8 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hikayat Oven Tembakau: Saksi Bisu Kejayaan Petani Tembakau di Desa Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
July 7, 2025
in Khas
Hikayat Oven Tembakau: Saksi Bisu Kejayaan Petani Tembakau di Desa Panji

Oven tembakau di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng | Foto: Gading Ganesha

“BANGUNAN tinggi itu apa, De?” tanya seorang kawan kepada saya. “Kenapa ada banyak bangunan seperti itu di Panji? Itu rumah tinggal atau rumah walet?” tanya kawan lain di lain waktu. Ya, setiap kali sahabat dari luar desa datang berkunjung ke rumah saya di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pertanyaan serupa selalu muncul.

Wajar saja mereka bertanya. Sebab di antara rumah warga yang tingginya rata-rata empat meter, menjulang bangunan-bangunan setinggi hampir delapan meter. Bentuknya sederhana, berdiri di atas lahan tak seberapa luas—sekitar 4 x 4 meter—terbuat dari bata merah yang direkatkan bukan dengan semen, melainkan tanah. Atapnya dari seng berkarat. Tak sedikit bagian yang copot, menggantung, atau bahkan bolong. Sebuah tanda usia yang telah tua. Tampak jelas bangunan itu sudah lama tak terurus.

Tetapi bangunan itu bukan rumah burung walet, bukan pula menara penyimpanan. Ia adalah oven tembakau—tempat pengeringan daun tembakau pasca-panen. Di Desa Panji, kami menyebutnya cukup dengan satu kata: oven. Di balik tampilannya yang rapuh, sengnya yang penuh karat, dindingnya yang retak dan berlulang, oven-oven itu merupakan bukti jejak kejayaan sektor pertanian yang pernah menghidupi satu desa.

Oven tembakau di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng | Foto: Gading Ganesha

Oven ini berfungsi hampir sama dengan oven rumah tangga: memanaskan. Hanya saja, fungsinya lebih spesifik: mengeringkan daun tembakau. Daun-daun tersebut diikat pada batang kayu tipis yang disebut gerantang (diameter 2 cm, panjang 150 cm), lalu dimasukkan ke dalam oven selama 7 hari. Proses pengeringan dilakukan dengan suhu bertahap, mulai dari 90°C hingga mencapai 170°C, dulu menggunakan bahan bakar minyak tanah.

Tanaman tembakau mulai masuk ke Buleleng pada tahun 1971. Di Panji sendiri mulai dibudidayakan serius empat tahun setelahnya, tepatnya pada 1975, ketika perusahaan multinasional British American Tobacco (BAT) mulai membina langsung petani lokal. Mereka tak hanya memberikan pelatihan menanam dan memanen, tetapi juga modal dan jaminan pembelian hasil panen.

Itulah awal mula oven-oven tembakau bermunculan di Panji. Saat itu, hampir setiap rumah petani memiliki oven sendiri. Bukan hanya satu, ada yang sampai dua bahkan tiga. Bahkan ada rumah petani yang lebih kecil ukurannya daripada oven yang mereka bangun.

Paman saya, Nyoman Regeg, adalah salah satu pelaku sejarahnya. Ia mulai mandiri menanam tembakau sejak tahun 1978. Dari hasil bertani, ia mampu menyewa lahan hingga 4 hektar dan membangun dua oven di perkarangan rumahnya. “Satu oven bisa untuk dua hektar,” katanya, bangga.

Nyoman Regeg, saat menjelaskan hikayat oven tembakau di Desa Panji kepada penulis | Foto: Gading Ganesha

Lebih lanjut, diusianya yang telah memasuki 75 tahun ia masih ingat betul, apa saja hasil dari tembakau itu. “Bapak bisa beli motor dan mobil pick-up, banyak yang heran waktu itu, bapak ini termasuk yang rajin, pernah jadi ketua kelompok yang mengkordinir semua petani tembakau di Buleleng,” ujarnya, mengenang masa lalu. Masa itu tembakau menjadi primadona. Tak hanya sekadar tanaman, tapi juga simbol kemakmuran dan kesejahteraan.

Selain paman, hampir semua keluarga besar kami terlibat dalam pertanian tembakau. Tujuh dari sembilan saudara ayah saya menjadi petani tembakau, semuanya punya oven sendiri. Hanya ayah saya yang menjadi petani tembakau tapi belum sampai punya oven sendiri—karena akhirnya memilih jalan sebagai pegawai negeri.

Proses pengolahan tembakau memakan waktu hingga enam bulan, mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, pemanenan, hingga pengeringan. Di sinilah peran oven sangat vital. Satu oven bisa menampung hingga 2,5 ton daun tembakau. Setelah dikeringkan, tembakau Panji dikenal berkualitas tinggi. “Yang kualitas nomor satu biasanya dijadikan cerutu di luar negeri,” jelas paman saya.

Berkat tembakau, roda ekonomi desa berputar kencang. Bahkan menanam tembakau juga mengajarkan anak-anak petani bekerja. Berbeda dengan bertani padi yang terlalu sulit bagi anak-anak, tembakau memang membutuhkan banyak tenaga kerja ringan. Dalam satu hektar, bisa dibutuhkan puluhan pekerja, dan anak-anak menjadi tenaga kerja alternatif dan murah.

