12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Gading Ganesha by Gading Ganesha
January 26, 2022
in Khas
Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Kadek Maretanayasa | Pembalap yang Ciptakan Barang Kerajinan dari Campuran Sampah Plastik dan Resin

Setelah dukumpulkan, plastik itu kemudian dipilah sesuai jenisnya. Mulai dari jenis PP (Polypropylene),lalu jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang lebih banyak beruapa botol plastic, dan jenis HDPE (High-Density Polyethylene) yakni tutup dari botol plastik itu.

Jenis PP dan PET ia masukkan ke dalam karung kampil. Sementara jenis HDPE tutup botol itu ia biarkan berserakan.

Pemandangan itu yang saya lihat di bengkel kerja Kadek Maretanayasa, di Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng. Area tempat pengumpulan sekaligus pemilahan plastik itu, sekaligus sebagai bengkel kerja, cukup luas, cukup terbuka. Dari jalan masuk menuju rumahnya terlihat  jelas bengkelnya, dikelilingi tembok yang tidak begitu tinggi.

Bengkel itu sendiri memang hanya dipisahkan sebuah tembok dengan rumah tempat tinggalnya.

Setelah memilah, lelaki yang dipanggil dengan nama Kadek Maret, itu kemudian mengumpulkan jenis plastic HDPE yang berserakan. Plastik itu lalu dipotongnya kecil-kecil dengan gunting, satu demi satu dipotong seukuran kuku kelingking saya.

“Belum punya alat cacah plastik, Bli,  jadi sementara potong manual dulu dengan gunting,” ujarnya.

Ayah satu anak ini dengan sabar memotong tutup botol itu. Ini terntu berbeda sekali dengan hobinya yang suka kecepatan. Ia dikenal sangat suka balapan motor, baik liar atau resmi. Bahkan nama facebook-nya “Kadek Racing”. Jelas sekali ia memang pencinta balapan.

Setelah tutup botol itu dipotong kecil-kecil, kemudian ia campurkan dengan resin sesuai formulasi yang telah dipelajarinya, lalu dimasukkan ke dalam cetakan buatanya.

“Tidak langsung jadi, Bli, harus dikeringkan dulu,” kata Maret sambil mengambil produk yang sudah jadi yang ia buat sebelumnya.

Produk itu  berupa asbak. Asbak itu tampak begitu berwarna sesuai warna potongan-potongan tutup botol itu, dan  potong-potongannya masih bisa terlihat, seakan menunjukkan bahwa asbak itu memang benar dari sampah plastik.

Barang kerajinan yang diciptakan Maret

Selain asbak,  Maret juga membuat produk kerajinan lain seperti tropy, miniatur,  plakat,  hingga furniture. Tidak semua dari plastik tapi semua berhubungan dengan resin. Hanya sejak 2020 ini ia mulai fokus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik untuk produknya.  Lebih tepatnya sejak ia mulai aktif membangun bank sampah yang diberi nama RPM Sambangan di akhir tahun 2019.

“Dari 2019 saya mulai bergerak di sampah, dari dulu sebenarnya tertarik ingin mengelola sampah, saya belajar di youtub,e salah satunya di Youtube Galang Panji” jelas Maret yang lulusan seni rupa di SMK 1 Sukasada ini.

Minatnya diawali karena ingin mengelola sampah plastik jadi kerajinan lalu berlanjut agar bisa menjadikan sebagai sebuah usaha,  karena memang tidak ada perkerjaan lain setelah ia selesai bekerja di salah satu koperasi di Buleleng.

Usahanya mengelola bank sampah sudah mampu mengumpulkan sampah nonorganik mencapai 1.000 kg setiap bulan.  Nasabahnya sendiri bukan warga sekitar,  tapi datang dari beberapa desa lain yang selama ini mengelola sampah namun tidak tahu sampahnya disalurkan ke mana.

“Nasabah saya hanya beberapa saja di desa,  selebihnya ada di luar desa dan berupa kelompok-kelompok yang mengelola sampah,” tutur pria kelahiran Maret 1989 ini.

Sementara perkenalannya dengan resin sendiri dimulai cukup jauh sebelummya, berawal dari kecintaannya pada dunia balap motor bebek. Kegemarannya itu mengharuskannya bergaul dengan banyak orang bengkel. Dari bengkel tempatnya memperbaiki motor balap, ia melihat keajaiban dari resin yang sepertinya dapat dimanfaatkan untuk banyak hal.

