2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memungut yang Hilang, Terbenam dalam Ingatan Ikan-ikan Karya sasti gotama

Lintang Pramudia Swara by Lintang Pramudia Swara
June 23, 2025
in Ulas Buku
Memungut yang Hilang, Terbenam dalam Ingatan Ikan-ikan Karya sasti gotama

Foto dari penulis

Suara tawa bisa menjadi sesuatu yang demikian traumatis. Tujuh tahun sejak peristiwa 1998, begitu banyak luka dan kenangan pahit yang menyertai manusia di bumi pertiwi. Melalui Ingatan Ikan-ikan karya sasti gotama, saya berkenalan dengan Lian Wen dan Ombak Samudera. Nggak butuh waktu lebih dari dua hari buat menyelami dunia mereka hingga tinta terakhir.

Nama Lian seketika menghubungkan saya dengan konsep “the others” dalam wacana poskolonial dan kajian budaya. Liyan berarti mereka yang berbeda, yang dieliminasi dan diasingkan. Sebagaimana Lian Wen pula yang merupakan seorang Tionghoa. Dalam paruh awal saya diajak bertamasya dengan nama-nama kota dan tokoh yang menggunakan inisial. Semula membingungkan, tapi sepadan karena selanjutnya menjelma magnetik.

Lian Wen adalah seorang dokter hewan. Ia tidak menyukai suara tawa. Perut bagian bawahnya akan terasa sakit setiap ia mendengar suara itu. Lambat laun saya pun mengerti apa penyebabnya. Salah satu pegawainya pernah secara tidak sengaja tertawa terbahak dan membuat Lian pingsan.

Di belahan kota yang lain, Ombak sang protagonis pria adalah pedagang ikan mas koki. Hidupnya pas-pasan untuk membiayai istri dan putrinya. Perihal ikan mas koki, Lian memelihara ikan mas koki buta. Seorang pelanggan yang datang memeriksakan ikannya memberikan si mas koki itu kepadanya. Itu belum mencakup keseluruhan premisnya.

Waktu bergerak mundur, saya diajak melihat masa lalu Ombak. Tentang orang tuanya yang berselisih, juga ia dan sang adik yang harus pergi dari rumah untuk mengadu nasib sendiri. Ombak berjualan koran, bercita-cita ingin menjadi dokter. Baginya, dokter adalah simbol kemapanan yang akan melepaskannya dari belenggu kemiskinan.

Di masa lalu, Lian dan Ombak ternyata berteman. Ombak menyukai buku dan mengajak Lian untuk berburu buku cerita silat bekas di tempat langganannya. Beruntung karena Ombak terlebih dahulu mengenal ayahnya Lian dengan baik, sehingga ada cara untuk bisa berkenalan dan mendekati Lian. Pertemanan mereka manis. Ombak menghadiahi ikan mas koki untuk dirawat Lian. Ia mempelajari bagaimana merawat dan mengenali penyakit ikan mas koki. Ikan itu seperti anak yang mereka jaga bersama. Ikan mas koki, seturut Ombak merupakan ikan asli dari Cina, namun kini dibudidaya di Indonesia. Sama halnya dengan Lian yang nenek moyangnya dari sana, tapi Lian lebih lancar berbahasa Jawa.

Saya jadi teringat Meilien dan Dilan dari semestanya Pidi Baiq, juga Laskar Pelangi dengan Ikal dan Aling. Manisnya kedekatan mereka nggak bertahan lama, sebagaimana Lian dan Ombak yang akhirnya juga harus terpisah. Ada penjarahan besar-besaran menjelang reformasi. Toko milik ayahnya Lian menjadi korban, dan setelah itu pula garis hidup Lian berubah. Suara tawa yang begitu traumatis itu, tak lain adalah suara tawa dari pemerkosa yang memandang para minoritas Tionghoa sebagai golongan yang harus dipersekusi. Lian mengalami hal buruk dan menyimpan trauma atas hal itu selama menahun.

