2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Son Lomri by Son Lomri
December 19, 2024
in Khas
“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

“Performing Spiral” dari Josh Marcy | Foto: Amrita Dharma

KAMI membentuk sebuah lingkaran kecil di lantai dua, di ruang Mayor, Masa Masa Bali, di kawasan Ketewel–Gianyar, Bali. Ini adalah malam terakhir acara Bali Performing Arts Meeting (B-Part), Minggu, 1 Desember 2024.

Kami adalah peserta workshop “Performing Spiral”, satu bagian dari kegiatan B-Part yang sangat menyenangkan.

Josh Marcy—sebutlah sebagai narasumber atau pelatih dalam workshop itu—duduk di antara kami. Lantas lelaki itu menggerakkan tangannya ke depan pelan dengan tatapan penuh fokus. Entah menatap apa. Merasakan apa.

Napasnya diatur begitu tenangnya, lelaki itu seperti hidup di antara kesadaran meditasi. Gerakan tangannya kian melambat dengan pola seperti memutar—penuh pengkhayatan, dan sebagai peserta, saya menyimak semua itu dalam lingkaran yang sama.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Di sana, Josh memberikan materi dan praktik tentang bagaimana imajinasi yang transformatif dengan tubuh sebagai porosnya. Melalui gerakkan spiral, kami, para peserta, diajaknya untuk merasakan tubuh sendiri melalui gerakan yang dibawa oleh alam bawah sadar masing-masing.

Kami dibebaskan untuk bergerak sesuai apa yang diimajinasikan, alih-alih menari, gerakan saya justru seperti kungfu. Barangkali tontonan waktu kecil timbul begitu saja ketika mengalihwahanakan imajinasi kepada satu gerak diri tentang sebuah tarian bebas.

Sedikitnya, jurus kungfu itu justru yang keluar walaupun sebenarnya saya sama sekali tidak memiliki keterampilan gerak berkelahi. Sangat kaku. Saya kesulitan untuk mencari gerakan yang lain selain gerakan mirip kungfu.

Padahal, kata Josh. tak mesti dipikirkan. Bergerak saja—enjoy. “Tari itu dialog, antara tubuh dan diri. Jadi, ya, seperti berbicara dengan diri sendiri pada akhirnya,” kata Josh Mercy. Ia mengaku mengutip kata-kata itu dari salah seorang koreografer tempatnya bekerja dulu.

Setelah tangan bergerak, kami semua merebah terlentang di lantai. Merasakan lantai sebagai medium kami bergerak, medium paling bawah. Napas masih terus diatur, tubuh terbebas dari kaku, para peserta masih mencoba untuk lentur dan merasakan sesuatu di posisi itu.

Perlahan kemudian, kami berdiri dan tangan di posisi sejajar dengan perut, lebih rileks.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Lelaki itu kemudian melangkahkan kakinya ke tengah lingkaran dan masuk ke sela-sela para peserta, berdiri dengan gerakan perlahan-cepat—membentuk satu pola sirkulatif.

Langkah itu kemudian diikuti oleh kami, satu per satu, setelah salah satu di antara kami di sentuh (tanda harus bergerak lebih dulu), hingga membentuk satu pola yang sirkular tak beraturan. Dan walaupun di tempat yang terbatas, secara tak sadar kami saling memberi ruang satu sama lain dan itu sangat terasa. Plong. Berjalan sendiri-sendiri tetapi membentuk pola berjalan yang indah.

Fenomena itu mengapa terjadi, kata Josh, karena gerak pada tubuh atau dalam hal ini gerak spiral, memiliki kemampuan rekognisi terhadap tubuh yang lain sehingga terjadi saling memahami terkait ruang.

Gerak Tubuh, Representasi Gerak Kosmos

Malam itu—setelah acara “Performing Spiral” dan lainnya, pesta terus digelar dengan musik DJ—memecah keheningan. Bir-bir bertengger di meja masing-masing.

Termasuk di meja saya dan Josh, selepas acara performingnya selesai.  Lantas di selasar panggung utama saya bertanya, apa yang hendak Anda perjuangkan sebenarnya melalui tarian ini?

“Hahaha…!” Lelaki itu tertawa dan memberi jeda. “Pertanyaan yang bagus barangkali. Tapi sesungguhnya aku tidak sedang memperjuangkan apa-apa, itu terlalu besar untuk dikatakan. Aku tidak sedang memberi solusi untuk dunia ini,” kata Josh Marcy, barangkali itu humor, tapi serius.

