27 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bayu Apriana dan “Askara Urip”: Jati Diri Gong Suling dan Pola Musikal Gambuh Khas Padang Aji

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 17, 2025
in Persona
Bayu Apriana dan “Askara Urip”: Jati Diri Gong Suling dan Pola Musikal Gambuh Khas Padang Aji

I Komang Bayu Apriana (depan tengah) menyajikan “Askara Urip” | Foto: dok. Risky Darma Putra

LANTUNAN gamelan gong suling yang ngulangunin (menyejukkan hati) itu berkumandang di Gedung Natya Mandala, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kala itu tengah berlangsung Ujian Tugas Akhir ISI Denpasar. Salah satu mahasiswa yang tampil pada malam itu adalah I Komang Bayu Apriana.

Pemuda yang akrab disapa Komang Bayu itu memainkan suling gede dan suling petit (suling Bali berukuran kecil), ia juga sekaligus ngugalin–menjadi pemimpin yang memandu alur garapan itu. Karyanya itu berjudul “Askara Urip”, yang berasal dari kata ‘askara’ berarti ‘sinar’ dan ‘kahuripan’ berarti ‘kehidupan’. Jadi, “Askara Urip” adalah cahaya kehidupan yang merujuk kepada matahari sebagai sumber energi bagi setiap kehidupan di bumi, serta pesona keindahan yang terpancar dari cahaya tersebut.

Dalam proses penciptaan karya dan penyajian garapan “Askara Urip” ini, Komang Bayu menggandeng Poleng Art Community sebagai mitra kolaboratif dalam pelaksanaan tugas akhirnya. Hal ini sejalan dengan program Proyek Independen dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dijalankan oleh mahasiswa ISI Denpasar. Karya yang telah digarapnya sedari Oktober 2024 ini, sukses dipentaskan perdana tepat pukul 19.00 Wita, pada tanggal 10 Januari 2025 di Gedung Natya Mandala, ISI Denpasar.

 

I Komang Bayu Apriana (kiri baju hitam) || Foto: dok. Risky Darma Putra

Pementasan Garapan Karawitan Inovatif “Askara Urip” oleh I Komang Bayu Apriana | Foto: dok. Risky Darma Putra

Pemuda yang lahir pada 23 April 2003 itu mengaku terilhami dengan ide atau konsep tersebut ketika ia melihat keindahan cahaya matahari. “Saya melihat fungsi serta peranan dari matahari sebagai sumber cahaya kehidupan. Jadi saya memandang matahari itu sangat menarik, ia terbit dari timur ke barat. Kebetulan saya sebagai orang Karangasem–berada di ujung timur pulau Bali. Jadi, menyaksikan matahari terbit adalah keseharian saya.”

Alih-alih menggunakan barungan gong kebyar, semar pegulingan, ataupun barungan gamelan yang lainnya. Komang Bayu justru memilih menyajikan garapannya menggunakan barungan gong suling. Dan ia adalah satu-satunya mahasiswa yang menampilkan garapan gong suling pada malam itu.

“Menurut saya gong suling itu sangat menarik, dan setahu saya belum digunakan oleh rekan-rekan penampil yang lain. Kebetulan skill atau keahlian saya adalah bermain suling. Jadi, selain membawakan sesuatu yang berbeda, saya juga ingin menunjukkan kepiawaian saya dalam bermain suling,” jelas calon sarjana seni itu.

Dalam garapan yang manis nan apik tersebut, instrumen yang digunakan terdiri dari, suling gede, suling petit, kendang krumpung, ceng-ceng ricik, kajar trenteng, kajar kelentit, gong pulu, gentorag, klenang, dan tawa-tawa. Selain itu, terdapat pula penambahan instrumen tradisional Selepita–yang ada di dalam barungan gamelan pegambuhan khas Padang Aji, serta olah vokal gerong sebagai pelengkap.

Beberapa penabuh dari Poleng Art Community saat memainkan kendang krumpung dan instrumen Selepita (khas Padang Aji, Karangasem) | Foto: dok. Risky Darma Putra

Komang Bayu menuturkan, dalam garapan “Askara Urip” ini, ia mengaitkan kearifan lokal yang ada di daerah asalnya, yaitu kesenian Gambuh khas Padang Aji, Karangasem. Pola-pola musikal dari barungan gong suling yang ditampilkannya juga beberapa mengadopsi pola-pola dari gamelan pegambuhan khas Padang Aji.

“Dari karya “Askara Urip” ini, saya berkeinginan untuk menggali, mengembangkan, serta melestarikan kearifan lokal yang ada di Padang Aji, dengan membuat karya komposisi karawitan inovatif yang berpijak dari kesenian tradisi gambuh dengan harapan kesenian ini tetap ajeg dan lestari sepanjang waktu. Serta memberikan tawaran baru pada komposisi seni karawitan inovatif di Bali,” ungkap Komang Bayu.

Pementasan Garapan Karawitan Inovatif “Askara Urip” oleh I Komang Bayu Apriana | Foto: dok. Risky Darma Putra

Setiap proses kreatif tentu akan selalu menghadapi berbagai tantangan. Begitu pula dengan yang dialami oleh Komang Bayu. Ia menjelaskan, tantangan yang pasti selalu ditemui adalah kesulitan mengatur waktu. Terlebih lagi para penabuh pendukungnya memiliki kesibukan masing-masing, ada yang sekolah dan ada pula yang bekerja di kota. Jadi, perihal waktu senantiasa menjadi masalah utama dalam perjalanannya.

Selain itu, ketika proses penggarapan, tantangan yang dihadapi olehnya adalah kebingungan merealisasikan atau menuangkan ide ke dalam sajian gending karawitan inovatif, khususnya dalam hal ini gong suling.

“Awalnya agak bingung menuangkan ide. Terutama ketika menentukan struktur, cerita atau pesan dari setiap bagian, serta pola-pola yang akan digunakan menjadi tantangan yang berat dalam menggarap karya ini,” jelasnya.

Ekspresi lega, senang, dan bangga tak bisa dibendung dari wajahnya. Ia amat merasa senang dan bangga bisa menampilkan karyanya dalam Ujian Tugas Akhir malam itu, “tentunya ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, karena bisa mengangkat kearifan lokal dari desa saya dalam karya seni “Askara Urip” ini. Intinya, bangga bisa menampilkan garapan di ISI Denpasar.”

“Karena saya mendalami seni, terutama karawitan. Saya berharap ilmu saya bisa berguna untuk pribadi dan di masyarakat nantinya. Kalaupun saya tidak menjadi seorang seniman total, saya tidak masalah. Yang jelas, setidaknya saya harus tetap berproses kreatif dan menjalankan passion sebagai pelaku seni seumur hidup saya,” pungkasnya.

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Agus Nantika, Mural, dan Canvas Beton: Tidak Asal Coret, Tapi Kalau Ada Panggilan, Ia Siap Mencoret
Garas Prahmantara dan Kawan-kawan Melukis Tempat Sampah di Denpasar Festival 2024, Jadi Live Mural yang Mengesankan
Khoirurisma Agustin: Ia Atlet Wushu, Sekolah Tata Busana, Ia Muslim, Kuliah Bahasa Bali
Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar
Tags: gamelan baligong sulingISI Denpasarkarawitan baliKesenian Gambuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur Taksu Agung

Next Post

Tumpek Wayang, Puncak Yoga Penuh Anugerah

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails
Next Post
Dodol Satuh : Memaknai Lebih Dalam Hari Suci Galungan

Tumpek Wayang, Puncak Yoga Penuh Anugerah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co