12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 19, 2024
in Esai
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Dede Putra Wiguna

DISRUPSI digital merupakan pergeseran besar yang menandai era dari offline ke online. Disrupsi merupakan peristiwa yang menyebabkan terjadinya berbagai perubahan, akibat revolusi teknologi informasi.

Pesatnya kemajuan dan perkembangan teknologi di awal abad ke-21 juga menyebabkan terjadinya fenomena era disrupsi digital. Disrupsi bukan hanya sekadar perubahan kecil, namun juga perubahan yang mampu mengubah tatanan fundamental. Era disrupsi tidak hanya mengubah wajah media dan industri yang mendukungnya, namun juga cara kita berkomunikasi, sikap, dan perilaku kita. Perubahan komunikasi dapat dilihat sebagai tanda perubahan cara kita berkomunikasi akibat penggunaan media digital. Salah satu perubahan mendasar tersebut adalah perkembangan atau kemajuan teknologi.

Perubahan ini menandakan aktivitas manusia berpindah dari dunia nyata ke dunia maya, dari tenaga manusia ke tenaga mesin, dan dari komputer ke robot. Ini mengubah tatanan yang sudah ada sebelumnya. Selain berbagai kemudahan yang ditawarkan, berbagai dampak negatif juga dapat terjadi, antara lain; (1) penyebaran berita palsu (hoaks), (2) pencurian data dan privasi, (3) penurunan produktivitas, dan (4) meningkatnya angka pengangguran.

Di era disrupsi digital saat ini, jurnalisme telah berkembang dengan cepat dan aksesnya semakin mudah dengan berkembangnya media sosial, situs berita daring, dan platform-platform lainnya yang memungkinkan siapa saja untuk menjadi pembuat konten. Kehadiran teknologi digital tidak hanya memudahkan akses informasi, namun juga memberikan tantangan baru terhadap kebebasan pers. Dalam konteks ini, kebebasan pers menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi kebebasan, kredibilitas, dan integritas jurnalisme.

Pers pada hakikatnya merupakan jembatan informasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, wartawan dan media berita harus mematuhi standar etika dan aturan pemberitaan serta menjaga keseimbangan dalam berbagai aktivitasnya. Saat ini, berbagai situasi menuntut pers untuk mengklarifikasi informasi. Kepercayaan masyarakat terhadap pers kini kian meredup. Di sisi lain, wartawan dan media berita harus waspada menghadapi kekacauan dan kebingungan yang disebabkan oleh kehadiran teknologi digital ataupun kecerdasan buatan.

Ketika berbicara tentang tanggung jawab pers, kita kembali kepada fungsi pers, yakni memberikan informasi, pendidikan, hiburan, serta sebagai kontrol sosial. Oleh karena itu, tanggung jawab pers di Indonesia adalah memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional.

Gempuran disrupsi digital saat ini menuntut media berita untuk memiliki akun media sosial atau laman website resmi, sehingga informasi dapat dipublikasikan dengan cepat ke berbagai platform yang dapat dinikmati oleh masyarakat modern masa kini. Dengan memanfaatkan teknologi digital, penyebaran informasi media berita akan dapat bersaing dengan pemilik akun media individual yang juga menyebarkan informasi tanpa aturan jurnalistik atau kode etik jurnalistik, serta tanpa melalui proses filtering atau editing.

Dengan kata lain, banyak informasi di masa kini yang tersedia bagi publik tanpa pelaporan atau verifikasi yang akurat dan lengkap. Karena semua orang bisa menciptakan medianya sendiri untuk meraup keuntungan. Selain itu, bentuk pemberitaan yang dibuat oleh pemilik media individual cenderung terpolarisasi, bersifat clickbait, dan kontroversial, sehingga sulit untuk menyaring kualitas informasi yang disebarkan tersebut.

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Masa Kini

Salah satu tantangan terbesar pers di masa kini adalah menjamurnya berita palsu (hoaks). Berita palsu saat ini sudah menjadi ancaman besar bagi pers. Pasalnya, informasi yang belum pasti kebenarannya, dapat disebarluaskan begitu cepat akibat adanya media digital. Informasi yang tidak valid ini dapat menyesatkan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pers atau media massa.

Kepercayaan masyarakatlah yang selama ini menghidupi dan menjadikan pers sebagai alat kontrol sosial. Namun, dengan berbagai problematika dan kekeliruan penyebaran informasi di media digital saat ini, kepercayaan itu perlahan mulai memudar. Nyatanya, masih banyak oknum wartawan yang menggunakan privilige-nya untuk meraup keuntungan lebih dari sebuah liputan maupun pemberitaan. Selain itu banyak pula wartawan yang menggunakan cuitan atau komentar-komentar di media sosial sebagai bahan berita, padahal hal tersebut belum dikonfirmasi dan divalidasi. Selain itu, tidak jarang juga banyak oknum wartawan online yang mengambil bahan berita tanpa izin terlebih dahulu. Sehingga banyak orang yang merasa dirugikan oleh beberapa oknum wartawan tersebut.

Selain wartawan, masyarakat juga memegang peranan penting sebagai jurnalisme warga (citizen journalism). Jurnalisme warga menunjukkan perubahan paradigma dalam produksi dan konsumsi berita. Para warga tidak hanya menjadi konsumen pasif informasi, tetapi juga turut berperan dalam proses pembuatan berita. Mereka dapat mengabadikan peristiwa di sekitarnya dengan menggunakan gawai pintarnya, kemudian menyebarluaskannya melalui media sosial atau platform lainnya.

Kelebihan utama jurnalisme warga adalah kemampuannya untuk menyajikan sudut pandang yang berbeda dan beragam dalam sebuah peristiwa. Hal ini dapat melengkapi liputan yang dilakukan oleh media konvensional yang cenderung terbatas oleh sumber daya dan waktu. Namun, kelemahan jurnalisme warga terletak pada kurangnya verifikasi dan validasi informasi, sehingga terkadang berita yang disajikan tidak jarang menjadi hoaks.

Satu hal mendasar dan berdampak yang dapat dilakukan pemerintah untuk membenahi kekacauan pers saat ini adalah dengan mengamandemen Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Hal ini harus dilakukan karena Undang-Undang tersebut sudah tidak relevan jika digunakan di masa disrupsi digital saat ini. Banyak perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam hal pemberitaan. Bahkan, dengan munculnya jurnalisme warga yang begitu bebas dan tidak terikat, sudah sepatutnya Undang-Undang tersebut mendapatkan perubahan dan perhatian dari pihak yang berwenang.

Banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari penyebaran berita dalam media digital, peraturan yang relevan mengenai jurnalisme warga, penggunaan media individual sebagai sarana komersial, perizinan media berita, pembaharuan kode etik wartawan, dan lain sebagainya.

Kebebasan bukan berarti liberal, bebas bertindak semena-mena, dan berperilaku ugal-ugalan. Namun, kebebasan adalah bebas untuk berkreativitas dengan penuh tanggung jawab, bertujuan untuk mencerdaskan khalayak, serta menciptakan generasi yang open minded dan mampu memaksimalkan transformasi digital secara optimal. [T]

Apakah Koran Sudah Menjadi Artefak Jurnalisme?
Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023
Tiba Saat Anak Muda Bali dan Jurnalis Berkolaborasi Lawan Ancaman Krisis Iklim
Profesi Jurnalis, Sebuah Jalan Penyadar Hidup
5 Penulis tatkala.co Masuk 10 Besar Anugerah Jurnalisme Warga 2019
Tags: digitaljurnalismejurnalisme wargapers
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Next Post

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Jika di Bali Selatan Overtourism, Maka Datanglah ke Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co