8 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bayu Apriana dan “Askara Urip”: Jati Diri Gong Suling dan Pola Musikal Gambuh Khas Padang Aji

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 17, 2025
in Persona
Bayu Apriana dan “Askara Urip”: Jati Diri Gong Suling dan Pola Musikal Gambuh Khas Padang Aji

I Komang Bayu Apriana (depan tengah) menyajikan “Askara Urip” | Foto: dok. Risky Darma Putra

LANTUNAN gamelan gong suling yang ngulangunin (menyejukkan hati) itu berkumandang di Gedung Natya Mandala, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kala itu tengah berlangsung Ujian Tugas Akhir ISI Denpasar. Salah satu mahasiswa yang tampil pada malam itu adalah I Komang Bayu Apriana.

Pemuda yang akrab disapa Komang Bayu itu memainkan suling gede dan suling petit (suling Bali berukuran kecil), ia juga sekaligus ngugalin–menjadi pemimpin yang memandu alur garapan itu. Karyanya itu berjudul “Askara Urip”, yang berasal dari kata ‘askara’ berarti ‘sinar’ dan ‘kahuripan’ berarti ‘kehidupan’. Jadi, “Askara Urip” adalah cahaya kehidupan yang merujuk kepada matahari sebagai sumber energi bagi setiap kehidupan di bumi, serta pesona keindahan yang terpancar dari cahaya tersebut.

Dalam proses penciptaan karya dan penyajian garapan “Askara Urip” ini, Komang Bayu menggandeng Poleng Art Community sebagai mitra kolaboratif dalam pelaksanaan tugas akhirnya. Hal ini sejalan dengan program Proyek Independen dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dijalankan oleh mahasiswa ISI Denpasar. Karya yang telah digarapnya sedari Oktober 2024 ini, sukses dipentaskan perdana tepat pukul 19.00 Wita, pada tanggal 10 Januari 2025 di Gedung Natya Mandala, ISI Denpasar.

 

I Komang Bayu Apriana (kiri baju hitam) || Foto: dok. Risky Darma Putra

Pementasan Garapan Karawitan Inovatif “Askara Urip” oleh I Komang Bayu Apriana | Foto: dok. Risky Darma Putra

Pemuda yang lahir pada 23 April 2003 itu mengaku terilhami dengan ide atau konsep tersebut ketika ia melihat keindahan cahaya matahari. “Saya melihat fungsi serta peranan dari matahari sebagai sumber cahaya kehidupan. Jadi saya memandang matahari itu sangat menarik, ia terbit dari timur ke barat. Kebetulan saya sebagai orang Karangasem–berada di ujung timur pulau Bali. Jadi, menyaksikan matahari terbit adalah keseharian saya.”

Alih-alih menggunakan barungan gong kebyar, semar pegulingan, ataupun barungan gamelan yang lainnya. Komang Bayu justru memilih menyajikan garapannya menggunakan barungan gong suling. Dan ia adalah satu-satunya mahasiswa yang menampilkan garapan gong suling pada malam itu.

“Menurut saya gong suling itu sangat menarik, dan setahu saya belum digunakan oleh rekan-rekan penampil yang lain. Kebetulan skill atau keahlian saya adalah bermain suling. Jadi, selain membawakan sesuatu yang berbeda, saya juga ingin menunjukkan kepiawaian saya dalam bermain suling,” jelas calon sarjana seni itu.

Dalam garapan yang manis nan apik tersebut, instrumen yang digunakan terdiri dari, suling gede, suling petit, kendang krumpung, ceng-ceng ricik, kajar trenteng, kajar kelentit, gong pulu, gentorag, klenang, dan tawa-tawa. Selain itu, terdapat pula penambahan instrumen tradisional Selepita–yang ada di dalam barungan gamelan pegambuhan khas Padang Aji, serta olah vokal gerong sebagai pelengkap.

