23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 1, 2025
in Khas
Anak-Anak dan Bait-Bait Puisi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Para pemenang lomba puisi tingkat SD se-Bali di Singaraja Literary Festival 2025 berfoto dengan dewan juri | Foto: Arix

SINGARAJA menyambut hari pertama Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 25 Juli 2025, dengan suasana langit yang biru dan pikiran yang siap diisi dengan ilmu-ilmu baru. Di halaman Gedung Sasana Budaya, Singaraja, suasana ramai bahkan sebelum matahari semakin meninggi. Stand makanan, minuman, hingga buku dari stand Gramedia menyambut para pengunjung.

Singaraja Literary Festival (SLF) tahun ini bertemakan “Buda Kecapi” Energi Penyembuhan Semesta. Sebuah tema yang diangkat dari lontar tua yang merekam filosofi penyembuhan holistik, spiritual, dan ekologis dalam tradisi Bali.

SLF bukan tempat ingar-bingar para selebriti; bukan pula diskusi para petinggi elite, melainkan wadah para penyair, sastrawan dan juga orang-orang yang memang datang untuk menimba ilmu. Tapi yang paling menyita perhatian saat memasuki Sasana Budaya adalah panggung perlombaan baca puisi SD se-Bali. Panggung berlatar putih sebagai pendukung keceriaan anak-anak saat unjuk bakat mereka.

Suasana peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali di sekitar panggung Sasana Budaya pada hari pertama Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Lomba baca puisi diikuti 20 peserta SD se-Bali. mereka datang didampingi orang tua dan guru-guru mereka yang membuat suasana menjadi semakin ramai. Seragam yang rapi, rambut disisir halus, dan semangat yang menggelegar di dada kecil mereka, menambah semarak suasana.

Sertiap peserta tampil dengan caranya masing-masing. Ada yang suaranya lembut, ada yang keras dan cadas pembawaannya, dan ada yang penuh penghayatan. Tapi di balik semua itu ada satu kesamaan, mereka tidak hanya membaca puisi, mereka menghidupkannya.

Puisi-puisi yang dibacakan bukan sembarang karya. Ada nama-nama besar di sana, salah satunya yaitu puisi sang legenda Chairil Anwar dan W.S. Rendra, dan penyair lainnya. Membayangkan pusisi Diponegoro dibaca oleh anak SD mungkin terdengar janggal. Tapi nyatanya, telinga seolah mendapatkan relaksasi, suara-suara kecil itu membawa kita semua kembali pada rasa semangat, dan keberanian.

Peserta lomba baca puisi tingkat SD se-Bali saat tampil di panggung Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Di sudut panggung, piala terpampang berkilau menunggu kedatangan pemiliknya. Tapi seperti yang dikatakan oleh para juri, yang lebih penting dari sekedar piala yaitu keberanian anak-anak untuk berdiri, mencurahkan hati lewat puisi, dan membuat kita semua merasa bahwa puisi masih hidup, dan masa depan sastra sedang bertumbuh kembali.

Juri Tidak Sekadar Menilai

Tiga juri duduk memperhatikan dengan seksama, Kardanis Mudawi Jaya, Mas Ruscita Dewi, dan Made Sugianto. Mereka bukan sekadar menilai, mereka ikut larut dalam semangat anak-anak itu.

Kardanis, seorang penyair dengan senyumnya yang sumringah dan gagah mencontohkan langsung pembacaan puisi Diponegoro karya Chairil Anwar.

Diiringi jentikan jari Made Sugianto yang ritmis bak metronome, ia menunjukan bagaimana puisi bisa menjadi sesuatu yang dirasa, bukan sekadar dibaca. “Puisi itu bukan hanya kata, tapi juga irama. Detak jantung harus tenang, tekanan, intonasi, semua harus pas, agar bisa menyentuh hati pendengarnya,” katanya.

Juri lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025. Dari kiri ke kanan: Kardanis Mudawi Jaya, Made Sugianto, dan Mas Ruscita Dewi | Foto: Arix

Sementara Mas Ruscitadewi menyampaikan bahwa yang paling penting dalam puisi adalah suara. “Pilihlah puisi yang dekat dengan jati dirimu, dan keluarkan keunikanmu. Itulah yang akan membuatmu diingat,” pesannya, sebuah motivasi yang mungkin akan membekas lebih lama dari sekadar pemberian piala.