Oven tembakau di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng | Foto: Gading Ganesha

Saya sendiri termasuk yang pernah bekerja membantu paman menanam, memberi pupuk, membasmi ulat, hingga membuka ikatan tembakau pada gerantang setelah dioven. Dari seluruh proses itu, saya bisa menabung hingga Rp. 70.000—jumlah itu cukup besar bagi anak sekolah dasar di tahun 1990-an.

Akhir Sebuah Era: Pandemi dan Kehilangan Harapan

Namun, seperti banyak kisah kejayaan, masa itu tak bertahan lama. Mulai tahun 2001-2005, harga minyak tanah mulai melonjak. Petani harus beralih ke bahan bakar LPG, dan masa transisi ini menyebabkan hasil panen menurun drastis. “Sebenarnya LPG lebih bagus dan aman, tapi waktu adaptasi itu hasil turun,” kata paman saya sambil menggeleng.

Tak berhenti di situ, belum selesai beradaptasi, tahun 2007 pemerintah menaikkan tarif cukai rokok. Ini menjadi pukulan telak bagi industri tembakau nasional, termasuk di Panji. BAT mulai kesulitan menyerap hasil panen. Meskipun di Buleleng sudah ada Gudang Garam yang masih bertahan, tapi mereka hanya membeli kualitas terbaik. Petani kecil seperti paman saya tak lagi punya pasar.

“Perubahan ini memukul telak petani. Cukai naik, perusahaan bingung jual tembakau, petani pun tak tahu harus ke mana,” kenang paman saya.

Beberapa petani sempat mencoba berinovasi, seperti mengganti bahan bakar dengan cangkang kulit kemiri untuk menekan biaya. Namun, ini pun tak mampu mengimbangi dampak dari kenaikan cukai yang terus berlangsung.

Puncaknya terjadi pada tahun 2019, ketika pandemi COVID-19 melanda dunia. Segala aktivitas pertanian terganggu, begitu pula ladang-ladang tembakau Panji. Tidak ada lagi yang menanam. Tidak ada lagi oven yang menyala. Sawah-sawah itu kini penuh batako. Berubah menjadi perumahan.

Oven tembakau di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng | Foto: Gading Ganesha

Sejak saat itu, oven-oven yang dulu menjadi simbol kejayaan itu kini hanya menjadi bangunan tua yang sepi dan rusak. Beberapa dihancurkan, diubah menjadi kamar tidur, ruang keluarga, atau dapur. Sebagian lain sengaja dibongkar untuk mengambil bata merahnya yang terkenal berkualitas tinggi.

Kini, hanya sedikit oven yang tersisa di Desa Panji. Dibiarkan berdiri sendiri, rapuh dan ditinggalkan, menjadi saksi bisu kejayaan para petani tembakau di masa lalu. Bangunan itu adalah monumen yang mengingatkan kita, bahwa Desa Panji pernah mencicipi masa keemasan, pernah menjadi bagian dari industri besar yang menyentuh pasar dunia.

Dan meski kini hanya tinggal kenangan, kisah itu tetap hidup dalam cerita-cerita para orang tua, dalam bata merah yang masih berdiri, dan dalam ingatan anak-anak desa yang pernah menjadi bagian dari sejarahnya.[T]

Reporter/Penulis: Gading Ganesha
Editor: Jaswanto

Meneroka Tembakau Tuban: Emas Hijau dari San Salvador
Luhurnya Cita Rasa Tembakau Bondowoso
Kisah Tiga Dadong , Nasabah Prioritas Bank Sampah Galang Panji di Buleleng
3 Bocah Yatim Rajin Tabung Sampah untuk Beli Alat Sekolah | Ini Kisah Nasabah Bank Sampah Galang Panji

Tags: bulelengDesa PanjiGudang GarampertanianrokokSukasadatembakau
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ke Langit Anak-anak Nakal Itu Pergi — Catatan Baca Puisi Sanne Breimer atas “Khaled Juma” di Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima

Next Post

Menonton Tiga Garapan Khas Daerah Sanggar Seni Manik Uttara Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2025

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails
Next Post
Menonton Tiga Garapan Khas Daerah Sanggar Seni Manik Uttara Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2025

Menonton Tiga Garapan Khas Daerah Sanggar Seni Manik Uttara Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot
Esai

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
Terbang di Atas Sepi
Esai

Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

by Angga Wijaya
May 8, 2026
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single
Pop

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama
Esai

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan
Esai

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

by Asep Kurnia
May 7, 2026
Tengah Malam Rokok Habis                           
Esai

Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

by Angga Wijaya
May 7, 2026
Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) Kelompok VI Tahun 2026 sukses menyelenggarakan serangkaian program...

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

by Sugi Lanus
May 7, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Bermain dengan Jin Tengah Malam

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

by Chusmeru
May 7, 2026
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup
Ulas Rupa

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co