Beberapa penabuh dari Poleng Art Community saat memainkan kendang krumpung dan instrumen Selepita (khas Padang Aji, Karangasem) | Foto: dok. Risky Darma Putra

Komang Bayu menuturkan, dalam garapan “Askara Urip” ini, ia mengaitkan kearifan lokal yang ada di daerah asalnya, yaitu kesenian Gambuh khas Padang Aji, Karangasem. Pola-pola musikal dari barungan gong suling yang ditampilkannya juga beberapa mengadopsi pola-pola dari gamelan pegambuhan khas Padang Aji.

“Dari karya “Askara Urip” ini, saya berkeinginan untuk menggali, mengembangkan, serta melestarikan kearifan lokal yang ada di Padang Aji, dengan membuat karya komposisi karawitan inovatif yang berpijak dari kesenian tradisi gambuh dengan harapan kesenian ini tetap ajeg dan lestari sepanjang waktu. Serta memberikan tawaran baru pada komposisi seni karawitan inovatif di Bali,” ungkap Komang Bayu.

Pementasan Garapan Karawitan Inovatif “Askara Urip” oleh I Komang Bayu Apriana | Foto: dok. Risky Darma Putra

Setiap proses kreatif tentu akan selalu menghadapi berbagai tantangan. Begitu pula dengan yang dialami oleh Komang Bayu. Ia menjelaskan, tantangan yang pasti selalu ditemui adalah kesulitan mengatur waktu. Terlebih lagi para penabuh pendukungnya memiliki kesibukan masing-masing, ada yang sekolah dan ada pula yang bekerja di kota. Jadi, perihal waktu senantiasa menjadi masalah utama dalam perjalanannya.

Selain itu, ketika proses penggarapan, tantangan yang dihadapi olehnya adalah kebingungan merealisasikan atau menuangkan ide ke dalam sajian gending karawitan inovatif, khususnya dalam hal ini gong suling.

“Awalnya agak bingung menuangkan ide. Terutama ketika menentukan struktur, cerita atau pesan dari setiap bagian, serta pola-pola yang akan digunakan menjadi tantangan yang berat dalam menggarap karya ini,” jelasnya.

Ekspresi lega, senang, dan bangga tak bisa dibendung dari wajahnya. Ia amat merasa senang dan bangga bisa menampilkan karyanya dalam Ujian Tugas Akhir malam itu, “tentunya ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, karena bisa mengangkat kearifan lokal dari desa saya dalam karya seni “Askara Urip” ini. Intinya, bangga bisa menampilkan garapan di ISI Denpasar.”

“Karena saya mendalami seni, terutama karawitan. Saya berharap ilmu saya bisa berguna untuk pribadi dan di masyarakat nantinya. Kalaupun saya tidak menjadi seorang seniman total, saya tidak masalah. Yang jelas, setidaknya saya harus tetap berproses kreatif dan menjalankan passion sebagai pelaku seni seumur hidup saya,” pungkasnya.

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Agus Nantika, Mural, dan Canvas Beton: Tidak Asal Coret, Tapi Kalau Ada Panggilan, Ia Siap Mencoret
Garas Prahmantara dan Kawan-kawan Melukis Tempat Sampah di Denpasar Festival 2024, Jadi Live Mural yang Mengesankan
Khoirurisma Agustin: Ia Atlet Wushu, Sekolah Tata Busana, Ia Muslim, Kuliah Bahasa Bali
Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar
Tags: gamelan baligong sulingISI Denpasarkarawitan baliKesenian Gambuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur Taksu Agung

Next Post

Tumpek Wayang, Puncak Yoga Penuh Anugerah

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails
Next Post
Dodol Satuh : Memaknai Lebih Dalam Hari Suci Galungan

Tumpek Wayang, Puncak Yoga Penuh Anugerah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?
Esai

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber...

by Dede Putra Wiguna
June 8, 2026
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat
Ulas Rupa

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

by Made Chandra
June 8, 2026
Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua
Panggung

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti...

by Nyoman Budarsana
June 7, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman
Cerpen

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala
Esai

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co