3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sawitri, Aditya, dan Trianjani Sajikan “Ratna Mukha”, Tafsir Jiwa dalam Tata Rias Pengantin Bali ─Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 29, 2026
in Gaya
Sawitri, Aditya, dan Trianjani Sajikan “Ratna Mukha”, Tafsir Jiwa dalam Tata Rias Pengantin Bali ─Dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026

Sawitri, Aditya, Trianjani dalam Gelar Karya Kreativitas Mahasiwa UPMI Bali 2026 │Foto: tatkala.co/Dede

LANGKAH para model menyusuri panggung Gedung Ksirarnawa berlangsung berurutan dengan elegan. Sorot lampu jatuh pada kain Bali yang berkilau, mahkota yang berpendar, serta wajah-wajah yang ditata dengan indah. Malam itu, di hadapan penonton, tata rias pengantin Bali tidak sekadar dipertontonkan, tetapi dikisahkan.

Peragaan busana ini menjadi bagian dari Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Sabtu, 24 Januari 2026. Mengusung tema ‘Citta Nirbhana’, acara ini menampilkan karya pertunjukan musik, tari, serta penyajian peragaan busana tata rias Bali. Salah satu karya yang menyita perhatian adalah “Ratna Mukha” ─ peragaan busana tata rias pengantin Bali.

Ketua Program Studi Pendidikan Sendratasik, I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa gelar karya ini merupakan hasil kolaborasi lintas mata kuliah, yakni Teknik Tata Pentas di semester tiga, magang di semester lima, serta Tari Nusantara di semester tujuh. Sebanyak 136 mahasiswa terlibat, didukung Himpunan Mahasiswa Program Studi dan mahasiswa semester satu sebagai wujud solidaritas.

Gusman menambahkan, mata kuliah magang di semester lima merupakan implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan di UPMI Bali, dengan muara utama berbasis produk. Program ini menggandeng sejumlah mitra, antara lain Sanggar Cahyaart Baliqui, Praba Royal Bali Wedding, Sanggar Seni Jayatra Bali, Sanggar Dadong Rerod, Sanggar Dhanan Jaya, LKP Dewi Salon & Spa, serta Salon Aryan Mang. Hasil proses kreatif mahasiswa selama magang itulah yang kemudian dipresentasikan kepada publik.

Payas Mandalaatau RiasAgung Modifikasi│Foto: tatkala.co/Dede

Karya “Ratna Mukha” merupakan kolaborasi dengan Salon Aryan Mang dan disajikan oleh tiga mahasiswa, yakni Ni Komang Ayu Sawitri Dewi (22), I Kadek Aditya Adi Pramana (21), dan Ida Ayu Trianjani (21). ‘Ratna Mukha’ dimaknai sebagai wajah permata, sebuah gagasan bahwa riasan pengantin tidak hanya memperindah tampilan luar, tetapi juga merefleksikan keindahan batin.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui tiga tingkatan tata rias Bali yang ditampilkan secara berurutan, yaitu payas Nista, payas Madya, dan payas Mandala. Payas Nista merupakan tingkatan paling dasar, biasanya digunakan dalam situasi sederhana dan kini kerap dimodifikasi mengikuti perkembangan zaman. Payas Madya berada di posisi tengah dan lazim digunakan dalam tradisi mungkah lawang ─ prosesi pinangan, khususnya di kalangan Brahmana, Ksatria, maupun keluarga puri, sebagai simbol keseimbangan dan harmoni. Sementara payas Mandala merupakan tingkatan tertinggi yang bersifat suci dan utama, ditandai riasan serta busana yang lebih mewah dan kompleks, umumnya dikenakan pada hari utama pernikahan. Secara tidak langsung, ketiga riasan ini mencerminkan konsep hierarki dalam tradisi Bali.

Adegan mungkah lawang dalam sajian karya‘Ratna Mukha’│Foto: tatkala.co/Dede

 

I Kadek Aditya Adi Pramana menuturkan, pemilihan konsep ‘Ratna Mukha’ dilandasi keinginan untuk menyampaikan pesan bahwa riasan bukan hanya tentang wajah yang bersinar oleh kosmetik dan perhiasan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kecantikan juga datang dari jiwa yang dihiasi kebijaksanaan, cinta, dan keberanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mereka memilih tiga jenis riasan yang paling dekat dengan praktik masyarakat Bali, yakni rias agung modifikasi, rias pinangan, dan rias resepsi. Ketiganya dinilai relevan karena paling sering digunakan dalam rangkaian pernikahan adat Bali.

