26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Medal-Medil” Jungut Sari Teater SMAN 1 Sukawati, Juara Satu Lomba Drama Modern Bulan Bahasa Bali 2025

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 19, 2025
in Panggung
“Medal-Medil” Jungut Sari Teater SMAN 1 Sukawati, Juara Satu Lomba Drama Modern Bulan Bahasa Bali 2025

Pementasan Medal-Medil dari Jungut Sari Teater SMAN 1 Sukawati dalam Lomba Drama Modern Bulan Bahasa Bali 2025

“MEDAL-MEDIL” adalah kisah rekaan yang unik. Alurnya sederhana tapi gagasannya tentang estetika dan etika kegembiraan anak-anak sekaligus etika pendidikan anak-anak muda, sungguhlah brilian.

Kisah ini dimainkan Teater Jungut Sari dari SMAN 1 Sukawati, Gianyar, dalam Lomba Drama Modern Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar. Tentu karena dimainkan dengan begitu baik, teater sekolah ini pun diganjar juara satu.

Pada saat lomba, sejumlah penonton yang rajin menonton lomba itu, sudah menebak bahwa Teater Jungut Sari bakal jadi juara. Permainan teater itu menghibur sebagai tontonan, juga mendidik sebagai pengajaran Bahasa Bali sekaligus pengajaran drama itu sendiri.

Jungut Sari Teater usai pementasan di atas panggung | Foto: Dok. Jungut Sari Teater

Jungut Sari Teater, atau Teater Jungut Sari, adalah salah satu ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Sukawati, sebuah sekolah yang berlokasi di Jalan Lettu Wayan Sutha II, Sukawati, Gianyar, Bali. Ekstrakurikuler ini diikuti oleh anak-anak sekolah yang punya minat besar dalam bidang sastra, teater dan sejenisnya.

Jungut Sari dikenal aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan teater, termasuk festival atau lomba-lomba, dan berkali-kali juara. Pada November 2024, teater ini menjadi juara 1 Festival Teater Berbahasa Bali antar SMA/SMK se-Bali yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Bali.

Ini yang menarik. Dalam ajang Lomba Drama Modern serangkaian Bulan Bahasa Bali tahun 2023, Teater Jungut Sari mendapatkan juara satu. Dan, sesuai aturan, kelompok teater itu tidak diperkenankan ikut lomba pada Bulan Bahasa Bali 2024.

“Kami menyayangkan aturan tersebut, karena bagi kami, terpenting adalah ada wadah bagi kelompok-kelompok teater seperti kami yang anggotanya tentu anak-anak muda yang selalu ingin belajar terkhusus dalam bidang teater. Apalagi, tak banyak event teater yang ada di Bali,” kata Ketua Jungut Sari Teater, Aditya Paramartha.

Karena sempat diizinkan ikut tahun 2024, maka pada Bulan Bahasa Bali tahun 2025 ini Jungut Sari sangat antusias berpartisipasi dalam lomba.

Tentang Lomba Drama Modern Bulan Bahasa Bali 2025

Lomba Drama Bali Modern serangkaian Bulan Bahasa Bali ke VII tahun 2025 diikuti 15 peserta.

Mereka adalah Teater Solagracia, Teater Taksu Smadara, Teater Samanta, Teater Doremi (berhalangan hadir), Teater Garaka, Teater Takhta, Jungut Sari Teater, SMAN 1 Kuta Utara, Teater Jineng, Komunitas Seni Wong Samar, Teater Tiga, Teater Langit, SMAN 1 Abiansemal, Teater Angin, dan Teater Antara.

Berfoto bersama juri | Foto: Dok. Jungut Sari Teater

Juri yang terdiri dari Mas Ruscitadewi, Wayan Sugita dan Putu Suartama memutuskan Jungut Sari Teater (SMAN 1 Sukawati) sebagai juara satu,  juara 2 diperoleh oleh Teater Tiga (SMAN 3 Denpasar), dan juara 3 diperoleh oleh Teater Jineng (SMAN 1 Tabanan).

Proses Jungut Sari Teater, Dari Memburu Naskah Hingga Juara

Jungut Sari Teater, seperti disebutkan di awal, sangat menunggu-nunggu perlombaan ini, karena tahun sebelumnya, dengan status juara satu, mereka tak bisa ikut pada tahun 2024.