Josh Marcy dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Rokok masih menyala di antara sela jari kami, dan saya meminum sedikit bir itu sebelum kembali menyimak ia berbicara. Asap mengepul di atas saya. Untuk menghindari satu sikap yang nihilistik dan masih dalam suasana humor, ia menjalskan yang lain dengan tatapan serius setelah asap itu hilang.

Lelaki itu mengakui, bagaimana tarian spiral yang ia bawakan kemudian bisa menjadi satu pemahaman kepada yang lain terkait kesadaran tubuh dan ruang secara personal, merupakan satu pencapaian sederhananya yang lebih berarti.

Pada lokakaryanya itu, memang ia lebih menekankan tentang bentuk satu kesadaran penuh terkait tubuh itu sendiri melalui gerakan-gerakan sederhana seperti satu garis lingkaran di sekitar anggota badan.

Seberapa besar diri manusia memahami tubuh dan lakunya adalah satu pembahasan tersendiri. Gerak menjadi satu dasar penting yang bisa dirasakan termasuk ruang. Tentu, selain bernapas, itu juga sebagai satu hal mikro yang bisa disadari oleh diri sendiri.

“Kaya semacam olah tubuh, tapi, dalam artian bahwa bagaimana kemudian elemen-elemen gerak dalam praktikku, itu bisa disadari gitu. Capaiannya itu dulu,” kata Josh.

Sampai di sini, ia menjelaskan sadar terhadap pernapasan, katanya, adalah contoh paling mikro terhadap apa yang kita bayangkan sebagai sirkulasi, apa yang dari luar menuju ke dalam (inside) dan apa di dalam dikeluarkan (out side). Itu kan sirkulatif, termasuk misalnya kita membayangkan kita di dalam dunia ini.

Josh Marcy percaya tubuh adalah representasi kosmos. Dalam artian di dalam gerakan individu itu tidak terlepas dari koreografi besar, dan bagaimana kesadaran untuk setiap orang sama-sama menciptakan ruang yang aman bagi sesama itu, merupakan satu bentuk rekognisi yang penting.

“Kesadaran semacam itu tentu saja sangat ideal, terlebih menyadari tubuh sendiri, itu sama dengan menyadari tubuh yang lain, diri-diri yang lain (inside, out side).”

Saya (penulis) dalam workshop Performing Spiral dalam acara B-Part 2024 | Foto: Amrita Dharma

Josh Marcy, atau dengan nama lengkap Josh Mary Putra Pattiwael adalah seorang koreografer yang memiliki perhatian penuh pada tubuh dan ruang dalam tari Spiral sejak tahun 2018. Tubuh dan ruang—telah menjadi satu risetnya yang serius sebagai sebuah pendekatan artistiknya sebagai seorang seniman tari (Spiral).

Selain nyeniman, ia juga seorang dosen di Fakultas Seni Pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sejak 2021.

Sementara terjun di dunia seni—akibat kecemplung itu lalu tenggelam, dan kemudian akhirnya menjadi seorang seniman. Itu telah membuat kesadaran penuh bagi seorang Josh Marcy—dalam memahami dunia itu seperti apa, dan kemudian memberi arti pada sesuatu itu melalui tarian.

Beberapa karyanya sudah pernah ditampilkan di panggung bergengsi seperti Jakarta Dance Meet Up 2017 dan 2018, Jakarta Dance Extravaganza 2019, kemudian Musi Seni Salihara 2022 dan pernah terlibat sebagai salah satu susunan kolaborator dan penampil karya-karya Isabelle Schad (Jerman) lewat pertunjukan Reflection dan Inside Out.

Sebelum menyudahi obrolan, di tengah bisingnya musik, kami bersulang meminum bir masing-masing sebelum saling pergi. “Sampai ketemu,” kata Josh menenggak birnya, lalu pergi berpesta

“Sampai ketemu juga, Bang,” balas saya sebelum akan pergi ke mobil, sambil berjalan menenteng bir di tangan kiri, rokok di tangan kanan. Mata merem melek. Tuhan atau Leak, tunjukkan aku jalan…. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Menguatkan Sekaligus Meleburkan Identitas dalam Seni Pertunjukan Kontemporer – Dari Penutupan B-Part
B-Part: Raga Ruang Ragam
Performance “Batu” : Ketika Perempuan Menatap Tubuhnya Sendiri
Tags: B-Partpeformance artseni pertunjukanseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Next Post

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co