3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Animal Farm dalam Interpretasi Pemalsuan Kepercayaan

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
May 11, 2025
in Ulas Buku
Animal Farm dalam Interpretasi Pemalsuan Kepercayaan

Buku Animan Farm | Foto: Karisma Nur Fitria

PEMALSUAN kepercayaan sekurangnya tidak asing di telinga pembaca. Tindakan yang dengan sengaja menciptakan atau menyebarkan informasi tidak valid kepada khalayak. Hal semacam ini bukan tidak mungkin terjadi di kawanan binatang. Terkhusus pada para binatang yang merdeka di Peternakan Binatang atau harus disebut kembali sebagai Peternakan Manor. Begitulah sekiranya yang dapat dimaknai dari prosa berjudul Animal Farm.

Ada kalanya manusia berpikir ia adalah satu-satunya makhluk yang dapat berkuasa. Hanya manusia yang dapat memegang kendali penuh atas segala hal di dunia ini. Akan tetapi, pernahkah terpikirkan bagaimana jika makhluk lain mulai memberontak atas pemerintahan manusia? Animal Farm adalah sebuah novel karya George Orwell. Novel ini menceritakan tentang para binatang peternakan yang akirnya “merdeka” dan berhasil menggulingkan kekuasaan peternakan dari tuan Jones. Peternakan Manor yang menjajah sumber daya bianatang-binatang itu berhasil mengambil alih dengan kaki-kaki mereka sendiri.

Peternakan Binatang telah lahir.  Mereka memegang erat Tujuh Perintah yang wajib dipatuhi semua binatang -sekiranya sampai beberapa binatang merasa lebih sederajat daripada yang lainnya. Mereka menjadi lebih bahagia dari sebelumnya. Makanan berlimpah, tidak ada tragedi penyembelihan, tidak ada paksaan dalam bekerja, mereka semua berjuang bersama-sama, sama rata. Sekali lagi, hal ini berlangsung sekiranya sampai beberapa binatang mengganggap dirinya lebih layak daripada yang lainnya.

Tidak ada pemimpin yang dipilih secara tetap di peternakan itu. Inilah yang kerap menimbulkan selisih diantara yang setara dalam rapat mingguan. Mereka yang tidak berselisih hanya akan mendengarkan dan menyetujui pihak yang dirasa benar. Begitulah Napoleon dan Snowball setiap kali diadakannya rapat mingguan. Keinginan dua babi itu berbeda dalam menjalankan peternakan. Sampai akhirnya, entah bagaimana maklumat yang ada Napoleon adalah pemimpin mereka. Snowball telah terusir dan dijatuhi tuduhan pengkhianat.

Pemalsuan Kepercayaan dalam Ingatan Para Binatang

Semua binatang melalukan pekerjaan dengan sukarela karena hasilnya kembali hanya untuk mereka dan tidak perlu berbagi kepada manusia. Para binatang diajarkan untuk bisa membaca, hal ini sangat mudah bagi kawanan babi. Para anjing tidak begitu lancar membaca dibandingkan Muriel si kambing dan Benjamin si keledai. Boxer sebagai salah satu kuda yang paling disegani karena kekuatannya bahkan tidak bisa mengeja melebihi huruf D. Begitu pula binatang-binatang lainnya. Babi menjadi kawanan binatang yang paling cerdas sehingga mereka menggunakan akalnya untuk memikirkan peternakan. Para babi tidak ikut bekerja di lapangan dan binatang lainnya memaklumi bahwa hanya mereka yang dapat berpikir benar.

Pemalsuan kepercayaan mulai dilahirkan dalam lingkungan Peternakan Binatang, terlebih sejak Snowball terusir. Penambahan pada Tujuh Perintah ditulis bagi siapa saja yang bisa membaca dan mengganti ingataan para binatang yang tidak bisa mengeja.

“Muriel,” ucapnya, “bacakan untukku Tujuh Perintah itu. Apa tidak ada yang menyebut tentang larangan tidur di ranjang?”
Dengan agak susah payah Muriel membacakannya.
“Katanya, ‘Tak ada binatang boleh tidur di ranjang berbungkus seprai,” ia akhirnya bisa memberitahukannya.
Cukup janggal. Clover tidak ingat bahwa perintah Keempat menyebut-nyebut soal seprai: tetapi karena sudah tertulis di dinding itu harus dilaksanakan. (
halaman 64)

Kutipan di atas menyinggung soal para babi yang melanggar perintah –atau sebenarnya tidak. Mereka menempati rumah tuan Jones yang sejak awal pemberontakan disepakati agar tidak ada binatang yang boleh menempati rumah itu. Perintah ini tertulis jelas di dinding dan ingatan para binatang bahwa “Tak ada binatang boleh tidur di ranjang”, dulunya. Pemalsuan kepercayaan satu demi satu muncul di Peternakan Binatang. Clover merasa ingat semuanya, bahkan binatang lainnya yakin mengingat hal serupa. Akan tetapi, mereka yakin bahwa yang tertulis di dinding jauh lebih benar.

Kesetaraan antar binatang di peternakan itu mulai diabaikan atas dasar Tujuh Perintah yang telah berubah dari awal dirumuskannya. Para binatang tentu tidak menyadari hal itu atau ada yang pura-pura tidak tahu. Pemalsuan kepercayaan atas Tujuh Perintah perlahan merupah tatanan yang ada. Tidak ada lagi kesetaraan yang sebenarnya. Para babi mulai meraup semua yang diinginkan dan mengelabui para binatang tulus penuh abdi.

