2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 19, 2024
in Esai
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Dede Putra Wiguna

DISRUPSI digital merupakan pergeseran besar yang menandai era dari offline ke online. Disrupsi merupakan peristiwa yang menyebabkan terjadinya berbagai perubahan, akibat revolusi teknologi informasi.

Pesatnya kemajuan dan perkembangan teknologi di awal abad ke-21 juga menyebabkan terjadinya fenomena era disrupsi digital. Disrupsi bukan hanya sekadar perubahan kecil, namun juga perubahan yang mampu mengubah tatanan fundamental. Era disrupsi tidak hanya mengubah wajah media dan industri yang mendukungnya, namun juga cara kita berkomunikasi, sikap, dan perilaku kita. Perubahan komunikasi dapat dilihat sebagai tanda perubahan cara kita berkomunikasi akibat penggunaan media digital. Salah satu perubahan mendasar tersebut adalah perkembangan atau kemajuan teknologi.

Perubahan ini menandakan aktivitas manusia berpindah dari dunia nyata ke dunia maya, dari tenaga manusia ke tenaga mesin, dan dari komputer ke robot. Ini mengubah tatanan yang sudah ada sebelumnya. Selain berbagai kemudahan yang ditawarkan, berbagai dampak negatif juga dapat terjadi, antara lain; (1) penyebaran berita palsu (hoaks), (2) pencurian data dan privasi, (3) penurunan produktivitas, dan (4) meningkatnya angka pengangguran.

Di era disrupsi digital saat ini, jurnalisme telah berkembang dengan cepat dan aksesnya semakin mudah dengan berkembangnya media sosial, situs berita daring, dan platform-platform lainnya yang memungkinkan siapa saja untuk menjadi pembuat konten. Kehadiran teknologi digital tidak hanya memudahkan akses informasi, namun juga memberikan tantangan baru terhadap kebebasan pers. Dalam konteks ini, kebebasan pers menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi kebebasan, kredibilitas, dan integritas jurnalisme.

Pers pada hakikatnya merupakan jembatan informasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, wartawan dan media berita harus mematuhi standar etika dan aturan pemberitaan serta menjaga keseimbangan dalam berbagai aktivitasnya. Saat ini, berbagai situasi menuntut pers untuk mengklarifikasi informasi. Kepercayaan masyarakat terhadap pers kini kian meredup. Di sisi lain, wartawan dan media berita harus waspada menghadapi kekacauan dan kebingungan yang disebabkan oleh kehadiran teknologi digital ataupun kecerdasan buatan.

Ketika berbicara tentang tanggung jawab pers, kita kembali kepada fungsi pers, yakni memberikan informasi, pendidikan, hiburan, serta sebagai kontrol sosial. Oleh karena itu, tanggung jawab pers di Indonesia adalah memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional.

Gempuran disrupsi digital saat ini menuntut media berita untuk memiliki akun media sosial atau laman website resmi, sehingga informasi dapat dipublikasikan dengan cepat ke berbagai platform yang dapat dinikmati oleh masyarakat modern masa kini. Dengan memanfaatkan teknologi digital, penyebaran informasi media berita akan dapat bersaing dengan pemilik akun media individual yang juga menyebarkan informasi tanpa aturan jurnalistik atau kode etik jurnalistik, serta tanpa melalui proses filtering atau editing.

Dengan kata lain, banyak informasi di masa kini yang tersedia bagi publik tanpa pelaporan atau verifikasi yang akurat dan lengkap. Karena semua orang bisa menciptakan medianya sendiri untuk meraup keuntungan. Selain itu, bentuk pemberitaan yang dibuat oleh pemilik media individual cenderung terpolarisasi, bersifat clickbait, dan kontroversial, sehingga sulit untuk menyaring kualitas informasi yang disebarkan tersebut.

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Masa Kini

Salah satu tantangan terbesar pers di masa kini adalah menjamurnya berita palsu (hoaks). Berita palsu saat ini sudah menjadi ancaman besar bagi pers. Pasalnya, informasi yang belum pasti kebenarannya, dapat disebarluaskan begitu cepat akibat adanya media digital. Informasi yang tidak valid ini dapat menyesatkan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pers atau media massa.

Kepercayaan masyarakatlah yang selama ini menghidupi dan menjadikan pers sebagai alat kontrol sosial. Namun, dengan berbagai problematika dan kekeliruan penyebaran informasi di media digital saat ini, kepercayaan itu perlahan mulai memudar. Nyatanya, masih banyak oknum wartawan yang menggunakan privilige-nya untuk meraup keuntungan lebih dari sebuah liputan maupun pemberitaan. Selain itu banyak pula wartawan yang menggunakan cuitan atau komentar-komentar di media sosial sebagai bahan berita, padahal hal tersebut belum dikonfirmasi dan divalidasi. Selain itu, tidak jarang juga banyak oknum wartawan online yang mengambil bahan berita tanpa izin terlebih dahulu. Sehingga banyak orang yang merasa dirugikan oleh beberapa oknum wartawan tersebut.

Selain wartawan, masyarakat juga memegang peranan penting sebagai jurnalisme warga (citizen journalism). Jurnalisme warga menunjukkan perubahan paradigma dalam produksi dan konsumsi berita. Para warga tidak hanya menjadi konsumen pasif informasi, tetapi juga turut berperan dalam proses pembuatan berita. Mereka dapat mengabadikan peristiwa di sekitarnya dengan menggunakan gawai pintarnya, kemudian menyebarluaskannya melalui media sosial atau platform lainnya.

Kelebihan utama jurnalisme warga adalah kemampuannya untuk menyajikan sudut pandang yang berbeda dan beragam dalam sebuah peristiwa. Hal ini dapat melengkapi liputan yang dilakukan oleh media konvensional yang cenderung terbatas oleh sumber daya dan waktu. Namun, kelemahan jurnalisme warga terletak pada kurangnya verifikasi dan validasi informasi, sehingga terkadang berita yang disajikan tidak jarang menjadi hoaks.

Satu hal mendasar dan berdampak yang dapat dilakukan pemerintah untuk membenahi kekacauan pers saat ini adalah dengan mengamandemen Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Hal ini harus dilakukan karena Undang-Undang tersebut sudah tidak relevan jika digunakan di masa disrupsi digital saat ini. Banyak perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam hal pemberitaan. Bahkan, dengan munculnya jurnalisme warga yang begitu bebas dan tidak terikat, sudah sepatutnya Undang-Undang tersebut mendapatkan perubahan dan perhatian dari pihak yang berwenang.

Banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari penyebaran berita dalam media digital, peraturan yang relevan mengenai jurnalisme warga, penggunaan media individual sebagai sarana komersial, perizinan media berita, pembaharuan kode etik wartawan, dan lain sebagainya.

Kebebasan bukan berarti liberal, bebas bertindak semena-mena, dan berperilaku ugal-ugalan. Namun, kebebasan adalah bebas untuk berkreativitas dengan penuh tanggung jawab, bertujuan untuk mencerdaskan khalayak, serta menciptakan generasi yang open minded dan mampu memaksimalkan transformasi digital secara optimal. [T]

Apakah Koran Sudah Menjadi Artefak Jurnalisme?
Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023
Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim
Profesi Jurnalis, Sebuah Jalan Penyadar Hidup
5 Penulis tatkala.co Masuk 10 Besar Anugerah Jurnalisme Warga 2019
Tags: digitaljurnalismejurnalisme wargapers
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Next Post

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co