Sedari  sekolah di SMP, Kadek Maret sudah mulai ikut balapan liar, lalu di tahun 2006 balapan resmi pertamanya di Buleleng. Terakhir di 2019 mengikuti road race di Jalan Kartini Singaraja dengan kelas yang diikuti di kelas motor bebek.

Untuk belajar menggunakan resin, ia meluangkan waktunya menjadi anak magang di bengkel temannya. Mulai dari bagaimana mencampur bahan resin. Terus mengolahnya hingga menjadi produk. Setelah itu Maret mulai mempraktekkan pemanfaatan resin di rumahnya untuk membuat produk kerajinan.

Maret mengumpulkan sampah

Karya pertamanya tidak begitu berhasil. “Susah sekali mencari formula yang pas untuk resin ini, salah sedikit volume campuran dan pengadukannya jadi langsung kering sebelum sempat dituangkan ke cetakan. Sempat rugi banyak waktu itu,” terangnya mengenang awal-awal produksinya.

“Karena sudah telanjur basah, jadinya saya terus coba saja, walau memang rugi banyak karena harga resin lumayan mahal,” tambahnya lagi.

Berkat kegigihannya dan berani rugin, ia sepertinya menemukan formula pas untuk campuran resin, dan mulai mampu membuat produk miniatur dan asbak dari resin yang dicampur dengan limbah jerami yang sudah dihaluskan.

Sampai akhirnya ia melihat peluang membuat produk dari cacahan sampah plastik yang dicampur dengan resin,  mulai dari ssbak sampai akhirnya ia membuat papan seukuran 100X60 cm dengan ketebalan 1.5 cm, yang nantinya ia manfaatkan sebagai meja dan kursi dimana semua prosesnya ia kerjakan sendiri secara manual di bengkelnya.

“Tahun 2021, lumayan saya sudah bisa jual produk meja dan kursi dari campuran plastik dan resin ini,  walupun yang beli masih teman-teman saja,” ungkapnya.

Ia menyampaikan ke saya bahwa kisaran harganya hanya sejutaan rupiah untuk jenis produk itu,  Kadek Maret juga menerangkan dirinya masih terus berupaya mengembangan untuk membuat produk-produk lainnya sambil fokus membesarkan bank sampah yang dibangunnya.

“Produknya sementara masih dibuat jika ada orderan saja, jika belum ada orderan saya kerja mencari sampah dulu,” kata suami dari Luh Elsy Budartini ini.

Asbak buatan Maret

Meski sempat ditentang oleh orang tuanya karena ngurusin sampah,  kini dari usahanya mengelola bank sampah dan membuat produk-produk kerajinan dari sampah plastik dan resin ia sudah mampu mengidupi keluarganya.

“Saya sempat bertengkar dengan bapak saya gara-gara sampah ini, bapak saya itu orangnya sangat suka bersih-bersih,  jadi pas saya bawa pulang sampah yang sudah saya kumpulkan, malah dibakar olehnya. Saya ini orangnya keras, Bli, semakin ditentang semakin ingin membuktikan,” katanya dengan nada yang begitu serius kepada saya.

Meskipun pernah ada pertentangan keluarga, nampak terlihat jelas di mata saya, Kadek Maret ini sangat serius ingin mengelola sampah plastik untuk jadi pekerjaaan demi menghidupi keluarganya dan menjaga lingkungan. Di akhir obrolan denganya, saya pun memesan meja dan kursi darinya untuk nanti digunakan di kantor Bank Sampah Galang Panji. Membeli meja itu memang jadi tujuan awal kedatangan saya ke tempatnya, dan tanpa saya duga ia memberikan asbak karyanya untuk bekal saya pulang.

Meskipun bukan perokok tentu dengan senang hati saya terima hadiahnya itu,  untuk nanti bisa dipakai oleh rekan-rekan yang berkunjung ke Bank Sampah Galang Panji, tempat saya.[T]

Tags: Bank Sampahdaur ulang sampah plastiksampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Dharma Santika Putra: Budayawan Bali Barat Mengubah Kiblat

Next Post

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 |  “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Siap-siap Ikuti Bulan Bahasa Bali 2022 | “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co