14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 1, 2025
in Khas
Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Para pemenang lomba puisi tingkat SD se-Bali di Singaraja Literary Festival 2025 berfoto dengan dewan juri | Foto: Arix

SINGARAJA menyambut hari pertama Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 25 Juli 2025, dengan suasana langit yang biru dan pikiran yang siap diisi dengan ilmu-ilmu baru. Di halaman Gedung Sasana Budaya, Singaraja, suasana ramai bahkan sebelum matahari semakin meninggi. Stand makanan, minuman, hingga buku dari stand Gramedia menyambut para pengunjung.

Singaraja Literary Festival (SLF) tahun ini bertemakan “Buda Kecapi” Energi Penyembuhan Semesta. Sebuah tema yang diangkat dari lontar tua yang merekam filosofi penyembuhan holistik, spiritual, dan ekologis dalam tradisi Bali.

SLF bukan tempat ingar-bingar para selebriti; bukan pula diskusi para petinggi elite, melainkan wadah para penyair, sastrawan dan juga orang-orang yang memang datang untuk menimba ilmu. Tapi yang paling menyita perhatian saat memasuki Sasana Budaya adalah panggung perlombaan baca puisi SD se-Bali. Panggung berlatar putih sebagai pendukung keceriaan anak-anak saat unjuk bakat mereka.

Suasana peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali di sekitar panggung Sasana Budaya pada hari pertama Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Lomba baca puisi diikuti 20 peserta SD se-Bali. mereka datang didampingi orang tua dan guru-guru mereka yang membuat suasana menjadi semakin ramai. Seragam yang rapi, rambut disisir halus, dan semangat yang menggelegar di dada kecil mereka, menambah semarak suasana.

Sertiap peserta tampil dengan caranya masing-masing. Ada yang suaranya lembut, ada yang keras dan cadas pembawaannya, dan ada yang penuh penghayatan. Tapi di balik semua itu ada satu kesamaan, mereka tidak hanya membaca puisi, mereka menghidupkannya.

Puisi-puisi yang dibacakan bukan sembarang karya. Ada nama-nama besar di sana, salah satunya yaitu puisi sang legenda Chairil Anwar dan W.S. Rendra, dan penyair lainnya. Membayangkan pusisi Diponegoro dibaca oleh anak SD mungkin terdengar janggal. Tapi nyatanya, telinga seolah mendapatkan relaksasi, suara-suara kecil itu membawa kita semua kembali pada rasa semangat, dan keberanian.

Peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali saat tampil di panggung Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Di sudut panggung, piala terpampang berkilau menunggu kedatangan pemiliknya. Tapi seperti yang dikatakan oleh para juri, yang lebih penting dari sekedar piala yaitu keberanian anak-anak untuk berdiri, mencurahkan hati lewat puisi, dan membuat kita semua merasa bahwa puisi masih hidup, dan masa depan sastra sedang bertumbuh kembali.

Juri Tidak Sekadar Menilai

Tiga juri duduk memperhatikan dengan seksama, Kardanis Mudawi Jaya, Mas Ruscita Dewi, dan Made Sugianto. Mereka bukan sekadar menilai, mereka ikut larut dalam semangat anak-anak itu.

Kardanis, seorang penyair dengan senyumnya yang sumringah dan gagah mencontohkan langsung pembacaan puisi Diponegoro karya Chairil Anwar.

Diiringi jentikan jari Made Sugianto yang ritmis bak metronome, ia menunjukan bagaimana puisi bisa menjadi sesuatu yang dirasa, bukan sekadar dibaca. “Puisi itu bukan hanya kata, tapi juga irama. Detak jantung harus tenang, tekanan, intonasi, semua harus pas, agar bisa menyentuh hati pendengarnya,” katanya.

Juri lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025. Dari kiri ke kanan: Kardanis Mudawi Jaya, Made Sugianto, dan Mas Ruscita Dewi | Foto: Arix

Sementara Mas Ruscitadewi menyampaikan bahwa yang paling penting dalam puisi adalah suara. “Pilihlah puisi yang dekat dengan jati dirimu, dan keluarkan keunikanmu. Itulah yang akan membuatmu diingat,” pesannya, sebuah motivasi yang mungkin akan membekas lebih lama dari sekadar pemberian piala.

