2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 1, 2025
in Khas
Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Para pemenang lomba puisi tingkat SD se-Bali di Singaraja Literary Festival 2025 berfoto dengan dewan juri | Foto: Arix

SINGARAJA menyambut hari pertama Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 25 Juli 2025, dengan suasana langit yang biru dan pikiran yang siap diisi dengan ilmu-ilmu baru. Di halaman Gedung Sasana Budaya, Singaraja, suasana ramai bahkan sebelum matahari semakin meninggi. Stand makanan, minuman, hingga buku dari stand Gramedia menyambut para pengunjung.

Singaraja Literary Festival (SLF) tahun ini bertemakan “Buda Kecapi” Energi Penyembuhan Semesta. Sebuah tema yang diangkat dari lontar tua yang merekam filosofi penyembuhan holistik, spiritual, dan ekologis dalam tradisi Bali.

SLF bukan tempat ingar-bingar para selebriti; bukan pula diskusi para petinggi elite, melainkan wadah para penyair, sastrawan dan juga orang-orang yang memang datang untuk menimba ilmu. Tapi yang paling menyita perhatian saat memasuki Sasana Budaya adalah panggung perlombaan baca puisi SD se-Bali. Panggung berlatar putih sebagai pendukung keceriaan anak-anak saat unjuk bakat mereka.

Suasana peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali di sekitar panggung Sasana Budaya pada hari pertama Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Lomba baca puisi diikuti 20 peserta SD se-Bali. mereka datang didampingi orang tua dan guru-guru mereka yang membuat suasana menjadi semakin ramai. Seragam yang rapi, rambut disisir halus, dan semangat yang menggelegar di dada kecil mereka, menambah semarak suasana.

Sertiap peserta tampil dengan caranya masing-masing. Ada yang suaranya lembut, ada yang keras dan cadas pembawaannya, dan ada yang penuh penghayatan. Tapi di balik semua itu ada satu kesamaan, mereka tidak hanya membaca puisi, mereka menghidupkannya.

Puisi-puisi yang dibacakan bukan sembarang karya. Ada nama-nama besar di sana, salah satunya yaitu puisi sang legenda Chairil Anwar dan W.S. Rendra, dan penyair lainnya. Membayangkan pusisi Diponegoro dibaca oleh anak SD mungkin terdengar janggal. Tapi nyatanya, telinga seolah mendapatkan relaksasi, suara-suara kecil itu membawa kita semua kembali pada rasa semangat, dan keberanian.

Peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali saat tampil di panggung Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Di sudut panggung, piala terpampang berkilau menunggu kedatangan pemiliknya. Tapi seperti yang dikatakan oleh para juri, yang lebih penting dari sekedar piala yaitu keberanian anak-anak untuk berdiri, mencurahkan hati lewat puisi, dan membuat kita semua merasa bahwa puisi masih hidup, dan masa depan sastra sedang bertumbuh kembali.

Juri Tidak Sekadar Menilai

Tiga juri duduk memperhatikan dengan seksama, Kardanis Mudawi Jaya, Mas Ruscita Dewi, dan Made Sugianto. Mereka bukan sekadar menilai, mereka ikut larut dalam semangat anak-anak itu.

Kardanis, seorang penyair dengan senyumnya yang sumringah dan gagah mencontohkan langsung pembacaan puisi Diponegoro karya Chairil Anwar.

Diiringi jentikan jari Made Sugianto yang ritmis bak metronome, ia menunjukan bagaimana puisi bisa menjadi sesuatu yang dirasa, bukan sekadar dibaca. “Puisi itu bukan hanya kata, tapi juga irama. Detak jantung harus tenang, tekanan, intonasi, semua harus pas, agar bisa menyentuh hati pendengarnya,” katanya.

Juri lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025. Dari kiri ke kanan: Kardanis Mudawi Jaya, Made Sugianto, dan Mas Ruscita Dewi | Foto: Arix

Sementara Mas Ruscitadewi menyampaikan bahwa yang paling penting dalam puisi adalah suara. “Pilihlah puisi yang dekat dengan jati dirimu, dan keluarkan keunikanmu. Itulah yang akan membuatmu diingat,” pesannya, sebuah motivasi yang mungkin akan membekas lebih lama dari sekadar pemberian piala.

