23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Son Lomri by Son Lomri
December 19, 2024
in Khas
“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

“Performing Spiral” dari Josh Marcy | Foto: Amrita Dharma

KAMI membentuk sebuah lingkaran kecil di lantai dua, di ruang Mayor, Masa Masa Bali, di kawasan Ketewel–Gianyar, Bali. Ini adalah malam terakhir acara Bali Performing Arts Meeting (B-Part), Minggu, 1 Desember 2024.

Kami adalah peserta workshop “Performing Spiral”, satu bagian dari kegiatan B-Part yang sangat menyenangkan.

Josh Marcy—sebutlah sebagai narasumber atau pelatih dalam workshop itu—duduk di antara kami. Lantas lelaki itu menggerakkan tangannya ke depan pelan dengan tatapan penuh fokus. Entah menatap apa. Merasakan apa.

Napasnya diatur begitu tenangnya, lelaki itu seperti hidup di antara kesadaran meditasi. Gerakan tangannya kian melambat dengan pola seperti memutar—penuh pengkhayatan, dan sebagai peserta, saya menyimak semua itu dalam lingkaran yang sama.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Di sana, Josh memberikan materi dan praktik tentang bagaimana imajinasi yang transformatif dengan tubuh sebagai porosnya. Melalui gerakkan spiral, kami, para peserta, diajaknya untuk merasakan tubuh sendiri melalui gerakan yang dibawa oleh alam bawah sadar masing-masing.

Kami dibebaskan untuk bergerak sesuai apa yang diimajinasikan, alih-alih menari, gerakan saya justru seperti kungfu. Barangkali tontonan waktu kecil timbul begitu saja ketika mengalihwahanakan imajinasi kepada satu gerak diri tentang sebuah tarian bebas.

Sedikitnya, jurus kungfu itu justru yang keluar walaupun sebenarnya saya sama sekali tidak memiliki keterampilan gerak berkelahi. Sangat kaku. Saya kesulitan untuk mencari gerakan yang lain selain gerakan mirip kungfu.

Padahal, kata Josh. tak mesti dipikirkan. Bergerak saja—enjoy. “Tari itu dialog, antara tubuh dan diri. Jadi, ya, seperti berbicara dengan diri sendiri pada akhirnya,” kata Josh Mercy. Ia mengaku mengutip kata-kata itu dari salah seorang koreografer tempatnya bekerja dulu.

Setelah tangan bergerak, kami semua merebah terlentang di lantai. Merasakan lantai sebagai medium kami bergerak, medium paling bawah. Napas masih terus diatur, tubuh terbebas dari kaku, para peserta masih mencoba untuk lentur dan merasakan sesuatu di posisi itu.

Perlahan kemudian, kami berdiri dan tangan di posisi sejajar dengan perut, lebih rileks.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Lelaki itu kemudian melangkahkan kakinya ke tengah lingkaran dan masuk ke sela-sela para peserta, berdiri dengan gerakan perlahan-cepat—membentuk satu pola sirkulatif.

Langkah itu kemudian diikuti oleh kami, satu per satu, setelah salah satu di antara kami di sentuh (tanda harus bergerak lebih dulu), hingga membentuk satu pola yang sirkular tak beraturan. Dan walaupun di tempat yang terbatas, secara tak sadar kami saling memberi ruang satu sama lain dan itu sangat terasa. Plong. Berjalan sendiri-sendiri tetapi membentuk pola berjalan yang indah.

Fenomena itu mengapa terjadi, kata Josh, karena gerak pada tubuh atau dalam hal ini gerak spiral, memiliki kemampuan rekognisi terhadap tubuh yang lain sehingga terjadi saling memahami terkait ruang.

Gerak Tubuh, Representasi Gerak Kosmos

Malam itu—setelah acara “Performing Spiral” dan lainnya, pesta terus digelar dengan musik DJ—memecah keheningan. Bir-bir bertengger di meja masing-masing.

Termasuk di meja saya dan Josh, selepas acara performingnya selesai.  Lantas di selasar panggung utama saya bertanya, apa yang hendak Anda perjuangkan sebenarnya melalui tarian ini?