“Dengan sangat antusias kami berpartisipasi di tahun 2025 ini,” kata Aditya.

Pementasan Medal-Medil | Foto: Dok. Jungut Sari Teater

Keseriusan mereka diawali dengan membeuru referensi-referensi karya Sastra Bali Modern. Saat mereka berdiskusi dengan pembina teater Jungut Sari, Kadek Wahyu Ardi Putra, mereka disarankan untuk mencari referensi karya-karya dari sastrawan I Nyoman Manda.

Ini mengingat Nyoman Manda sempat menjadi kepala sekolah pertama di SMAN 1 Sukawati. Aditya bersama Kenzo, selaku Ketua dan Wakil Ketua Jungut Sari Teater, lalu berinisiatif menuju perpustakaan daerah Gianyar. Namun di perpustakaan itu tidak ada buku-buku karya Nyoman Manda.

Uniknya, pegawai perpustakaan di sana menginformasikan kepada mereka bahwa buku-buku Nyoman masih tersimpan di sebuah yayasan yang justru letaknya dekat sekolah SMAN 1 Sukawati.

“Pegawai itu mengarahkan kami menuju Yayasan Wahana Dharma Sastra Made Sanggra di Banjar Gelulung, Sukawati,” kata Aditya.

Di yayasan itu akhirnya mereka menemukan kumpulan naskah drama, cerpen dan buku karya Bapak I Nyoman Manda. Dengan menyerap inspirasi dari karya-karya Nyoman Manda itu. pada akhirnya mereka memainkan drama dengan menggunakan naskah ciptaan pembina teater di sekolah itu, yakni Wahyu Ardi. Naskah itu berjudul “Medal Medil” terinspirasi dari karya-karya Nyoman Manda.

Pementasan Medal-Medil | Foto: Dok. Jungut Sari Teater

“Medal Medil” mengisahkan Made Madu di Desa Batu Aji yang sawahnya sedang panen. Anak anak di desa, bergembira menyambut hal itu, bermain di sawah sangat ditunggu-tunggu. Mereka bermain megandu sampai sandikala.

Di sisi lain, Made Lempog juga riang sebab bisa berburu burung yang baginya adalah hama. Celakanya, saat sandikala, ia menembak sebuah burung tekukur yang hinggap di topi capil I Pekak Regeg, ayah dari Made Madu. Keluarga Pekak Regeg dulu sempat kisruh dengan keluarga Made Lempog masalah warisan sawah.

Burung tekukur itu dikiranya hinggap di topi lelakut, orang-orangan sawah. Burung terkena tembak, namun Pekak Regeg tersungkur, tak tertolong nyawanya. Pekak itu terkena serangan jantung yang dideritanya setelah terkejut mendengar suara bedil.

Karena panik, Made Lempog menyembunyikan mayat Pekak Regeg. Dijadikannya lelakut. Akibat perbuatannya ia terus dihantui pikirannya. Tidak bisa tidur pulas sebab selalu mimpi buruk.

Lelakut bukan sekedar boneka sawah, di Bali, lelakut disakralkan sebagai simbol suci penolak bala menjaga kesuburan dan agar tidak terjadi hal-hal buruk di sawah.

Di atas panggung, Jungut Sari menampilkan suasana sawah tampak begitu artistik. Mereka memunculkan objek-objek yang umumnya ditemukan pada sawah di Bali, seperti lelakut, pindekan, bentang tali disertai kalen-kaleng dan plastik yang tergantung.

Aditya Paramartha menceritakan, penggarapan drama ini kurang lebih dilakukan selama satu bulan. Peserta yang terlibat merupakan kelas 10 dan 11 sebanyak kurang lebih 25 orang.

“Kami berkomitmen untuk memberikan kesempatan dan pengalaman bagi yang baru bergabung kelompok teater kami,” kata Aditya.

Dalam proses latihan dan juga penggarapan artistik, mereka juga melibatkan alumni beserta pembina. Bukan tanpa kendala, kesibukan pemain sebagai siswa membuat kehadiran jarang bisa lengkap.

Kegembitraan usai pementasan | Foto: Dok. Jungut Sari Teater

Mereka bahkan sempat panik juga. Salah satu pemain sakit dan menjalani rawat inap sehingga harus diganti. Dan itu terjadi tiga hari sebelum lomba.  

