30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Animal Farm dalam Interpretasi Pemalsuan Kepercayaan

Karisma Nur Fitria by Karisma Nur Fitria
May 11, 2025
in Ulas Buku
Animal Farm dalam Interpretasi Pemalsuan Kepercayaan

Buku Animan Farm | Foto: Karisma Nur Fitria

PEMALSUAN kepercayaan sekurangnya tidak asing di telinga pembaca. Tindakan yang dengan sengaja menciptakan atau menyebarkan informasi tidak valid kepada khalayak. Hal semacam ini bukan tidak mungkin terjadi di kawanan binatang. Terkhusus pada para binatang yang merdeka di Peternakan Binatang atau harus disebut kembali sebagai Peternakan Manor. Begitulah sekiranya yang dapat dimaknai dari prosa berjudul Animal Farm.

Ada kalanya manusia berpikir ia adalah satu-satunya makhluk yang dapat berkuasa. Hanya manusia yang dapat memegang kendali penuh atas segala hal di dunia ini. Akan tetapi, pernahkah terpikirkan bagaimana jika makhluk lain mulai memberontak atas pemerintahan manusia? Animal Farm adalah sebuah novel karya George Orwell. Novel ini menceritakan tentang para binatang peternakan yang akirnya “merdeka” dan berhasil menggulingkan kekuasaan peternakan dari tuan Jones. Peternakan Manor yang menjajah sumber daya bianatang-binatang itu berhasil mengambil alih dengan kaki-kaki mereka sendiri.

Peternakan Binatang telah lahir.  Mereka memegang erat Tujuh Perintah yang wajib dipatuhi semua binatang -sekiranya sampai beberapa binatang merasa lebih sederajat daripada yang lainnya. Mereka menjadi lebih bahagia dari sebelumnya. Makanan berlimpah, tidak ada tragedi penyembelihan, tidak ada paksaan dalam bekerja, mereka semua berjuang bersama-sama, sama rata. Sekali lagi, hal ini berlangsung sekiranya sampai beberapa binatang mengganggap dirinya lebih layak daripada yang lainnya.

Tidak ada pemimpin yang dipilih secara tetap di peternakan itu. Inilah yang kerap menimbulkan selisih diantara yang setara dalam rapat mingguan. Mereka yang tidak berselisih hanya akan mendengarkan dan menyetujui pihak yang dirasa benar. Begitulah Napoleon dan Snowball setiap kali diadakannya rapat mingguan. Keinginan dua babi itu berbeda dalam menjalankan peternakan. Sampai akhirnya, entah bagaimana maklumat yang ada Napoleon adalah pemimpin mereka. Snowball telah terusir dan dijatuhi tuduhan pengkhianat.

Pemalsuan Kepercayaan dalam Ingatan Para Binatang

Semua binatang melalukan pekerjaan dengan sukarela karena hasilnya kembali hanya untuk mereka dan tidak perlu berbagi kepada manusia. Para binatang diajarkan untuk bisa membaca, hal ini sangat mudah bagi kawanan babi. Para anjing tidak begitu lancar membaca dibandingkan Muriel si kambing dan Benjamin si keledai. Boxer sebagai salah satu kuda yang paling disegani karena kekuatannya bahkan tidak bisa mengeja melebihi huruf D. Begitu pula binatang-binatang lainnya. Babi menjadi kawanan binatang yang paling cerdas sehingga mereka menggunakan akalnya untuk memikirkan peternakan. Para babi tidak ikut bekerja di lapangan dan binatang lainnya memaklumi bahwa hanya mereka yang dapat berpikir benar.

Pemalsuan kepercayaan mulai dilahirkan dalam lingkungan Peternakan Binatang, terlebih sejak Snowball terusir. Penambahan pada Tujuh Perintah ditulis bagi siapa saja yang bisa membaca dan mengganti ingataan para binatang yang tidak bisa mengeja.

“Muriel,” ucapnya, “bacakan untukku Tujuh Perintah itu. Apa tidak ada yang menyebut tentang larangan tidur di ranjang?”
Dengan agak susah payah Muriel membacakannya.
“Katanya, ‘Tak ada binatang boleh tidur di ranjang berbungkus seprai,” ia akhirnya bisa memberitahukannya.
Cukup janggal. Clover tidak ingat bahwa perintah Keempat menyebut-nyebut soal seprai: tetapi karena sudah tertulis di dinding itu harus dilaksanakan. (
halaman 64)

Kutipan di atas menyinggung soal para babi yang melanggar perintah –atau sebenarnya tidak. Mereka menempati rumah tuan Jones yang sejak awal pemberontakan disepakati agar tidak ada binatang yang boleh menempati rumah itu. Perintah ini tertulis jelas di dinding dan ingatan para binatang bahwa “Tak ada binatang boleh tidur di ranjang”, dulunya. Pemalsuan kepercayaan satu demi satu muncul di Peternakan Binatang. Clover merasa ingat semuanya, bahkan binatang lainnya yakin mengingat hal serupa. Akan tetapi, mereka yakin bahwa yang tertulis di dinding jauh lebih benar.

Kesetaraan antar binatang di peternakan itu mulai diabaikan atas dasar Tujuh Perintah yang telah berubah dari awal dirumuskannya. Para binatang tentu tidak menyadari hal itu atau ada yang pura-pura tidak tahu. Pemalsuan kepercayaan atas Tujuh Perintah perlahan merupah tatanan yang ada. Tidak ada lagi kesetaraan yang sebenarnya. Para babi mulai meraup semua yang diinginkan dan mengelabui para binatang tulus penuh abdi.