“Hahaha…!” Lelaki itu tertawa dan memberi jeda. “Pertanyaan yang bagus barangkali. Tapi sesungguhnya aku tidak sedang memperjuangkan apa-apa, itu terlalu besar untuk dikatakan. Aku tidak sedang memberi solusi untuk dunia ini,” kata Josh Marcy, barangkali itu humor, tapi serius.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Rokok masih menyala di antara sela jari kami, dan saya meminum sedikit bir itu sebelum kembali menyimak ia berbicara. Asap mengepul di atas saya. Untuk menghindari satu sikap yang nihilistik dan masih dalam suasana humor, ia menjalskan yang lain dengan tatapan serius setelah asap itu hilang.

Lelaki itu mengakui, bagaimana tarian spiral yang ia bawakan kemudian bisa menjadi satu pemahaman kepada yang lain terkait kesadaran tubuh dan ruang secara personal, merupakan satu pencapaian sederhananya yang lebih berarti.

Pada lokakaryanya itu, memang ia lebih menekankan tentang bentuk satu kesadaran penuh terkait tubuh itu sendiri melalui gerakan-gerakan sederhana seperti satu garis lingkaran di sekitar anggota badan.

Seberapa besar diri manusia memahami tubuh dan lakunya adalah satu pembahasan tersendiri. Gerak menjadi satu dasar penting yang bisa dirasakan termasuk ruang. Tentu, selain bernapas, itu juga sebagai satu hal mikro yang bisa disadari oleh diri sendiri.

“Kaya semacam olah tubuh, tapi, dalam artian bahwa bagaimana kemudian elemen-elemen gerak dalam praktikku, itu bisa disadari gitu. Capaiannya itu dulu,” kata Josh.

Sampai di sini, ia menjelaskan sadar terhadap pernapasan, katanya, adalah contoh paling mikro terhadap apa yang kita bayangkan sebagai sirkulasi, apa yang dari luar menuju ke dalam (inside) dan apa di dalam dikeluarkan (out side). Itu kan sirkulatif, termasuk misalnya kita membayangkan kita di dalam dunia ini.

Josh Marcy percaya tubuh adalah representasi kosmos. Dalam artian di dalam gerakan individu itu tidak terlepas dari koreografi besar, dan bagaimana kesadaran untuk setiap orang sama-sama menciptakan ruang yang aman bagi sesama itu, merupakan satu bentuk rekognisi yang penting.

“Kesadaran semacam itu tentu saja sangat ideal, terlebih menyadari tubuh sendiri, itu sama dengan menyadari tubuh yang lain, diri-diri yang lain (inside, out side).”

Saya (penulis) dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Josh Marcy, atau dengan nama lengkap Josh Mary Putra Pattiwael adalah seorang koreografer yang memiliki perhatian penuh pada tubuh dan ruang dalam tari Spiral sejak tahun 2018. Tubuh dan ruang—telah menjadi satu risetnya yang serius sebagai sebuah pendekatan artistiknya sebagai seorang seniman tari (Spiral).

Selain nyeniman, ia juga seorang dosen di Fakultas Seni Pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sejak 2021.

Sementara terjun di dunia seni—akibat kecemplung itu lalu tenggelam, dan kemudian akhirnya menjadi seorang seniman. Itu telah membuat kesadaran penuh bagi seorang Josh Marcy—dalam memahami dunia itu seperti apa, dan kemudian memberi arti pada sesuatu itu melalui tarian.

Beberapa karyanya sudah pernah ditampilkan di panggung bergengsi seperti Jakarta Dance Meet Up 2017 dan 2018, Jakarta Dance Extravaganza 2019, kemudian Musi Seni Salihara 2022 dan pernah terlibat sebagai salah satu susunan kolaborator dan penampil karya-karya Isabelle Schad (Jerman) lewat pertunjukan Reflection dan Inside Out.

Sebelum menyudahi obrolan, di tengah bisingnya musik, kami bersulang meminum bir masing-masing sebelum saling pergi. “Sampai ketemu,” kata Josh menenggak birnya, lalu pergi berpesta

“Sampai ketemu juga, Bang,” balas saya sebelum akan pergi ke mobil, sambil berjalan menenteng bir di tangan kiri, rokok di tangan kanan. Mata merem melek. Tuhan atau Leak, tunjukkan aku jalan…. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part
B-Part: Raga Ruang Ragam
Performance “Batu” : Ketika Perempuan Menatap Tubuhnya Sendiri
Tags: B-Partpeformance artseni pertunjukanseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Next Post

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co