24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Serombotan: “Sirna atau Bertahan”

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
January 5, 2025
in Esai
Obrolan Serombotan: “Sirna atau Bertahan”

Foto ilustrasi: Darma Permana

SETELAH lama berdinamika di Kota Denpasar, diri ini akhirnya dapat menikmati suasana pulang kampung ke Klungkung.

Bermodalkan tekad untuk healing awal tahun, sarira langsung menuju ke warung lokal bertagline “Mek Man”. Berdiameter kecil berlokasi dekat bencingah, warung ini ternyata masih berdiri kokoh dengan kesetiaannya menjajakan makanan-makanan tradisional. Salah satunya adalah makanan khas Klungkung yang bernama “serombotan”.

Daya tarik cita rasa serombotan khas Klungkung memang tiada tandingan. Dengan isi berupa campuran berbagai macam sayuran, ditimpali bumbu parutan kelapa serta kacang-kacangan, membuat lidah bergoyang-goyang tak tertahankan. Tanpa berpikir panjang, diri langsung memesan satu porsi tipat serombotan. Tak lupa juga ditimpali es rujak khas Klungkungsebagai teman minuman yang rasanya sangat menyegarkan. 

“Sabar dulu nggih, Dik, niki Mek Man masih menyiapkan pesanan bapak-bapak disana,” ujar Mek Man sambil mengulek bumbu makanan.

Ternyata benar, di bangku warung sudah terdapat 4 orang bapak yang sedang menunggu pesanannya datang. Dengan kopi serta bungkusan rempeyek di tangan, mereka imbangi dengan berdialog satu sama lain. Saking asiknya obrolan bapak-bapak tersebut, turut menarik diri ini juga hanyut di dalamnya.

1. Petani akan Sirna atau Bertahan?

Bapak 1: “Aduhhh semakin lacur (miskin) saja jadi petani di zaman sekarang.”

Bapak 2: “Ya mau gimana lagi, Pak, lahan persawahan semakin sempit, harga barang pokok kian menjepit, ya petani jadi makin terhimpit.”  

Bapak 3: “Belum lagi anak muda zaman sekarang ga ada yang mau jadi petani, Pak. Dibandingkan bertani, tentu mereka akan lebih memilih pekerjaan pasti.”

Bapak 4: “Jika dipikir-pikir, akan masih bertahan je ya pekerjaan petani di masa yang akan datang?”

Dari sisi data faktual dan aktual, apa yang menjadi topik obrolan dari bapak-bapak tersebut memang benar adanya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2011, jumlah anak muda yang bergelut di bidang pertanian mencapai angka 29,18%. Angka tersebut kemudian merosot tajam di angka 19,18% pada tahun 2021. Penurunan angka tersebut menjadi refleksi rendahnya minat anak muda untuk bekerja sebagai petani.

Alasan yang dikemukakan oleh bapak- bapak tersebut juga dapat diterima. Jurnal Manajemen Agribisnis di tahun 2023 pernah mencatat bahwa salah satu faktor penentu menurunnya minat anak muda bergelut di sektor pertanian adalah citra penghasilan yang belum positif. Pertanian dianggap sebagai ladang yang tidak prestisius untuk menjamin kompensasi kehidupan di hari tua. Terlebih dengan era disrupsi saat ini, anak muda akan lebih memilih bekerja di subkultur teknologi dan informasi yang dianggap lebih menjanjikan. Tanpa kepedulian akan nasib kesejahteraan petani, hal ini bisa saja menjadi ancaman timbulnya krisis petani. Dari semua penjelasan tersebut, apakah mungkin suatu saat petani akan hilang?

***

2. Keasrian Bali akan Sirna atau Bertahan?

Bapak 1: “Prediksi tiang (saya) kayakne bakal hilang. Orang tanah-tanah persawahan liunan adepe (kebanyakan dijual). Gimana penerus mau ada jadi petani?”

Bapak 2: “Betul, Pak, dini-ditu (dimana-mana) pembangunan masif. Dibandingkan menanam padi, zaman jani (sekarang) liunan anak lebih memilih (kebanyakan) menanam beton.”

Bapak 3: “Sesungguhnya itu pertanda keasrian Bali sudah mekere (akan) hilang, Pak. Gumatap– gumatip (binatang kecil-kecil) sudah tidak terdengar, bumi semakin panas, punyan-punyanan (pohon-pohonan) kena enteb (ditebang).”

Bapak 4: “Mimih Dewa Ratu, apa je kar jadine (akan jadinya) jak (dengan) Bumi Bali ke depannya nah.”

