3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Jaswanto by Jaswanto
December 19, 2024
in Khas
Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Lovina Heaven Boutique Resort | Foto: Dian

SEJAK bertahun-tahun silam, orang-orang—turis berkulit pucat sampai yang cokelat—seperti tak henti mengunjungi Bali. Pulau yang mengambang di sebelah selatan garis khatulistiwa ini dianggap mengandung semacam romantisme purba yang sulit dijelaskan. Bahwa banyak orang telah begitu bergairah datang ke pulau ini setelah mendengar cerita, membaca buku, atau menonton sebuah film.

Bali seperti nyaris selalu “diberkati”, sebagaimana menurut kajian Prof. Dr. Nyoman Darma Putra—Bali, entah mengapa hampir selalu diberi “anugerah” oleh tangan-tangan gaib Sang Pencipta. Mengutip Putu Fajar Arcana dalam Tiket Pulang ke Surga (2023), ketika tatanan pariwisata Bali luluh-lantak oleh serangan bom berseri tahun 2002 dan 2005, misalnya, muncul film Eat Pray Love yang diangkat dari novel populer Elizabeth Gilbert.

Dan bahkan saat pandemi Covid-19 pun, Bali, sekali lagi, seolah “terselamatkan” oleh film Ticket to Paradise (2022). Bangkitlah gairah orang-orang untuk kembali ke Bali. Itu membuat pulau yang berbentuk seperti kipas yang direntangkan ini menjadi ramai, khususnya wilayah selatan. Atau overtourism—kondisi ketika jumlah pengunjung suatu tempat wisata melebihi kapasitas yang dapat ditampung—sebagaimana akademisi dan aktivis sering menyebutnya.

Bali bagian selatan memang sering dikeluhkan. Ramai, macet, alih fungi lahan yang marak, dan lain sebagainya. Kondisi semacam itu menimbulkan sikap pro-kontra di tengah masyarakat—walaupun tampaknya tak sedikit pula yang cuek-cuek saja.

Dan di tengah isu Bali Selatan yang jubel, terbesitlah pikiran untuk berkunjung, berpindah melancong saja ke utara, ke Buleleng dan sekitarnya. Toh di utara juga banyak tempat wisata alam dan budaya yang kaya, meski tentu saja berbeda.

Di kawasan Pantai Lovina ada lumba-lumba. Pancasari, Munduk, dan sekitarnya menawarkan trekking, danau, air terjun, kebuh buah, dan perkebunan kopi. Di barat ada Pemuteran. Di timur ada Les dan sekitarnya. Pantai dan bukit, sawah dan hutan disebut sebagai kekayaan wisata yang selalu digembor-gemborkan pemerintah dan orang-orang yang berkaitan. “Ayo ke Buleleng!” mereka berseru.

Ajakan ke Buleleng, Bali Utara, juga datang dari pengusaha-pengusaha hotel. Menurut Ketua PHRI Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Suardipa, Buleleng memiliki lebih dari 185 hotel, mulai dari penginapan kecil hingga hotel besar yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan. Dan benar. Tingkat okupansi di wilayah ini menunjukkan antusiasme wisatawan yang terus meningkat, terutama selama musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Kawasan barat dan tengah, hotel besar mencatat tingkat hunian rata-rata 70 persen, sementara hotel kecil mencapai 40-50 persen. Kawasan timur dan selatan, tingkat hunian rata-rata mencapai 60 persen, dengan wisatawan domestik dan Asia yang mendominasi, sementara wisatawan Eropa lebih banyak terlihat di kawasan Timur.

“Overtourism hanya terjadi di Bali Selatan. Jadi di Bali Utara, khususnya di Kabupaten Buleleng, masih sangat layak dikunjungi tahun 2025,” ungkap Dewa Suardipa, Rabu (18/12/2024). Nah, begitulah. Jika di Bali Selatan overtourism, maka datanglah ke utara.

Bali Utara dianggap menjadi pilihan alternatif yang menawarkan ketenangan dan keasrian. Kawasan ini tetap menyediakan fasilitas akomodasi yang nyaman serta daya tarik alam dan budaya yang otentik. Wisatawan dapat merasakan pengalaman berbeda tanpa harus menghadapi hiruk-pikuk keramaian. Tawaran yang menggiurkan, bukan?

“Dengan keindahan alam yang tak tertandingi, budaya lokal yang kaya, dan potensi besar untuk pengembangan, Buleleng siap menjadi pusat pariwisata yang layak dikunjungi di Bali,” ujarnya.

Namun, tetap ada harga yang harus dibayar untuk menjadi kota yang “layak” dikunjungi. Di sini Dewa Suardipa menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata Bali Utara. Solusi seperti pembangunan MRT, LRT, dan jalan baru yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Bali Utara diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas.

Dengan infrastruktur yang memadai, wisatawan dapat lebih mudah menjelajahi keindahan Buleleng dan menghabiskan waktu lebih lama di kawasan ini. Benarkan demikian? Apakah cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik tanpa dibarengi dengan narasi promosi yang kuat?

Tapi perkembangan pariwisata di Buleleng memang menunjukkan tren positif, terutama sejak akses ke Banyuwangi semakin mudah dengan adanya kereta api dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, hingga Jakarta. Hal ini juga didukung oleh program pemerintah “3B” (Banyuwangi, Bali Barat, Buleleng), yang berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, termasuk dari China, Taiwan, dan Vietnam.

Direction of Sales Lovina Heaven Boutique Resort Bagus Wijaya mengatakan, sebagian besar wisatawan mengunjungi Buleleng setelah perjalanan ke Bromo dan Kawah Ijen. Selama musim liburan akhir tahun, okupansi hotel di Lovina Heaven Boutique Resort mencapai 70 persen, yang dianggap cukup baik untuk pendatang baru di sektor ini.

Selain menjual layanan hotel, pihak pengelola juga mempromosikan daya tarik wisata Buleleng melalui berbagai kegiatan promosi, baik domestik maupun internasional. “Kolaborasi dengan travel agent domestik dan online travel agent turut berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Adanya inisiatif ini diharapkan mendorong pertumbuhan lebih lanjut, sehingga Buleleng bisa semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan,” ungkap Bagus.

Bagaimana? Apakah “jika di Bali Selatan overtourism, maka datanglah ke utara” ini ungkapan yang tepat atau justru tanda bahwa ini hanya awal untuk kembali menciptakan kondisi seperti Bali Selatan hari ini?[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Perempuan, Kebebasan dan Pariwisata | Dari Talkshow “Hari Ibu” KCKB Buleleng yang Dihadiri Ni Luh Puspa
Pelabuhan Yacht, Strategi Pariwisata Premium Untuk Bali Utara
Meninggalkan Hiruk-Pikuk Kota dengan Keindahan Sederhana di Bali Farm House, Pancasari-Buleleng
Gong Kebyar dan Tari Teruna Jaya, Jembatan Awal Pariwisata Bali
Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali
Tags: bali utaraPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Next Post

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang --- Dari B-Part 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co