13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setelah Kembang Api Dinyalakan: Baik Nasib, Baik Rezeki | Dari Malam Tahun Baru di Kota Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
January 1, 2025
in Khas
Setelah Kembang Api Dinyalakan: Baik Nasib, Baik Rezeki | Dari Malam Tahun Baru di Kota Singaraja

Menyalakan kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2025 di Kota Singaraja | Foto: tatkala.co

LALU-lalang kendaraan di pintu masuk dekat klenteng itu, tampak santer sejak sore. Satu persatu mereka memarkirkan motor atau mobil di areal pelabuhan tua itu. Ombak menyambut mereka, menderu.

Cuaca cukup bagus di penghujung tahun 2024 ini ketika senja perlahan menjadi gelap, Selasa, 31 Desember 2024 di Pelabuhan Tua Buleleng.

Suasana malam tahun baruan di pelabuhan tua itu sungguh ramai. Suasana intim terbangun dari orang-orang, bersama  pacar, bersama teman, bersama keluarga. Anak-anak lepas bermain. Seru.

Orang-orang berderet di tepi pantai di areal Pelabuhan Tua Buleleng pada malam Tahun baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Di arena permainan, ibu menemani anaknya memancing bebek, bapak menemani anaknya menangkap ikan di air, juga bola-bola yang mengambang dengan pancingan. Sementara yang lain, ada yang setia menunggu sang anak asik bermain odong-odong dan melukis.

Suara petasan sudah dinyalakan kecil-kecil di pelabuhan tua itu, oleh sebagian orang tapi tidak terlalu bising. Mereka tampak gembira menyambut Tahun Baru 2025 dengan segala jenis permainan itu.

Seperti Asep (45). Ia memboyong keluarganya untuk berlibur ke Pelabuhan Tua Buleleng untuk menyenangkan hati dua anaknya yang masih kecil dan tentunya untuk sang istri juga. Bermain dan menantikan kembang api menyala adalah bentuk kesederhanaan bagi Asep.

Di sana, ia menemani sang anak melukis karakter kartun. Dengan sabar, ia mengajari anaknya bagaimana mewarnai gambar agar tidak keluar dari sketsa atau pola. Sebagai seorang bapak, selain romantis ia juga sangat penyabar. Percayalah.

Anak-anak bermaian dan melukis di areal Pelabuhan Tua Buleleng pada perayaan malam Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

“Saya sering ke sini setiap tahun. Tentu dengan harapan yang sama, ya, berharap baik selalu dan banyak rezeki hehe…,” kata Kang Asep, warga Buleleng.

Sekitar dua puluh meter dari bibir pantai, berjejer jajakan seperti bakso, sosis bakar, kulit ayam digoreng. Kemudian kentang, udang crispy, pop ice, diserbu pengunjung sebagai teman bersantai.

Farid berjualan pada malam perayaan Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Kemudian seorang perempuan menyedot pop ice nyambi menunggu corndog mozarella disiapkan oleh Farid di sebuah stand. Nama usahanya, belum dinamai, katanya. Tetapi orang-orang tetap datang karena tergiur dengan menu macam-macam yang terhampar terbuka. Mudah untuk dipilih dan sangat menggoyang lidah.

Suara minyak Farid masih beradu dengan desiran ombak. Orang-orang mengantri di sela itu. Farid—atau kerap di sapa Bang Farid itu masih bergelut dengan minyak goreng dan kentang, sosis dan tahu gejrot.

“Lumayan ramai, Bang,” kata Bang Farid sambil melayani pembeli.

Biasanya, lelaki itu berjualan di trotoar depan Puskesmas di Jalan Ahmad Yani Singaraja yang tak jauh dari belokan pasar burung. Menyoal peruntungan, untuk satu hari ini, tentu saja lebih besar.

“Lebih besar dari biasanya karena cukup ramai orang-orang menyambut tahun baru.” kata Bang Farid.

Di area pelabuhan tua itu memang tidak seramai perayaan menyambut Tahun Baru yang ada di Taman Kota Singaraja. Sore. Suasana Taman kota sudah cukup ramai oleh pedagang yang berjejer di areal trotoar yang menunya semua ada, megenep.

Kembang api dinyalakan saat menyambut detik-detik pergantian tahun di Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Memasuki malam, orang-orang mulai berdatangan dari segala arah. Jalanan padat. Seperti menjadi sungai manusia. Berdesakan, begitu pun di lapangan utama Taman Kota ketika sudah menjelang malam.

