18 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film “Teba Modern” dari Yayasan Rumah Berdaya Saraswati: Tentang Langkah Kecil Pengelolaan Sampah

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
January 25, 2025
in Panggung
Film “Teba Modern” dari Yayasan Rumah Berdaya Saraswati: Tentang Langkah Kecil Pengelolaan Sampah

Sudiani bersama narasumber dalam talkshow Film Teba Modern di Kulidan Kitchen and Space, Sukawati Gianyar | Foto: Kulidan

 “Sampah organik, sampah non organik, dan sampah residu,” jawab anak-anak seringkat SD ketika Ni Ketut Sudiani bertanya kepada mereka tentang jenis-jenis sampah berdasarkan sifatnya. Anak-anak menjawab dengan lancar dalam suasana santai penuh kegembiraan.

Begitulah talkshow pada peluncuran Film ‘Teba Modern’ di Kulidan Kitchen and Space, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali pada 24 Januari 2025.

Ni Ketut Sudiani, orang yang bertanya kepada anak-anak itu adalah seorang jurnalis independen yang saat itu didapuk moderator talkshow. Acara talkshow adalah bagian dari peluncuran Film ‘Teba Modern’.

Puluhan anak-anak itu adalah siswa SD Negeri 2 Guwang, Sukawati, Gianyar, ang lokasinya memang dekat dengan Kulidan Kitchen and Space. Siswa itu memang diundang secara khusus bersama dengan penggiat lingkungan, LSM, aparat desa Guwang dan masyarakat umum.

Film ‘Teba Modern” itu memang bercerita tentang pengelolaan lingkungan. Sehingga, kegiatan pemutaran film itu tak terlepas dari adanya kolaborasi antara aktivis dan masyarakat peduli lingkungan, peduli sampah dan pelaku seni, termasuk kolborasi dengan pihak sekolah.

Film ini, termasuk kegiatan peluncurannya itu, merupakan bentuk kampanye dan edukasi dari Yayasan Rumah Berdaya Saraswati (YRBS).

Talkshow pada acara peluncuran Film Teba Modern di Kulidan Kitchen and Space, Sukawati, Gianyar | Foto: Kulidan Kitchen and Space

Siswa SD Negeri 2 Guwang ini terlihat disiplin. Mereka hadir sesuai undangan. Mereka telah menempati tempat duduk yang memang disediakan untuk mereka. Penampilannya rapi, berbaju olaraga seragam dan ditemani oleh guru mereka.

Para siswa ini, seakan telah siap mengikuti acara tersebut, karena setiap pertanyaan yang diberikan, mereka menjawab lugas.

Sudiani yang memimpin talkshow Talkshow “Inspirasi Teba Modern Langkah Nyata Menjaga Bumi” ini begitu bersemangat mengajak anak-anak focus pada kegiaran edukasi melalui wawasan tentang lingkungan yang biasa dibaca dan ditulisnya.

Sambil memaparkan tema, maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut, Sudiani juga melontarkan pertanyaan-pertanyan untuk membuat para peserta lebih fokus, sebelum menyaksikan tayangan film dokumenter itu.

Kegiatan talkshow ini sebagai upaya memberikan pandangan ataupun informasi awal terhadap ‘Teba Modern’ yang semua itu menjadi cerita di dalam film yang diputar nantinya. Satu persatu, kemudian narasumber dipanggilnya. Mulai dari narasumber Wayan Balik Mustiana, seorang pengguna Teba Modern dan pegiat lingkungan dari Desa Cemenggon, lalu Catur Yudha Hariani dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, selanjutnya Medy Mahasena sutradara film documenter ‘Teba Modern’ yang siap diluncurkan hari itu juga.

Pendiri Yayasan Rumah Berdaya Saraswati (YRBS) Komang Adiartha saat memberikan sambutan | Foto: Kulidan Kitchen and Space

Wayan Balik yang memaparkan ide awal berdirinya ‘Teba Modern’ yang dimulai dengan semangat. Program ini dilakukan dengan biaya murah, dan tepat guna serta bisa menyelesaikan fenomena sampah mulai dari rumah. “Saat ini sudah banyak yang akan mengikuti program ‘Taba Modern’ ini untuk mengatasi sampah di daerahnya sendiri,” sebutnya.

Sementara Catur Yudha Hariani memaparkan terkait dengan timbulan sampah yang tinggi dan tidak terkelola dengan baik di TPA akan menghasilkan gas metana yang berbahaya. “Gas metana merupakan salah satu GRK yang dapat mempercepat pemanasan global,” terangnya.

Sedangkan Medy Mahasena menyampaikan harapannya, dalam penayangan film ‘Teba Modern’ ini. Hal itu disampaikan lewat visual yang relevan, cerita yang dekat dengan realitas, dan solusi yang bisa langsung dilakukan. Karena itu, karya film ini dikemas ringan, namun sangat menarik, sehingga bisa ditangkap pesan yang disampaikan.

Setelah talkshow dan waktu sudah mulai gelap, para peserta kemudian diajak menyaksikan film dengan edukasi itu. Sebagai sutradara, Medy Mahasena mengkemas film dokumenter ini dengan apik, sehingga tak hanya mengedukasi, tetapi juga dapat memberikan hiburan yang menarik. “Kami juga tujukan film ini untuk anak muda agar dapat lebih peduli dengan alam dan lingkungan lewat hal-hal sederhana,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menikmati pameran seni cukil dengan tajuk ‘Teba Modern, Aksi Lokal’.Karya-karya seni cukil yang ditampilkan ini berasal dari mahasiswa dan mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai peserta pameran. Karya seni itu merupakan hasil interpretasi tentang Teba Modern dan refleksi pentingnya menjaga kelestarian alam.

