3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Son Lomri by Son Lomri
December 19, 2024
in Khas
“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

“Performing Spiral” dari Josh Marcy | Foto: Amrita Dharma

KAMI membentuk sebuah lingkaran kecil di lantai dua, di ruang Mayor, Masa Masa Bali, di kawasan Ketewel–Gianyar, Bali. Ini adalah malam terakhir acara Bali Performing Arts Meeting (B-Part), Minggu, 1 Desember 2024.

Kami adalah peserta workshop “Performing Spiral”, satu bagian dari kegiatan B-Part yang sangat menyenangkan.

Josh Marcy—sebutlah sebagai narasumber atau pelatih dalam workshop itu—duduk di antara kami. Lantas lelaki itu menggerakkan tangannya ke depan pelan dengan tatapan penuh fokus. Entah menatap apa. Merasakan apa.

Napasnya diatur begitu tenangnya, lelaki itu seperti hidup di antara kesadaran meditasi. Gerakan tangannya kian melambat dengan pola seperti memutar—penuh pengkhayatan, dan sebagai peserta, saya menyimak semua itu dalam lingkaran yang sama.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Di sana, Josh memberikan materi dan praktik tentang bagaimana imajinasi yang transformatif dengan tubuh sebagai porosnya. Melalui gerakkan spiral, kami, para peserta, diajaknya untuk merasakan tubuh sendiri melalui gerakan yang dibawa oleh alam bawah sadar masing-masing.

Kami dibebaskan untuk bergerak sesuai apa yang diimajinasikan, alih-alih menari, gerakan saya justru seperti kungfu. Barangkali tontonan waktu kecil timbul begitu saja ketika mengalihwahanakan imajinasi kepada satu gerak diri tentang sebuah tarian bebas.

Sedikitnya, jurus kungfu itu justru yang keluar walaupun sebenarnya saya sama sekali tidak memiliki keterampilan gerak berkelahi. Sangat kaku. Saya kesulitan untuk mencari gerakan yang lain selain gerakan mirip kungfu.

Padahal, kata Josh. tak mesti dipikirkan. Bergerak saja—enjoy. “Tari itu dialog, antara tubuh dan diri. Jadi, ya, seperti berbicara dengan diri sendiri pada akhirnya,” kata Josh Mercy. Ia mengaku mengutip kata-kata itu dari salah seorang koreografer tempatnya bekerja dulu.

Setelah tangan bergerak, kami semua merebah terlentang di lantai. Merasakan lantai sebagai medium kami bergerak, medium paling bawah. Napas masih terus diatur, tubuh terbebas dari kaku, para peserta masih mencoba untuk lentur dan merasakan sesuatu di posisi itu.

Perlahan kemudian, kami berdiri dan tangan di posisi sejajar dengan perut, lebih rileks.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Lelaki itu kemudian melangkahkan kakinya ke tengah lingkaran dan masuk ke sela-sela para peserta, berdiri dengan gerakan perlahan-cepat—membentuk satu pola sirkulatif.

Langkah itu kemudian diikuti oleh kami, satu per satu, setelah salah satu di antara kami di sentuh (tanda harus bergerak lebih dulu), hingga membentuk satu pola yang sirkular tak beraturan. Dan walaupun di tempat yang terbatas, secara tak sadar kami saling memberi ruang satu sama lain dan itu sangat terasa. Plong. Berjalan sendiri-sendiri tetapi membentuk pola berjalan yang indah.

Fenomena itu mengapa terjadi, kata Josh, karena gerak pada tubuh atau dalam hal ini gerak spiral, memiliki kemampuan rekognisi terhadap tubuh yang lain sehingga terjadi saling memahami terkait ruang.

Gerak Tubuh, Representasi Gerak Kosmos

Malam itu—setelah acara “Performing Spiral” dan lainnya, pesta terus digelar dengan musik DJ—memecah keheningan. Bir-bir bertengger di meja masing-masing.

Termasuk di meja saya dan Josh, selepas acara performingnya selesai.  Lantas di selasar panggung utama saya bertanya, apa yang hendak Anda perjuangkan sebenarnya melalui tarian ini?

