24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Tiga Dadong , Nasabah Prioritas Bank Sampah Galang Panji di Buleleng

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 11, 2023
in Khas
Kisah Tiga Dadong , Nasabah Prioritas Bank Sampah Galang Panji di Buleleng

Tiga dadong dari Desa Panji, nasabah prioritas Bank Sampah Galang Panji

KITA MUNGKIN CUKUP sering mendengar bank-bank besar di Indonesia memiliki nasabah prioritas. Nasabah yang mendapat perlakuan sangat khusus. Hal yang sama juga berlaku di Bank Sampah Galang Panji. Bank sampah yang berdiri sejak tahun 2014 ini memiliki nasabah prioritas.

Seperti namanya, nasabah prioritas ditujukan kepada mereka yang menginginkan prioritas dalam pelayanannya. Dengan kata lain fasilitas ini menyasar nasabah yang mendapat pelayanan utama.

Prioritas yang diberikan kepada nasabah ini berbeda dibanding bank pada umumnya. Jika di bank umum menjadi prioritas atas permintaan nasabah, di Bank Sampah Galang Panji, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, prioritas diberikan karena nasabah-nasabah ini sangatlah spesial. Mereka ini adalah tiga dadong, perempuan tua, usianya di atas 75 tahun. Meski sudah lanjut usia, mereka rajin menabung sampah.

Ini mereka yang jadi nasabah prioritas Bank Sampah Galang Panji.

Luh Kerti

Nasabah yang pertama adalah Luh Kerti. Ia paling senior di antara nasabah yang lain. Usianya 83 tahun. Mereka menjadi nasabah sejak 2019. Setiap dua minggu sekali menabung sampah. Volume sampah yang dibawa rata-rata mencapai lima sampai sepuluh kilogram. Jenisnya pun beragam, selain sampah plastik, ia juga menabung sampah kertas, kardus dan botol kaca.

Sampah yang dibawa Dadong Kerti, begitu biasa saya menyebutnya. Adalah sampah yang dikumpulkannya sendiri, serta  sampah dari anak dadong yang telah menikah. “Sampah ini dikasih anak de, biar semakin banyak yang bisa ditabung,” ujarnya.

Anak dan menantu Dong Kerti nampaknya ikut peduli. Mereka membawakan sampah ke rumahnya. Lalu Dadong membawa s ke Bank Sampah dengan berjalan kaki. Ia tinggal sendiri. Jarak rumah Dadong Kerti cukup dekat dengan Kantor Bank Sampah Galang Panji. Hanya 30 meter saja.

Dadong Kerti

Ia berjalan kaki cukup tergopoh-gopoh. Usianya memang sudah sangat lanjut. Rambut lebatnya telah memutih semua. Selain membawa sampah, Dadong juga selalu membawa karung kampil. Ia tahu kalau saya selalu butuh kampil untuk tempat sampah yang ditabung nasabah.

 Ia selalu ingat menawarkan kampil untuk saya. Jadi selain transaksi tabungan sampah, kami juga bertransaksi karung kampil. Itu membuat Dadong Kerti jadi nasabah prioritas Galang Panji.

Made Gari

Nasabah prioritas yang kedua. Namanya Made Gari, 80 tahun. Telah lama menjanda. Terdaftar sebagai nasabah dari 2020. Sampah yang ditabung Dadong Gari tidak banyak. Dua minggu sekali membawa sampah, beratnya hanya dua sampai lima kilogram sampah plastik.

Tidak banyak sampah yang ia tabung. Tetapi jenisnya adalah yang paling sering kita temui, sampah kresek atau sampah daunan (kemasan makanan ringan dan sejenisnya). Jenis ini nilainya paling kecil dibanding sampah plastik lain. Paling  sering menjadi masalah.

Dadong Gari membawa sampah dengan berjalan kaki dari rumah. Jaraknya kurang lebih 70 meter dari kantor Galang Panji. Setiap membawa sampah plastik daunan ini, dadong tidak pernah bertanya beberapa ia punya tabungan.

