3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Gading Ganesha by Gading Ganesha
January 26, 2022
in Khas
Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Setelah dukumpulkan, plastik itu kemudian dipilah sesuai jenisnya. Mulai dari jenis PP (Polypropylene),lalu jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang lebih banyak beruapa botol plastic, dan jenis HDPE (High-Density Polyethylene) yakni tutup dari botol plastik itu.

Jenis PP dan PET ia masukkan ke dalam karung kampil. Sementara jenis HDPE tutup botol itu ia biarkan berserakan.

Pemandangan itu yang saya lihat di bengkel kerja Kadek Maretanayasa, di Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng. Area tempat pengumpulan sekaligus pemilahan plastik itu, sekaligus sebagai bengkel kerja, cukup luas, cukup terbuka. Dari jalan masuk menuju rumahnya terlihat  jelas bengkelnya, dikelilingi tembok yang tidak begitu tinggi.

Bengkel itu sendiri memang hanya dipisahkan sebuah tembok dengan rumah tempat tinggalnya.

Setelah memilah, lelaki yang dipanggil dengan nama Kadek Maret, itu kemudian mengumpulkan jenis plastic HDPE yang berserakan. Plastik itu lalu dipotongnya kecil-kecil dengan gunting, satu demi satu dipotong seukuran kuku kelingking saya.

“Belum punya alat cacah plastik, Bli,  jadi sementara potong manual dulu dengan gunting,” ujarnya.

Ayah satu anak ini dengan sabar memotong tutup botol itu. Ini terntu berbeda sekali dengan hobinya yang suka kecepatan. Ia dikenal sangat suka balapan motor, baik liar atau resmi. Bahkan nama facebook-nya “Kadek Racing”. Jelas sekali ia memang pencinta balapan.

Setelah tutup botol itu dipotong kecil-kecil, kemudian ia campurkan dengan resin sesuai formulasi yang telah dipelajarinya, lalu dimasukkan ke dalam cetakan buatanya.

“Tidak langsung jadi, Bli, harus dikeringkan dulu,” kata Maret sambil mengambil produk yang sudah jadi yang ia buat sebelumnya.

Produk itu  berupa asbak. Asbak itu tampak begitu berwarna sesuai warna potongan-potongan tutup botol itu, dan  potong-potongannya masih bisa terlihat, seakan menunjukkan bahwa asbak itu memang benar dari sampah plastik.

Barang kerajinan yang diciptakan Maret

Selain asbak,  Maret juga membuat produk kerajinan lain seperti tropy, miniatur,  plakat,  hingga furniture. Tidak semua dari plastik tapi semua berhubungan dengan resin. Hanya sejak 2020 ini ia mulai fokus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik untuk produknya.  Lebih tepatnya sejak ia mulai aktif membangun bank sampah yang diberi nama RPM Sambangan di akhir tahun 2019.

“Dari 2019 saya mulai bergerak di sampah, dari dulu sebenarnya tertarik ingin mengelola sampah, saya belajar di youtub,e salah satunya di Youtube Galang Panji” jelas Maret yang lulusan seni rupa di SMK 1 Sukasada ini.

Minatnya diawali karena ingin mengelola sampah plastik jadi kerajinan lalu berlanjut agar bisa menjadikan sebagai sebuah usaha,  karena memang tidak ada perkerjaan lain setelah ia selesai bekerja di salah satu koperasi di Buleleng.

Usahanya mengelola bank sampah sudah mampu mengumpulkan sampah nonorganik mencapai 1.000 kg setiap bulan.  Nasabahnya sendiri bukan warga sekitar,  tapi datang dari beberapa desa lain yang selama ini mengelola sampah namun tidak tahu sampahnya disalurkan ke mana.

“Nasabah saya hanya beberapa saja di desa,  selebihnya ada di luar desa dan berupa kelompok-kelompok yang mengelola sampah,” tutur pria kelahiran Maret 1989 ini.

Sementara perkenalannya dengan resin sendiri dimulai cukup jauh sebelummya, berawal dari kecintaannya pada dunia balap motor bebek. Kegemarannya itu mengharuskannya bergaul dengan banyak orang bengkel. Dari bengkel tempatnya memperbaiki motor balap, ia melihat keajaiban dari resin yang sepertinya dapat dimanfaatkan untuk banyak hal.