“Hahaha…!” Lelaki itu tertawa dan memberi jeda. “Pertanyaan yang bagus barangkali. Tapi sesungguhnya aku tidak sedang memperjuangkan apa-apa, itu terlalu besar untuk dikatakan. Aku tidak sedang memberi solusi untuk dunia ini,” kata Josh Marcy, barangkali itu humor, tapi serius.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Rokok masih menyala di antara sela jari kami, dan saya meminum sedikit bir itu sebelum kembali menyimak ia berbicara. Asap mengepul di atas saya. Untuk menghindari satu sikap yang nihilistik dan masih dalam suasana humor, ia menjalskan yang lain dengan tatapan serius setelah asap itu hilang.

Lelaki itu mengakui, bagaimana tarian spiral yang ia bawakan kemudian bisa menjadi satu pemahaman kepada yang lain terkait kesadaran tubuh dan ruang secara personal, merupakan satu pencapaian sederhananya yang lebih berarti.

Pada lokakaryanya itu, memang ia lebih menekankan tentang bentuk satu kesadaran penuh terkait tubuh itu sendiri melalui gerakan-gerakan sederhana seperti satu garis lingkaran di sekitar anggota badan.

Seberapa besar diri manusia memahami tubuh dan lakunya adalah satu pembahasan tersendiri. Gerak menjadi satu dasar penting yang bisa dirasakan termasuk ruang. Tentu, selain bernapas, itu juga sebagai satu hal mikro yang bisa disadari oleh diri sendiri.

“Kaya semacam olah tubuh, tapi, dalam artian bahwa bagaimana kemudian elemen-elemen gerak dalam praktikku, itu bisa disadari gitu. Capaiannya itu dulu,” kata Josh.

Sampai di sini, ia menjelaskan sadar terhadap pernapasan, katanya, adalah contoh paling mikro terhadap apa yang kita bayangkan sebagai sirkulasi, apa yang dari luar menuju ke dalam (inside) dan apa di dalam dikeluarkan (out side). Itu kan sirkulatif, termasuk misalnya kita membayangkan kita di dalam dunia ini.

Josh Marcy percaya tubuh adalah representasi kosmos. Dalam artian di dalam gerakan individu itu tidak terlepas dari koreografi besar, dan bagaimana kesadaran untuk setiap orang sama-sama menciptakan ruang yang aman bagi sesama itu, merupakan satu bentuk rekognisi yang penting.

“Kesadaran semacam itu tentu saja sangat ideal, terlebih menyadari tubuh sendiri, itu sama dengan menyadari tubuh yang lain, diri-diri yang lain (inside, out side).”

Saya (penulis) dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Josh Marcy, atau dengan nama lengkap Josh Mary Putra Pattiwael adalah seorang koreografer yang memiliki perhatian penuh pada tubuh dan ruang dalam tari Spiral sejak tahun 2018. Tubuh dan ruang—telah menjadi satu risetnya yang serius sebagai sebuah pendekatan artistiknya sebagai seorang seniman tari (Spiral).

Selain nyeniman, ia juga seorang dosen di Fakultas Seni Pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sejak 2021.

Sementara terjun di dunia seni—akibat kecemplung itu lalu tenggelam, dan kemudian akhirnya menjadi seorang seniman. Itu telah membuat kesadaran penuh bagi seorang Josh Marcy—dalam memahami dunia itu seperti apa, dan kemudian memberi arti pada sesuatu itu melalui tarian.

Beberapa karyanya sudah pernah ditampilkan di panggung bergengsi seperti Jakarta Dance Meet Up 2017 dan 2018, Jakarta Dance Extravaganza 2019, kemudian Musi Seni Salihara 2022 dan pernah terlibat sebagai salah satu susunan kolaborator dan penampil karya-karya Isabelle Schad (Jerman) lewat pertunjukan Reflection dan Inside Out.

Sebelum menyudahi obrolan, di tengah bisingnya musik, kami bersulang meminum bir masing-masing sebelum saling pergi. “Sampai ketemu,” kata Josh menenggak birnya, lalu pergi berpesta

“Sampai ketemu juga, Bang,” balas saya sebelum akan pergi ke mobil, sambil berjalan menenteng bir di tangan kiri, rokok di tangan kanan. Mata merem melek. Tuhan atau Leak, tunjukkan aku jalan…. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part
B-Part: Raga Ruang Ragam
Performance “Batu” : Ketika Perempuan Menatap Tubuhnya Sendiri
Tags: B-Partpeformance artseni pertunjukanseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Next Post

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co