2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yunika Verayuni Putri dan Serunya Ikut Program Nihonggo Partner Jepang: Belajar Sambil Berwisata

Ayu Sri Utami by Ayu Sri Utami
March 21, 2025
in Persona
Yunika Verayuni Putri dan Serunya Ikut Program Nihonggo Partner Jepang: Belajar Sambil Berwisata

Pande Made Yunika Verayuni Putri

GERAKAN Literasi Sekolah (GLS) di SMAN 2 Kuta (Smanduta) bukanlah program di atas kertas, tanpa jiwa aksara. Aplikasinya, SMA Negeri 2 Kuta mengambil langkah nyata melalui Gerakan Sekolah Menulis Buku. Bukunya diterbitkan dan dibincangkan lalu dihadiahkan secara terbatas kepada para tamu undangan.  Kegiatan ini bukan hanya memberikan ruang bagi kreativitas siswa, tetapi juga membuka jalan bagi mereka untuk berbagi pemikiran serta ide dengan dunia luar.

Hal itu sejalan dengan gagasan Kepala Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Perpusnas RI, Suharyanto yang menyatakan pentingnya ekosistem literasi dan pendidikan berkelanjutan dengan selalu berinovasi mengembangkan literasi untuk mendidik generasi muda melalui lingkungan sekolah. Hal itu juga mengemuka dalam Bincang Buku di Smanduta, minggu lalu.

Dalam rangka memeriahkan acara “Bincang Buku Bersama Smanduta Menulis Buku”  pada 11 Maret 2025 juga diadakan  peluncuran Program Ruang Bincang Jurnalistik (Rubik)  oleh Anak Jurnalis Smanduta (Alis Mata) dan  acara berbagi pengalaman guru tamu peserta Ninggo Partner ke Jepang, selama 2 minggu, pada akhir 2024.   Dua hal ini adalah catatan tercecer dari Bincang Buku Smanduta.

Untuk Bincang Buku sudah ditulis oleh Plt. Kepala SMAN 2 Kuta, Dr. Drs. I Nyoman Tingkat, M.Hum. sesaat setelah kegiatan berakhir. Selanjutnya, untuk Program Rubik dan Berbagi Pengalaman Guru ke Jepang mengikuti Program Pertukaran Guru melalui skema Nihonggo Partner, dimintakan kepada Anak Jurnalistik yang tergabung dalam Alis Mata mempublikasikan.

Untuk acara peluncuran Rubik juga telah penulis  kabarkan (19/3/20250). Selanjutnya, penulis mencoba menulis seperti diarahkan Plt. Kepala SMAN 2 Kuta, yang mengaku perjalanan menulisnya penuh rintangan dan tantangan.

“Perlu semangat pantang menyerah untuk berjuang memenangkan diri-sendiri hingga bisa tayang bersama di medan persaingan kualitas gagasan,” kata I Nyoman Tingkat yang juga Kepala SMAN 2 Kuta Selatan (Toska) memotivasi.

Seperti diketahui, SMAN 2 Kuta menjadi pelaksana program Nihonggo Partner Jepang selama 7 bulan (Agustus 2024 – Februari 2025) dengan menempatkan Kumiko Sensei sebagai pendamping dalam pembelajaran Bahasa Jepang. Kehadirannya di SMAN 2 Kuta untuk mendampingi  guru Bahasa Jepang mengajar secara kolaboratif.

Di Smanduta ada dua guru Bahasa Jepang, I Made Suwendra dan Pande Made Yunika Verayuni Putri. Keduanya dibersamai oleh Kumiko Sensei secara kolaborasi belajar Bahasa, Aksara, dan Budaya Jepang. “Belajar bersama native speaker dan guru di sekolah terasa lebih seru. Ilmu dan percakapannya lebih dapat”, kata Ari salah satu siswa Smanduta.

Yunika Sensei guru Bahasa Jepang SMANDUTA menyampaikan testimoni mengikuti Program Nihonggo Partner di Jepang akhir tahun 2024 | Foto: Dok. Alis Mata Smanduta

Sebagai apresiasi terhadap SMAN 2 Kuta, Pande Made Yunika Verayuni Putri, S.Pd. yang akrab dipanggil Yunika Sensei berkesempatan mengikuti Program Nihonggo Partner di Jepang selama dua minggu pada akhir tahun 2024. Untuk mengetahui apa dan bagaimana serunya kegiatannya selama 2 pekan di Jepang, Yunika sensei memberikan testimoni yang penulis pandu dikemas dalam talk show pada sesi kedua selesai Bincang Buku.

Yuk, ikuti keseruannya. Yunika Sensei bangga mengisahkan perjalanannya ke Jepang. “Salah satu tujuan saya kuliah Bahasa Jepang agar bisa ke Jepang. Ketika ada Program Nihonggo Partner, saya mencoba melamar dan berhasil. Senang sekali ke luar negeri dengan biaya gratis. Healing-nya dapat, belajar dapat. Pergaulan makin luas. Belajar Bahasa Jepang langsung dari native speaker,” kata Yunika Sensei ketika penulis tanya.

Dari perjalanan Yunika Sensei, penulis tahu bahwa program pertukaran guru antarnegara dapat membangun kesadaran masyarakat pada tingkat global. Dunia merupakan satu kesatuan saling berinteraksi dan  terhubung satu sama lain sehingga semakin diperlukan dalam kerja sama di berbagai aspek kehidupan. Program ini berdampak ganda.

