2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Isaura Henin Serafina: Terbang Tinggi ke Jepang dengan Semangat Rajawali-Elang 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
July 15, 2025
in Persona
Isaura Henin Serafina: Terbang Tinggi ke Jepang dengan Semangat Rajawali-Elang 

Isaura saat pembekalan di Jakarta, sebelum berangkat ke Jepang

UNTUK pertama kalinya, siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Isaura Henin Serafina, mampu menebus beasiswa dunia melalui Yayasan Bina Budaya. Ia berhasil lolos seleksi superketat yang diikuti oleh pelajar SMA seluruh Indonesia dan diberangkatkan ke Jepang bersama 10  siswa pada Agustus–Desember 2024. Bonusnya pun ia rasakan atas kebijakan Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan memberikan relaksasi pembelajaran semester III saat ia mengikuti program “Pertukaran Pelajar”.

“Saya berterima kasih kepada Kepala Sekolah yang menjadi motivator sekaligus role model hingga sampai pada tahap ini. Saya diberikan menempuh pembelajaran secara daring di sela-sela kesibukan menyiapkan diri berangkat ke Jepang,” kata Isaura.

Pun, lanjutnya, setelah tiba di Indonesia menjelang pembagian, Isaura diberikan waktu menuntaskan Program Pembelajaran sebulan setelah Tahun Baru 2025. “Syukur saya bisa menuntaskan dalam waktu yang tepat sehingga pada semester IV bisa belajar bersama teman sekelas. Jadi, Pertukaran Pelajar ke Jepang tidak mengganggu studi. Saya juga tidak mengambil cuti,” ujarnya.  

Isaura Henin Serafina, siswa berprestasi SMAN 2 Kuta Selatan

Isaura mendapatkan informasi beasiswa ini melalui media sosial Quora yang dijelajahi secara mandiri. Sebagai pecinta buku, ia terinspirasi dari tulisan-tulisan orang hebat Indonesia di Quora. Dari tulisan itu, “Saya bercita-cita menjadi Duta Indonesia untuk mempromosikan berbagai kekayaan alam, budaya dan tradisi yang adiluhung. Tulisan inspiratif mereka di Quora telah mengubah pemahamanan saya tentang dunia. Begitulah hebatnya tulisan,” kata Isaura penuh semangat.

Tak berlebihan bila Gus Dur, mantan Presiden RI, mengatakan, berubah pemahamannya pada agama Islam setelah membaca cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis. Pengakuan Gus Dur itu adalah bukti pentingnya literasi untuk memahami hidup dan kehidupan secara mendalam dan komprehensif sesuai dengan semangat deep learning yang terus digemakan sejak Prof. Abdul Mu’ti menjadi Mendikdasmen.

Keberhasilan Isaura meraih beasiswa Pertukaran Pelajar ke Jepang sebenarnya juga berkat ketekunannya merawat pohon literasi. Kecintaannya terhadap buku sudah dimulai sejak SD. Ia juga aktif menulis esai di Quora sejak usia 13 tahun.

“Saya aktif menulis esai di Quora unuk berbagi ilmu ‘Tips dan Trik Belajar Juara Umum SMP’ dan menuai ratusan ribu views dan respon positif dari warganet. Beberapa di antaranya profesor, penulis terbaik Quora, dan alumni universitas ternama,” tulis Isaura via chat WA.

Pada masa Pandemi Covid-19, Isaura mengaku menghabiskan waktu luang dengan belajar Bahasa Jepang dan menggambar digital melalui ponsel jadul dan jari seadanya secara otodidak. “Saya menyadari banyak anak SMP ingin bisa bahasa asing tetapi kesulitan belajar mandiri,” tambah Isaura yang mengaku memiliki kesadaran belajar dari motivasi intrinsik.

Dalam konteks ini, pembelajaran mendalam (deep learning) telah dilakoni oleh Isaura  secara berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning) dan menggembirakan (joyful learning). Pendekatan belajar inilah yang membuatnya kasmaran belajar dengan semangat menyenangkan seperti yang digagas Ki Hadjar Dewantara di Perguruan Tamansiswa.

