23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setelah Kembang Api Dinyalakan: Baik Nasib, Baik Rezeki | Dari Malam Tahun Baru di Kota Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
January 1, 2025
in Khas
Setelah Kembang Api Dinyalakan: Baik Nasib, Baik Rezeki | Dari Malam Tahun Baru di Kota Singaraja

Menyalakan kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2025 di Kota Singaraja | Foto: tatkala.co

LALU-lalang kendaraan di pintu masuk dekat klenteng itu, tampak santer sejak sore. Satu persatu mereka memarkirkan motor atau mobil di areal pelabuhan tua itu. Ombak menyambut mereka, menderu.

Cuaca cukup bagus di penghujung tahun 2024 ini ketika senja perlahan menjadi gelap, Selasa, 31 Desember 2024 di Pelabuhan Tua Buleleng.

Suasana malam tahun baruan di pelabuhan tua itu sungguh ramai. Suasana intim terbangun dari orang-orang, bersama  pacar, bersama teman, bersama keluarga. Anak-anak lepas bermain. Seru.

Orang-orang berderet di tepi pantai di areal Pelabuhan Tua Buleleng pada malam Tahun baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Di arena permainan, ibu menemani anaknya memancing bebek, bapak menemani anaknya menangkap ikan di air, juga bola-bola yang mengambang dengan pancingan. Sementara yang lain, ada yang setia menunggu sang anak asik bermain odong-odong dan melukis.

Suara petasan sudah dinyalakan kecil-kecil di pelabuhan tua itu, oleh sebagian orang tapi tidak terlalu bising. Mereka tampak gembira menyambut Tahun Baru 2025 dengan segala jenis permainan itu.

Seperti Asep (45). Ia memboyong keluarganya untuk berlibur ke Pelabuhan Tua Buleleng untuk menyenangkan hati dua anaknya yang masih kecil dan tentunya untuk sang istri juga. Bermain dan menantikan kembang api menyala adalah bentuk kesederhanaan bagi Asep.

Di sana, ia menemani sang anak melukis karakter kartun. Dengan sabar, ia mengajari anaknya bagaimana mewarnai gambar agar tidak keluar dari sketsa atau pola. Sebagai seorang bapak, selain romantis ia juga sangat penyabar. Percayalah.

Anak-anak bermaian dan melukis di areal Pelabuhan Tua Buleleng pada perayaan malam Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

“Saya sering ke sini setiap tahun. Tentu dengan harapan yang sama, ya, berharap baik selalu dan banyak rezeki hehe…,” kata Kang Asep, warga Buleleng.

Sekitar dua puluh meter dari bibir pantai, berjejer jajakan seperti bakso, sosis bakar, kulit ayam digoreng. Kemudian kentang, udang crispy, pop ice, diserbu pengunjung sebagai teman bersantai.

Farid berjualan pada malam perayaan Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Kemudian seorang perempuan menyedot pop ice nyambi menunggu corndog mozarella disiapkan oleh Farid di sebuah stand. Nama usahanya, belum dinamai, katanya. Tetapi orang-orang tetap datang karena tergiur dengan menu macam-macam yang terhampar terbuka. Mudah untuk dipilih dan sangat menggoyang lidah.

Suara minyak Farid masih beradu dengan desiran ombak. Orang-orang mengantri di sela itu. Farid—atau kerap di sapa Bang Farid itu masih bergelut dengan minyak goreng dan kentang, sosis dan tahu gejrot.

“Lumayan ramai, Bang,” kata Bang Farid sambil melayani pembeli.

Biasanya, lelaki itu berjualan di trotoar depan Puskesmas di Jalan Ahmad Yani Singaraja yang tak jauh dari belokan pasar burung. Menyoal peruntungan, untuk satu hari ini, tentu saja lebih besar.

“Lebih besar dari biasanya karena cukup ramai orang-orang menyambut tahun baru.” kata Bang Farid.

Di area pelabuhan tua itu memang tidak seramai perayaan menyambut Tahun Baru yang ada di Taman Kota Singaraja. Sore. Suasana Taman kota sudah cukup ramai oleh pedagang yang berjejer di areal trotoar yang menunya semua ada, megenep.

Kembang api dinyalakan saat menyambut detik-detik pergantian tahun di Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Memasuki malam, orang-orang mulai berdatangan dari segala arah. Jalanan padat. Seperti menjadi sungai manusia. Berdesakan, begitu pun di lapangan utama Taman Kota ketika sudah menjelang malam.

