24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi

Son Lomri by Son Lomri
July 31, 2025
in Khas
“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi

Moderator Putu Putik Padi (kiri) dan Mandy Fessenden Brauer, penulis buku Cerita Made | Foto: Dok. SLF 2025

TERASA hangat diskusi anak-anak pada acara peluncuran buku cerita anak berjudul Cerita Made karya Mandy Fessenden Brauer” serangkaian Singaraja Literary Festival 2025 di Museum Buleleng, Bali, Sabtu, 26 Juli.

Saat mengenalkan bukunya, Mandy Fessenden Brauer atau biasa dipanggil Mandy, tampak sangat senang karena anak-anak yang hadir dalam diskusi itu begitu antusias mendengarkan. Peserta yang datang sebagian besar adalah anak-anak bersama orang tua mereka.

Anak-anak itu duduk di kursi, ada juga lesehan di gundukan berumput di bawah teduh daun-daun pepohonan. Mereka menyimak dengan baik tentang bagaimana buku cerita anak Cerita Made itu dibuat.

Anak-anak antusias mengikuti acara peluncuran buku Cerita Made di Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Dok. SLF 2025

“Saya mengerjakan buku itu dengan banyak orang, terutama dalam proses ilustrasi dan terjemahan,” kata Mandy bercerita tentang proses pengerjaan bukunya.

Mandy dibantu Desi Wulandari untuk ilustrasinya, dan Anak Agung Anitya Dewi, Dewa Gede Agung Oka Sukawati dan Sheena Monaghan untuk terjemahannya.

Dalam proses pengerjaan ilustrasinya, pertama, Mandy memberikan (semacam) draft naskah ceritanya per bagian kepada Desi. Kemudian Desi membuatkan ilustrasinya sesuai bagian-bagian cerita yang sudah dikirim.

“Terus dibuat sketnya dulu, lalu didiskusikan dengan Mandy. Jika tidak cocok, kembali dibuat ulang dan didiskusikan dan terus begitu. Sampai jadi,” kata Desi Wulandari ilustrator buku cerita anak Cerita Made.

Pada proses pembuatan ilustrasi itu dengan diskusi terbuka, Mandy merasa bebas dan lebih nyaman karena ia tahu di penerbit lain tidak bisa seintens itu, tidak bisa berdiskusi lebih dekat dan lebih lama.

“Karena jika di perusahaan, hal semacam itu sangat kaku,” kata Mandy Ia mengaku senang bukunya diilustrasikan Desi Wulandari dengan cara dilukis langsung.

Dalam ilustrasi, Mandy menghindarkan diri pada cerita dengan ilustrasi yang tak masuk akal, misalnya, seorang anak menunggangi buaya di sebuah sungai. Karena imajinasi semacam itu lebih berisiko untuk mengajarkan si anak berimajinasi liar yang tak masuk akal.

Sebab, buaya bisa makan orang, buaya bisa makan anak-anak jika mereka menirukannya pergi ke sungai lalu mencari buaya untuk ditunggangi.

Di buku Cerita Made, itu berbeda, tokoh Made berenang di pantai, dan ia ditemani oleh orang tuanya sebagai pengawasan. Hal itu penting menurut Mandy, anak-anak mesti diawasi agar tidak celaka.

Sehingga ilustrasi dan cerita (teks), tidak ngawang-ngawang. Cerita itu memberikan edukasi, bukan yang liar tak masuk akal.

Sekilas tentang buku itu, ada dua cerita dari dua tokoh yang memiliki kehidupan berbeda—sebagai perbandingan sosial dan kultur, yang memperkaya buku Cerita Made menjadi unik untuk dikonsumsi anak-anak, juga para orang tua untuk anaknya.

Yaitu Cerita Made dan Putu. Made tinggal di kota, dan Putu tinggal di desa.

Kisah Made membawa kita ke kehidupan seorang anak perempuan Bali yang memiliki seorang kakak laki-laki bernama Wayan, dan tinggal di Denpasar.

Moderator Putu Putik Padi (kiri) dan Mandy Fessenden Brauer, penulis buku Cerita Made | Foto: Dok. SLF 2025

Cerita Made dikuatkan secara ilustrasi tentang kehidupan sehari-hari anak perempuan Bali yang tinggal di sebuah kota, mengunjungi kakek-neneknya yang tinggal di pegunungan dan memulai bisnis kecilnya sambil tetap bersenang-senang.

Sedang pada kisah (tokoh) Putu, memperkenalkan seorang anak laki-laki Bali yang tinggal di pedesaan, tempat padi ditanam dan membagikan dunianya kepada kita dan adik laki-lakinya yang bernama Kadek.

Di Balik (Proses) Pembuatan Cerita Made

“Ketika saya pertama datang ke Bali, saya bertemu dengan teman yang sudah punya anak berusia dua tahun, dan si anak itu gak pernah melihat bule seperti saya. Dia ketakutan hingga menjerit sangat kencang,” kata Mandy.

Agar anak itu tidak merasa ketakutan atas kehadirannya karena kulit berserat dan rambut yang dibiarkan bebas, Mandy, memberikan pemahaman sangat halus, bahwa hewan memiliki banyak macam bentuk dan warna, begitupun dengan manusia. Ia ada banyak jenis soal warna kulit dengan ras berbeda-beda pula.