Isaura berpose di sebuah tempat di Jepang

Taman indah yang inspiratif karena warganya menjaga, merawat, menyiangi, memupuk bibit aneka  hingga bunga-bunga indah bermekaran dengan buah ranum buat persembahan bagi Indonesia Emas 2045.

Selama di Jepang, Isaura memanfaatkan kesempatan dengan baik. Ia memperkenalkan Indonesia di mata dunia dengan menarikan tari Bali. Lalu, presentasi di hadapan ratusan orang mancanegara, dan bercerita tentang Indonesia yang kaya dengan keragaman budayanya. Lebih-lebih Bali yang sudah terkenal di mancanegara.

Pidatonya di sekolah di Jepang ternyata menyedot perhatian media Jepang. “Berkat pidato dan presentasi, saya diliput TV Nasional Jepang. Saya juga mendapat undangan pertama dari Kementerian Pendidikan Shizuoka dan belajar bersama dalam Seminar Selebriti Jepang Gyaru,” tulis Isaura via Chat WA.

Isaura juga mengaku, awalnya mengira mustahil untuk bisa belajar memanah (Kyudo) karena biayanya mahal. Namun, karena berhasil menjadi inspirasi bagi murid-murid dan guru di sekolah, ia diapresaiasi secara baik.

“Guru saya memberikan perlengkapan dan administrasi gratis sebagai hadiah. Beliau juga mengajak saya berlatih privat dan mendaftarkan lomba. Saya pun diikutkan berkompetisi bela diri kyudõ di Jepang,” tulis Isaura via chat WA sembari menyatakan kebanggaannya menjadi  sukarelawan di kelas, ketika belajar.

Begitulah serunya belajar di Jepang, berinteraksi dengan murid Jepang plus bertemu dengan peserta Pertukaran Pelajar dari berbagai negara di dunia. Sesuai dengan misi Yayasan Bina Budaya, yang konsen dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, berupaya memberikan karpet merah kepada para pelajar dari seluruh dunia untuk memahami pentingnya hidup berdampingan di tengah-tengah perbedaan.

Dengan memahami perbedaan sebagai kekuatan membangun kolaborasi saling mengisi kekurangan masing-masing, maka kerja sama dalam mewujudkan perdamaian dunia dapat diwujudkan. Bagi Indonesia, Program Pertukaran Pelajar ini adalah memenuhi janji kemerdekaan sesuai dengan tujuan negara khususnya mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut memelihara ketertiban dunia untuk perdamaian.

Isaura bersama teman-temannya di Jepang

Sebagai peserta Pertukaran Pelajar Indonesia-Jepang, tugas dan tanggung jawab Isaura tidaklah ringan. Ia harus menyampaikan pengalamannya di hadapan teman-teman dan para guru.

Setelah dari Jepang, kata Isaura,  ia akan mempresentasikan pengalaman di depan kelas untuk berbagi pengalaman, pesan moral, dan pengetahuan. Isaura akan mengambil kebiasaan positif di Jepang dan berusaha menyebarkannya dengan berbagai saluran informasi. Ia juga akan menulis buku tentang pengalamannya agar bisa menginspirasi lebih banyak orang. Pengalaman mengikuti seleksi bersaing dengan orang-orang hebat seluruh Indonesia. Pengalaman mengikuti Program Pertukaran Pelajar ke Jepang dengan segala suka dukanya. Pengalaman setelah mengikuti Program Pertukaran Pelajar dan menyampaikan refleksi kepada teman-teman di sekolah.

“Buku yang saya tulis juga dilengkapi dengan komik tentang tips dan trik terkait edukasi untuk membagikan ide-ide kreatif kepada Gen Z melalui kanvas Line Webtoon English diperlombakan internasional,” aku Isaura dengan semangat.

Sekarang Isaura sudah kelas 12 dan menjadi duta SMA Negeri 2 Kuta Selatan dalam ajang Festival lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) bidang Poster dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ekonomi dengan semangat mengharumkan nama Toska.

