12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kepemimpinan “Punyan”

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
December 23, 2024
in Esai
Kepemimpinan “Punyan”

Gambar pertumbuhan Pohon Mangga dari bibit (kiri) ke pohon yang besar (kanan)

“Bli Dewa di antara semua prinsip kepemimpinan, yang mana cocok untuk orang kecil?”

SEPERTI itulah untaian pertanyaan dari seorang adik tingkat kepada saya kemarin malam. Dengan gelagat mata yang sudah menunjukkan kadar 5 watt habis berkegiatan, dengan sopan saya memohon izin untuk menunda menjawab pertanyaan tersebut hingga esok pagi. Terlebih lagi, pertanyaan tersebut mungkin lebih elok untuk dijawab ketika keadaan otak dan jiwa sudah berada dalam kondisi terbaiknya.

Di pagi dini hari, saya tiba-tiba memperoleh mimpi yang cukup mencengangkan. Terekam dengan jelas, di mana badan saya semacam dililit dan ditarik, serta tiba-tiba diangkat oleh sesuatu. Dengan perasaan takut, mata ini kemudian diperlihatkan sesuatu yang begitu besar dan tampak bersinar. Substansi yang pada akhirnya mampu mengubah rasa dalam diri yang awalnya diliputi oleh ketakutan, berubah menjadi rasa penuh kekaguman.

“Puih jeg gede lan menyala sajan punyane ne! (Wow, besar dan bersinar sekali pohon ini!)”

Ternyata, substansi yang melilit dan menarik badan ini berasal dari akar pohon yang berukuran sangat besar. Selain ukurannya yang menakjubkan, pohon tersebut juga mampu memancarkan cahaya yang berkilauan. Cahaya tersebut terpancar dari seluruh bagian tubuhnya. Baik melalui batang yang besar, dahan dan ranting yang tumbuh berkelok ke kanan maupun ke kiri, serta daunnya yang juga menampakkan unsur kerindangan.

Belum habis menikmati keindahan mimpi tersebut, saya malah terbangun akibat bunyi alarm yang menggelegar. Meskipun demikian, punyan gede (pohon besar) yang baru saja terlihat dalam mimpi masih saja terbayang -bayang di dalam sanubari. Mimpi yang bagi saya bukanlah sekedar mimpi biasa, namun bisa jadi memiliki makna intrinsik dan pesan tersembunyi yang terkandung di dalamnya.

Lama merenungi akan makna mimpi tentang punyan, tiba-tiba munculah sebuah notifikasi dari layar handphone. Sebuah pesan hadir dari adik tingkat kemarin yang menanyakan kembali pertanyaan serupa.

“Bagaimana Bli? Apakah sudah ketemu jawaban tentang prinsip kepemimpinan yang saya tanyakan kemarin?”

Dengan kondisi jiwa yang masih mengumpulkan nyawa, Buddhi sontak bergejolak dan tiba – tiba menghubungkannya dengan mimpi yang baru saja terjadi. Melalui perantara jari jemari tangan, dengan tegas seuntai kalimat jawaban akhirnya terketik:

“Jawabannya bisa jadi adalah ‘Punyan’ dik.”.

1. Lahir dari benih yang kecil

Setiap pohon besar di dunia ini tumbuh dari benih yang kecil. Baik itu pohon kelapa, pohon beringin, maupun pohon mangga yang besar semua tumbuh berawal dari sebutir biji yang bertumbuh. Filosofi inilah yang bisa dijadikan pedoman oleh calon-calon pemimpin hari ini. Anggapan kecil, minoritas, dan termarjinalkan harus bisa ditepikan dan mulai memupuk diri agar mampu menjadi pribadi yang besar.

Terlebih lagi secara historis, sudah terbukti banyak pemimpin besar di dunia yang lahir dari seseorang yang awalnya dicap kecil dan dipandang sebelah mata. Namun yang perlu juga diperhatikan oleh benih agar bisa berkembang menjadi pohon yang besar adalah usaha, pemupukan, dan lingkungan yang memadai. Jadi, kalau ingin menjadi sossosok pemimpin yang besar, perhatikan juga usaha, pemupukan diri, dan lingkungan sekitar sebagai tempat bertumbuh.

2. Tumbuh juga perlu ke bawah

Di balik bentangan batang yang besar, ranting yang panjang, serta daun yang lebat, pohon yang besar juga perlu memperhatikan akar yang mampu bertumbuh secara konsisten di dalam tanah. Akar biasanya bertumbuh ke bawah, menyelami ibu pertiwi, hingga mampu menopang bagian atas pohon untuk terus bertumbuh dan berkembang. Bisa dikatakan, akarlah yang menjadi pondasi untuk sebuah benih berubah menjadi pohon yang besar. Begitu juga layaknya insan yang ingin menjadi sosok pemimpin.