Lebih tegas Mandy menjelaskan pada para peserta yang dihadiri anak-anak itu, bahwa manusia itu beragam. Tak mestilah takut perbedaan rupa atau warna. Manusia adalah makhluk yang unik. Harus saling mengenal untuk memperindah kehidupan.

Dan itu, buku pertamanya Mandy yang dibuat sekaligus dengan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan gambar-gambar yang kuat sebagai ilustrasi cerita.

Setelah diskusi, Mandy mengajak penonton untuk mendengar pembacaan cerita oleh moderator Putu Putik Padi (bahasa Indonesia) dan Made Puspa (Bahasa Inggris).

Putik Padi :

Namaku Made. Aku Tinggal di sebuah pulau di Indonesia yang bernama Bali. Aku tinggal bersama ayah, ibu, dan kakak laki-lakiku, Wayan.

Made Puspa :

My Name is Made. I live in Indonesia on the island of Bali with my father, mother, and older brother, Wayan.

Putik Padi :

Dari rumahku di Denpasar, ibu kota provinsi Bali, aku bisa melihat banyak bangunan tinggi, beberapa ekor sapi, sekumpulan ayam, dan banyak anjing. Kami punya seekor anjing yang kami beri nama Doggie dan seekor kucing yang kami panggil Dida yang baru saja melahirkan empat anaknya.

Made Puspa :

From our home in Denpasar, the capitol Bali, I See big buildings, a few cows, chikens, and many dogs. We have a dog named Doggie and a cat named Dida. Dida has four kittens.

Di sela pembacaan itu, Mandy berdiri dan terus mengangkat halaman buku Cerita Made sesuai pembacaan Putik dan Made ke arah peserta agar bisa dinikmati ilustrasinya.

Setelah pembacaan itu selesai, di akhir sesi, Mandy ingin menunjukkan kepada anak-anak Bali, bahwa mereka bisa berimajinasi dengan mengambil sisi unik kehidupan sehari-hari, atau yang biasa ditemukan di sekitar rumah.

Bercecer Cerita-cerita kecil di Bali

Ada banyak cerita unik yang didapatkan Mandy ketika datang ke Bali lima belas tahun lalu. Ya, ia asalnya dari Amerika, dan melalui buku pertamanya itu, Mandy ingin menunjukkan ke semua orang yang berlayar ke Bali, bahwa ada banyak hewan-hewan di Bali.

Juga dia ingin menunjukkan ke orang-orang itu, maksudnya para turis seperti dia, bahwa Bali sangat indah dan masyarakat lokal begitu indah hidup di Bali. Ada keramahan. Ada kesejukan.

Cerita Putu dan Made, misalnya, sama-sama memiliki orang tua kakek nenek dan saudara masing-masing.

Dia juga pengen anak-anak di Bali membaca buku tentang anak-anak Bali, tentang dirinya sendiri.

Moderator Putu Putik Padi (kiri) dan Mandy Fessenden Brauer, penulis buku Cerita Made | Foto: Dok. SLF 2025

Cerita Putu di buku itu, seorang anak yang tinggal di daerah persawahan. Sedang Made dengan suasana rumah yang lebih kompleks di perkotaan dengan kemacetan jalan luar biasa. Kedua orang tua mereka dua-duanya bekerja. Keluarga mereka memiliki keunikannya tersendiri.

Mandy tinggal di Bali sudah cukup lama, cerita itu sangat terekam jelas diingatannya walaupun umurnya sudah 84 tahun.

Dia juga mengingat betul bagaimana teman-temannya di Bali, memiliki gaun-gaun banyak sekali. Dia juga mengingat, bahwa dunia anak kecil di Bali, sangatlah ceria, dan ada banyak cerita.

Mandy berharap, semua anak-anak bisa bercerita seperti dirinya di buku itu, tentang Bali, dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris menceritakan hal-hal apa saja dan mendiskusikannya dengan teman yang akrab.

Ia juga berpesan pada orang tua yang hadir ketika itu, untuk menuangkan idenya tentang imajinasi cerita anak atau apa saja untuk menuliskannya dalam bentuk buku, karena di Bali sangat kaya akan cerita-cerita unik yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Satu waktu, Mandy pernah pergi berjalan-jalan dan ia melihat segerombolan anak-anak melakukan gerak jalan untuk acara kemerdekaan di bulan Agustus.

Di salah satu mereka, satu anak dengan sepatunya lebih besar dari ukuran kakinya, dan ketika berjalan itu, ia terlihat sangat kesulitan saat melangkah. Mandy tertawa. Lantas ia bertanya pada temannya, apakah anak itu membutuhkan ukuran sepatu lebih besar dari kakinya, untuk bisa bergerak? [T]

Reporter/Penerjemah: Putu Putik Padi
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Rekam 100 Tahun Dinamika Batur dalam Bedah Buku “Seabad Relokasi Batur” di Singaraja Literary Festival 2025
Ekologi Sastra dalam Buda Kecapi di Singaraja Literary Festival 2025
Sembuh Oleh Sastra, Mengapa Tidak? — Cerita Ratih Kumala, Oka Rusmini dan Cyntha Hariadi di Singaraja Literary Festival 2025
Tags: Bukucerita anakSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rekam 100 Tahun Dinamika Batur dalam Bedah Buku “Seabad Relokasi Batur” di Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan

Bincang Buku "Lolohin Malu": Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co