Ke depan, Isaura ingin terus aktif di medsos untuk membagikan tips dan trik belajar dan menyebarteruskan best practice (pengalaman terbaiknya). Isaura telah menerjemahkan moto Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana memenangkan persaingan berlandaskan kebudayaan bangsa) dalam aksi nyata. Aksinya selaras dengan Visi SMA Negeri 2 Kuta Selatan, “Terbentuknya komunitas pembelajar yang berkecerdasan, berbudaya, dan berdaya saing”.

Isaura saat belajar memanah dan bergaul antarbangsa di Jepang

Begitulah Isaura mewujudkan mimpinya dengan terus belajar, disiplin, menghargai waktu tanpa mengenal lelah. Ketika temannya bermain santai, ia malah sibuk dengan projek-projek yang segera harus dikelarkan. Semangat ini sesuai dengan disiplin orang Jepang pada umumnya: bekerja keras, disiplin, mandiri, menghargai pencapaian, humanis, juga peduli alam dan lingkungan.

Sebagai orang yang pernah seminggu belajar di Jepang pada Februari 2018, saya merasakan benar cerita pengalaman Isaura selama 4 bulan di Negeri Matahari Terbit yang juga dikenal dengan Negeri Sakura itu. Pengalaman itu juga mengingatkan pada disiplin yang diterapkan Jepang di tanah jajahannya, Indonesia selama 3,5 tahun.

Dengan halus Jepang menyindir manusia Indonesia, “Jika diminta memilih antara duduk dan berdiri, orang Indonesia memilih duduk. Jika diminta memilih antara berjalan dan berlari, orang Indonesia memilih berjalan”. Pernyataan itu menggambarkan mental orang Indonesia pada umumnya lembek. Bung Karno menyebutnya mental krupuk. Mental tempe.

Kini, mental demikian disebut sebagai generasi strawberry. Indah di permukaan, keropos di kedalaman. Jalan keluarnya adalah sungguh-sungguh menjadikan pendidikan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dengan guru di garda terdepan, sebagaimana dilakukan kaisar Jepang saat bom atom menghanguskan Hirosima dan Nagasaki.

“Berapa guru yang masih hidup ?” tanya Kaisar kepada prajuritnya. Mengapa guru? Karena dengan guru yang cukup secara kuantitas dan kualitas, kehancuran ini segera dapat dipulihkan. Tentara, dokter, bidan, perawat, insinyur, agamawan, pemimpin, anak-anak berkarakter, berdisiplin, dan berintegritas  dapat dilahirkan.

Oleh karena itu, janganlah bergurau sebelum berguru. Ke Jepang kita berguru soal disiplin, integritas, dan karakter sebagaimana ditunjukkan Isaura Henin Serafina.

Selamat Isaura. Kau telah menunjukkan integritas walaupun harus kembali ke tanah air lebih cepat dari jadwal karena tidak tahan dengan cuaca ekstrem di Jepang. Namun, kau telah menuntaskan semua projek Pertukaran Pelajar ini dengan baik. Teruslah terbang tinggi seperti semangat elang rajawali tetapi tetap rendah hati.[T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Jaswanto

Dede Putra Wiguna Raih Gelar Sarjana dengan Buku Berita Kisah “Bersama Seni di Sukawati”
Windari dan Sepuluh Cerpen untuk Satu Gelar
Yunika Verayuni Putri dan Serunya Ikut Program Nihonggo Partner Jepang: Belajar Sambil Berwisata
Awalnya Coba-Coba, Eh, Ternyata Juara  |  Cerita Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025
Ni Ketut Ayu Sukma Listyaningsih,   Duta Lingkungan Hijau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Tags: Isaura Henin SerafinaJepangSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gong Kebyar Karangasem Bawa Fragmentari “Tetamian” di Pesta Kesenian Bali 2025 : Mementaskan Ibu Pertiwi sebagai Simbol Kertaning Jagat

Next Post

Melihat Lapisan Skena Seni Rupa Bali: Dari Under-Upper 2000-an, hingga Post-Pandemic

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Lapisan Skena Seni Rupa Bali: Dari Under-Upper 2000-an, hingga Post-Pandemic

Melihat Lapisan Skena Seni Rupa Bali: Dari Under-Upper 2000-an, hingga Post-Pandemic

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co