2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kepemimpinan “Punyan”

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
December 23, 2024
in Esai
Kepemimpinan “Punyan”

Gambar pertumbuhan Pohon Mangga dari bibit (kiri) ke pohon yang besar (kanan)

“Bli Dewa di antara semua prinsip kepemimpinan, yang mana cocok untuk orang kecil?”

SEPERTI itulah untaian pertanyaan dari seorang adik tingkat kepada saya kemarin malam. Dengan gelagat mata yang sudah menunjukkan kadar 5 watt habis berkegiatan, dengan sopan saya memohon izin untuk menunda menjawab pertanyaan tersebut hingga esok pagi. Terlebih lagi, pertanyaan tersebut mungkin lebih elok untuk dijawab ketika keadaan otak dan jiwa sudah berada dalam kondisi terbaiknya.

Di pagi dini hari, saya tiba-tiba memperoleh mimpi yang cukup mencengangkan. Terekam dengan jelas, di mana badan saya semacam dililit dan ditarik, serta tiba-tiba diangkat oleh sesuatu. Dengan perasaan takut, mata ini kemudian diperlihatkan sesuatu yang begitu besar dan tampak bersinar. Substansi yang pada akhirnya mampu mengubah rasa dalam diri yang awalnya diliputi oleh ketakutan, berubah menjadi rasa penuh kekaguman.

“Puih jeg gede lan menyala sajan punyane ne! (Wow, besar dan bersinar sekali pohon ini!)”

Ternyata, substansi yang melilit dan menarik badan ini berasal dari akar pohon yang berukuran sangat besar. Selain ukurannya yang menakjubkan, pohon tersebut juga mampu memancarkan cahaya yang berkilauan. Cahaya tersebut terpancar dari seluruh bagian tubuhnya. Baik melalui batang yang besar, dahan dan ranting yang tumbuh berkelok ke kanan maupun ke kiri, serta daunnya yang juga menampakkan unsur kerindangan.

Belum habis menikmati keindahan mimpi tersebut, saya malah terbangun akibat bunyi alarm yang menggelegar. Meskipun demikian, punyan gede (pohon besar) yang baru saja terlihat dalam mimpi masih saja terbayang -bayang di dalam sanubari. Mimpi yang bagi saya bukanlah sekedar mimpi biasa, namun bisa jadi memiliki makna intrinsik dan pesan tersembunyi yang terkandung di dalamnya.

Lama merenungi akan makna mimpi tentang punyan, tiba-tiba munculah sebuah notifikasi dari layar handphone. Sebuah pesan hadir dari adik tingkat kemarin yang menanyakan kembali pertanyaan serupa.

“Bagaimana Bli? Apakah sudah ketemu jawaban tentang prinsip kepemimpinan yang saya tanyakan kemarin?”

Dengan kondisi jiwa yang masih mengumpulkan nyawa, Buddhi sontak bergejolak dan tiba – tiba menghubungkannya dengan mimpi yang baru saja terjadi. Melalui perantara jari jemari tangan, dengan tegas seuntai kalimat jawaban akhirnya terketik:

“Jawabannya bisa jadi adalah ‘Punyan’ dik.”.

1. Lahir dari benih yang kecil

Setiap pohon besar di dunia ini tumbuh dari benih yang kecil. Baik itu pohon kelapa, pohon beringin, maupun pohon mangga yang besar semua tumbuh berawal dari sebutir biji yang bertumbuh. Filosofi inilah yang bisa dijadikan pedoman oleh calon-calon pemimpin hari ini. Anggapan kecil, minoritas, dan termarjinalkan harus bisa ditepikan dan mulai memupuk diri agar mampu menjadi pribadi yang besar.

Terlebih lagi secara historis, sudah terbukti banyak pemimpin besar di dunia yang lahir dari seseorang yang awalnya dicap kecil dan dipandang sebelah mata. Namun yang perlu juga diperhatikan oleh benih agar bisa berkembang menjadi pohon yang besar adalah usaha, pemupukan, dan lingkungan yang memadai. Jadi, kalau ingin menjadi sossosok pemimpin yang besar, perhatikan juga usaha, pemupukan diri, dan lingkungan sekitar sebagai tempat bertumbuh.

2. Tumbuh juga perlu ke bawah

Di balik bentangan batang yang besar, ranting yang panjang, serta daun yang lebat, pohon yang besar juga perlu memperhatikan akar yang mampu bertumbuh secara konsisten di dalam tanah. Akar biasanya bertumbuh ke bawah, menyelami ibu pertiwi, hingga mampu menopang bagian atas pohon untuk terus bertumbuh dan berkembang. Bisa dikatakan, akarlah yang menjadi pondasi untuk sebuah benih berubah menjadi pohon yang besar. Begitu juga layaknya insan yang ingin menjadi sosok pemimpin.

