22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kepemimpinan “Punyan”

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
December 23, 2024
in Esai
Kepemimpinan “Punyan”

Gambar pertumbuhan Pohon Mangga dari bibit (kiri) ke pohon yang besar (kanan)

“Bli Dewa di antara semua prinsip kepemimpinan, yang mana cocok untuk orang kecil?”

SEPERTI itulah untaian pertanyaan dari seorang adik tingkat kepada saya kemarin malam. Dengan gelagat mata yang sudah menunjukkan kadar 5 watt habis berkegiatan, dengan sopan saya memohon izin untuk menunda menjawab pertanyaan tersebut hingga esok pagi. Terlebih lagi, pertanyaan tersebut mungkin lebih elok untuk dijawab ketika keadaan otak dan jiwa sudah berada dalam kondisi terbaiknya.

Di pagi dini hari, saya tiba-tiba memperoleh mimpi yang cukup mencengangkan. Terekam dengan jelas, di mana badan saya semacam dililit dan ditarik, serta tiba-tiba diangkat oleh sesuatu. Dengan perasaan takut, mata ini kemudian diperlihatkan sesuatu yang begitu besar dan tampak bersinar. Substansi yang pada akhirnya mampu mengubah rasa dalam diri yang awalnya diliputi oleh ketakutan, berubah menjadi rasa penuh kekaguman.

“Puih jeg gede lan menyala sajan punyane ne! (Wow, besar dan bersinar sekali pohon ini!)”

Ternyata, substansi yang melilit dan menarik badan ini berasal dari akar pohon yang berukuran sangat besar. Selain ukurannya yang menakjubkan, pohon tersebut juga mampu memancarkan cahaya yang berkilauan. Cahaya tersebut terpancar dari seluruh bagian tubuhnya. Baik melalui batang yang besar, dahan dan ranting yang tumbuh berkelok ke kanan maupun ke kiri, serta daunnya yang juga menampakkan unsur kerindangan.

Belum habis menikmati keindahan mimpi tersebut, saya malah terbangun akibat bunyi alarm yang menggelegar. Meskipun demikian, punyan gede (pohon besar) yang baru saja terlihat dalam mimpi masih saja terbayang -bayang di dalam sanubari. Mimpi yang bagi saya bukanlah sekedar mimpi biasa, namun bisa jadi memiliki makna intrinsik dan pesan tersembunyi yang terkandung di dalamnya.

Lama merenungi akan makna mimpi tentang punyan, tiba-tiba munculah sebuah notifikasi dari layar handphone. Sebuah pesan hadir dari adik tingkat kemarin yang menanyakan kembali pertanyaan serupa.

“Bagaimana Bli? Apakah sudah ketemu jawaban tentang prinsip kepemimpinan yang saya tanyakan kemarin?”

Dengan kondisi jiwa yang masih mengumpulkan nyawa, Buddhi sontak bergejolak dan tiba – tiba menghubungkannya dengan mimpi yang baru saja terjadi. Melalui perantara jari jemari tangan, dengan tegas seuntai kalimat jawaban akhirnya terketik:

“Jawabannya bisa jadi adalah ‘Punyan’ dik.”.

1. Lahir dari benih yang kecil

Setiap pohon besar di dunia ini tumbuh dari benih yang kecil. Baik itu pohon kelapa, pohon beringin, maupun pohon mangga yang besar semua tumbuh berawal dari sebutir biji yang bertumbuh. Filosofi inilah yang bisa dijadikan pedoman oleh calon-calon pemimpin hari ini. Anggapan kecil, minoritas, dan termarjinalkan harus bisa ditepikan dan mulai memupuk diri agar mampu menjadi pribadi yang besar.

Terlebih lagi secara historis, sudah terbukti banyak pemimpin besar di dunia yang lahir dari seseorang yang awalnya dicap kecil dan dipandang sebelah mata. Namun yang perlu juga diperhatikan oleh benih agar bisa berkembang menjadi pohon yang besar adalah usaha, pemupukan, dan lingkungan yang memadai. Jadi, kalau ingin menjadi sossosok pemimpin yang besar, perhatikan juga usaha, pemupukan diri, dan lingkungan sekitar sebagai tempat bertumbuh.

2. Tumbuh juga perlu ke bawah

Di balik bentangan batang yang besar, ranting yang panjang, serta daun yang lebat, pohon yang besar juga perlu memperhatikan akar yang mampu bertumbuh secara konsisten di dalam tanah. Akar biasanya bertumbuh ke bawah, menyelami ibu pertiwi, hingga mampu menopang bagian atas pohon untuk terus bertumbuh dan berkembang. Bisa dikatakan, akarlah yang menjadi pondasi untuk sebuah benih berubah menjadi pohon yang besar. Begitu juga layaknya insan yang ingin menjadi sosok pemimpin.