Di satu sisi, guru dapat mengembangkan dan memperkokoh  kompetensi profesional khususnya dalam Bahasa Jepang dengan budayanya. Di sisi lain, guru dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Jepang para siswa  melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan native speaker. Guru dan siswa mendapat dampak positif.

Menurut Yunika Sensei, pertukaran budaya dan pengalaman antarguru dari berbagai negara memungkinkan kolaborasi untuk saling mengenalkan budaya masing-masing. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi pelopor pembaharuan. Pengembangan pengetahuan dan pengalaman guru dari berbagai negara  memberikan kesempatan antarguru saling menerima dan memberi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, hasil belajar akan memberikan manfaat yang dapat  merangsang perkembangan kreativitas, intelektualitas, dan sosial.

Belajar dengan tim teaching ala Jepang | Foto: Dok. Yurika

Yunika sensei  mengungkapkan kegiatan-kegiatannya semasa di Jepang antara lain belajar bersama, berjalan kaki, berekreasi.“Dari perjananan, saya jadi tahu bahwa Jepang memang konsen terhadap kebersihan, kebiasaan berjalan kaki, melatih kemandirian, menghargai waktu, bekerja keras. Semua itu membentuk karakter yang membuat Jepang menjadi istimewa”, kata Yunika Sensei penuh semanngat.

“Apa yang saya dengar dari cerita-cerita orang yang pernah berkunjung ke Jepang ternyata benar adanya. Begitu pula dari  bacaan-bacaan tentang Jepang dan budayanya  yang pernah saya baca juga benar adanya. Begitu pula ketelitian dan kehematannya menggunakan uang benar-benar menyentuh kesadaran. Orang           Jepang sangat menghargai uang. Orang Jepang itu sangat disiplin. Mereka selalu tepat waktu. Tidak ada yang ngeyel. Siswa di sana mandiri. Tidak ada sampah plastik di kantin sekolah,” kata Yunika sensei nyeroscos.

Yunika sensei juga menjelaskan tujuan Program Pertukaran Guru ini untuk meningkatkan kapasitas pendidikan global guru dan melatih keterampilan komunikasi lintas budaya melalui pengalaman-pengalaman berinteraksi dengan siswa Jepang. Selanjutnya  menumbuhkan sikap saling pengertian masyarakat dalam wilayah Asia-Pasifik, serta membuat modul kerja sama pengembangan pendidikan.  

Seperti juga Kumiko sesnsei selama 7 bulan di Smanduta, ketika perpisahan Yunika Sensei mengungkapkan  siswa-siswi sangat sedih walaupun berinteraksi dalam waktu singkat. Mereka saling berharap bisa bertemu kembali suatu saat nanti. Yang dari Bali Kembali ke Jepang, yang dari Jepang Kembali ke Bali. Semacam arisan wisata memperkuat hubungan antarnegara dalam bidang Pendidikan dan kebudayaan.

Hal ini  mencerminkan keterhubungan secara batin antarnegara.  Jika siswa-siswi sangat nyaman dan senang ketika belajar langsung bersama Kumiko Sensei selama kurang lebih 7 bulan di SMA Negeri 2 Kuta, begitu juga dirasakan Yunika sensei di Jepang walaupun pertemuannya singkat.

Yunika Sensei  menyampaikan pertukaran guru ini dinaungi langsung oleh Nihongo Patners Japan Foundation yang memang mendukung adanya pertukaran guru ke luar negeri. Ia  mengaku lolos tes ke Jepang melalui  tes seleksi yang ketat dengan peserta dari seluruh Indonesia. “Lulus ke Jepang terasa suatu banget”, kata Yunika sensei yang masih lajang.

Nomor 3 dari kiri, Yunika sensei menerima sertifikat pelatihan setelah mengikuti kegiatan | Foto: Dok. Yurika

Testimoni Yunika sensei mendapat tanggapan positip dari kalangan guru dan siswa. Seorang guru bertanya, bagai mana tanggapan Ibu dengan pemberitaan orang Jepang yang cenderung mengejar karier ketimbang berkeluarga sehingga penduduk Jepang nyaris berkurang ? Yunika sensei menjawab secara normatif. “Itu wilayah privat orang Jepang. Saya tidak paham mengapa mereka takut berkeluarga”.

Pada akhir sesi,  Yunika sensei mengajak peserta baik guru maupun siswa mencoba mengikuti Program Nihongo Partner pada tahun yang akan datang. Manfaatnya dapat menambah jaringan pertemanan (networking), belajar ke sekolah/kampus di Jepang, mengunjungi destinasi wisata di Jepang. Belajar sambil berwisata, berwisata sambil belajar. Dengan cara itu, kita mencoba bersaing. Mencoba juga bagian dari belajar. Ayo belajar! [T]

Reporter/Penulis: Ayu Sri Utami (jurnalis sekolah)
Editor:Adnyana Ole

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  
Dari Bincang Buku di SMAN 2 Kuta:  Kecintaan  Merawat Literasi

Tentang Cinta dan Lain-lain  pada Album Cerpen Siswa SMAN 2 Kuta
Mencatatkan Laut dalam Puisi — Ulasan Buku Puisi SMKN 1 Klungkung
Tags: JepangjurnalistikPendidikanSMAN 2 Kuta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konsep Anti Poligami dan Pola Perkawinan Suku Baduy

Next Post

Bupati Sutjidra: Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional Buleleng pada HUT Kota Singaraja

Ayu Sri Utami

Ayu Sri Utami

Ketua Alis Mata Smanduta

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Sutjidra: Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional Buleleng pada HUT Kota Singaraja

Bupati Sutjidra: Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional Buleleng pada HUT Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co