14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mbah Candi dan Tangan yang Meracik Ramuan Pelancar Air Susu Ibu

Jaswanto by Jaswanto
April 14, 2025
in Khas
Mbah Candi dan Tangan yang Meracik Ramuan Pelancar Air Susu Ibu

Beberapa daun untuk ramuan pelancar air susu ibu | Foto: tatkala.co/Jaswanto

DI dapurnya yang sederhana, dengan gerakan lambat Mbah Candi memungut dedaunan dari kantong plastik itu. Daun-daun itu baru saja dipetik cucunya dari ladang yang tak jauh dari tempat tinggal mereka. “Ini semua tumbuh liar, tak ada yang dibudidayakan,” ujar Candi kepada tatkala.co, Minggu (13/4/2025) siang. “Tapi daun-daun ini memiliki khasiat yang banyak,” sambung perempuan tua itu.

Tentu saja Candi bukan seorang ilmuwan botani yang lulus dari universitas dengan nama besar. Ia hanya seorang perempuan tua yang bahkan tak pernah menyentuh bangku sekolah dasar. Tapi ia tahu soal beberapa tanaman yang bisa diolah menjadi ramuan ajaib—sebagaimana acaraki pada umumnya. Pengetahuan tersebut didapat secara turun-temurun dari keluarganya, lebih tepatnya dari neneknya. “Nenek mengajarkan saya ilmu meracik jamu beserta mantra-mantranya,” akunya dengan bahasa Jawa Timuran yang khas.

Beberapa daun untuk ramuan pelancar air susu ibu | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Benar. Daun-daun liar yang Candi kumpulkan memang bukan sebagai sayur pelengkap hidangan di meja makan, tapi diracik untuk memperlancar air susu ibu (ASI) setelah perempuan melahirkan. Sudah sejak lama Candi menerima pesanan jamu pelancar ASI ini. Pesanan datang dari Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, dan sekitarnya. Banyak ibu yang sudah membuktikan manfaat ramuan yang ia racik.

Julita, misalnya. Ibu muda yang baru dua bulan melahirkan ini membuktikan jamu racikan Candi benar-benar berkhasiat. Pada awalnya ia susah mengeluarkan air susu. Tapi setelah semingguan mengonsumsi ramuan ajaib itu, air susunya perlahan-lahan melimpah. Julita nyaris tak percaya bahwa daun-daun liar itu benar-benar dapat membantunya menyusui anak pertamanya.

“Awalnya saya ragu. Tapi setelah mencobanya beberapa kali, saya merasakan perubahan itu,” katanya. Kini Julita rutin memesan jamu racikan Candi. “Rasanya sedikit pahit, sedikit manis, tapi terasa segar—apalagi kalau dikulkas,” terang Julita.

Tidak seperti obat-obatan modern, menurut Julita, jamu buatan Candi tak memiliki efek samping—dan tentu saja aman dikonsumsi. Ya, selama ini tidak ada keluhan dari ibu-ibu yang meminum ramuan ajaib Candi, kecuali pengakuan akan manfaatnya.  

Mbah Candi sedang membuat ramuan pelancar air susu ibu | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Ramuan ajaib ini terdiri dari beberapa jenis daun, seperti daun kesambi, kutu, jambu biji, saga rambat, serut, otok, meniran, kalak, dan sembukan (daun kentut) dengan bahan tambahan temulawak, asam jawa, dan garam. Semua daun itu hanya pucuknya—daun yang masih muda—saja yang bisa digunakan. “Yang tua tidak bisa,” kata Candi sembari tersenyum.

Proses membuat jamu ini cukup mudah. Daun-daun muda itu cukup dicuci bersih lalu ditumbuk bersama temulawak. Ditambah air sedikit lalu diperas dan disaring kemudian diberi garam dan asam jawa secukupnya. Sari-sari dedaunan itulah yang dikonsumsi para ibu yang baru saja melahirkan. Khasiatnya, menurut Candi, tak hanya memperlancar air susu ibu, tapi juga membuat perut sang bayi merasa nyaman—adem, kata nenek tua itu.

