Dari Nasi Bungkus ke Buku Sastra, Kisah Jalanan I Wayan Suardika

DI sebuah sudut keramaian kota Denpasar, Bali, di dekat lapangan atau taman budaya, kadang tampak sosok pria memanggul ransel besar. Bukan menjajakan produk komersial, ia menawarkan sesuatu yang semakin langka disentuh masyarakat yakni buku sastra. Dialah I Wayan Suardika, sastrawan yang memilih jalan hidup tak biasa—menjual bukunya sendiri, dari tangan ke tangan. “Buku itu harus proaktif, … Continue reading Dari Nasi Bungkus ke Buku Sastra, Kisah Jalanan I Wayan Suardika