Berdasarkan sisi empiris, apa yang dikemukakan oleh bapak-bapak tersebut juga benar adanya. Lahan-lahan hijau di daerah persawahan maupun perbukitan yang menghiasi Bali kian menipis dari hari ke hari. Giatnya pembangunan serta alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini pun pada akhirnya berimbas pada banyaknya pohon-pohon serta kawasan hijau yang bertransformasi menjadi bangunan-bangunan.

Sejak saat itu, tidak terlihat lagi capung, bunyi enggung (kodok), serta kelap-kelipnya kunang-kunang di malam hari. Di samping habitatnya dirampas, suara mereka juga kalah oleh suara musik DJ dan suara bising lainnya yang ditimbulkan oleh manusia. Apabila semua ini terus dibiarkan, tanpa regulasi dan perhatian serius kepada alam, apakah benar keasrian Bali akan jadi tinggal kenangan?

***

3. Pariwisata Bali akan Hilang?

Bapak 1: “Lah Bapak tidak mendengar berita? Bali bahkan masuk ke dalam destinasi wisata yang tidak layak dikunjungi. Itu dah akibat keasrian dan kenyamanan Bali dipertanyakan.”

Bapak 2: “Betul Pak, apalagi keamanan Bali juga semakin memprihatinkan. Berita motor pisage (teman) hilang, rampok, begal, saling antem (pukul) di jalanan, seperti jadi makanan sehari-hari.”

Bapak 3: “Ah itu baru seberapa, Pak, masalah sampah juga sing pragat–pragat (tidak selesai-selesai). Belum lagi di kota sekarang, jalanane macet sing kodag-kodag (tidak tertahankan).”

Bapak 4: “Jika dipikir-pikir lagi dengan semua keadaan itu, masih seken-seken (baik-baik) je ya dikelola Pariwisata Bali? Pariwisata yang katanya berbasis budaya, ditimpali alam Bali yang indah dan juga asri”

Berdasarkan obrolan tersebut, bisa tercermin skeptisme bapak-bapak terkait hilangnya Taksu Bali yang aman, tentram, dan nyaman. Sebagai penguat, data dari BPS pernah mencatat kenaikan tingkat kriminalitas dalam beberapa tahun terakhir di Pulau Bali. Lonjakan terjadi pada tahun 2023, dimana BPS mencatat ada 10.889 kasus, dibandingkan tahun 2022 yang mencatat 3.945 kasus.

Lebih lanjut, permasalahan sampah juga menjadi tantangan pelik yang mesti dihadapi oleh Pulau Bali. Terbakarnya beberapa TPA/TPS, serta mulai masifnya timbul banjir di beberapa titik menjadi refleksi nyata dari dampak permasalahan sampah yang belum usai. Isu kenyamanan juga diperparah dengan timbulnya kemacetan di beberapa titik yang disinyalir akibat over tourism. Jadi apakah mungkin kriteria Bali sebagai destinasi wisata yang tak layak dikunjungi itu sesuatu yang layak?

***

Bapak 1: “Jika berkaitan dengan Pariwisata, ya sudah pasti itu akan….”

“Beh jaen sajan (enak sekali) bapak-bapak niki ngorte (ngobrol). Sudahi dumun (dulu), niki ajengannya (makanannya) sudah tiba,”potong Mek Man sambil membawakan pesanan.

Kedatangan Mek Man dengan membawa pesanan menjadi penutup obrolan intens bapak-bapak tersebut. Topik obrolan yang dilihat dari kulit luar semacam tercampur-campur dari berbagai macam bahan, namun sesungguhnya teraduk dan menyatu menjadi satu kesatuan keresahan. Obrolan yang diri ini ibaratkan bak adonan tipat serombotan dari Mek Man yang sedang diulek. Memiliki cita rasa khas yang pedas, namun tetap bisa dinikmati dengan penuh kenikmatan. [T]


BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

Anak Desa Ogah Balik ke Desa?
Kepemimpinan “Punyan”
FGD Ibu-ibu Kantin: Hujan, Cuaca Buruk atau Berkah?
Merenungi Ajian “Tri Samaya” Lewat Film “Sekawan Limo”
Menikmati Pasang-Surut Dinamika Hidup — Renungan dari Pantai Sanur
Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
“Melajah Kalah”
Tags: balipariwisata baliSerombotan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Silent Tourism”: Berwisata dalam Kesenyapan

Next Post

Tanda-tanda * dalam Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tanda-tanda * dalam Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

Tanda-tanda * dalam Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co