Langit Diteror Warna dan Bunyi, di Tempat Gelap, Cinta Tipis-tipis Bersemi

Mereka ada yang datang bersama teman, keluarga, ada juga yang menggandeng pacarnya sangat erat—barankali biar si pacar tidak sedih. Tapi ada juga yang sendiri—sedang mencari jodohnya barangkali. Pokoknya, ramai sekali. Asik sekali.

Nyambi menenteng es jeruk dan jajanan, mereka duduk dengan gelap malam dihias obrolan yang hangat. Dengan kopi yang hangat. Dengan pelukan yang hangat. Di kursi duduk, di pembatas jalan, di trotoar, mereka berdiri.

Mereka begitu setia menantikan perayaan malam Tahun Baru itu, menanti kembang api jam 00.00. Beberapa orang tengah mencoba petasan kecil main-main sebelum itu.

Sampai pada waktu 15 menit menuju pergantian tahun itu, seperti sebuah percobaan, beberapa petasan besar dinyalakan cukup sengit seperti sebuah rudal saja. Langit seperti sedang diserbu. Dor di sini, dor di sana, seperti saling lempar kebahagiaan.

Semua mata tertuju pada petasan yang meledak—menyala di atas. Warna-warni terpercik di udara dan orang-orang mengucapkan wow. Tapi juga beberapa orang menutup telinganya karena merasa bising, dan beberapa orang lagi mengangkat hape-nya mengabadikan moment pergantian tahun itu untuk dibagi ke teman sejawatnya di media sosial.

Seorang anak kecil bermain gelembung di beranda taman seperti tidak peduli langit diteror cinta. Alamak. Haha. Tapi orang tuanya terus mengawasinya di tengah dirinya menikmati malam pergantian tahun bersama istri. Asik.

Perhelatan musik di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ketika di jam 00.00 dihitung mundur dari angka 10, petasan semakin ganas menerorkan cinta kepada langit. Seperti sedang perang, tak ada celah burung main malam-malam. Indah langit terlihat seakan banyak bintang.

Orang-orang berteriak “huuuu” “waaaah” macam-macam reaksi terlontar malam itu. Takjub, termasuk saya.

Percikan hijau, merah, kuning, ping, dan beragam warna lainnya menjadi hiasan malam itu yang indah walaupun dengan bunyi yang mengagetkan. DOR!

“Semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini. Itu saja, Bli,” kata Nanda (22) di sela menonton bersama pacar. “

Dan juga karir maupun asmara, semoga berjalan dengan lancar, Bli,” timpal pacarnya, Yunita (22) sambil tersenyum.

Nanda juga kemudian tersenyum. Dasar jodoh.

Mereka berdua berharap penuh, tahun 2024 adalah satu tahun pembelajaran yang bisa membawanya kepada hidup yang lebih baik di tahun 2025. Ya, semoga.

Kemudian yang tidak punya petasan malam itu dan hanya punya terompet, mereka meniupnya kencang. Terdengar lucu di tengah ledakan petasan besar-besar. Pertarungan suara di langit semakin gemuruh dan suara terompet nyaris tenggelam tapi masih bertahan.

Kembang api berserakan di langit Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ini tahun baru yang meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya di Taman Kota. Sejak sore, Taman Kota menggelar karokean alias hiburan rakyat. Para pengunjung semakin betah.

Dan ketika salah satu petasan cukup besar berbunyi lebih keras dan orang-orang mulai menyingkir di malam itu. Dan seperti tidak mau kalah, petasan kecil yang suaranya suiiiit dinyalakan oleh beberapa remaja penuh nyali. Petasannya meluncur ke udara dan meledak dengan suara paling tipis “dak”. Gak apa apa. Kecil-kecil cabe rawit, remaja-remaja gak punya duit. Yang penting nyali, Wiiii.

Pula teriakan terompet masih terdengar. Terus terdenger. Gemuruh orang-orang juga masih terdengar. Perayaan semakin hidup.

Petugas membersihkan sampah usai perayaan malam Tahun Baru 2025 di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ketika waktu sudah menunjukkan 00.15. kerumunan mulai pecah. Berhamburan ke setiap arah, barangkali pulang ke rumah masing-masing membawa harapan, membawa senyum, tapi sayang, meninggalkan sampah berserak di mana-mana di araal taman. Hmmm…

Tidak lama kemudian, petugas kebersihan datang dan mereka mulai menyapu ketika sudah sepi. Selamat Tahun Baru, bapak petugas. Jangan lupa besok bahagia… [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
Ilusi Waktu dan Realitas Kemiskinan
Catatan Akhir Tahun: Ulu Ledak Sang Kromoson   
Tags: Kota Singarajatahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Politik Pertanahan yang Mementingkan Penanaman Modal — Refleksi Setahun Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Next Post

Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co