4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Profesi Jurnalis, Sebuah Jalan Penyadar Hidup

Putu Sosiawan by Putu Sosiawan
February 16, 2020
in Esai
Profesi Jurnalis, Sebuah Jalan Penyadar Hidup

Liputan bersama teman wartawan di daerah bencana

Jurnalis. Saya tidak pernah berpikir pernah menekuni profesi itu. Sama sekali tidak pernah. Yang diinginkan, bekerja di kantoran, berangkat pagi, pulang sore. Sabtu dan Minggu bisa libur. Belum lagi terkadang menghayal bisa memakai pakaian rapi, dengan sepatu kinclong.

Mungkin sudah takdir yang mengharuskan sebagai kuli tinta. Di awali pada tahun 2014, saya mengakhiri pendidikan S-1. Saya bukan lulusan Ilmu Komunikasi. Apalagi khusus bidang photografi. Saya yang lahir di desa, jauh dari pusat kota Singaraja, Kabupaten Buleleng hanya lulusan Sastra Bali. Jurusan yang pernah orang katakan kepada saya tidak punya masa depan. Hanya bisa untuk mencari kerja di Bali saja. Bahkan sempat dikatakan cocok untuk bekal jadi bendesa. Cukup tersentil memang mendengar pernyataan itu.

Pendidikan yang dianggap bukan menjadi pemberi “keberuntungan” itu tetap saya jadikan “senjata”. Saya putuskan untuk melamar di salah satu perusahaan media cetak ternama di Bali. Berselang tiga hari, lalu dipanggil untuk mengikuti seleksi. Saya dinyatakan diterima. Merasa bersyukur sudah pasti. Apalagi pekerjaan pertama ini saya dapatkan tepat dengan hari kelahiran.

Jujur, di awal profesi jurnalis saya anggap sebagai pelarian sekaligus jembatan untuk mengenalkan dengan pejabat, kalangan birokrat. Pertama bekerja, saya mendapat tugas di Denpasar. Selama tiga bulan bergelut dengan hirup pikuk, panas dan kemacetan. Bahkan saya sempat sakit. Pasar Badung dan Pasar Batu Kandik menjadi tempat setia untuk mencari ide berita. Kalau tidak soal ekonomi, bisa tentang human interest. Topik itu memang sangat ringan. Bahkan sudah menjadi pemandangan biasa oleh masyarakat umum. Tetapi dari itu saya belajar untuk menapaki topik yang lebih berat.

Pasca itu, Kabupaten Bangli menjadi “hadiah” untuk saya dalam melanjutkan perjalanan sebagai kuli tinta. Sejak lahir sampai lulus kuliah, tidak pernah saya menginjakkan kaki di bumi berhawa sejuk itu. Saya terima, meskipun cukup berat meninggalkan Denpasar yang sudah memberikan pengalaman selama tujuh tahun. Tinggal di Bangli, awalnya harus memaksakan diri. Jalanan jam 8 malam sudah sepi. Tidak ada tempat hiburan. Hanya ada warung senggol yang sudah siap-siap tutup jam setengah 10 malam.

Di tempat ini saya banyak mendapat pengalaman. Bukan sebatas liputan tentang tanah longsor, mengelilingi Gunung Batur dengan motor butut, kasus pembunuhan, perselingkuhan, gantung diri, dan pertanian yang terserang hama atau harga jeruk anjlok. Apalagi di kejar dead line di tengah paceklik berita yang membuat pusing.

Tetapi banyak hal yang membuat lebih bersyukur. Berapa kali saya menemukan warga yang hidup dalam jeratan kemiskinan. Salah satunya di wilayah Desa Pengotan. Seorang perempuan tua tinggal di sebuah gubuk kecil di dasar lembah. Gubuk berdinding gedek yang bolong di sejumlah sisi. Tempat tidur dan dapur menjadi satu dan hanya berlantai tanah. Saya lupa nama perempuan itu.