Tidak cukup sampai di sana. Bagian lain dalam cerita ini membawa puncak emosi. Para binatang berpikir tidak akan ada lagi pembantaian saudara lain di hadapan mereka.

…Clover meminta Benjamin membacakan Perintah Keenam dan ketika Benjamin, seperti biasa, mengatakan bahwa ia tidak mau ikut campur dalam masalah seperti itu, Clover mendatangi Muriel. Muriel membacakan perintah itu untuknya. Bunyinya: “Tak ada binatang yang boleh membunuh binatang lain tanpa sebab.” Entah bagaimana, dua kata terakhir itu terlupakan dalam ingatan para binatang. (halaman 85)

Sudah dipastikan bahwa Perintah Keenam tidak semestinya demikian. Pembantaian terhadap binatang-binatang yang dianggap bersekutu dengan Snowball ditegaskan oleh Napoleon. Para binatang ingat betul dan yakin bahwa seharusnya tidak ada pembunuhan terhadap sesamanya. Namun, tidak. Perintah Keenam telah berubah. Pemalsuan kepercayaan terhadap ingatan para binatang berjalan seterusnya.

Animal Farm menjadi salah satu novel yang menginterpretasikan pemalsuan kepercayaan yang tidak jarang terjadi dalam kehidupan manusia. Tidak jarang sejarah terlupakan, tergantikan dengan cerita-cerita baru yang lahir dari  kekuasaan. Banyak kepercayaan dan keyakinan akan ingatan suatu peristiwa tergantikan dengan pemalsuan yang handal. Semua yakin betul bahwa apa yang terjadi pernah dilihat dan ada dalam ingatan. Akan tetapi, mengingat saja tidak cukup. Kecerdasan, kemampuan berpikir, membaca dan menulis, menjadikan sekelompok golongan lebih sederajat di bawah golongan lainnya.

Sama halnya Tujuh Perintah dalam ingatan para binatang berganti menjadi satu perintah. Perintah yang menguasai dan dikuasai oleh pembuatnya. Tidak ada lagi ungkapan “Kaki empat baik, kaki dua jahat” di peternakan itu. Para babi telah berjalan dengan dua kaki dan mengendalikan semuanya. Pemalsuan kepercayaan terhadap ingatan-ingatan para binatang berhasil merobohkan kemerdekaan para binatang.

Pengalaman membaca novel ini membawa saya kepada ekspektasi yang tidak tercipta sebelumnya. Membaca lembar dengan taburan bumbu emosi atas tindak laku para babi, anjing, dan sekelompok kambing membuat saya semakin sadar. Pemalsuan kepercayaan dapat dimaknai lebih luas dari pendefinisiannya sendiri. Tidak terbatas pada pemalsuan dokumen, surat kuasa, atau lainnya. Pemalsuan kepercayaan juga dilakukan di atas hal-hal yang tidak terduga.

George Orwell melancarkan pemaknaan relevansi karyanya dalam interpretasi pemalsuan kepercayaan. Dampak dari pemalsuan kepercayaan ini tidak semata-mata kebijakan yang dapat berubah atas dasar ingatan saja. Beberapa hal menjadi terperdaya karenanya. Tidak ada lagi yang mengingat kebenaran sejarah yang terjadi bahkan ketika saksi peristiwa masih hidup. Tidak ada lagi yang perduli benar dan salah suatu tindakan atas dasar perintah tertulis yang tidak bisa mereka baca. Pembungkaman yang hanya menguntungkan golongan dengan derajat lebih tinggi dari golongan lainnya.

Animal Farm berhasil memberikan interpretasi pemalsuan kepercayaan yang dapat dimakani pembaca di samping maksud dan tujuan lain karya ini. Karya ini dapat dibaca dengan santai. Pemilihan binatang sebagai tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita ini menunjukkan pemberontakan dapat datang dari mana saja. Kesewenangan para babi dengan memanfaatkan kebodohan para binatang memberi pelajaran lain yang harus dipahami pembaca. [T]

*Animal Farm (edisi terjemahan Indonesia) oleh Immortal Publishing. Cetakan VIII, April 2025.

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis KARISMA NUR FITRIA

Aku yang Sudah Lama Hilang: Menelisik Perubahan dalam Diri
Angkatan Baru, Polemik Makna Berpendidikan
Petualangan Don Quixote: Kegilaan Bersahabat dengan Keberanian
Nyanyian Kehilangan dari Sonia | Ulasan Buku Puisi “Prihentemen”
“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala
Tags: novelsastrasastra terjemahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enggan Jadi Wartawan

Next Post

Krisis Literasi di Buleleng: Mengapa Ratusan Siswa SMP Tak Bisa Membaca?

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails

Membaca Racauan Arman Dhani

by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
0
Membaca Racauan Arman Dhani

Judul               : 30 Tahun dan Gagal Penulis            : Arman Dhani Tahun terbit    : Februari 2026 Penerbit          : EA Books...

Read moreDetails

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

by Inno Koten
May 20, 2026
0
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

Read moreDetails

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
0
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

Read moreDetails

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails
Next Post
Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Krisis Literasi di Buleleng: Mengapa Ratusan Siswa SMP Tak Bisa Membaca?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co