Payas Madya atau Rias Pinangan│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Ni Komang Ayu Sawitri Dewi, ‘Ratna Mukha’ menyimpan harapan yang lebih personal. Ia menekankan bahwa kecantikan sejati tidak berhenti pada tampilan luar, tetapi berakar pada perilaku dan sifat seseorang. Melalui karya ini, ia ingin menyampaikan doa agar seorang pengantin kelak mampu menjadi ‘perhiasan’ yang dijaga dengan baik oleh pasangan dan keluarga barunya.

“Karena seperti judulnya yang berarti keindahan pada jiwa pengantin, di sini kami ingin menyampaikan bahwa riasan tidak hanya semata-mata untuk mempercantik tampilan luar saja. Kecantikan yang sesungguhnya ada dalam diri, perilaku, dan sifatnya sendiri,” ujar Sawitri.

“Saya sangat beruntung mendapatkan banyak ilmu baru selama magang. Tata rias ini bisa dibilang baru saya pelajari, jadi rasanya sangat menyenangkan bisa berproses sampai akhirnya tampil di gelar karya. Berkat dukungan teman-teman di tempat magang yang selalu meyakinkan saya pasti bisa, akhirnya saya mulai percaya diri untuk belajar tata rias,” tuturnya.

Payas Nista atau Rias Resepsi│Foto: tatkala.co/Dede

Hal senada disampaikan Ida Ayu Trianjani. Ia menjelaskan bahwa ketiga jenis tata rias yang mereka tampilkan memang digunakan dalam tahapan pernikahan Bali. Payas agung (mandala) dikenakan pada hari pernikahan, payas madya saat mempelai perempuan dijemput oleh pihak laki-laki, sedangkan payas modifikasi (nista) biasanya digunakan pada resepsi.

“Di sini kami bertiga mengambil konsep ‘Ratna Mukha’ yang berarti wajah permata atau perhiasan pengantin. Riasan ini tidak hanya memperindah fisik, tetapi juga memperindah jiwa,” kata Trianjani. Ia menegaskan bahwa pemilihan tiga jenis rias tersebut didasari kedekatannya dengan praktik masyarakat Bali dalam upacara pernikahan.

Trianjani mengungkapkan bahwa pada masa magang mereka, bertepatan dengan dewasa ayu (hari baik) pernikahan di Bali, sehingga salon tempat mereka belajar cukup padat pekerjaan. “Biasanya kami harus mengambil hari lain di luar jadwal magang karena salon sedang banyak job merias,” ungkapnya.

Ratna Mukha’pada Gelar Karya Kreativitas Mahasiswa UPMI Bali 2026│Foto: tatkala.co/Dede

’

Ketika seluruh model berdiri sejajar di akhir pertunjukan, tepuk tangan penonton mengalir panjang. Di balik gemerlap busana dan ketelitian riasan, ‘Ratna Mukha’ menyimpan kisah tentang proses, keberanian belajar, dan kerja bersama. Bagi Aditya, Sawitri, dan Trianjani, karya ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan perjalanan menemukan makna di balik profesi perias pengantin. Dari ruang kelas, tempat magang, hingga panggung Ksirarnawa, mereka belajar bahwa keindahan lahir dari ketekunan dan kebersamaan.

Tiga mahasiswa ini telah menafsirkan ulang tata rias pengantin Bali sebagai bahasa jiwa. Mereka tidak hanya menghadirkan wajah yang berkilau, tetapi juga menanamkan nilai tentang cinta, harmoni, dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. Di dalam bingkai ‘Citta Nirbhana’, ‘Ratna Mukha’ menjadi penanda bahwa pendidikan seni sejatinya menumbuhkan kepekaan, membentuk karakter, dan merawat tradisi. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: balifashiontata riasUniversitas PGRI Mahadewa IndonesiaUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ujian Terbuka Disertasi Cokorda Alit Artawan: Kosmologi Topeng Singapadu Menemui Ruang Baru dalam Narasi Visual Digital

Next Post

Cinta Biologis (Istri) dan Cinta Ideologis (Buku)

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

by tatkala
September 16, 2026
0
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

Read moreDetails

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

by tatkala
September 11, 2026
0
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

Read moreDetails

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

by tatkala
July 24, 2026
0
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

Read moreDetails

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

by tatkala
July 16, 2026
0
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

Read moreDetails

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

Read moreDetails

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

Read moreDetails

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

by tatkala
May 29, 2026
0
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

Read moreDetails

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails
Next Post
Cinta Biologis (Istri) dan Cinta Ideologis (Buku)

Cinta Biologis (Istri) dan Cinta Ideologis (Buku)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co