantin kelak mampu menjadi ‘perhiasan’ yang dijaga dengan baik oleh pasangan dan keluarga barunya.

“Karena seperti judulnya yang berarti keindahan pada jiwa pengantin, di sini kami ingin menyampaikan bahwa riasan tidak hanya semata-mata untuk mempercantik tampilan luar saja. Kecantikan yang sesungguhnya ada dalam diri, perilaku, dan sifatnya sendiri,” ujar Sawitri.

“Saya sangat beruntung mendapatkan banyak ilmu baru selama magang. Tata rias ini bisa dibilang baru saya pelajari, jadi rasanya sangat menyenangkan bisa berproses sampai akhirnya tampil di gelar karya. Berkat dukungan teman-teman di tempat magang yang selalu meyakinkan saya pasti bisa, akhirnya saya mulai percaya diri untuk belajar tata rias,” tuturnya.

Payas Nista atau Rias Resepsi│Foto: tatkala.co/Dede

Hal senada disampaikan Ida Ayu Trianjani. Ia menjelaskan bahwa ketiga jenis tata rias yang mereka tampilkan memang digunakan dalam tahapan pernikahan Bali. Payas agung (mandala) dikenakan pada hari pernikahan, payas madya saat mempelai perempuan dijemput oleh pihak laki-laki, sedangkan payas modifikasi (nista) biasanya digunakan pada resepsi.

“Di sini kami bertiga mengambil konsep ‘Ratna Mukha’ yang berarti wajah permata atau perhiasan pengantin. Riasan ini tidak hanya memperindah fisik, tetapi juga memperindah jiwa,” kata Trianjani. Ia menegaskan bahwa pemilihan tiga jenis rias tersebut didasari kedekatannya dengan praktik masyarakat Bali dalam upacara pernikahan.

Trianjani mengungkapkan bahwa pada masa magang mereka, bertepatan dengan dewasa ayu (hari baik) pernikahan di Bali, sehingga salon tempat mereka belajar cukup padat pekerjaan. “Biasanya kami harus mengambil hari lain di luar jadwal magang karena salon sedang banyak job merias,” ungkapnya.

Ratna Mukha’pada Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026│Foto: tatkala.co/Dede

’

Ketika seluruh model berdiri sejajar di akhir pertunjukan, tepuk tangan penonton mengalir panjang. Di balik gemerlap busana dan ketelitian riasan, ‘Ratna Mukha’ menyimpan kisah tentang proses, keberanian belajar, dan kerja bersama. Bagi Aditya, Sawitri, dan Trianjani, karya ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan perjalanan menemukan makna di balik profesi perias pengantin. Dari ruang kelas, tempat magang, hingga panggung Ksirarnawa, mereka belajar bahwa keindahan lahir dari ketekunan dan kebersamaan.

Tiga mahasiswa ini telah menafsirkan ulang tata rias pengantin Bali sebagai bahasa jiwa. Mereka tidak hanya menghadirkan wajah yang berkilau, tetapi juga menanamkan nilai tentang cinta, harmoni, dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Di dalam bingkai ‘Citta Nirbhana’, ‘Ratna Mukha’ menjadi penanda bahwa pendidikan seni sejatinya menumbuhkan kepekaan, membentuk karakter, dan merawat tradisi. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: balifashiontata riasUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ujian Terbuka Disertasi Cokorda Alit Artawan: Kosmologi Topeng Singapadu Menemui Ruang Baru dalam Narasi Visual Digital

Next Post

Cinta Biologis (Istri) dan Cinta Ideologis (Buku)

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

by tatkala
September 11, 2026
0
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

Read moreDetails

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

by tatkala
July 24, 2026
0
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

Read moreDetails

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

by tatkala
July 16, 2026
0
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

Read moreDetails

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

Read moreDetails

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

Read moreDetails

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

by tatkala
May 29, 2026
0
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

Read moreDetails

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

by Dede Putra Wiguna
April 13, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

A.A Ngurah Agung Krishna Dananjaya dan Komang Trisna Darmayanti resmi terpilih sebagai Winner Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026....

Read moreDetails
Next Post
Cinta Biologis (Istri) dan Cinta Ideologis (Buku)

Cinta Biologis (Istri) dan Cinta Ideologis (Buku)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co