Mbah Candi sedang membuat ramuan pelancar air susu ibu | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Selain ramuan ini, Candi bisa meracik beberapa jamu lain, seperti jamu uyah asem salah satunya. Jamu ini berkhasiat untuk urusan pencernaan. Pada 2012, Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat ada 15.773 resep jamu yang berbeda di Nusantara. Setiap jamu dipercaya memiliki khasiat yang berbeda-beda.

Sampai di sini, jamu memiliki sejarah yang kaya dan kuno, berasal dari masa Kerajaan Mataram (abad ke-16)—walaupun ada juga yang meyakini bahwa keberadaan jamu di tengah masyarakat jauh sebelum abad ke-16, yakni abad ke-8, lebih dari 1.300 tahun yang lalu. Hal ini mengingat ditemukannya buku-buku resep kuno pembuatan jamu di perpustakaan kerajaan Jawa di Yogyakarta dan Surakarta.

Menurut beberapa ahli sejarah, jamu pertama kali diminum di lingkungan istana raja, kemudian diperkenalkan ke desa-desa oleh para tabib, dukun. Kemudian, resepnya diturunkan dari mulut ke mulut melalui keluarga—sebagaimana Mbah Candi mewarisinya. Sedangkan menurut antropolog Patrick Vanhoebrouck—yang tinggal di Jawa selama lebih dari 20 tahun, referensi ekstrak herbal (jamu) dapat ditemukan di relief candi Borobudur di Jawa Tengah.

“Penelitian arkeologi pada candi-candi abad ke-9 di Jawa Tengah menunjukkan jamu dan resep obat herbal sudah ada untuk menjaga kesehatan,” kata Vanhoebrouck. Alu dan lesung, alat pembuat jamu, juga ditemukan dalam penggalian arkeologi dan berasal dari zaman Kerajaan Mataram.

Bukti sejarah lainnya terdapat pada prasasti Madhawapura dari peninggalan kerajaan Majapahit yang menyebut adanya profesi “tukang meracik jamu” yang disebut “acaraki”. Setelah mengenal budaya menulis, bukti sejarah mengenai penggunaan jamu semakin kuat dengan keberadaan lontar usada di Bali yang ditulis menggunakan bahasa Jawa kuno.

Ramuan pelancar air susu ibu buatan Mbah Candi | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Kini, jamu tidak hanya hadir di ruang-ruang orang tua, tapi mulai menempati hati penggemar mudanya. Jamu perlahan masuk ke ruang-ruang pop dengan berbagai jurusnya: hadir dalam stan-stan acara yang diprakarsai anak muda, menjadi pilihan non-kopi di coffee shop dengan dibuat menjadi mocktail, tampil sebagai alternatif suplemen penjaga kebugaran sehari-hari. Lahirnya berbagai jenama dan cafe yang mengusung rempah Nusantara sebagai bagian dari menu utamanya, membuat jamu kian berumur panjang.

Pada akhirnya, seturut keresahan Arswendo Atmowiloto yang dimuat di Majalah Tempo pada tanggal 25 Oktober 1999, “Jamu bisa menjadi identitas nasional yang aman, membanggakan”. Atau seperti kata mantan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid: jamu adalah salah satu resep yang menyembuhkan, menguatkan, dan menyatukan kita. Budaya Sehat Jamu resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Indonesia ke-13 yang diinskripsi ke dalam daftar WBTb UNESCO tahun 2023. [T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Hikayat Kapas di Tuban dan Perempuan Tua yang Memintalnya
Menyigi Masa Depan Petani Jagung di Tuban, Jawa Timur
Tags: herbalJawa TimurKabupaten Tubanobat herbal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dilema Suku Baduy [1]: Antara Kewajiban “Ngahuma” dan Keterbatasan Lahan

Next Post

“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails
Next Post
“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri

"Return to Innocence", Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co