2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Bali Menemukan Diri — Ulasan Buku “Dari Sudut Bali” Karya Abdul Karim Abraham

Gading Ganesha by Gading Ganesha
May 17, 2025
in Ulas Buku
Mencari Bali Menemukan Diri — Ulasan Buku “Dari Sudut Bali” Karya Abdul Karim Abraham

Buku "Dari Sudut Bali"

PULAU Bali milik siapa? Apa syarat disebut orang Bali? Semakin saya pikirkan, semakin ragu. Di tengah era yang begitu terbuka, apakah Bali sudah terbuka mengakui diri. Atau, justru masih menutup pintu bagi sebagian orang yang hidup dan tumbuh di dalamnya?

Barangkali memang tak ada jawaban yang benar atas pertanyaan itu.

Pertanyaan-pertanyaan ini hadir setelah saya membaca buku karya Abdul Karim Abraham. Nama yang asing bagi saya. Penulis dari Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, sisi barat Bali Utara. Buku setebal 188 halaman ini awalnya hanya saya diamkan di pojok meja kantor.

Saya tidak terbiasa membaca buku dalam waktu yang cepat, apalagi menuliskannya dalam ulasan dengan segera. Namun setelah seminggu berlalu, saya mulai membacanya, separuh terpaksa, di sela jam istirahat kantor.

Saya pikir isinya akan membosankan. Tiga puluh tujuh tahun saya tinggal di Bali—saya merasa sudah cukup mengenalnya. Apa lagi yang bisa diceritakan oleh “orang pinggiran”?

Namun dugaan saya keliru. Buku ini justru berhasil menahan perhatian saya. Tanpa terasa, tiga jam saya habiskan untuk membaca dan menyelesaikan seluruh isinya. Gaya penulisannya yang bercerita membuat saya setia dan sukarela menyingkirkan ponsel kemudian tenggelam dalam kisah-kisah yang dibagikan.

Buku ini menghadirkan ingatan, pertanyaan, dan bahkan perasaan yang lama saya pendam sebagai penduduk Bali yang hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang budaya dan agama

Buku ini cukup berani, menceritakan sisi lain tentang Bali. Abdul Karim Abraham adalah seorang Muslim Bali yang tumbuh dari Desa Pejarakan. Butuh waktu mendekati dua jam untuk sampai di desa itu dari Kota Singaraja.

Buku ini berisi 38 tulisan yang dikumpulkan dari tahun 2012 hingga 2023, sejak penulis masih mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang, mengisisasi pendirian Asosiasi Mahasiwa Krama Bali (AKRAB), menjadi aktivis PMII, hingga menjabat Ketua GP Ansor Buleleng. Ia membagikan cerita personal, kritik sosial, serta respons terhadap berbagai peristiwa penting di Bali—baik berskala lokal maupun nasional.

Dalam tulisanya ia menegaskan dirinya bagian dari golongan “Nyama Selam”

Nyama Selam” (Nyama: saudara, Selam: Islam) istilah ini digunakan di Bali untuk menyebut masyarakat Muslim yang telah menjadi bagian dari budaya Bali. Bahkan telah mempraktikkan berbagai tradisi dan kebiasaan Bali dalam kehidupan sehari-hari. 

Di Desa Pegayaman, misalnya, warga Muslim tak segan menyisipkan nama-nama khas Bali seperti Wayan, Nengah, hingga Ketut. Mereka tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga membaur secara budaya.

Penulis peka dalam menangkap persoalan-soalan besar yang terjadi di Bali. Seperti kedatangan Gusdur di Bali yang tidak pernah biasa.  Sampai pada dampak jangka panjang peristiwa penting Bom Bali tahun 2002 dan 2005, yang bukan hanya perkara hilangnya ratusan nyawa.

Termasuk kekalahan pertama kali calon kepala daerah dari PDIP di Bali, tahun 2013 oleh I Made Mangku Pastika, tak luput dari perhatiannya. Nama Mangku Pastika mulai hangat diperbicangkan ketika mampu menangkap pelaku Bom Bali. Kala itu ia masih menjabat Kapolda Bali 2003-2005.

Buku ini juga bercerita tentang pertemuan singkat penulisnya dengan I Wayan Suardana atau akrab dikenal Gendo. Aktivis yang getol menyuarakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa.

Hal-hal menarik yang terjadi di Buleleng yang berkaitan dengan Islam juga diamati. Tidak melulu isu Bali yang menasional. Pun juga soal isu yang ada di desa. Khususnya desa yang dekat dengan kelahiran penulis. Mulai sejarah berdirinya Desa Sumberklampok, penguasaan tanah di Desa Sumberkima, sampai pada fakta makam pahlawan di Desa Pejakaran.

Buku ini juga berani menyuarakan kritik terhadap narasi besar seperti “Ajeg Bali”, yang dinilai telah melenceng dari makna awal. Kemudian penulis yang mempertanyakan status branding Singaraja sebagai Kota Pendidikan. Serta mengkritik sebagian umat Islam yang dianggap mengeksploitasi makam Wali Pitu di Bali. Semua disampaikan dengan bahasa yang santun, namun tetap tajam dan reflektif.

Menjadi minoritas tentu tidak mudah, apalagi ketika identitas dan keberadaan terus dipertanyakan. Namun Abdul Karim Abraham terlihat tidak menjadikan itu sebagai keluhan, melainkan sebagai kekuatan. Ia tetap mencintai Bali, meskipun sering dianggap sebagai “nak jawa”. Dirinya memberi semangat bagi siapa pun yang merasa berada di pinggiran.

Buku ini bukan hanya cocok bagi aktivis atau mereka yang berada di dunia pergerakan, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin memahami Bali secara lebih utuh—Bali yang bukan hanya milik mayoritas, tetapi juga mereka yang tumbuh dan mencintainya dari pinggiran.

Bagi mereka yang merasa menjadi minoritas, baik karena agama, latar budaya, atau posisi sosial, buku ini bisa menjadi pengingat. Toleransi tidak hanya soal menerima, tetapi juga keberanian mengakui keberadaan orang lain secara setara. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Membaca “Zaman Peralihan”, Melihat Indonesia Hari Ini
Jawa Tempo Doeloe: Wajah Jawa di Mata Orientalis Berkulit Pucat
Melihat Diri Sendiri ala (Gus Mus) KH. A. Mustofa Bisri
Pembahasan Buku “Representasi Ideologi Dalam Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika
Saiban: Kerinduan yang Tak Terucap dan Tak Terungkap
Aku yang Sudah Lama Hilang: Menelisik Perubahan dalam Diri
Tags: baliBukubulelengMuslimmuslim baliresensi buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Literasi Film untuk Keluarga: Anak-anak Menonton Sekaligus Belajar

Next Post

Inilah Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Inilah Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025

Inilah Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co