22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Gading Ganesha by Gading Ganesha
January 26, 2022
in Khas
Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Setelah dukumpulkan, plastik itu kemudian dipilah sesuai jenisnya. Mulai dari jenis PP (Polypropylene),lalu jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang lebih banyak beruapa botol plastic, dan jenis HDPE (High-Density Polyethylene) yakni tutup dari botol plastik itu.

Jenis PP dan PET ia masukkan ke dalam karung kampil. Sementara jenis HDPE tutup botol itu ia biarkan berserakan.

Pemandangan itu yang saya lihat di bengkel kerja Kadek Maretanayasa, di Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng. Area tempat pengumpulan sekaligus pemilahan plastik itu, sekaligus sebagai bengkel kerja, cukup luas, cukup terbuka. Dari jalan masuk menuju rumahnya terlihat  jelas bengkelnya, dikelilingi tembok yang tidak begitu tinggi.

Bengkel itu sendiri memang hanya dipisahkan sebuah tembok dengan rumah tempat tinggalnya.

Setelah memilah, lelaki yang dipanggil dengan nama Kadek Maret, itu kemudian mengumpulkan jenis plastic HDPE yang berserakan. Plastik itu lalu dipotongnya kecil-kecil dengan gunting, satu demi satu dipotong seukuran kuku kelingking saya.

“Belum punya alat cacah plastik, Bli,  jadi sementara potong manual dulu dengan gunting,” ujarnya.

Ayah satu anak ini dengan sabar memotong tutup botol itu. Ini terntu berbeda sekali dengan hobinya yang suka kecepatan. Ia dikenal sangat suka balapan motor, baik liar atau resmi. Bahkan nama facebook-nya “Kadek Racing”. Jelas sekali ia memang pencinta balapan.

Setelah tutup botol itu dipotong kecil-kecil, kemudian ia campurkan dengan resin sesuai formulasi yang telah dipelajarinya, lalu dimasukkan ke dalam cetakan buatanya.

“Tidak langsung jadi, Bli, harus dikeringkan dulu,” kata Maret sambil mengambil produk yang sudah jadi yang ia buat sebelumnya.

Produk itu  berupa asbak. Asbak itu tampak begitu berwarna sesuai warna potongan-potongan tutup botol itu, dan  potong-potongannya masih bisa terlihat, seakan menunjukkan bahwa asbak itu memang benar dari sampah plastik.

Barang kerajinan yang diciptakan Maret

Selain asbak,  Maret juga membuat produk kerajinan lain seperti tropy, miniatur,  plakat,  hingga furniture. Tidak semua dari plastik tapi semua berhubungan dengan resin. Hanya sejak 2020 ini ia mulai fokus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik untuk produknya.  Lebih tepatnya sejak ia mulai aktif membangun bank sampah yang diberi nama RPM Sambangan di akhir tahun 2019.

“Dari 2019 saya mulai bergerak di sampah, dari dulu sebenarnya tertarik ingin mengelola sampah, saya belajar di youtub,e salah satunya di Youtube Galang Panji” jelas Maret yang lulusan seni rupa di SMK 1 Sukasada ini.

Minatnya diawali karena ingin mengelola sampah plastik jadi kerajinan lalu berlanjut agar bisa menjadikan sebagai sebuah usaha,  karena memang tidak ada perkerjaan lain setelah ia selesai bekerja di salah satu koperasi di Buleleng.

Usahanya mengelola bank sampah sudah mampu mengumpulkan sampah nonorganik mencapai 1.000 kg setiap bulan.  Nasabahnya sendiri bukan warga sekitar,  tapi datang dari beberapa desa lain yang selama ini mengelola sampah namun tidak tahu sampahnya disalurkan ke mana.

“Nasabah saya hanya beberapa saja di desa,  selebihnya ada di luar desa dan berupa kelompok-kelompok yang mengelola sampah,” tutur pria kelahiran Maret 1989 ini.

Sementara perkenalannya dengan resin sendiri dimulai cukup jauh sebelummya, berawal dari kecintaannya pada dunia balap motor bebek. Kegemarannya itu mengharuskannya bergaul dengan banyak orang bengkel. Dari bengkel tempatnya memperbaiki motor balap, ia melihat keajaiban dari resin yang sepertinya dapat dimanfaatkan untuk banyak hal.

