2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Jaswanto by Jaswanto
December 19, 2024
in Khas
Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Lovina Heaven Boutique Resort | Foto: Dian

SEJAK bertahun-tahun silam, orang-orang—turis berkulit pucat sampai yang cokelat—seperti tak henti mengunjungi Bali. Pulau yang mengambang di sebelah selatan garis khatulistiwa ini dianggap mengandung semacam romantisme purba yang sulit dijelaskan. Bahwa banyak orang telah begitu bergairah datang ke pulau ini setelah mendengar cerita, membaca buku, atau menonton sebuah film.

Bali seperti nyaris selalu “diberkati”, sebagaimana menurut kajian Prof. Dr. Nyoman Darma Putra—Bali, entah mengapa hampir selalu diberi “anugerah” oleh tangan-tangan gaib Sang Pencipta. Mengutip Putu Fajar Arcana dalam Tiket Pulang ke Surga (2023), ketika tatanan pariwisata Bali luluh-lantak oleh serangan bom berseri tahun 2002 dan 2005, misalnya, muncul film Eat Pray Love yang diangkat dari novel populer Elizabeth Gilbert.

Dan bahkan saat pandemi Covid-19 pun, Bali, sekali lagi, seolah “terselamatkan” oleh film Ticket to Paradise (2022). Bangkitlah gairah orang-orang untuk kembali ke Bali. Itu membuat pulau yang berbentuk seperti kipas yang direntangkan ini menjadi ramai, khususnya wilayah selatan. Atau overtourism—kondisi ketika jumlah pengunjung suatu tempat wisata melebihi kapasitas yang dapat ditampung—sebagaimana akademisi dan aktivis sering menyebutnya.

Bali bagian selatan memang sering dikeluhkan. Ramai, macet, alih fungi lahan yang marak, dan lain sebagainya. Kondisi semacam itu menimbulkan sikap pro-kontra di tengah masyarakat—walaupun tampaknya tak sedikit pula yang cuek-cuek saja.

Dan di tengah isu Bali Selatan yang jubel, terbesitlah pikiran untuk berkunjung, berpindah melancong saja ke utara, ke Buleleng dan sekitarnya. Toh di utara juga banyak tempat wisata alam dan budaya yang kaya, meski tentu saja berbeda.

Di kawasan Pantai Lovina ada lumba-lumba. Pancasari, Munduk, dan sekitarnya menawarkan trekking, danau, air terjun, kebuh buah, dan perkebunan kopi. Di barat ada Pemuteran. Di timur ada Les dan sekitarnya. Pantai dan bukit, sawah dan hutan disebut sebagai kekayaan wisata yang selalu digembor-gemborkan pemerintah dan orang-orang yang berkaitan. “Ayo ke Buleleng!” mereka berseru.

Ajakan ke Buleleng, Bali Utara, juga datang dari pengusaha-pengusaha hotel. Menurut Ketua PHRI Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Suardipa, Buleleng memiliki lebih dari 185 hotel, mulai dari penginapan kecil hingga hotel besar yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan. Dan benar. Tingkat okupansi di wilayah ini menunjukkan antusiasme wisatawan yang terus meningkat, terutama selama musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Kawasan barat dan tengah, hotel besar mencatat tingkat hunian rata-rata 70 persen, sementara hotel kecil mencapai 40-50 persen. Kawasan timur dan selatan, tingkat hunian rata-rata mencapai 60 persen, dengan wisatawan domestik dan Asia yang mendominasi, sementara wisatawan Eropa lebih banyak terlihat di kawasan Timur.

“Overtourism hanya terjadi di Bali Selatan. Jadi di Bali Utara, khususnya di Kabupaten Buleleng, masih sangat layak dikunjungi tahun 2025,” ungkap Dewa Suardipa, Rabu (18/12/2024). Nah, begitulah. Jika di Bali Selatan overtourism, maka datanglah ke utara.

Bali Utara dianggap menjadi pilihan alternatif yang menawarkan ketenangan dan keasrian. Kawasan ini tetap menyediakan fasilitas akomodasi yang nyaman serta daya tarik alam dan budaya yang otentik. Wisatawan dapat merasakan pengalaman berbeda tanpa harus menghadapi hiruk-pikuk keramaian. Tawaran yang menggiurkan, bukan?

“Dengan keindahan alam yang tak tertandingi, budaya lokal yang kaya, dan potensi besar untuk pengembangan, Buleleng siap menjadi pusat pariwisata yang layak dikunjungi di Bali,” ujarnya.

Namun, tetap ada harga yang harus dibayar untuk menjadi kota yang “layak” dikunjungi. Di sini Dewa Suardipa menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata Bali Utara. Solusi seperti pembangunan MRT, LRT, dan jalan baru yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Bali Utara diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas.

Dengan infrastruktur yang memadai, wisatawan dapat lebih mudah menjelajahi keindahan Buleleng dan menghabiskan waktu lebih lama di kawasan ini. Benarkan demikian? Apakah cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik tanpa dibarengi dengan narasi promosi yang kuat?

Tapi perkembangan pariwisata di Buleleng memang menunjukkan tren positif, terutama sejak akses ke Banyuwangi semakin mudah dengan adanya kereta api dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, hingga Jakarta. Hal ini juga didukung oleh program pemerintah “3B” (Banyuwangi, Bali Barat, Buleleng), yang berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, termasuk dari China, Taiwan, dan Vietnam.

Direction of Sales Lovina Heaven Boutique Resort Bagus Wijaya mengatakan, sebagian besar wisatawan mengunjungi Buleleng setelah perjalanan ke Bromo dan Kawah Ijen. Selama musim liburan akhir tahun, okupansi hotel di Lovina Heaven Boutique Resort mencapai 70 persen, yang dianggap cukup baik untuk pendatang baru di sektor ini.

Selain menjual layanan hotel, pihak pengelola juga mempromosikan daya tarik wisata Buleleng melalui berbagai kegiatan promosi, baik domestik maupun internasional. “Kolaborasi dengan travel agent domestik dan online travel agent turut berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Adanya inisiatif ini diharapkan mendorong pertumbuhan lebih lanjut, sehingga Buleleng bisa semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan,” ungkap Bagus.

Bagaimana? Apakah “jika di Bali Selatan overtourism, maka datanglah ke utara” ini ungkapan yang tepat atau justru tanda bahwa ini hanya awal untuk kembali menciptakan kondisi seperti Bali Selatan hari ini?[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Perempuan, Kebebasan dan Pariwisata | Dari Talkshow “Hari Ibu” KCKB Buleleng yang Dihadiri Ni Luh Puspa
Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara
Meninggalkan Hiruk-Pikuk Kota dengan Keindahan Sederhana di Bali Farm House, Pancasari-Buleleng
Gong Kebyar dan Tari Teruna Jaya, Jembatan Awal Pariwisata Bali
Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali
Tags: bali utaraPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Next Post

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang --- Dari B-Part 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co