Langit Diteror Warna dan Bunyi, di Tempat Gelap, Cinta Tipis-tipis Bersemi

Mereka ada yang datang bersama teman, keluarga, ada juga yang menggandeng pacarnya sangat erat—barankali biar si pacar tidak sedih. Tapi ada juga yang sendiri—sedang mencari jodohnya barangkali. Pokoknya, ramai sekali. Asik sekali.

Nyambi menenteng es jeruk dan jajanan, mereka duduk dengan gelap malam dihias obrolan yang hangat. Dengan kopi yang hangat. Dengan pelukan yang hangat. Di kursi duduk, di pembatas jalan, di trotoar, mereka berdiri.

Mereka begitu setia menantikan perayaan malam Tahun Baru itu, menanti kembang api jam 00.00. Beberapa orang tengah mencoba petasan kecil main-main sebelum itu.

Sampai pada waktu 15 menit menuju pergantian tahun itu, seperti sebuah percobaan, beberapa petasan besar dinyalakan cukup sengit seperti sebuah rudal saja. Langit seperti sedang diserbu. Dor di sini, dor di sana, seperti saling lempar kebahagiaan.

Semua mata tertuju pada petasan yang meledak—menyala di atas. Warna-warni terpercik di udara dan orang-orang mengucapkan wow. Tapi juga beberapa orang menutup telinganya karena merasa bising, dan beberapa orang lagi mengangkat hape-nya mengabadikan moment pergantian tahun itu untuk dibagi ke teman sejawatnya di media sosial.

Seorang anak kecil bermain gelembung di beranda taman seperti tidak peduli langit diteror cinta. Alamak. Haha. Tapi orang tuanya terus mengawasinya di tengah dirinya menikmati malam pergantian tahun bersama istri. Asik.

Perhelatan musik di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ketika di jam 00.00 dihitung mundur dari angka 10, petasan semakin ganas menerorkan cinta kepada langit. Seperti sedang perang, tak ada celah burung main malam-malam. Indah langit terlihat seakan banyak bintang.

Orang-orang berteriak “huuuu” “waaaah” macam-macam reaksi terlontar malam itu. Takjub, termasuk saya.

Percikan hijau, merah, kuning, ping, dan beragam warna lainnya menjadi hiasan malam itu yang indah walaupun dengan bunyi yang mengagetkan. DOR!

“Semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini. Itu saja, Bli,” kata Nanda (22) di sela menonton bersama pacar. “

Dan juga karir maupun asmara, semoga berjalan dengan lancar, Bli,” timpal pacarnya, Yunita (22) sambil tersenyum.

Nanda juga kemudian tersenyum. Dasar jodoh.

Mereka berdua berharap penuh, tahun 2024 adalah satu tahun pembelajaran yang bisa membawanya kepada hidup yang lebih baik di tahun 2025. Ya, semoga.

Kemudian yang tidak punya petasan malam itu dan hanya punya terompet, mereka meniupnya kencang. Terdengar lucu di tengah ledakan petasan besar-besar. Pertarungan suara di langit semakin gemuruh dan suara terompet nyaris tenggelam tapi masih bertahan.

Kembang api berserakan di langit Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ini tahun baru yang meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya di Taman Kota. Sejak sore, Taman Kota menggelar karokean alias hiburan rakyat. Para pengunjung semakin betah.

Dan ketika salah satu petasan cukup besar berbunyi lebih keras dan orang-orang mulai menyingkir di malam itu. Dan seperti tidak mau kalah, petasan kecil yang suaranya suiiiit dinyalakan oleh beberapa remaja penuh nyali. Petasannya meluncur ke udara dan meledak dengan suara paling tipis “dak”. Gak apa apa. Kecil-kecil cabe rawit, remaja-remaja gak punya duit. Yang penting nyali, Wiiii.

Pula teriakan terompet masih terdengar. Terus terdenger. Gemuruh orang-orang juga masih terdengar. Perayaan semakin hidup.

Petugas membersihkan sampah usai perayaan malam Tahun Baru 2025 di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ketika waktu sudah menunjukkan 00.15. kerumunan mulai pecah. Berhamburan ke setiap arah, barangkali pulang ke rumah masing-masing membawa harapan, membawa senyum, tapi sayang, meninggalkan sampah berserak di mana-mana di araal taman. Hmmm…

Tidak lama kemudian, petugas kebersihan datang dan mereka mulai menyapu ketika sudah sepi. Selamat Tahun Baru, bapak petugas. Jangan lupa besok bahagia… [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
Ilusi Waktu dan Realitas Kemiskinan
Catatan Akhir Tahun: Ulu Ledak Sang Kromoson   
Tags: Kota Singarajatahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Politik Pertanahan yang Mementingkan Penanaman Modal — Refleksi Setahun Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Next Post

Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co