Dan tambahan terakhir dari Made Sugianto, juri yang terlihat paling muda di antara juri lainnya, bahwa puisi adalah tontonan dan dengaran. “Tentukan di mana kamu harus berteriak, di mana kamu harus diam. Biarkan ekspresi anak-anak tumbuh secara alami. Itulah puisi yang menghidupkan panggung,” pesannya.

Momen Penyembuhan dan Munculnya Para Juara.

Ketika para juri berunding, anak-anak dipanggil ke atas panggung utuk bermain game dan mendengarkan cerita. Seorang perempuan bersuara lembut, Emi namanya, dari Yayasan Literasi Indonesia, mencoba memberikan obat penenang ketegangan, membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati.

Anak-anak menyimak, tertawa, dan larut dalam cerita yang dibawakan oleh Emi. Dan mungkin inilah bentuk nyata dari “Buda Kecapi”, penyembuhan dalam bentuk sederhana, tawa anak-anak yang tidak dibuat-buat, cerita yang menyenangkan dan nyaman didengar, seolah menyembuhkan ketegangan.

Emi dari Yayasan Literasi Indonesia membacakan buku berjudul Jana Tak Mau Tidur karya Eka Yuliati | Foto: Arix

Setelah perbincangan yang Panjang oleh para juri, akhirnya diumumkan para juara:

– Juara 1 diraih oleh Ni Komang Reika Azni Darmayanti (SD Negeri 3 Sukasada)

– Juara 2 diraih oleh Kadek Ayu Indira Putri (SD Negeri 2 Padangbulia)

– Juara 3 diraih oleh I Made Pande Candra Wiguna (SD Dwijendra Denpasar)

Namun bukan hanya mereka yang bersinar. Ada juga peserta yang masuk nominasi tanpa peringkat, seperti:

– Pande Nyoman Trisha (SD Negeri 4 Kampung Baru)

– Gusti Putu Tiara Aiswarya Putri (SD Negeri 3 Sukasada)

– Putu Krisna Saraswati (SD Negeri 3 Seririt)

– Komang Tania Laksmi Alindya dan Ni Luh De Gita Noviari (SD Negeri 1 Banyuning)

Ni Komang Reika Azni Darmayanti, juara 1 lomba baca puisi tingkat SD se-Bali Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Arix

Salah satu momen yang menyentuh adalah seorang anak perempuan bertubuh mungil yang melangkah ke depan panggung, namanya Ni Komang Reika Azni Darmayanti, siswi yang mendapatkan juara 1 pada lomba puisi kali ini. Ia tampak terkejut dan terdiam saat namanya disebut. Matanya berbinar, namun mulutnya hanya menyunggingkan senyum malu-malu. “Saya sangat senang,” ujarnya singkat didampingi oleh pembimbingnya.

Ternyata tahun lalu Reika Azni juga sempat ikut lomba baca puisi SLF 2024 tetapi tidak membuahkan hasil. Dan sekarang dengan cerianya dia libas habis panggung itu dan pulang dengan gelar juara 1.

Akhirnya, apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka dan semua yang hadir, semua anak adalah pemenang. Mereka telah memberi kita relaksasi hati untuk merasakan dan telinga untuk mendengar. Mereka adalah puisi itu sendiri, yang tumbuh, mekar, dan membuat kita percaya bahwa sastra punya masa depan yang cerah, yang barangkali dimulai dari panggung berlatar putih di Sasana Budaya, Singaraja.[T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Jaswanto

Singaraja Literary Festival  2025: Cara Mahima Mengimplementasikan Resep Buda Kecapi — Catatan dari Pengunjung
Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan
“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi
Sembuh Oleh Sastra, Mengapa Tidak? — Cerita Ratih Kumala, Oka Rusmini dan Cyntha Hariadi di Singaraja Literary Festival 2025
Tags: lomba puisiPuisisastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dea dan Buku-Buku yang Bersayap: Kisah dari Big Bad Wolf Bali 2025

Next Post

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Menonton Ayu Laksmi di Panggung Singaraja Literary Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co