Di balik gempitanya pertumbuhan ke atas dengan segala macam keberhasilan dan kemenangan yang penuh pujian, seseorang juga perlu menghadapi pertumbuhan ke bawah dengan segala konsekuensi kepahitan, kekalahan, dan juga kegagalan yang menyakitkan. Seseorang yang berkenan bangkit dan menerima pertumbuhan ke bawah layaknya akar, disanalah ia secara tidak langsung juga bertumbuh ke atas untuk menjadi seorang pemimpin yang agung.

3. Jangan terlalu lurus!

Pohon yang mampu memayungi adalah ia yang memiliki liukan batang dan ranting menuju ke segala arah. Dengan demikian, daun yang lebat akan mampu bertumbuh secara subur serta mampu memayungi makhluk hidup yang berteduh di bawahnya. Selain itu, Rsi Canakya sebagai guru besar Raja Candragupta Maurya dalam Niti Sastra juga pernah mengemukakan, pohon yang memiliki batang dan ranting yang terlalu lurus cenderung ditebang, serta pohon-pohon yang memiliki batang dan ranting bengkok atau berkelok-kelok cenderung dibiarkan hidup.

Filosofi jangan terlalu lurus ini juga bisa menjadi pedoman oleh calon – calon pemimpin hari ini. Dimana dalam meraih mimpi untuk menjadi pemimpin yang besar, menjadi pribadi yang tidak terlalu lurus serta mampu bertumbuh ke berbagai bidang juga diperlukan agar mampu memayungi berbagai karakter anggota atau masyarakat kedepannya.

4. Sayatan terkadang juga diperlukan

Satu hal yang menarik di balik rahasia pertumbuhan pohon mangga yang menghasilkan buah melimpah adalah perlunya sayatan pada batangnya. Dari sisi biologis, zat hara dan sari makanan dari daun biasanya dikembalikan ke tanah melalui media bagian luar lapisan batang.

Oleh karena itu, sayatan terkadang diperlukan agar zat hara dan sari makanan tidak langsung mengalir ke dalam tanah, namun mampu bertransformasi menghasilkan bunga dan buah yang lezat. Begitu juga apabila seorang pemimpin ingin meninggalkan legacy baik dan mencapai sesuatu yang besar. Terkadang cobaan, hinaan, fitnah yang terkadang menyayat hati serta perasaan perlu diterima untuk memperoleh buah yang lebat dan manis di kemudian hari.

5. Semakin tinggi, Semakin rawan!

Saat musim hujan, pohon tinggilah yang berpotensi lebih besar untuk tersambar petir. Begitu juga saat ada badai, pohon besarlah yang pertama kali mesti berkenan menahan terjangan angin. Dibalik agungnya sebuah pohon yang tinggi, tersimpan juga potensi lebih besar untuk menerima ancaman dan tantangan. Begitu juga apabila filosofi tersebut dikaitkan dengan menjadi seorang pemimpin.

Sebagai seorang kepala, sudah menjadi kewajiban apabila muara dampak dari kesalahan, kekurangan, ancaman, dan rintangan yang ada pada organisasi atau instansi akan berakhir di seorang pemimpin. Disinilah keuletan dan kekokohan pemimpin akan diuji. Apabila gagal dan tak kuat menahan terjangan petir dan badai tersebut, konsekuensi tumbang juga harus siap diterima. Namun sebaliknya jika berhasil menerima terjangan petir atau badai, semakin tinggi dan besarlah ia akan dapat bertumbuh.  

Kembali lagi ke percakapan dengan adik tingkat, lima poin di atas bisa menjadi bahan saya untuk menjawab, apabila ia menanyakan kembali kenapa jawaban yang diberikan adalah “Punyan”.

Lebih daripada itu, jika mau digali dan dikuliti lebih dalam, sesungguhnya pohon bisa saja memberikan prinsip kepemimpinan yang lebih banyak, serta bahkan falsafah kehidupan yang lebih luas.

Namun jika dipikir-pikir, apabila di masa depan pohon – pohon besar sudah tidak ada lagi karena habis ditebang dan bertransformasi menjadi bangunan, apakah prinsip kepemimpinan ini masih relevan? Benar saja beberapa menit kemudian, adik kelas tersebut kembali mengetik dan bertanya:

“Kok bisa Punyan? Apa hubungannya punyan dan kepemimpinan Bli?” [T]


BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

FGD Ibu-ibu Kantin: Hujan, Cuaca Buruk atau Berkah?
Merenungi Ajian “Tri Samaya” Lewat Film “Sekawan Limo”
Menikmati Pasang-Surut Dinamika Hidup — Renungan dari Pantai Sanur
Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
“Melajah Kalah”
Tags: kepemimpinanpemimpinpemimpin balipohonrenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meramal  Wujud Arsitektur di Bali pada Masa yang Akan Datang

Next Post

Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co