“Syukurnya, Galang—siswa kelas 12 bersedia menggantikan, dan ia mampu beradaptasi dengan cepat terhadap karya yg kami garap. Seiring dengan semangat kami untuk tetap tampil maksimal di atas panggung dan menghibur penonton,” kata Aditya.

Ditambah dukungan penuh dari pihak sekolah, khususnya motivasi dari Kepala Sekolah, I Wayan Widia, S.Pd., M.Pd. mereka berproses dengan lancar, hingga akhirnya menjadi juara.

Momentum yang Membanggakan

Bagi Aditya Paramartha, menjadi juara satu adalah sebuah kejutan dan pencapain yang luar biasa. Sebab, dengan kendala yang dilalui dalam proses penggarapan, ia mengaku sempat berpikir untuk tidak mengejar juara, namun setidaknya mereka bisa tampil maksimal dan menghibur. “Namun, kami mendapatkan lebih dari itu. Kami juara. Dan ini momen yang membanggakan,” kata Aditya.

Atas pencapaian itu, Aditya mewakili teman-temannya di Jungut Sari Teater menampaikan terima kasih kepada pembina teater, Wahyu Ardi dan Bu Dwi Anggraeni. Begitu juga kepada Ngurah Juniartha yang membantu urusan koreografi.

Berpose di luar panggung | Foto: Jungut Sari Teater

Ia pastinya berterima kasih juga kepada Kepala SMAN 1 Sukawati, Komite dan pihak sekolah lainnya, yang mendukung mereka baik secara moral maupun material.

Wayan Suardita, selaku sutradara juga sependapat dengan Adit, kesibukan para aktor dan kru, lalu keterlambatan saat latihan, membuat mereka sempat pesimis.

“Namun dengan semangat yang tinggi dan motivasi mencari pengalaman baru,  memacu semua menampilkan yang terbaik. Dan alhasil, terharu campur bahagia bisa meraih juara satu,” kata Suardita.

Pementasan Medal-Medil | Foto: Dok. Jungut Sari Teater

Wahyu Ardi, selaku pembina, berpesan bahwa hasil yang diperoleh adalah bonus semata. Kunci keberhasilan dalam segala hal, tidak hanya dalam berteater, adalah disiplin dan ketulusan. Semoga ke depan bisa ditingkatkan lagi.

“Terlepas dari itu semua, patut berbangga karena melihat wajah-wajah baru di teater ini tampak sumringah bahagia mampu menghibur penonton yang hadir. Teruslah berkarya, anak-anak,” kata Wahyu Ardi, guru yang sejak SMA di Singaraja sudah mengenal teater dengan baik.

Kepala SMAN 1 Sukawati I Wayan Widia tentu saja turut bangga.  “Saya mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa bangga terhadap anak-anak yang sudah mampu meraih juara satu serta mengharumkan nama sekolah,” ujarnya. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Teater Jungut Sari SMAN 1 Sukawati Juara 1 Festival Teater Berbahasa Bali: Hidup Teater Sekolah!
Dramaturgi Drama Modern Bahasa Bali Terus Dicari | Dari Lomba Drama Modern Bulan Bahasa Bali VII
Tema Kekinian dalam Drama Modern Berbahasa Bali, Dari Demokrasi Hingga Tanah yang Dijual
Kisah “Watugunung Runtuh” Mencair di Tangan Kokar Bali pada Pembukaan Bulan Bahasa Bali VII
Kebebasan Ekspresi dalam Lintas Semester dan Mata Kuliah | Dari Gelar Karya Mahasiswa Pendidikan Sendratasik UPMI Bali
Tags: Bulan Bahasa BaliSMAN 1 SukawatiTeaterteater bahasa baliTeater Jungut Sari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Awalnya Coba-Coba, Eh, Ternyata Juara  |  Cerita Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

Next Post

Zainul Qiram, Kuliah di Undiksha, Nongkrong plus Jualan Tahu Walik di Tepi Jalan Singaraja

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Zainul Qiram, Kuliah di Undiksha, Nongkrong plus Jualan Tahu Walik di Tepi Jalan Singaraja

Zainul Qiram, Kuliah di Undiksha, Nongkrong plus Jualan Tahu Walik di Tepi Jalan Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co