2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Gading Ganesha by Gading Ganesha
January 26, 2022
in Khas
Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Setelah dukumpulkan, plastik itu kemudian dipilah sesuai jenisnya. Mulai dari jenis PP (Polypropylene),lalu jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang lebih banyak beruapa botol plastic, dan jenis HDPE (High-Density Polyethylene) yakni tutup dari botol plastik itu.

Jenis PP dan PET ia masukkan ke dalam karung kampil. Sementara jenis HDPE tutup botol itu ia biarkan berserakan.

Pemandangan itu yang saya lihat di bengkel kerja Kadek Maretanayasa, di Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng. Area tempat pengumpulan sekaligus pemilahan plastik itu, sekaligus sebagai bengkel kerja, cukup luas, cukup terbuka. Dari jalan masuk menuju rumahnya terlihat  jelas bengkelnya, dikelilingi tembok yang tidak begitu tinggi.

Bengkel itu sendiri memang hanya dipisahkan sebuah tembok dengan rumah tempat tinggalnya.

Setelah memilah, lelaki yang dipanggil dengan nama Kadek Maret, itu kemudian mengumpulkan jenis plastic HDPE yang berserakan. Plastik itu lalu dipotongnya kecil-kecil dengan gunting, satu demi satu dipotong seukuran kuku kelingking saya.

“Belum punya alat cacah plastik, Bli,  jadi sementara potong manual dulu dengan gunting,” ujarnya.

Ayah satu anak ini dengan sabar memotong tutup botol itu. Ini terntu berbeda sekali dengan hobinya yang suka kecepatan. Ia dikenal sangat suka balapan motor, baik liar atau resmi. Bahkan nama facebook-nya “Kadek Racing”. Jelas sekali ia memang pencinta balapan.

Setelah tutup botol itu dipotong kecil-kecil, kemudian ia campurkan dengan resin sesuai formulasi yang telah dipelajarinya, lalu dimasukkan ke dalam cetakan buatanya.

“Tidak langsung jadi, Bli, harus dikeringkan dulu,” kata Maret sambil mengambil produk yang sudah jadi yang ia buat sebelumnya.

Produk itu  berupa asbak. Asbak itu tampak begitu berwarna sesuai warna potongan-potongan tutup botol itu, dan  potong-potongannya masih bisa terlihat, seakan menunjukkan bahwa asbak itu memang benar dari sampah plastik.

Barang kerajinan yang diciptakan Maret

Selain asbak,  Maret juga membuat produk kerajinan lain seperti tropy, miniatur,  plakat,  hingga furniture. Tidak semua dari plastik tapi semua berhubungan dengan resin. Hanya sejak 2020 ini ia mulai fokus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik untuk produknya.  Lebih tepatnya sejak ia mulai aktif membangun bank sampah yang diberi nama RPM Sambangan di akhir tahun 2019.

“Dari 2019 saya mulai bergerak di sampah, dari dulu sebenarnya tertarik ingin mengelola sampah, saya belajar di youtub,e salah satunya di Youtube Galang Panji” jelas Maret yang lulusan seni rupa di SMK 1 Sukasada ini.

Minatnya diawali karena ingin mengelola sampah plastik jadi kerajinan lalu berlanjut agar bisa menjadikan sebagai sebuah usaha,  karena memang tidak ada perkerjaan lain setelah ia selesai bekerja di salah satu koperasi di Buleleng.

Usahanya mengelola bank sampah sudah mampu mengumpulkan sampah nonorganik mencapai 1.000 kg setiap bulan.  Nasabahnya sendiri bukan warga sekitar,  tapi datang dari beberapa desa lain yang selama ini mengelola sampah namun tidak tahu sampahnya disalurkan ke mana.

“Nasabah saya hanya beberapa saja di desa,  selebihnya ada di luar desa dan berupa kelompok-kelompok yang mengelola sampah,” tutur pria kelahiran Maret 1989 ini.

Sementara perkenalannya dengan resin sendiri dimulai cukup jauh sebelummya, berawal dari kecintaannya pada dunia balap motor bebek. Kegemarannya itu mengharuskannya bergaul dengan banyak orang bengkel. Dari bengkel tempatnya memperbaiki motor balap, ia melihat keajaiban dari resin yang sepertinya dapat dimanfaatkan untuk banyak hal.

