24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 1, 2025
in Khas
Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Para pemenang lomba puisi tingkat SD se-Bali di Singaraja Literary Festival 2025 berfoto dengan dewan juri | Foto: Arix

SINGARAJA menyambut hari pertama Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 25 Juli 2025, dengan suasana langit yang biru dan pikiran yang siap diisi dengan ilmu-ilmu baru. Di halaman Gedung Sasana Budaya, Singaraja, suasana ramai bahkan sebelum matahari semakin meninggi. Stand makanan, minuman, hingga buku dari stand Gramedia menyambut para pengunjung.

Singaraja Literary Festival (SLF) tahun ini bertemakan “Buda Kecapi” Energi Penyembuhan Semesta. Sebuah tema yang diangkat dari lontar tua yang merekam filosofi penyembuhan holistik, spiritual, dan ekologis dalam tradisi Bali.

SLF bukan tempat ingar-bingar para selebriti; bukan pula diskusi para petinggi elite, melainkan wadah para penyair, sastrawan dan juga orang-orang yang memang datang untuk menimba ilmu. Tapi yang paling menyita perhatian saat memasuki Sasana Budaya adalah panggung perlombaan baca puisi SD se-Bali. Panggung berlatar putih sebagai pendukung keceriaan anak-anak saat unjuk bakat mereka.

Suasana peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali di sekitar panggung Sasana Budaya pada hari pertama Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Lomba baca puisi diikuti 20 peserta SD se-Bali. mereka datang didampingi orang tua dan guru-guru mereka yang membuat suasana menjadi semakin ramai. Seragam yang rapi, rambut disisir halus, dan semangat yang menggelegar di dada kecil mereka, menambah semarak suasana.

Sertiap peserta tampil dengan caranya masing-masing. Ada yang suaranya lembut, ada yang keras dan cadas pembawaannya, dan ada yang penuh penghayatan. Tapi di balik semua itu ada satu kesamaan, mereka tidak hanya membaca puisi, mereka menghidupkannya.

Puisi-puisi yang dibacakan bukan sembarang karya. Ada nama-nama besar di sana, salah satunya yaitu puisi sang legenda Chairil Anwar dan W.S. Rendra, dan penyair lainnya. Membayangkan pusisi Diponegoro dibaca oleh anak SD mungkin terdengar janggal. Tapi nyatanya, telinga seolah mendapatkan relaksasi, suara-suara kecil itu membawa kita semua kembali pada rasa semangat, dan keberanian.

Peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali saat tampil di panggung Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Di sudut panggung, piala terpampang berkilau menunggu kedatangan pemiliknya. Tapi seperti yang dikatakan oleh para juri, yang lebih penting dari sekedar piala yaitu keberanian anak-anak untuk berdiri, mencurahkan hati lewat puisi, dan membuat kita semua merasa bahwa puisi masih hidup, dan masa depan sastra sedang bertumbuh kembali.

Juri Tidak Sekadar Menilai

Tiga juri duduk memperhatikan dengan seksama, Kardanis Mudawi Jaya, Mas Ruscita Dewi, dan Made Sugianto. Mereka bukan sekadar menilai, mereka ikut larut dalam semangat anak-anak itu.

Kardanis, seorang penyair dengan senyumnya yang sumringah dan gagah mencontohkan langsung pembacaan puisi Diponegoro karya Chairil Anwar.

Diiringi jentikan jari Made Sugianto yang ritmis bak metronome, ia menunjukan bagaimana puisi bisa menjadi sesuatu yang dirasa, bukan sekadar dibaca. “Puisi itu bukan hanya kata, tapi juga irama. Detak jantung harus tenang, tekanan, intonasi, semua harus pas, agar bisa menyentuh hati pendengarnya,” katanya.

Juri lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025. Dari kiri ke kanan: Kardanis Mudawi Jaya, Made Sugianto, dan Mas Ruscita Dewi | Foto: Arix

Sementara Mas Ruscitadewi menyampaikan bahwa yang paling penting dalam puisi adalah suara. “Pilihlah puisi yang dekat dengan jati dirimu, dan keluarkan keunikanmu. Itulah yang akan membuatmu diingat,” pesannya, sebuah motivasi yang mungkin akan membekas lebih lama dari sekadar pemberian piala.

