2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setelah Kembang Api Dinyalakan: Baik Nasib, Baik Rezeki | Dari Malam Tahun Baru di Kota Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
January 1, 2025
in Khas
Setelah Kembang Api Dinyalakan: Baik Nasib, Baik Rezeki | Dari Malam Tahun Baru di Kota Singaraja

Menyalakan kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2025 di Kota Singaraja | Foto: tatkala.co

LALU-lalang kendaraan di pintu masuk dekat klenteng itu, tampak santer sejak sore. Satu persatu mereka memarkirkan motor atau mobil di areal pelabuhan tua itu. Ombak menyambut mereka, menderu.

Cuaca cukup bagus di penghujung tahun 2024 ini ketika senja perlahan menjadi gelap, Selasa, 31 Desember 2024 di Pelabuhan Tua Buleleng.

Suasana malam tahun baruan di pelabuhan tua itu sungguh ramai. Suasana intim terbangun dari orang-orang, bersama  pacar, bersama teman, bersama keluarga. Anak-anak lepas bermain. Seru.

Orang-orang berderet di tepi pantai di areal Pelabuhan Tua Buleleng pada malam Tahun baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Di arena permainan, ibu menemani anaknya memancing bebek, bapak menemani anaknya menangkap ikan di air, juga bola-bola yang mengambang dengan pancingan. Sementara yang lain, ada yang setia menunggu sang anak asik bermain odong-odong dan melukis.

Suara petasan sudah dinyalakan kecil-kecil di pelabuhan tua itu, oleh sebagian orang tapi tidak terlalu bising. Mereka tampak gembira menyambut Tahun Baru 2025 dengan segala jenis permainan itu.

Seperti Asep (45). Ia memboyong keluarganya untuk berlibur ke Pelabuhan Tua Buleleng untuk menyenangkan hati dua anaknya yang masih kecil dan tentunya untuk sang istri juga. Bermain dan menantikan kembang api menyala adalah bentuk kesederhanaan bagi Asep.

Di sana, ia menemani sang anak melukis karakter kartun. Dengan sabar, ia mengajari anaknya bagaimana mewarnai gambar agar tidak keluar dari sketsa atau pola. Sebagai seorang bapak, selain romantis ia juga sangat penyabar. Percayalah.

Anak-anak bermaian dan melukis di areal Pelabuhan Tua Buleleng pada perayaan malam Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

“Saya sering ke sini setiap tahun. Tentu dengan harapan yang sama, ya, berharap baik selalu dan banyak rezeki hehe…,” kata Kang Asep, warga Buleleng.

Sekitar dua puluh meter dari bibir pantai, berjejer jajakan seperti bakso, sosis bakar, kulit ayam digoreng. Kemudian kentang, udang crispy, pop ice, diserbu pengunjung sebagai teman bersantai.

Farid berjualan pada malam perayaan Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Kemudian seorang perempuan menyedot pop ice nyambi menunggu corndog mozarella disiapkan oleh Farid di sebuah stand. Nama usahanya, belum dinamai, katanya. Tetapi orang-orang tetap datang karena tergiur dengan menu macam-macam yang terhampar terbuka. Mudah untuk dipilih dan sangat menggoyang lidah.

Suara minyak Farid masih beradu dengan desiran ombak. Orang-orang mengantri di sela itu. Farid—atau kerap di sapa Bang Farid itu masih bergelut dengan minyak goreng dan kentang, sosis dan tahu gejrot.

“Lumayan ramai, Bang,” kata Bang Farid sambil melayani pembeli.

Biasanya, lelaki itu berjualan di trotoar depan Puskesmas di Jalan Ahmad Yani Singaraja yang tak jauh dari belokan pasar burung. Menyoal peruntungan, untuk satu hari ini, tentu saja lebih besar.

“Lebih besar dari biasanya karena cukup ramai orang-orang menyambut tahun baru.” kata Bang Farid.

Di area pelabuhan tua itu memang tidak seramai perayaan menyambut Tahun Baru yang ada di Taman Kota Singaraja. Sore. Suasana Taman kota sudah cukup ramai oleh pedagang yang berjejer di areal trotoar yang menunya semua ada, megenep.

Kembang api dinyalakan saat menyambut detik-detik pergantian tahun di Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Memasuki malam, orang-orang mulai berdatangan dari segala arah. Jalanan padat. Seperti menjadi sungai manusia. Berdesakan, begitu pun di lapangan utama Taman Kota ketika sudah menjelang malam.

Langit Diteror Warna dan Bunyi, di Tempat Gelap, Cinta Tipis-tipis Bersemi

Mereka ada yang datang bersama teman, keluarga, ada juga yang menggandeng pacarnya sangat erat—barankali biar si pacar tidak sedih. Tapi ada juga yang sendiri—sedang mencari jodohnya barangkali. Pokoknya, ramai sekali. Asik sekali.