Sedari  sekolah di SMP, Kadek Maret sudah mulai ikut balapan liar, lalu di tahun 2006 balapan resmi pertamanya di Buleleng. Terakhir di 2019 mengikuti road race di Jalan Kartini Singaraja dengan kelas yang diikuti di kelas motor bebek.

Untuk belajar menggunakan resin, ia meluangkan waktunya menjadi anak magang di bengkel temannya. Mulai dari bagaimana mencampur bahan resin. Terus mengolahnya hingga menjadi produk. Setelah itu Maret mulai mempraktekkan pemanfaatan resin di rumahnya untuk membuat produk kerajinan.

Maret mengumpulkan sampah

Karya pertamanya tidak begitu berhasil. “Susah sekali mencari formula yang pas untuk resin ini, salah sedikit volume campuran dan pengadukannya jadi langsung kering sebelum sempat dituangkan ke cetakan. Sempat rugi banyak waktu itu,” terangnya mengenang awal-awal produksinya.

“Karena sudah telanjur basah, jadinya saya terus coba saja, walau memang rugi banyak karena harga resin lumayan mahal,” tambahnya lagi.

Berkat kegigihannya dan berani rugin, ia sepertinya menemukan formula pas untuk campuran resin, dan mulai mampu membuat produk miniatur dan asbak dari resin yang dicampur dengan limbah jerami yang sudah dihaluskan.

Sampai akhirnya ia melihat peluang membuat produk dari cacahan sampah plastik yang dicampur dengan resin,  mulai dari ssbak sampai akhirnya ia membuat papan seukuran 100X60 cm dengan ketebalan 1.5 cm, yang nantinya ia manfaatkan sebagai meja dan kursi dimana semua prosesnya ia kerjakan sendiri secara manual di bengkelnya.

“Tahun 2021, lumayan saya sudah bisa jual produk meja dan kursi dari campuran plastik dan resin ini,  walupun yang beli masih teman-teman saja,” ungkapnya.

Ia menyampaikan ke saya bahwa kisaran harganya hanya sejutaan rupiah untuk jenis produk itu,  Kadek Maret juga menerangkan dirinya masih terus berupaya mengembangan untuk membuat produk-produk lainnya sambil fokus membesarkan bank sampah yang dibangunnya.

“Produknya sementara masih dibuat jika ada orderan saja, jika belum ada orderan saya kerja mencari sampah dulu,” kata suami dari Luh Elsy Budartini ini.

Asbak buatan Maret

Meski sempat ditentang oleh orang tuanya karena ngurusin sampah,  kini dari usahanya mengelola bank sampah dan membuat produk-produk kerajinan dari sampah plastik dan resin ia sudah mampu mengidupi keluarganya.

“Saya sempat bertengkar dengan bapak saya gara-gara sampah ini, bapak saya itu orangnya sangat suka bersih-bersih,  jadi pas saya bawa pulang sampah yang sudah saya kumpulkan, malah dibakar olehnya. Saya ini orangnya keras, Bli, semakin ditentang semakin ingin membuktikan,” katanya dengan nada yang begitu serius kepada saya.

Meskipun pernah ada pertentangan keluarga, nampak terlihat jelas di mata saya, Kadek Maret ini sangat serius ingin mengelola sampah plastik untuk jadi pekerjaaan demi menghidupi keluarganya dan menjaga lingkungan. Di akhir obrolan denganya, saya pun memesan meja dan kursi darinya untuk nanti digunakan di kantor Bank Sampah Galang Panji. Membeli meja itu memang jadi tujuan awal kedatangan saya ke tempatnya, dan tanpa saya duga ia memberikan asbak karyanya untuk bekal saya pulang.

Meskipun bukan perokok tentu dengan senang hati saya terima hadiahnya itu,  untuk nanti bisa dipakai oleh rekan-rekan yang berkunjung ke Bank Sampah Galang Panji, tempat saya.[T]

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastiksampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Dharma Santika Putra: Budayawan Bali Barat Mengubah Kiblat

Next Post

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 |  “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co