Dan tambahan terakhir dari Made Sugianto, juri yang terlihat paling muda di antara juri lainnya, bahwa puisi adalah tontonan dan dengaran. “Tentukan di mana kamu harus berteriak, di mana kamu harus diam. Biarkan ekspresi anak-anak tumbuh secara alami. Itulah puisi yang menghidupkan panggung,” pesannya.

Momen Penyembuhan dan Munculnya Para Juara.

Ketika para juri berunding, anak-anak dipanggil ke atas panggung utuk bermain game dan mendengarkan cerita. Seorang perempuan bersuara lembut, Emi namanya, dari Yayasan Literasi Indonesia, mencoba memberikan obat penenang ketegangan, membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati.

Anak-anak menyimak, tertawa, dan larut dalam cerita yang dibawakan oleh Emi. Dan mungkin inilah bentuk nyata dari “Buda Kecapi”, penyembuhan dalam bentuk sederhana, tawa anak-anak yang tidak dibuat-buat, cerita yang menyenangkan dan nyaman didengar, seolah menyembuhkan ketegangan.

Emi dari Yayasan Literasi Indonesia membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati | Foto: Arix

Setelah perbincangan yang Panjang oleh para juri, akhirnya diumumkan para juara:

– Juara 1 diraih oleh Ni Komang Reika Azni Darmayanti (SD Negeri 3 Sukasada)

– Juara 2 diraih oleh Kadek Ayu Indira Putri (SD Negeri 2 Padangbulia)

– Juara 3 diraih oleh I Made Pande Candra Wiguna (SD Dwijendra Denpasar)

Namun bukan hanya mereka yang bersinar. Ada juga peserta yang masuk nominasi tanpa peringkat, seperti:

– Pande Nyoman Trisha (SD Negeri 4 Kampung Baru)

– Gusti Putu Tiara Aiswarya Putri (SD Negeri 3 Sukasada)

– Putu Krisna Saraswati (SD Negeri 3 Seririt)

– Komang Tania Laksmi Alindya dan Ni Luh De Gita Noviari (SD Negeri 1 Banyuning)

Ni Komang Reika Azni Darmayanti, juara 1 lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Salah satu momen yang menyentuh adalah seorang anak perempuan bertubuh mungil yang melangkah ke depan panggung, namanya Ni Komang Reika Azni Darmayanti, siswi yang mendapatkan juara 1 pada lomba puisi kali ini. Ia tampak terkejut dan terdiam saat namanya disebut. Matanya berbinar, namun mulutnya hanya menyunggingkan senyum malu-malu. “Saya sangat senang,” ujarnya singkat didampingi oleh pembimbingnya.

Ternyata tahun lalu Reika Azni juga sempat ikut lomba baca puisi SLF 2024 tetapi tidak membuahkan hasil. Dan sekarang dengan cerianya dia libas habis panggung itu dan pulang dengan gelar juara 1.

Akhirnya, apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka dan semua yang hadir, semua anak adalah pemenang. Mereka telah memberi kita relaksasi hati untuk merasakan dan telinga untuk mendengar. Mereka adalah puisi itu sendiri, yang tumbuh, mekar, dan membuat kita percaya bahwa sastra punya masa depan yang cerah, yang barangkali dimulai dari panggung berlatar putih di Sasana Budaya, Singaraja.[T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Jaswanto

Singaraja Literary Festival  2025: Cara Mahima Mengimplementasikan Resep Buda Kecapi — Catatan dari Pengunjung
Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan
“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi
Sembuh Oleh Sastra, Mengapa Tidak? — Cerita Ratih Kumala, Oka Rusmini dan Cyntha Hariadi di Singaraja Literary Festival 2025
Tags: lomba puisiPuisisastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dea dan Buku-Buku yang Bersayap: Kisah dari Big Bad Wolf Bali 2025

Next Post

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co