Nyambi menenteng es jeruk dan jajanan, mereka duduk dengan gelap malam dihias obrolan yang hangat. Dengan kopi yang hangat. Dengan pelukan yang hangat. Di kursi duduk, di pembatas jalan, di trotoar, mereka berdiri.

Mereka begitu setia menantikan perayaan malam Tahun Baru itu, menanti kembang api jam 00.00. Beberapa orang tengah mencoba petasan kecil main-main sebelum itu.

Sampai pada waktu 15 menit menuju pergantian tahun itu, seperti sebuah percobaan, beberapa petasan besar dinyalakan cukup sengit seperti sebuah rudal saja. Langit seperti sedang diserbu. Dor di sini, dor di sana, seperti saling lempar kebahagiaan.

Semua mata tertuju pada petasan yang meledak—menyala di atas. Warna-warni terpercik di udara dan orang-orang mengucapkan wow. Tapi juga beberapa orang menutup telinganya karena merasa bising, dan beberapa orang lagi mengangkat hape-nya mengabadikan moment pergantian tahun itu untuk dibagi ke teman sejawatnya di media sosial.

Seorang anak kecil bermain gelembung di beranda taman seperti tidak peduli langit diteror cinta. Alamak. Haha. Tapi orang tuanya terus mengawasinya di tengah dirinya menikmati malam pergantian tahun bersama istri. Asik.

Perhelatan musik di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ketika di jam 00.00 dihitung mundur dari angka 10, petasan semakin ganas menerorkan cinta kepada langit. Seperti sedang perang, tak ada celah burung main malam-malam. Indah langit terlihat seakan banyak bintang.

Orang-orang berteriak “huuuu” “waaaah” macam-macam reaksi terlontar malam itu. Takjub, termasuk saya.

Percikan hijau, merah, kuning, ping, dan beragam warna lainnya menjadi hiasan malam itu yang indah walaupun dengan bunyi yang mengagetkan. DOR!

“Semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini. Itu saja, Bli,” kata Nanda (22) di sela menonton bersama pacar. “

Dan juga karir maupun asmara, semoga berjalan dengan lancar, Bli,” timpal pacarnya, Yunita (22) sambil tersenyum.

Nanda juga kemudian tersenyum. Dasar jodoh.

Mereka berdua berharap penuh, tahun 2024 adalah satu tahun pembelajaran yang bisa membawanya kepada hidup yang lebih baik di tahun 2025. Ya, semoga.

Kemudian yang tidak punya petasan malam itu dan hanya punya terompet, mereka meniupnya kencang. Terdengar lucu di tengah ledakan petasan besar-besar. Pertarungan suara di langit semakin gemuruh dan suara terompet nyaris tenggelam tapi masih bertahan.

Kembang api berserakan di langit Tahun Baru 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ini tahun baru yang meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya di Taman Kota. Sejak sore, Taman Kota menggelar karokean alias hiburan rakyat. Para pengunjung semakin betah.

Dan ketika salah satu petasan cukup besar berbunyi lebih keras dan orang-orang mulai menyingkir di malam itu. Dan seperti tidak mau kalah, petasan kecil yang suaranya suiiiit dinyalakan oleh beberapa remaja penuh nyali. Petasannya meluncur ke udara dan meledak dengan suara paling tipis “dak”. Gak apa apa. Kecil-kecil cabe rawit, remaja-remaja gak punya duit. Yang penting nyali, Wiiii.

Pula teriakan terompet masih terdengar. Terus terdenger. Gemuruh orang-orang juga masih terdengar. Perayaan semakin hidup.

Petugas membersihkan sampah usai perayaan malam Tahun Baru 2025 di Taman Kota Singaraja | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ketika waktu sudah menunjukkan 00.15. kerumunan mulai pecah. Berhamburan ke setiap arah, barangkali pulang ke rumah masing-masing membawa harapan, membawa senyum, tapi sayang, meninggalkan sampah berserak di mana-mana di araal taman. Hmmm…

Tidak lama kemudian, petugas kebersihan datang dan mereka mulai menyapu ketika sudah sepi. Selamat Tahun Baru, bapak petugas. Jangan lupa besok bahagia… [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Mencermati Tren Pariwisata Indonesia 2025
Ilusi Waktu dan Realitas Kemiskinan
Catatan Akhir Tahun: Ulu Ledak Sang Kromoson   
Tags: Kota Singarajatahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Politik Pertanahan yang Mementingkan Penanaman Modal — Refleksi Setahun Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Next Post

Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Membaca Arah  Pendidikan Lima Tahun ke Depan    

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co