22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 19, 2024
in Esai
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Dede Putra Wiguna

DISRUPSI digital merupakan pergeseran besar yang menandai era dari offline ke online. Disrupsi merupakan peristiwa yang menyebabkan terjadinya berbagai perubahan, akibat revolusi teknologi informasi.

Pesatnya kemajuan dan perkembangan teknologi di awal abad ke-21 juga menyebabkan terjadinya fenomena era disrupsi digital. Disrupsi bukan hanya sekadar perubahan kecil, namun juga perubahan yang mampu mengubah tatanan fundamental. Era disrupsi tidak hanya mengubah wajah media dan industri yang mendukungnya, namun juga cara kita berkomunikasi, sikap, dan perilaku kita. Perubahan komunikasi dapat dilihat sebagai tanda perubahan cara kita berkomunikasi akibat penggunaan media digital. Salah satu perubahan mendasar tersebut adalah perkembangan atau kemajuan teknologi.

Perubahan ini menandakan aktivitas manusia berpindah dari dunia nyata ke dunia maya, dari tenaga manusia ke tenaga mesin, dan dari komputer ke robot. Ini mengubah tatanan yang sudah ada sebelumnya. Selain berbagai kemudahan yang ditawarkan, berbagai dampak negatif juga dapat terjadi, antara lain; (1) penyebaran berita palsu (hoaks), (2) pencurian data dan privasi, (3) penurunan produktivitas, dan (4) meningkatnya angka pengangguran.

Di era disrupsi digital saat ini, jurnalisme telah berkembang dengan cepat dan aksesnya semakin mudah dengan berkembangnya media sosial, situs berita daring, dan platform-platform lainnya yang memungkinkan siapa saja untuk menjadi pembuat konten. Kehadiran teknologi digital tidak hanya memudahkan akses informasi, namun juga memberikan tantangan baru terhadap kebebasan pers. Dalam konteks ini, kebebasan pers menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi kebebasan, kredibilitas, dan integritas jurnalisme.

Pers pada hakikatnya merupakan jembatan informasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, wartawan dan media berita harus mematuhi standar etika dan aturan pemberitaan serta menjaga keseimbangan dalam berbagai aktivitasnya. Saat ini, berbagai situasi menuntut pers untuk mengklarifikasi informasi. Kepercayaan masyarakat terhadap pers kini kian meredup. Di sisi lain, wartawan dan media berita harus waspada menghadapi kekacauan dan kebingungan yang disebabkan oleh kehadiran teknologi digital ataupun kecerdasan buatan.

Ketika berbicara tentang tanggung jawab pers, kita kembali kepada fungsi pers, yakni memberikan informasi, pendidikan, hiburan, serta sebagai kontrol sosial. Oleh karena itu, tanggung jawab pers di Indonesia adalah memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional.

Gempuran disrupsi digital saat ini menuntut media berita untuk memiliki akun media sosial atau laman website resmi, sehingga informasi dapat dipublikasikan dengan cepat ke berbagai platform yang dapat dinikmati oleh masyarakat modern masa kini. Dengan memanfaatkan teknologi digital, penyebaran informasi media berita akan dapat bersaing dengan pemilik akun media individual yang juga menyebarkan informasi tanpa aturan jurnalistik atau kode etik jurnalistik, serta tanpa melalui proses filtering atau editing.

Dengan kata lain, banyak informasi di masa kini yang tersedia bagi publik tanpa pelaporan atau verifikasi yang akurat dan lengkap. Karena semua orang bisa menciptakan medianya sendiri untuk meraup keuntungan. Selain itu, bentuk pemberitaan yang dibuat oleh pemilik media individual cenderung terpolarisasi, bersifat clickbait, dan kontroversial, sehingga sulit untuk menyaring kualitas informasi yang disebarkan tersebut.

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Masa Kini

Salah satu tantangan terbesar pers di masa kini adalah menjamurnya berita palsu (hoaks). Berita palsu saat ini sudah menjadi ancaman besar bagi pers. Pasalnya, informasi yang belum pasti kebenarannya, dapat disebarluaskan begitu cepat akibat adanya media digital. Informasi yang tidak valid ini dapat menyesatkan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pers atau media massa.

Kepercayaan masyarakatlah yang selama ini menghidupi dan menjadikan pers sebagai alat kontrol sosial. Namun, dengan berbagai problematika dan kekeliruan penyebaran informasi di media digital saat ini, kepercayaan itu perlahan mulai memudar. Nyatanya, masih banyak oknum wartawan yang menggunakan privilige-nya untuk meraup keuntungan lebih dari sebuah liputan maupun pemberitaan. Selain itu banyak pula wartawan yang menggunakan cuitan atau komentar-komentar di media sosial sebagai bahan berita, padahal hal tersebut belum dikonfirmasi dan divalidasi. Selain itu, tidak jarang juga banyak oknum wartawan online yang mengambil bahan berita tanpa izin terlebih dahulu. Sehingga banyak orang yang merasa dirugikan oleh beberapa oknum wartawan tersebut.

Selain wartawan, masyarakat juga memegang peranan penting sebagai jurnalisme warga (citizen journalism). Jurnalisme warga menunjukkan perubahan paradigma dalam produksi dan konsumsi berita. Para warga tidak hanya menjadi konsumen pasif informasi, tetapi juga turut berperan dalam proses pembuatan berita. Mereka dapat mengabadikan peristiwa di sekitarnya dengan menggunakan gawai pintarnya, kemudian menyebarluaskannya melalui media sosial atau platform lainnya.

Kelebihan utama jurnalisme warga adalah kemampuannya untuk menyajikan sudut pandang yang berbeda dan beragam dalam sebuah peristiwa. Hal ini dapat melengkapi liputan yang dilakukan oleh media konvensional yang cenderung terbatas oleh sumber daya dan waktu. Namun, kelemahan jurnalisme warga terletak pada kurangnya verifikasi dan validasi informasi, sehingga terkadang berita yang disajikan tidak jarang menjadi hoaks.

Satu hal mendasar dan berdampak yang dapat dilakukan pemerintah untuk membenahi kekacauan pers saat ini adalah dengan mengamandemen Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Hal ini harus dilakukan karena Undang-Undang tersebut sudah tidak relevan jika digunakan di masa disrupsi digital saat ini. Banyak perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam hal pemberitaan. Bahkan, dengan munculnya jurnalisme warga yang begitu bebas dan tidak terikat, sudah sepatutnya Undang-Undang tersebut mendapatkan perubahan dan perhatian dari pihak yang berwenang.

Banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari penyebaran berita dalam media digital, peraturan yang relevan mengenai jurnalisme warga, penggunaan media individual sebagai sarana komersial, perizinan media berita, pembaharuan kode etik wartawan, dan lain sebagainya.

Kebebasan bukan berarti liberal, bebas bertindak semena-mena, dan berperilaku ugal-ugalan. Namun, kebebasan adalah bebas untuk berkreativitas dengan penuh tanggung jawab, bertujuan untuk mencerdaskan khalayak, serta menciptakan generasi yang open minded dan mampu memaksimalkan transformasi digital secara optimal. [T]

Apakah Koran Sudah Menjadi Artefak Jurnalisme?
Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023
Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim
Profesi Jurnalis, Sebuah Jalan Penyadar Hidup
5 Penulis tatkala.co Masuk 10 Besar Anugerah Jurnalisme Warga 2019
Tags: digitaljurnalismejurnalisme wargapers
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Next Post

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co