Windari dan Sepuluh Cerpen untuk Satu Gelar
“Menulis jadi cara saya mengungkap perasaan yang tak sempat diucap,” kata Kadek Windari (22), penulis muda yang memilih menyelesaikan kuliah bukan dengan skripsi, melainkan dengan sepuluh cerita pendek tentang perempuan-perempuan di tanah rantau. Buku itu ia beri judul “Bapak Berdiri di Ambang Pintu”. Ia tulis dalam waktu kurang dari enam bulan. Cerita-cerita dalam buku tersebut … Continue reading Windari dan Sepuluh Cerpen untuk Satu Gelar
Copy and paste this URL into your WordPress site to embed
Copy and paste this code into your site to embed