Tidak cukup sampai di sana. Bagian lain dalam cerita ini membawa puncak emosi. Para binatang berpikir tidak akan ada lagi pembantaian saudara lain di hadapan mereka.

…Clover meminta Benjamin membacakan Perintah Keenam dan ketika Benjamin, seperti biasa, mengatakan bahwa ia tidak mau ikut campur dalam masalah seperti itu, Clover mendatangi Muriel. Muriel membacakan perintah itu untuknya. Bunyinya: “Tak ada binatang yang boleh membunuh binatang lain tanpa sebab.” Entah bagaimana, dua kata terakhir itu terlupakan dalam ingatan para binatang. (halaman 85)

Sudah dipastikan bahwa Perintah Keenam tidak semestinya demikian. Pembantaian terhadap binatang-binatang yang dianggap bersekutu dengan Snowball ditegaskan oleh Napoleon. Para binatang ingat betul dan yakin bahwa seharusnya tidak ada pembunuhan terhadap sesamanya. Namun, tidak. Perintah Keenam telah berubah. Pemalsuan kepercayaan terhadap ingatan para binatang berjalan seterusnya.

Animal Farm menjadi salah satu novel yang menginterpretasikan pemalsuan kepercayaan yang tidak jarang terjadi dalam kehidupan manusia. Tidak jarang sejarah terlupakan, tergantikan dengan cerita-cerita baru yang lahir dari  kekuasaan. Banyak kepercayaan dan keyakinan akan ingatan suatu peristiwa tergantikan dengan pemalsuan yang handal. Semua yakin betul bahwa apa yang terjadi pernah dilihat dan ada dalam ingatan. Akan tetapi, mengingat saja tidak cukup. Kecerdasan, kemampuan berpikir, membaca dan menulis, menjadikan sekelompok golongan lebih sederajat di bawah golongan lainnya.

Sama halnya Tujuh Perintah dalam ingatan para binatang berganti menjadi satu perintah. Perintah yang menguasai dan dikuasai oleh pembuatnya. Tidak ada lagi ungkapan “Kaki empat baik, kaki dua jahat” di peternakan itu. Para babi telah berjalan dengan dua kaki dan mengendalikan semuanya. Pemalsuan kepercayaan terhadap ingatan-ingatan para binatang berhasil merobohkan kemerdekaan para binatang.

Pengalaman membaca novel ini membawa saya kepada ekspektasi yang tidak tercipta sebelumnya. Membaca lembar dengan taburan bumbu emosi atas tindak laku para babi, anjing, dan sekelompok kambing membuat saya semakin sadar. Pemalsuan kepercayaan dapat dimaknai lebih luas dari pendefinisiannya sendiri. Tidak terbatas pada pemalsuan dokumen, surat kuasa, atau lainnya. Pemalsuan kepercayaan juga dilakukan di atas hal-hal yang tidak terduga.

George Orwell melancarkan pemaknaan relevansi karyanya dalam interpretasi pemalsuan kepercayaan. Dampak dari pemalsuan kepercayaan ini tidak semata-mata kebijakan yang dapat berubah atas dasar ingatan saja. Beberapa hal menjadi terperdaya karenanya. Tidak ada lagi yang mengingat kebenaran sejarah yang terjadi bahkan ketika saksi peristiwa masih hidup. Tidak ada lagi yang perduli benar dan salah suatu tindakan atas dasar perintah tertulis yang tidak bisa mereka baca. Pembungkaman yang hanya menguntungkan golongan dengan derajat lebih tinggi dari golongan lainnya.

Animal Farm berhasil memberikan interpretasi pemalsuan kepercayaan yang dapat dimakani pembaca di samping maksud dan tujuan lain karya ini. Karya ini dapat dibaca dengan santai. Pemilihan binatang sebagai tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita ini menunjukkan pemberontakan dapat datang dari mana saja. Kesewenangan para babi dengan memanfaatkan kebodohan para binatang memberi pelajaran lain yang harus dipahami pembaca. [T]

*Animal Farm (edisi terjemahan Indonesia) oleh Immortal Publishing. Cetakan VIII, April 2025.

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis KARISMA NUR FITRIA

Aku yang Sudah Lama Hilang: Menelisik Perubahan dalam Diri
Angkatan Baru, Polemik Makna Berpendidikan
Petualangan Don Quixote: Kegilaan Bersahabat dengan Keberanian
Nyanyian Kehilangan dari Sonia | Ulasan Buku Puisi “Prihentemen”
“Matinya Seorang Buruh Kecil”, Kumpulan Cerpen Anton Chekhov yang Membuat Saya Geleng-Geleng Kepala
Tags: novelsastrasastra terjemahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enggan Jadi Wartawan

Next Post

Krisis Literasi di Buleleng: Mengapa Ratusan Siswa SMP Tak Bisa Membaca?

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Memiliki ketertarikan dalam bidang kepenulisan berbagai genre baik fiksi maupun non fiksi. Tengah berusaha mengembangkan project humanity @katabantu_ dengan konsep menjual e-book karya sastra dan 100% hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Masa Depan Pendidikan di Era AI: ChatGPT dan Perplexity, Alat Bantu atau Tantangan Baru?

Krisis Literasi di Buleleng: Mengapa Ratusan Siswa SMP Tak Bisa Membaca?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co