12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Niti Sastra untuk Giri Prasta

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 29, 2025
in Esai
Niti Sastra untuk Giri Prasta

PADA suatu siang di tahun 2018, saya yang kala itu bertugas sebagai wartawan media online di pos Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, membawa sebuah buku dalam tas kerja saya. Bukan buku liputan, bukan pula buku statistik daerah. Melainkan Niti Sastra: Ancient Wisdom for Modern Leaders, karya spiritualis dan penulis lintas budaya, Anand Krishna.

Buku itu saya bungkus rapi. Saya tidak membawanya untuk diri sendiri, tetapi untuk seseorang yang saat itu memegang kekuasaan penting di wilayah Badung, I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung.

Saya tidak menyerahkan buku itu langsung ke tangan Giri Prasta. Sebagai wartawan daerah, saya tahu batas interaksi saya dengan pejabat sekelas bupati. Tapi saya juga tahu bahwa wartawan tidak selalu harus memberi kritik. Kadang, wartawan juga perlu memberi sesuatu yang lain yakni ide, gagasan, atau bahkan secarik harapan.

Maka saya menitipkan buku itu kepada petugas protokoler yang mengatur pertemuan-pertemuan resmi sang bupati. Harapan saya sederhana—semoga buku itu sampai ke tangannya. Dan jika sempat dibaca, semoga menjadi teman diam-diam dalam mengarungi tugas-tugasnya memimpin.

Kini, enam tahun berselang, Giri Prasta telah naik ke panggung yang lebih tinggi. Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali, sebuah posisi strategis yang menentukan arah pembangunan Pulau Dewata ke depan. Dalam benak saya, ingatan tentang buku itu kembali muncul.

Bukan untuk menagih sesuatu, tapi untuk merenungkan: bagaimana peran buku dalam membentuk cara berpikir seorang pemimpin? Apakah hadiah kecil itu—sebuah buku kebijakan klasik—masih berarti dalam dunia politik yang begitu hiruk-pikuk?

Niti Sastra, buku yang saya hadiahkan kala itu, adalah karya Anand Krishna yang berangkat dari teks-teks klasik Nusantara. Buku ini merupakan tafsir modern atas sastra kebijakan dari era Majapahit, yang disebut Niti Sastra.

Teks aslinya memuat nasihat-nasihat moral dan prinsip kepemimpinan yang ditujukan bagi para raja dan pemimpin kerajaan. Anand Krishna, dengan gaya penulisan yang lugas dan reflektif, menerjemahkan ulang ajaran itu dalam konteks zaman sekarang—khususnya untuk manusia Indonesia baru yang hidup di tengah dunia modern yang serba cepat dan penuh distraksi.

Di dalamnya, Anand menekankan bahwa pemimpin sejati bukanlah mereka yang sekadar duduk di kursi kekuasaan, tetapi yang mampu mengendalikan diri, mendahulukan kepentingan publik, dan menjadi teladan dalam segala sikap dan keputusan.

Niti Sastra mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki tiga kualitas utama: kejujuran, welas asih, dan keberanian moral. Ia harus berpikir jauh, tidak reaktif terhadap pujian atau cercaan, dan mampu menjaga integritas meskipun berada di tengah tekanan politik.

Salah satu bagian favorit saya dalam buku itu berbunyi: “Seorang pemimpin yang hanya mendengar pujian, akan terjerumus dalam ilusi kekuasaan. Tapi seorang pemimpin yang mendengar hati nuraninya, akan membawa rakyatnya ke sejahtera.” Kalimat itu, meski berasal dari tafsir teks kuno, terasa sangat kontekstual. Ia seperti sindiran halus terhadap gaya kepemimpinan populis yang hanya sibuk menjaga citra tanpa benar-benar menghadirkan perubahan nyata.

Kita tahu, tidak mudah menjadi pemimpin di Indonesia. Terlebih di Bali, yang memiliki kompleksitas budaya, politik, dan ekonomi tersendiri. Namun justru karena itu, Bali membutuhkan pemimpin yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan etis. Pemimpin yang tidak hanya tahu angka-angka anggaran, tapi juga mengerti makna simbol-simbol budaya yang hidup dalam masyarakatnya.

Giri Prasta, selama menjabat sebagai Bupati Badung, dikenal dengan gaya kepemimpinan yang enerjik dan proaktif. Ia dekat dengan rakyat, turun ke lapangan, dan sering muncul dalam berbagai kegiatan budaya.

Namun dalam keheningan ingatan saya, selalu muncul pertanyaan kecil; apakah buku Niti Sastra itu pernah ia baca? Apakah ada satu-dua kalimat dari buku itu yang pernah mengendap dalam pikirannya? Dan lebih jauh, apakah nilai-nilai dari teks klasik itu pernah ikut membentuk cara pandangnya dalam memimpin?

Tentu, saya tidak punya jawaban pasti. Tapi sebagai wartawan, saya percaya bahwa tindakan kecil—seperti menghadiahkan buku kepada pejabat publik—bisa menjadi bagian dari ikhtiar membentuk ekosistem kepemimpinan yang lebih bijaksana.

Dalam dunia yang serba pragmatis, memberi buku adalah bentuk perlawanan halus. Ia adalah cara mengatakan bahwa ide lebih penting dari sekadar strategi, dan bahwa membaca bisa menjadi tindakan politik yang mendalam.

Kini, saat Giri Prasta berada di posisi Wakil Gubernur Bali, saya berharap buku itu—entah masih ada atau tidak—menjadi semacam simbol. Simbol bahwa pemimpin tidak pernah boleh berhenti belajar. Bahwa kekuasaan hanya berarti jika dibarengi oleh kebijakan yang bersumber dari kebijaksanaan. Dan bahwa di balik sorotan kamera dan panggung politik, pemimpin tetaplah manusia yang perlu merenung, membaca, dan kembali pada nuraninya.

Saya menulis esai ini bukan untuk romantisasi masa lalu. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa terkadang, hal-hal sederhana seperti buku bisa menjadi pemantik perubahan. Dalam konteks kepemimpinan, buku seperti Niti Sastra bisa menjadi jembatan antara nilai lama dan tantangan baru. Ia tidak memberi jawaban pasti, tapi memberi arah yang jernih.

Semoga semakin banyak pejabat publik di Indonesia yang membuka ruang bagi buku dalam hidup mereka. Bukan sebagai pajangan di rak, tapi sebagai bahan renungan dalam mengambil keputusan. Karena bangsa ini, lebih dari apa pun, membutuhkan pemimpin yang berpikir dalam, bertindak bijak, dan tidak lupa pada akar budayanya sendiri. Dan siapa tahu, di ruang kerja Wakil Gubernur Bali, buku Niti Sastra itu masih tersimpan. Diam, tapi setia menunggu untuk kembali dibuka. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Memungut yang Hilang, Terbenam dalam Ingatan Ikan-ikan Karya sasti gotama
Han Kang dan Kolase Enigmatik Novel Vegetarian
Kongkow Sejarah: Bicara Reposisi Perempuan Asia Tenggara Melalui Buku “Kuasa Rahim”
Membaca Sastra Sebagai Bentuk Pembongkaran Makna — Ulas Novel Telembuk Karya Kedung Darma Romansha
Tags: BukuNyoman Giri Prasta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buleleng Tampilkan Konsep Bali Mula dalam Utsawa Busana Adat di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali

Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co