Ketua Yayasan Rumah Berdaya Saraswati (YRBS), I Made Agung Eka Nugraha saat memberikan sambutan | Foto: Kulidan Kitchen and Space

Namun, sebelum itu, Ketua Yayasan Rumah Berdaya Saraswati (YRBS), I Made Agung Eka Nugraha yang didapuk memberikan sambutan mengatakan, film dokumenter ini dibuat untuk menyampaikan pesan bahwa solusi atas perubahan iklim dan pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari langkah kecil di sekitar kita.

Meski sebagai alat kampanye, tetapi film ‘Teba Modern’ ini ditampilkan secara holistik, baik dari para pengguna Teba Modern, aparatur desa, pemuka agama Hindu sebagai tokoh masyarakat, LSM lingkungan, dan pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar). Dengan begitu, adanya pandangan-pandangan dari berbagai pihak yang mendukung penerapan Teba Modern. “Kami berharap ini mampu menginspirasi komunitas lain untuk mengadopsi solusi serupa untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari,” harapnya.

Eka Nugraha mengatakan, film dokumenter ini sebagai medium kampanye dan edukasi ini diproduksi oleh YRBS. Produksi film dokumenter didukung oleh Samdhana Institute dan Voices for Just Climate Action (VCA) atau Aksi Perubahan Iklim Berkeadilan Indonesia. Karya film dokumenter ‘Teba Modern’ menjadi bagian dari kampanye global, menyebarluaskan praktik-praktik baik (best practices) dari solusi lokal inspiratif untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Film yang berdurasi sekitar 30 menit itu mengangkat kisah tentang keberhasilan dari upaya dan aksi penanggulangan sampah organik yang telah dilakukan oleh warga di Kabupaten Gianyar, Bali. Penanggulangan sampaj ini telah dilakukan sejak dulu hingga saat ini. “Film dokumenter ini dibuat untuk menyampaikan pesan, bahwa solusi atas perubahan iklim dan pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari langkah kecil di sekitar kita. Kami ingin menginspirasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi,” ujarnya.

Selain sebagai inovasi metode pengelolaan sampah organik secara mandiri, Teba Modern juga mengusung nilai-nilai kearifan lokal Bali. “Teba berasal dari bahasa Bali yang memiliki arti halaman atau pekarangan belakang yang berada di tiap rumah,” jelasnya.

Di masa lalu, lanjut Eka Nugraha, material organik atau limbah dapur dibuang ke teba yang biasanya ditanami pohon kebutuhan sehari-hari, seperti pisang, kelapa, bunga, dan tanaman lainnya. Tanaman ini tumbuh subur, dan jarang yang kena penyakit. “Sistem Teba Modern melalui sumur komposter dapat mudah diaplikasikan karena sistemnya yang sederhana dan warga juga secara langsung mempraktikkan pemilahan sampah yang dimulai dari rumah tangga,” paparnya.

Pendiri (founder) YRBS, Komang Adiartha mengungkapkan, selain di tingkat rumah tangga, sistem Teba Modern pada perkembangannya kini telah digunakan di ruang-ruang lainnya, seperti sekolah-sekolah, perkantoran, dan sebagainya.  Hal ini sangat positif, karena pengelolaan sampah organik berbasis sumber ini akan membantu pengurangan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Seperti yang diketahui, perubahan iklim disebabkan oleh konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) yang sebagian besar berasal dari aktivitas manusia salah satunya dikarenakan pencemaran lingkungan dan pengelolaan sampah yang buruk. “Acara ini menyuarakan harapan di tengah tantangan global terkait dampak perubahan iklim, dan mengajak publik menjadi bagian dari perubahan melalui langkah nyata menyelamatkan lingkungan,” papar Komang Adiartha.

Komang Adiartha kemudian menyampaikan, secara keseluruhan acara ini menyuarakan harapan di tengah tantangan global terkait dampak perubahan iklim dan mengajak publik untuk menjadi bagian dari perubahan melalui langkah-langkah nyata menyelamatkan lingkungan. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tung Tung Uma di LATAR #1: Film Tentang Refleksi Sebuah Perubahan di Tanah Bali
Ketika Aktor Politik Jadi Aktor Film: Dari Menonton Filmnya Ni Luh Djelantik, “Lagu Cinta untuk Mama”
Film Pendek untuk Tenaga Pendidik dan Pendidikan dari Minikino
Tags: filmfilm dokumenterKulidan Kitchenpengelolaan sampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

Next Post

 “Nuwur Geni Kahuripan Ang-Ah”, Karawitan Ekologis Nyoman Kariasa: Ritus “Mejaga-jaga” di Pinda-Gianyar

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
0
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk Pesta Kesenian Bali 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails
Next Post
 “Nuwur Geni Kahuripan Ang-Ah”, Karawitan Ekologis Nyoman Kariasa: Ritus “Mejaga-jaga” di Pinda-Gianyar

 “Nuwur Geni Kahuripan Ang-Ah”, Karawitan Ekologis Nyoman Kariasa: Ritus “Mejaga-jaga” di Pinda-Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co