Ia tinggal bersama anak laki-laki semata wayangnya. Saya lupa juga namanya. Anak itu polos dan sangat ramah. Ia yang duduk di bangku kelas VI SD memberikan saya sebuah motivasi. Ia sudah terbiasa bekerja berat sejak masih duduk di kelas I. Pekerjaannya sebagai buruh potong kayu yang membuatnya kehilangan empat jari pada salah satu tanganya. Yang tersisa hanya jari kelingking. Banyak orang, yang sebatas diputusi pacar sudah galau berat. Ada yang seolah suah tidak sanggup hidup lagi. Tapi tidak dengan anak itu. Tetap semangat menjalani hidup, berbalut keceriaan senyuman.

Sebuah pelajaran juga saya ambil dari seorang perempuan yang tinggal di wilayah Kecamatan Tembuku. Perempuan paruh baya yang bertahan hidup menjadi tukang petik kelapa. Memanjat pohon tinggi sudah biasa. Ada yang membuat hati pilu. Ia mengalami luka cukup parah pada payudara yang membuatnya merintih kesakitan. Luka itu muncul setelah tertusuk tajamnya pelepah kelapa. Saya disini berpikir dan lagi-lagi bersyukur memiliki seorang ibu yang masih bisa bekerja lebih layak dan tidak terlalu berisiko.

Kepiluan juga muncul dari hidup seorang kakek di wilayah Batu Meyeh, Kecamatan Kintamani. Usianya yang sudah renta tinggal sebatang kara di rumah kecil. Berdinding batu, beratap terpal yang sudah robek. Saat turun hujan, air sudah pasti masuk. Hal lain yang juga menjadi pelajaran bagi saya adalah ketika bertemu dengan seorang anak di Desa Belandingan, Kintamani.

Ketika itu ia masih duduk di kelas I. Sebagian besar anak kini sudah beruntung. Ke sekolah tinggal diantar, pulangnya di jemput. Uang jajan pun tak pernah jadi masalah. Bahkan ada sebelum sampai rumah, diajak belanja duku. Namun keberuntungan itu tidak ada padanya. Ia harus menempuh jarak 7 kilometer untuk sampai di sekolah dari rumahnya dengan berjalan kali. Melewati jalan setapak yang diapit hutan belantara. Jam setengah 10 pagi ia baru bisa masuk kelas. Saat siswa lain bersitirahat, ia baru mulai belajar. Soal uang jajan, sering ia tidak punya. Semangatnya tetap memancar dari wajah mungilnya.

Saya juga pernah bertugas di tanah kelahiran, Kabupaten Buleleng. Di bumi Panji Sakti ini juga mendapat sebuah pengalaman. Bertemu sosok yang inspiratif, seperti halnya penyandang disabilitas yang mampu menjadi tulang punggung keluarga. Mengandalkan profesi sebagai penulis dan pelukis. Tempat terakhir menjadi kuli tinta, saya labuhkan di Kabupaten Klungkung.

Mengawali bulan Juli 2017 hingga Oktober 2018, banyak hal yang didapatkan di bumi serombotan ini. Yang paling tidak terlupakan ketika turut menjadi saksi tumpah ruahnya pengungsi erupsi Gunung Agung di tengah malam pada September 2019. GOR Swecapura, Desa Gelgel menjadi rumah kedua. Menggali cerita dari warga yang meninggalkan tanah kelahiran. Banyak yang kehilangan pekerjaan, ternak dijual murah untuk bekal hidup. Dihimpit hidup sulit, mereka tetap kuat. Tetap mensyukuri keadaan, meskipun tinggal berbulan-bulan di tenda yang berdiri di tengah lapangan. Dari sekelumit perjalanan itu, menyadarkan saya akan sebuah profesi. Jurnalis bukan semata-mata tentang masa depan. Tetapi sebagai jalan penyadar hidup. [T]

Tags: jurnaliswartawan
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Simpang Siur Nama Nusa Penida: Dari Batu Kapur, Pandita Hingga Memati-mati

Next Post

Setelah Pergub 80/2018, Adakah Bahasa Bali Aga Diberi Panggung Bukan Dipunggungi?

Putu Sosiawan

Putu Sosiawan

Mantan wartawan

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Setelah Pergub 80/2018, Adakah Bahasa Bali Aga Diberi Panggung Bukan Dipunggungi?

Setelah Pergub 80/2018, Adakah Bahasa Bali Aga Diberi Panggung Bukan Dipunggungi?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co