23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dea dan Buku-Buku yang Bersayap: Kisah dari Big Bad Wolf Bali 2025

Angga Wijaya by Angga Wijaya
August 1, 2025
in Khas
Dea dan Buku-Buku yang Bersayap: Kisah dari Big Bad Wolf Bali 2025

Suasana pameran buku internasional Big Bad Wolf Bali 2025 | Foto: Angga

SEORANG perempuan muda berdiri di antara ribuan buku yang terhampar rapi di ruang pameran Mal Discovery, Kuta, Badung. Tangannya sibuk membolak-balik halaman buku anak-anak berbahasa Inggris, matanya menyisir judul-judul yang mungkin cocok. Namanya Dea. Ia bukan ibu dari anak-anak yang akan ia belikan buku. Ia guru les bahasa Inggris yang tengah berburu bahan ajar. “Buat tempat les,” ucapnya singkat, tapi penuh makna.

Hari itu, Kamis, 31 Juli 2025, pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) resmi dibuka di Bali. Pameran yang disebut-sebut sebagai bazar buku internasional terbesar di dunia ini akan berlangsung hingga 10 Agustus 2025, setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Ratusan pengunjung datang dari berbagai daerah, sebagian membawa anak-anak, sebagian datang sendiri, dan sebagian seperti Dea—mengemban misi literasi yang lebih besar dari sekadar membeli buku murah.

Dea saat diwawancarai di pameran buku internasional Big Bad Wolf Bali 2025 | Foto: Angga

Di tengah gempuran gawai dan tayangan singkat yang membanjiri perhatian, buku nyaris menjadi benda antik. Namun BBW membuktikan, buku belum benar-benar mati. Di salah satu lorong, Sekarningsih, tampak semringah membawa beberapa buku anak yang baru ia beli. Ia datang bersama suami dan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. “Biar anaknya makin rajin membaca,” ujarnya.

Sekarningsih sengaja datang ke BBW untuk mencari buku anak-anak. Ia mengaku pameran seperti ini sangat bermanfaat karena jarang sekali buku-buku anak—apalagi yang berbahasa Inggris—tersedia lengkap di toko-toko biasa. Di rumahnya, ia memang membiasakan anak membaca. “Kita kasih kebiasaan dulu,” katanya, sembari berharap minat baca si anak akan tumbuh pelan-pelan.

Buku-Buku Membentuk Masa Depan

Senada dengan Sekarningsih, Dea menilai bahwa gelaran BBW perlu lebih sering diadakan. Ia menekankan bahwa literasi tak bisa ditumbuhkan tanpa ketersediaan buku yang menarik dan terjangkau. “Harusnya kan lebih banyak lagi ya pameran buku seperti ini. Jadi, bagus banget sih,” ujarnya. Bagi Dea, BBW bukan sekadar pameran buku. Ia adalah ruang harapan, tempat bibit-bibit minat baca disemai lewat buku-buku warna-warni yang bersayap—terbang dari rak ke tangan-tangan mungil yang haus cerita.

Suasana pameran buku internasional Big Bad Wolf Bali 2025 | Foto: Angga

BBW Bali 2025 menghadirkan satu juta judul buku impor dan lokal, dari genre fiksi, nonfiksi, buku anak, edukasi, hingga referensi profesional. Buku-buku berbahasa Inggris mendominasi, terutama di bagian anak-anak. Bagi guru les seperti Dea, ini adalah harta karun. Ia tak hanya membeli, tapi juga menilai mana buku yang memiliki impact. Ia mencari buku jenis flip book —buku yang bisa dibuka-tutup, dilipat, atau memiliki elemen interaktif lainnya. “Ya, saya juga nyari yang montap,” ujarnya.

Yang menarik, banyak pengunjung BBW justru berasal dari kalangan muda. Mereka tak hanya membeli buku untuk tugas kuliah, tetapi juga untuk kebutuhan pribadi yakni eksplorasi pengetahuan, terapi diri, bahkan sekadar pelepas penat dari layar gawai.

Suasana pameran buku internasional Big Bad Wolf Bali 2025 | Foto: Angga

Fenomena ini, menurut pengamatan saya, bertolak belakang dari klaim bahwa minat baca generasi muda Indonesia menurun. Pameran seperti BBW justru membuktikan sebaliknya.

Menggugat Survei Minat Baca

Kita sudah bertahun-tahun dicekoki data bahwa minat baca masyarakat Indonesia rendah. Salah satunya hasil survei World’s Most Literate Nations oleh Central Connecticut State University pada 2016, yang menempatkan Indonesia di urutan ke-60 dari 61 negara.

Namun, data ini sering kali tak menjelaskan konteks sosial dan budaya yang lebih luas. Apakah survei tersebut memperhitungkan antusiasme masyarakat pada acara seperti BBW? Apakah mereka mempertimbangkan buku-buku berbahasa Indonesia, atau hanya buku berbahasa Inggris?

Di sisi lain, pertanyaan penting muncul: bagaimana mungkin minat baca kita rendah, jika setiap tahun BBW diserbu ratusan pembaca dari seluruh penjuru kota dan desa? Bagaimana menjelaskan troli-troli penuh buku yang diborong dalam satu jam pertama?

Suasana pameran buku internasional Big Bad Wolf Bali 2025 | Foto: Angga

Kembali ke kisah Dea. Ia keluar dari pameran sekitar pukul 11.30 WITA. Trolinya penuh. Total belanja: 24 buku. “Aku senang sekali bisa menemukan buku grammar lama yang sudah lama kucari. Juga beberapa picture book bagus untuk kelas 3 SD,” katanya. Sesampainya di rumah, Dea berencana langsung menyortir buku mana untuk pribadi dan mana untuk sekolah. “Tahun depan aku pasti datang lagi. BBW ini ibarat oase bagi guru seperti saya,” ucapnya.

Lalu pertanyaannya kembali menggelantung di benak kita, benarkah minat baca masyarakat Indonesia serendah itu? Mungkin kita perlu bertanya ulang pada mereka yang mengantre sejak pagi. Pada para guru yang memborong buku. Pada para remaja yang memeluk tumpukan novel klasik. Pada anak-anak yang duduk di sudut pameran, membuka halaman demi halaman, dan tersenyum sendiri.

Atau, mungkin kita cukup datang saja ke Big Bad Wolf. Lalu lihat sendiri jawabannya. Buku-buku berbicara lebih jujur dari angka.[T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Jaswanto

Dari Nasi Bungkus ke Buku Sastra, Kisah Jalanan I Wayan Suardika
I Wayan Suardika dan Sastra: Rumah yang Menghidupi, Bukan Sekadar Puisi
Niti Sastra untuk Giri Prasta
Tags: Big Bad Wolf Bali 2025Bukupameran buku internasional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Dee Lestari Mengejar Lumba-lumba di Pantai Lovina — Catatan Proses Kreatif dari Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co