Dan tambahan terakhir dari Made Sugianto, juri yang terlihat paling muda di antara juri lainnya, bahwa puisi adalah tontonan dan dengaran. “Tentukan di mana kamu harus berteriak, di mana kamu harus diam. Biarkan ekspresi anak-anak tumbuh secara alami. Itulah puisi yang menghidupkan panggung,” pesannya.

Momen Penyembuhan dan Munculnya Para Juara.

Ketika para juri berunding, anak-anak dipanggil ke atas panggung utuk bermain game dan mendengarkan cerita. Seorang perempuan bersuara lembut, Emi namanya, dari Yayasan Literasi Indonesia, mencoba memberikan obat penenang ketegangan, membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati.

Anak-anak menyimak, tertawa, dan larut dalam cerita yang dibawakan oleh Emi. Dan mungkin inilah bentuk nyata dari “Buda Kecapi”, penyembuhan dalam bentuk sederhana, tawa anak-anak yang tidak dibuat-buat, cerita yang menyenangkan dan nyaman didengar, seolah menyembuhkan ketegangan.

Emi dari Yayasan Literasi Indonesia membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati | Foto: Arix

Setelah perbincangan yang Panjang oleh para juri, akhirnya diumumkan para juara:

– Juara 1 diraih oleh Ni Komang Reika Azni Darmayanti (SD Negeri 3 Sukasada)

– Juara 2 diraih oleh Kadek Ayu Indira Putri (SD Negeri 2 Padangbulia)

– Juara 3 diraih oleh I Made Pande Candra Wiguna (SD Dwijendra Denpasar)

Namun bukan hanya mereka yang bersinar. Ada juga peserta yang masuk nominasi tanpa peringkat, seperti:

– Pande Nyoman Trisha (SD Negeri 4 Kampung Baru)

– Gusti Putu Tiara Aiswarya Putri (SD Negeri 3 Sukasada)

– Putu Krisna Saraswati (SD Negeri 3 Seririt)

– Komang Tania Laksmi Alindya dan Ni Luh De Gita Noviari (SD Negeri 1 Banyuning)

Ni Komang Reika Azni Darmayanti, juara 1 lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Salah satu momen yang menyentuh adalah seorang anak perempuan bertubuh mungil yang melangkah ke depan panggung, namanya Ni Komang Reika Azni Darmayanti, siswi yang mendapatkan juara 1 pada lomba puisi kali ini. Ia tampak terkejut dan terdiam saat namanya disebut. Matanya berbinar, namun mulutnya hanya menyunggingkan senyum malu-malu. “Saya sangat senang,” ujarnya singkat didampingi oleh pembimbingnya.

Ternyata tahun lalu Reika Azni juga sempat ikut lomba baca puisi SLF 2024 tetapi tidak membuahkan hasil. Dan sekarang dengan cerianya dia libas habis panggung itu dan pulang dengan gelar juara 1.

Akhirnya, apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka dan semua yang hadir, semua anak adalah pemenang. Mereka telah memberi kita relaksasi hati untuk merasakan dan telinga untuk mendengar. Mereka adalah puisi itu sendiri, yang tumbuh, mekar, dan membuat kita percaya bahwa sastra punya masa depan yang cerah, yang barangkali dimulai dari panggung berlatar putih di Sasana Budaya, Singaraja.[T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Jaswanto

Singaraja Literary Festival  2025: Cara Mahima Mengimplementasikan Resep Buda Kecapi — Catatan dari Pengunjung
Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan
“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi
Sembuh Oleh Sastra, Mengapa Tidak? — Cerita Ratih Kumala, Oka Rusmini dan Cyntha Hariadi di Singaraja Literary Festival 2025
Tags: lomba puisiPuisisastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dea dan Buku-Buku yang Bersayap: Kisah dari Big Bad Wolf Bali 2025

Next Post

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co