Di balik gempitanya pertumbuhan ke atas dengan segala macam keberhasilan dan kemenangan yang penuh pujian, seseorang juga perlu menghadapi pertumbuhan ke bawah dengan segala konsekuensi kepahitan, kekalahan, dan juga kegagalan yang menyakitkan. Seseorang yang berkenan bangkit dan menerima pertumbuhan ke bawah layaknya akar, disanalah ia secara tidak langsung juga bertumbuh ke atas untuk menjadi seorang pemimpin yang agung.

3. Jangan terlalu lurus!

Pohon yang mampu memayungi adalah ia yang memiliki liukan batang dan ranting menuju ke segala arah. Dengan demikian, daun yang lebat akan mampu bertumbuh secara subur serta mampu memayungi makhluk hidup yang berteduh di bawahnya. Selain itu, Rsi Canakya sebagai guru besar Raja Candragupta Maurya dalam Niti Sastra juga pernah mengemukakan, pohon yang memiliki batang dan ranting yang terlalu lurus cenderung ditebang, serta pohon-pohon yang memiliki batang dan ranting bengkok atau berkelok-kelok cenderung dibiarkan hidup.

Filosofi jangan terlalu lurus ini juga bisa menjadi pedoman oleh calon – calon pemimpin hari ini. Dimana dalam meraih mimpi untuk menjadi pemimpin yang besar, menjadi pribadi yang tidak terlalu lurus serta mampu bertumbuh ke berbagai bidang juga diperlukan agar mampu memayungi berbagai karakter anggota atau masyarakat kedepannya.

4. Sayatan terkadang juga diperlukan

Satu hal yang menarik di balik rahasia pertumbuhan pohon mangga yang menghasilkan buah melimpah adalah perlunya sayatan pada batangnya. Dari sisi biologis, zat hara dan sari makanan dari daun biasanya dikembalikan ke tanah melalui media bagian luar lapisan batang.

Oleh karena itu, sayatan terkadang diperlukan agar zat hara dan sari makanan tidak langsung mengalir ke dalam tanah, namun mampu bertransformasi menghasilkan bunga dan buah yang lezat. Begitu juga apabila seorang pemimpin ingin meninggalkan legacy baik dan mencapai sesuatu yang besar. Terkadang cobaan, hinaan, fitnah yang terkadang menyayat hati serta perasaan perlu diterima untuk memperoleh buah yang lebat dan manis di kemudian hari.

5. Semakin tinggi, Semakin rawan!

Saat musim hujan, pohon tinggilah yang berpotensi lebih besar untuk tersambar petir. Begitu juga saat ada badai, pohon besarlah yang pertama kali mesti berkenan menahan terjangan angin. Dibalik agungnya sebuah pohon yang tinggi, tersimpan juga potensi lebih besar untuk menerima ancaman dan tantangan. Begitu juga apabila filosofi tersebut dikaitkan dengan menjadi seorang pemimpin.

Sebagai seorang kepala, sudah menjadi kewajiban apabila muara dampak dari kesalahan, kekurangan, ancaman, dan rintangan yang ada pada organisasi atau instansi akan berakhir di seorang pemimpin. Disinilah keuletan dan kekokohan pemimpin akan diuji. Apabila gagal dan tak kuat menahan terjangan petir dan badai tersebut, konsekuensi tumbang juga harus siap diterima. Namun sebaliknya jika berhasil menerima terjangan petir atau badai, semakin tinggi dan besarlah ia akan dapat bertumbuh.  

Kembali lagi ke percakapan dengan adik tingkat, lima poin di atas bisa menjadi bahan saya untuk menjawab, apabila ia menanyakan kembali kenapa jawaban yang diberikan adalah “Punyan”.

Lebih daripada itu, jika mau digali dan dikuliti lebih dalam, sesungguhnya pohon bisa saja memberikan prinsip kepemimpinan yang lebih banyak, serta bahkan falsafah kehidupan yang lebih luas.

Namun jika dipikir-pikir, apabila di masa depan pohon – pohon besar sudah tidak ada lagi karena habis ditebang dan bertransformasi menjadi bangunan, apakah prinsip kepemimpinan ini masih relevan? Benar saja beberapa menit kemudian, adik kelas tersebut kembali mengetik dan bertanya:

“Kok bisa Punyan? Apa hubungannya punyan dan kepemimpinan Bli?” [T]


BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

FGD Ibu-ibu Kantin: Hujan, Cuaca Buruk atau Berkah?
Merenungi Ajian “Tri Samaya” Lewat Film “Sekawan Limo”
Menikmati Pasang-Surut Dinamika Hidup — Renungan dari Pantai Sanur
Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
“Melajah Kalah”
Tags: kepemimpinanpemimpinpemimpin balipohonrenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meramal  Wujud Arsitektur di Bali pada Masa yang Akan Datang

Next Post

Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co