Sedari  sekolah di SMP, Kadek Maret sudah mulai ikut balapan liar, lalu di tahun 2006 balapan resmi pertamanya di Buleleng. Terakhir di 2019 mengikuti road race di Jalan Kartini Singaraja dengan kelas yang diikuti di kelas motor bebek.

Untuk belajar menggunakan resin, ia meluangkan waktunya menjadi anak magang di bengkel temannya. Mulai dari bagaimana mencampur bahan resin. Terus mengolahnya hingga menjadi produk. Setelah itu Maret mulai mempraktekkan pemanfaatan resin di rumahnya untuk membuat produk kerajinan.

Maret mengumpulkan sampah

Karya pertamanya tidak begitu berhasil. “Susah sekali mencari formula yang pas untuk resin ini, salah sedikit volume campuran dan pengadukannya jadi langsung kering sebelum sempat dituangkan ke cetakan. Sempat rugi banyak waktu itu,” terangnya mengenang awal-awal produksinya.

“Karena sudah telanjur basah, jadinya saya terus coba saja, walau memang rugi banyak karena harga resin lumayan mahal,” tambahnya lagi.

Berkat kegigihannya dan berani rugin, ia sepertinya menemukan formula pas untuk campuran resin, dan mulai mampu membuat produk miniatur dan asbak dari resin yang dicampur dengan limbah jerami yang sudah dihaluskan.

Sampai akhirnya ia melihat peluang membuat produk dari cacahan sampah plastik yang dicampur dengan resin,  mulai dari ssbak sampai akhirnya ia membuat papan seukuran 100X60 cm dengan ketebalan 1.5 cm, yang nantinya ia manfaatkan sebagai meja dan kursi dimana semua prosesnya ia kerjakan sendiri secara manual di bengkelnya.

“Tahun 2021, lumayan saya sudah bisa jual produk meja dan kursi dari campuran plastik dan resin ini,  walupun yang beli masih teman-teman saja,” ungkapnya.

Ia menyampaikan ke saya bahwa kisaran harganya hanya sejutaan rupiah untuk jenis produk itu,  Kadek Maret juga menerangkan dirinya masih terus berupaya mengembangan untuk membuat produk-produk lainnya sambil fokus membesarkan bank sampah yang dibangunnya.

“Produknya sementara masih dibuat jika ada orderan saja, jika belum ada orderan saya kerja mencari sampah dulu,” kata suami dari Luh Elsy Budartini ini.

Asbak buatan Maret

Meski sempat ditentang oleh orang tuanya karena ngurusin sampah,  kini dari usahanya mengelola bank sampah dan membuat produk-produk kerajinan dari sampah plastik dan resin ia sudah mampu mengidupi keluarganya.

“Saya sempat bertengkar dengan bapak saya gara-gara sampah ini, bapak saya itu orangnya sangat suka bersih-bersih,  jadi pas saya bawa pulang sampah yang sudah saya kumpulkan, malah dibakar olehnya. Saya ini orangnya keras, Bli, semakin ditentang semakin ingin membuktikan,” katanya dengan nada yang begitu serius kepada saya.

Meskipun pernah ada pertentangan keluarga, nampak terlihat jelas di mata saya, Kadek Maret ini sangat serius ingin mengelola sampah plastik untuk jadi pekerjaaan demi menghidupi keluarganya dan menjaga lingkungan. Di akhir obrolan denganya, saya pun memesan meja dan kursi darinya untuk nanti digunakan di kantor Bank Sampah Galang Panji. Membeli meja itu memang jadi tujuan awal kedatangan saya ke tempatnya, dan tanpa saya duga ia memberikan asbak karyanya untuk bekal saya pulang.

Meskipun bukan perokok tentu dengan senang hati saya terima hadiahnya itu,  untuk nanti bisa dipakai oleh rekan-rekan yang berkunjung ke Bank Sampah Galang Panji, tempat saya.[T]

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastiksampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Dharma Santika Putra: Budayawan Bali Barat Mengubah Kiblat

Next Post

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 |  “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co