Ia hanya tidak ingin membuang sembarangan atau membakarnya. “Pedalem ngutang luune,” katanya. Hingga kinipun ia tidak mau tahu berapa ia punya tabungan. 

Dadong Gari

Kondisi Dadong memang sedikit kurus, rambut tipisnya selalu ia tutupi. Meski sedang sakit, Dadong rajin mengumpulkan sampah dirumahnya. Sesekali ia minta cucunya membawa ke Bank Sampah. Karena jenis sampah daunan dan juga kondisinya yang sakit ia tetap mau menabung sampah. Ini kenapa dadong jadi nasabah prioritas Bank Sampah Galang Panji.

Made Tari

Terakhir nasabah Galang Panji yang prioritas adalah Made Tari. Ia paling muda, 78 tahun. Meski termuda diantara Dadong Kerti dan Dadong Gari, volume sampah yang ditabung paling besar. Sampahnya tidak hanya berasal dari rumah. Tapi ia menerima dari rumah-rumah tetangga tempat ia bekerja.

Iya, meski sudah lanjut usia, Dadong masih harus bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia tingal bersama menantu dan ketiga cucu. Suami dan anak lelakinya telah berpulang.

Tubuh kecil dadong nampak begitu kuat membawa karung kampil penuh sampah. Kaki telanjangnya seperti tak mengeluh berjalan dipanasnya aspal. Rumah dadong sedikit lebih jauh. Lebih dari 150 meter dari Kantor Galang Panji.

Dadong Tari sangat special. Ia telah jadi nasabah sedari tahun. 2014. Sejak Bank Sampah Galang Panji berdiri. Diawal-awal ia bawa sampahnya sendiri. Setahun kemudian ia ajak cucu-cucunya. Kini cucunya telah mandiri. Mereka yang lebih sering membawa sampah ke Galang Panji. Dadong tugasnya mencari sampah. Baik di jalanan yang ia lewati, atau di rumah tetangga tempat ia bantu-bantu bekerja.

Ia sering kesal kalau cucunya lupa menabung sampah. “Ape kaden gaene, unden ngabe sampah dogen keweh gati,” ungkap Dadong. Tiga cucu Dadong masih kecil, memang seperti kebanyakan anak-anak kecil lain. Sukanya bermain.

Dadong Tari

Hampir sembilan tahun sudah Dadong Tari jadi nasabah. Menabung sampah telah jadi solusi bagi dadong, untuk tambahan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebagai nasabah dengan waktu paling lama. Tentu Dadong Tari menjadi nasabah yang sangat prioritas bagi Galang Panji.

Karena nasabah prioritas, ketiga perempuan tua ini, selalu dapat pelayanan utama jika datang ke Galang Panji. Kami dahulukan untuk ditimbang sampahnya jika sedang ramai yang menabung. Karung kampil yang dibawa selalu kami ganti. Karena mereka memang rajin dan rutin menabung. Jika yang lain kadang karung kampil yang dibawa sebagai tempat sampah tidak kami ganti. Jikapun ingin menarik uang tabungan, kami tidak pernah ragu berikan lebih. Dengan begitu mereka jadi lebih banyak membawa sampah.

Kami, sebagai pengurus Bank Sampah Galang Panji , selalu berdoa, Dadong Kerti, Dadong Gari dan Dadong Tari selalu diberikan kesehatan, agar semakin banyak sampah yang bisa mereka tabungkan, semakin banyak pula sampah yang bisa kami kelola. Mungkin juga jadi semakin sedikit sampah yang menjadi masalah. [T]

3 Bocah Yatim Rajin Tabung Sampah untuk Beli Alat Sekolah | Ini Kisah Nasabah Bank Sampah Galang Panji
Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji
Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin
Tags: Bank SampahBank Sampah Galang Panjibulelengdaur ulang sampah plastikDesa Panji
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pohon Waru Teluk Selat Bali | Cerpen Satria Aditya

Next Post

Rekomendasi 4 Hijab Cantik Terbaru

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Rekomendasi 4 Hijab Cantik Terbaru

Rekomendasi 4 Hijab Cantik Terbaru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co