Sedari  sekolah di SMP, Kadek Maret sudah mulai ikut balapan liar, lalu di tahun 2006 balapan resmi pertamanya di Buleleng. Terakhir di 2019 mengikuti road race di Jalan Kartini Singaraja dengan kelas yang diikuti di kelas motor bebek.

Untuk belajar menggunakan resin, ia meluangkan waktunya menjadi anak magang di bengkel temannya. Mulai dari bagaimana mencampur bahan resin. Terus mengolahnya hingga menjadi produk. Setelah itu Maret mulai mempraktekkan pemanfaatan resin di rumahnya untuk membuat produk kerajinan.

Maret mengumpulkan sampah

Karya pertamanya tidak begitu berhasil. “Susah sekali mencari formula yang pas untuk resin ini, salah sedikit volume campuran dan pengadukannya jadi langsung kering sebelum sempat dituangkan ke cetakan. Sempat rugi banyak waktu itu,” terangnya mengenang awal-awal produksinya.

“Karena sudah telanjur basah, jadinya saya terus coba saja, walau memang rugi banyak karena harga resin lumayan mahal,” tambahnya lagi.

Berkat kegigihannya dan berani rugin, ia sepertinya menemukan formula pas untuk campuran resin, dan mulai mampu membuat produk miniatur dan asbak dari resin yang dicampur dengan limbah jerami yang sudah dihaluskan.

Sampai akhirnya ia melihat peluang membuat produk dari cacahan sampah plastik yang dicampur dengan resin,  mulai dari ssbak sampai akhirnya ia membuat papan seukuran 100X60 cm dengan ketebalan 1.5 cm, yang nantinya ia manfaatkan sebagai meja dan kursi dimana semua prosesnya ia kerjakan sendiri secara manual di bengkelnya.

“Tahun 2021, lumayan saya sudah bisa jual produk meja dan kursi dari campuran plastik dan resin ini,  walupun yang beli masih teman-teman saja,” ungkapnya.

Ia menyampaikan ke saya bahwa kisaran harganya hanya sejutaan rupiah untuk jenis produk itu,  Kadek Maret juga menerangkan dirinya masih terus berupaya mengembangan untuk membuat produk-produk lainnya sambil fokus membesarkan bank sampah yang dibangunnya.

“Produknya sementara masih dibuat jika ada orderan saja, jika belum ada orderan saya kerja mencari sampah dulu,” kata suami dari Luh Elsy Budartini ini.

Asbak buatan Maret

Meski sempat ditentang oleh orang tuanya karena ngurusin sampah,  kini dari usahanya mengelola bank sampah dan membuat produk-produk kerajinan dari sampah plastik dan resin ia sudah mampu mengidupi keluarganya.

“Saya sempat bertengkar dengan bapak saya gara-gara sampah ini, bapak saya itu orangnya sangat suka bersih-bersih,  jadi pas saya bawa pulang sampah yang sudah saya kumpulkan, malah dibakar olehnya. Saya ini orangnya keras, Bli, semakin ditentang semakin ingin membuktikan,” katanya dengan nada yang begitu serius kepada saya.

Meskipun pernah ada pertentangan keluarga, nampak terlihat jelas di mata saya, Kadek Maret ini sangat serius ingin mengelola sampah plastik untuk jadi pekerjaaan demi menghidupi keluarganya dan menjaga lingkungan. Di akhir obrolan denganya, saya pun memesan meja dan kursi darinya untuk nanti digunakan di kantor Bank Sampah Galang Panji. Membeli meja itu memang jadi tujuan awal kedatangan saya ke tempatnya, dan tanpa saya duga ia memberikan asbak karyanya untuk bekal saya pulang.

Meskipun bukan perokok tentu dengan senang hati saya terima hadiahnya itu,  untuk nanti bisa dipakai oleh rekan-rekan yang berkunjung ke Bank Sampah Galang Panji, tempat saya.[T]

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastiksampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Dharma Santika Putra: Budayawan Bali Barat Mengubah Kiblat

Next Post

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 |  “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co