Dan tambahan terakhir dari Made Sugianto, juri yang terlihat paling muda di antara juri lainnya, bahwa puisi adalah tontonan dan dengaran. “Tentukan di mana kamu harus berteriak, di mana kamu harus diam. Biarkan ekspresi anak-anak tumbuh secara alami. Itulah puisi yang menghidupkan panggung,” pesannya.

Momen Penyembuhan dan Munculnya Para Juara.

Ketika para juri berunding, anak-anak dipanggil ke atas panggung utuk bermain game dan mendengarkan cerita. Seorang perempuan bersuara lembut, Emi namanya, dari Yayasan Literasi Indonesia, mencoba memberikan obat penenang ketegangan, membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati.

Anak-anak menyimak, tertawa, dan larut dalam cerita yang dibawakan oleh Emi. Dan mungkin inilah bentuk nyata dari “Buda Kecapi”, penyembuhan dalam bentuk sederhana, tawa anak-anak yang tidak dibuat-buat, cerita yang menyenangkan dan nyaman didengar, seolah menyembuhkan ketegangan.

Emi dari Yayasan Literasi Indonesia membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati | Foto: Arix

Setelah perbincangan yang Panjang oleh para juri, akhirnya diumumkan para juara:

– Juara 1 diraih oleh Ni Komang Reika Azni Darmayanti (SD Negeri 3 Sukasada)

– Juara 2 diraih oleh Kadek Ayu Indira Putri (SD Negeri 2 Padangbulia)

– Juara 3 diraih oleh I Made Pande Candra Wiguna (SD Dwijendra Denpasar)

Namun bukan hanya mereka yang bersinar. Ada juga peserta yang masuk nominasi tanpa peringkat, seperti:

– Pande Nyoman Trisha (SD Negeri 4 Kampung Baru)

– Gusti Putu Tiara Aiswarya Putri (SD Negeri 3 Sukasada)

– Putu Krisna Saraswati (SD Negeri 3 Seririt)

– Komang Tania Laksmi Alindya dan Ni Luh De Gita Noviari (SD Negeri 1 Banyuning)

Ni Komang Reika Azni Darmayanti, juara 1 lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Salah satu momen yang menyentuh adalah seorang anak perempuan bertubuh mungil yang melangkah ke depan panggung, namanya Ni Komang Reika Azni Darmayanti, siswi yang mendapatkan juara 1 pada lomba puisi kali ini. Ia tampak terkejut dan terdiam saat namanya disebut. Matanya berbinar, namun mulutnya hanya menyunggingkan senyum malu-malu. “Saya sangat senang,” ujarnya singkat didampingi oleh pembimbingnya.

Ternyata tahun lalu Reika Azni juga sempat ikut lomba baca puisi SLF 2024 tetapi tidak membuahkan hasil. Dan sekarang dengan cerianya dia libas habis panggung itu dan pulang dengan gelar juara 1.

Akhirnya, apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka dan semua yang hadir, semua anak adalah pemenang. Mereka telah memberi kita relaksasi hati untuk merasakan dan telinga untuk mendengar. Mereka adalah puisi itu sendiri, yang tumbuh, mekar, dan membuat kita percaya bahwa sastra punya masa depan yang cerah, yang barangkali dimulai dari panggung berlatar putih di Sasana Budaya, Singaraja.[T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Jaswanto

Singaraja Literary Festival  2025: Cara Mahima Mengimplementasikan Resep Buda Kecapi — Catatan dari Pengunjung
Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan
“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi
Sembuh Oleh Sastra, Mengapa Tidak? — Cerita Ratih Kumala, Oka Rusmini dan Cyntha Hariadi di Singaraja Literary Festival 2025
Tags: lomba puisiPuisisastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dea dan Buku-Buku yang Bersayap: Kisah dari Big Bad Wolf Bali 2025

Next Post

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co