3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Niti Sastra untuk Giri Prasta

Angga Wijaya by Angga Wijaya
June 29, 2025
in Esai
Niti Sastra untuk Giri Prasta

PADA suatu siang di tahun 2018, saya yang kala itu bertugas sebagai wartawan media online di pos Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, membawa sebuah buku dalam tas kerja saya. Bukan buku liputan, bukan pula buku statistik daerah. Melainkan Niti Sastra: Ancient Wisdom for Modern Leaders, karya spiritualis dan penulis lintas budaya, Anand Krishna.

Buku itu saya bungkus rapi. Saya tidak membawanya untuk diri sendiri, tetapi untuk seseorang yang saat itu memegang kekuasaan penting di wilayah Badung, I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung.

Saya tidak menyerahkan buku itu langsung ke tangan Giri Prasta. Sebagai wartawan daerah, saya tahu batas interaksi saya dengan pejabat sekelas bupati. Tapi saya juga tahu bahwa wartawan tidak selalu harus memberi kritik. Kadang, wartawan juga perlu memberi sesuatu yang lain yakni ide, gagasan, atau bahkan secarik harapan.

Maka saya menitipkan buku itu kepada petugas protokoler yang mengatur pertemuan-pertemuan resmi sang bupati. Harapan saya sederhana—semoga buku itu sampai ke tangannya. Dan jika sempat dibaca, semoga menjadi teman diam-diam dalam mengarungi tugas-tugasnya memimpin.

Kini, enam tahun berselang, Giri Prasta telah naik ke panggung yang lebih tinggi. Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali, sebuah posisi strategis yang menentukan arah pembangunan Pulau Dewata ke depan. Dalam benak saya, ingatan tentang buku itu kembali muncul.

Bukan untuk menagih sesuatu, tapi untuk merenungkan: bagaimana peran buku dalam membentuk cara berpikir seorang pemimpin? Apakah hadiah kecil itu—sebuah buku kebijakan klasik—masih berarti dalam dunia politik yang begitu hiruk-pikuk?

Niti Sastra, buku yang saya hadiahkan kala itu, adalah karya Anand Krishna yang berangkat dari teks-teks klasik Nusantara. Buku ini merupakan tafsir modern atas sastra kebijakan dari era Majapahit, yang disebut Niti Sastra.

Teks aslinya memuat nasihat-nasihat moral dan prinsip kepemimpinan yang ditujukan bagi para raja dan pemimpin kerajaan. Anand Krishna, dengan gaya penulisan yang lugas dan reflektif, menerjemahkan ulang ajaran itu dalam konteks zaman sekarang—khususnya untuk manusia Indonesia baru yang hidup di tengah dunia modern yang serba cepat dan penuh distraksi.

Di dalamnya, Anand menekankan bahwa pemimpin sejati bukanlah mereka yang sekadar duduk di kursi kekuasaan, tetapi yang mampu mengendalikan diri, mendahulukan kepentingan publik, dan menjadi teladan dalam segala sikap dan keputusan.

Niti Sastra mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki tiga kualitas utama: kejujuran, welas asih, dan keberanian moral. Ia harus berpikir jauh, tidak reaktif terhadap pujian atau cercaan, dan mampu menjaga integritas meskipun berada di tengah tekanan politik.

Salah satu bagian favorit saya dalam buku itu berbunyi: “Seorang pemimpin yang hanya mendengar pujian, akan terjerumus dalam ilusi kekuasaan. Tapi seorang pemimpin yang mendengar hati nuraninya, akan membawa rakyatnya ke sejahtera.” Kalimat itu, meski berasal dari tafsir teks kuno, terasa sangat kontekstual. Ia seperti sindiran halus terhadap gaya kepemimpinan populis yang hanya sibuk menjaga citra tanpa benar-benar menghadirkan perubahan nyata.

Kita tahu, tidak mudah menjadi pemimpin di Indonesia. Terlebih di Bali, yang memiliki kompleksitas budaya, politik, dan ekonomi tersendiri. Namun justru karena itu, Bali membutuhkan pemimpin yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan etis. Pemimpin yang tidak hanya tahu angka-angka anggaran, tapi juga mengerti makna simbol-simbol budaya yang hidup dalam masyarakatnya.

Giri Prasta, selama menjabat sebagai Bupati Badung, dikenal dengan gaya kepemimpinan yang enerjik dan proaktif. Ia dekat dengan rakyat, turun ke lapangan, dan sering muncul dalam berbagai kegiatan budaya.

Namun dalam keheningan ingatan saya, selalu muncul pertanyaan kecil; apakah buku Niti Sastra itu pernah ia baca? Apakah ada satu-dua kalimat dari buku itu yang pernah mengendap dalam pikirannya? Dan lebih jauh, apakah nilai-nilai dari teks klasik itu pernah ikut membentuk cara pandangnya dalam memimpin?

Tentu, saya tidak punya jawaban pasti. Tapi sebagai wartawan, saya percaya bahwa tindakan kecil—seperti menghadiahkan buku kepada pejabat publik—bisa menjadi bagian dari ikhtiar membentuk ekosistem kepemimpinan yang lebih bijaksana.

Dalam dunia yang serba pragmatis, memberi buku adalah bentuk perlawanan halus. Ia adalah cara mengatakan bahwa ide lebih penting dari sekadar strategi, dan bahwa membaca bisa menjadi tindakan politik yang mendalam.

Kini, saat Giri Prasta berada di posisi Wakil Gubernur Bali, saya berharap buku itu—entah masih ada atau tidak—menjadi semacam simbol. Simbol bahwa pemimpin tidak pernah boleh berhenti belajar. Bahwa kekuasaan hanya berarti jika dibarengi oleh kebijakan yang bersumber dari kebijaksanaan. Dan bahwa di balik sorotan kamera dan panggung politik, pemimpin tetaplah manusia yang perlu merenung, membaca, dan kembali pada nuraninya.

Saya menulis esai ini bukan untuk romantisasi masa lalu. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa terkadang, hal-hal sederhana seperti buku bisa menjadi pemantik perubahan. Dalam konteks kepemimpinan, buku seperti Niti Sastra bisa menjadi jembatan antara nilai lama dan tantangan baru. Ia tidak memberi jawaban pasti, tapi memberi arah yang jernih.

Semoga semakin banyak pejabat publik di Indonesia yang membuka ruang bagi buku dalam hidup mereka. Bukan sebagai pajangan di rak, tapi sebagai bahan renungan dalam mengambil keputusan. Karena bangsa ini, lebih dari apa pun, membutuhkan pemimpin yang berpikir dalam, bertindak bijak, dan tidak lupa pada akar budayanya sendiri. Dan siapa tahu, di ruang kerja Wakil Gubernur Bali, buku Niti Sastra itu masih tersimpan. Diam, tapi setia menunggu untuk kembali dibuka. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Memungut yang Hilang, Terbenam dalam Ingatan Ikan-ikan Karya sasti gotama
Han Kang dan Kolase Enigmatik Novel Vegetarian
Kongkow Sejarah: Bicara Reposisi Perempuan Asia Tenggara Melalui Buku “Kuasa Rahim”
Membaca Sastra Sebagai Bentuk Pembongkaran Makna — Ulas Novel Telembuk Karya Kedung Darma Romansha
Tags: BukuNyoman Giri Prasta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buleleng Tampilkan Konsep Bali Mula dalam Utsawa Busana Adat di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali

Karya-karya Bersejarah dari Sekaa Gong Legendaris Giri Kusuma Bontihing-Buleleng di Pesta Kesenian Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co