Di balik gempitanya pertumbuhan ke atas dengan segala macam keberhasilan dan kemenangan yang penuh pujian, seseorang juga perlu menghadapi pertumbuhan ke bawah dengan segala konsekuensi kepahitan, kekalahan, dan juga kegagalan yang menyakitkan. Seseorang yang berkenan bangkit dan menerima pertumbuhan ke bawah layaknya akar, disanalah ia secara tidak langsung juga bertumbuh ke atas untuk menjadi seorang pemimpin yang agung.

3. Jangan terlalu lurus!

Pohon yang mampu memayungi adalah ia yang memiliki liukan batang dan ranting menuju ke segala arah. Dengan demikian, daun yang lebat akan mampu bertumbuh secara subur serta mampu memayungi makhluk hidup yang berteduh di bawahnya. Selain itu, Rsi Canakya sebagai guru besar Raja Candragupta Maurya dalam Niti Sastra juga pernah mengemukakan, pohon yang memiliki batang dan ranting yang terlalu lurus cenderung ditebang, serta pohon-pohon yang memiliki batang dan ranting bengkok atau berkelok-kelok cenderung dibiarkan hidup.

Filosofi jangan terlalu lurus ini juga bisa menjadi pedoman oleh calon – calon pemimpin hari ini. Dimana dalam meraih mimpi untuk menjadi pemimpin yang besar, menjadi pribadi yang tidak terlalu lurus serta mampu bertumbuh ke berbagai bidang juga diperlukan agar mampu memayungi berbagai karakter anggota atau masyarakat kedepannya.

4. Sayatan terkadang juga diperlukan

Satu hal yang menarik di balik rahasia pertumbuhan pohon mangga yang menghasilkan buah melimpah adalah perlunya sayatan pada batangnya. Dari sisi biologis, zat hara dan sari makanan dari daun biasanya dikembalikan ke tanah melalui media bagian luar lapisan batang.

Oleh karena itu, sayatan terkadang diperlukan agar zat hara dan sari makanan tidak langsung mengalir ke dalam tanah, namun mampu bertransformasi menghasilkan bunga dan buah yang lezat. Begitu juga apabila seorang pemimpin ingin meninggalkan legacy baik dan mencapai sesuatu yang besar. Terkadang cobaan, hinaan, fitnah yang terkadang menyayat hati serta perasaan perlu diterima untuk memperoleh buah yang lebat dan manis di kemudian hari.

5. Semakin tinggi, Semakin rawan!

Saat musim hujan, pohon tinggilah yang berpotensi lebih besar untuk tersambar petir. Begitu juga saat ada badai, pohon besarlah yang pertama kali mesti berkenan menahan terjangan angin. Dibalik agungnya sebuah pohon yang tinggi, tersimpan juga potensi lebih besar untuk menerima ancaman dan tantangan. Begitu juga apabila filosofi tersebut dikaitkan dengan menjadi seorang pemimpin.

Sebagai seorang kepala, sudah menjadi kewajiban apabila muara dampak dari kesalahan, kekurangan, ancaman, dan rintangan yang ada pada organisasi atau instansi akan berakhir di seorang pemimpin. Disinilah keuletan dan kekokohan pemimpin akan diuji. Apabila gagal dan tak kuat menahan terjangan petir dan badai tersebut, konsekuensi tumbang juga harus siap diterima. Namun sebaliknya jika berhasil menerima terjangan petir atau badai, semakin tinggi dan besarlah ia akan dapat bertumbuh.  

Kembali lagi ke percakapan dengan adik tingkat, lima poin di atas bisa menjadi bahan saya untuk menjawab, apabila ia menanyakan kembali kenapa jawaban yang diberikan adalah “Punyan”.

Lebih daripada itu, jika mau digali dan dikuliti lebih dalam, sesungguhnya pohon bisa saja memberikan prinsip kepemimpinan yang lebih banyak, serta bahkan falsafah kehidupan yang lebih luas.

Namun jika dipikir-pikir, apabila di masa depan pohon – pohon besar sudah tidak ada lagi karena habis ditebang dan bertransformasi menjadi bangunan, apakah prinsip kepemimpinan ini masih relevan? Benar saja beberapa menit kemudian, adik kelas tersebut kembali mengetik dan bertanya:

“Kok bisa Punyan? Apa hubungannya punyan dan kepemimpinan Bli?” [T]


BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

FGD Ibu-ibu Kantin: Hujan, Cuaca Buruk atau Berkah?
Merenungi Ajian “Tri Samaya” Lewat Film “Sekawan Limo”
Menikmati Pasang-Surut Dinamika Hidup — Renungan dari Pantai Sanur
Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
“Melajah Kalah”
Tags: kepemimpinanpemimpinpemimpin balipohonrenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meramal  Wujud Arsitektur di Bali pada Masa yang Akan Datang

Next Post

Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

Kantin Sela Pohon di Kampus Unnes Semarang, Sebuah Space untuk Bernapas dan Berpikir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co