Kepingan demi kepingan teka-teki akhirnya tersusun. Trauma masa lalu yang dialami Lian membawanya untuk menjalani terapi. Namun ia belum sepenuhnya sembuh. Tak ada sedikit pun bagian dari pikiran dan tubuhnya yang pulih dari trauma itu. Alasannya menjadi dokter hewan sedikit demi sedikit terjawab. Tidak jauh dari yang dulu pernah ia ceritakan pada Ombak, bahwa Lian ingin jadi dokter.

Ingatan Ikan-ikan mencoba bertutur soal masa lalu lewat perspektif yang berbeda. Saya tidak melihat formula fiksi sejarah yang lazim digunakan para penulis perempuan yang biasa saya baca. Ada kedalaman yang intim dan mendorong saya masuk. Tiap bab menyuguhkan ikatan emosi, begitu juga narasi-narasi metaforik dan simbolis, seperti bagaimana tubuh Lian dapat dikiaskan menjadi tubuh ikan mas koki dengan sisik-sisiknya yang terlepas, membuatnya tak berdaya. Tiap tokohnya juga begitu melekat dan segera bisa dihafal kekhasan tindak tuturnya. Seketika saya jadi teringat Orang-orang Bloomington dari Budi Darma dengan karakter demi karakternya yang begitu ikonik dan brutal.

Sang penulis pun ternyata merupakan seorang dokter. Referensi tentang dunia medis ternarasikan dengan kuat, tentang neurotransmitter, oksitosin, dan senyawa yang bisa distimulasi untuk menghilangkan kenangan buruk, begitu pun kehadiran buah alara yang juga penting dalam jalinan cerita. Ingatan mas koki yang hanya tiga detik— mewujud sebagai adagium maupun benang merah yang dengan briliannya memposisikan keunggulan karya ini. Upaya penghapusan kenangan buruk yang dilakukan oleh ilmuwan yang menjadi salah satu tokohnya melalui eksperimen yang diceritakan— melambangkan sebentuk kritik dan pukulan terhadap rezim yang sedang kita alami.

Dengan takdir semesta, Ombak dan Lian memang dipertemukan kembali. Tapi banyak hal yang harus ditata oleh kedua hati mereka. Penulis juga tidak menawarkan konklusi atau hidup bahagia selamanya sebagai sebuah ujung yang klise. Setelah itu kita justru kembali diminta untuk melihat bahwa realita harus berjalan, dan kenangan pahit justru bukan untuk dihilangkan, tapi disimpan dan ada untuk menjadi sumber kekuatan. Sebagaimana yang dituliskan sasti, “Dengan ingatan, kita melawan lupa. Dan dengan ingatan pula, kita melawan kekuasaan dan ketidakadilan”.

Ini adalah novel pertama dari sasti gotama– nama yang menolak memakai kapital di huruf pertama—  yang terbit perdana pada Agustus 2024 lalu. Saya menanti untuk membaca karya lainnya dari sasti gotama, Emerging Author Ubud Writer Festival yang menaruh seluruh hati dan penjiwaannya dalam menulis Ingatan Ikan-ikan. [T]

Penulis: Lintang Pramudia Swara
Editor: Adnyana Ole

Han Kang dan Kolase Enigmatik Novel Vegetarian
Kongkow Sejarah: Bicara Reposisi Perempuan Asia Tenggara Melalui Buku “Kuasa Rahim”
Membaca Ulang Kiprah Perempuan dalam Dinamika Dunia Seni
Mencari Bali Menemukan Diri — Ulasan Buku “Dari Sudut Bali” Karya Abdul Karim Abraham
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula

Next Post

Dupa Terakhir Sukasih | Cerpen Satria Aditya

Lintang Pramudia Swara

Lintang Pramudia Swara

Lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang kini mengasuh sebuah toko buku independen, sesekali bermusik dan aktif menulis lepas di berbagai media.

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Dupa Terakhir Sukasih | Cerpen Satria Aditya

Dupa Terakhir Sukasih | Cerpen Satria Aditya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co