26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Ni Putu Maha Lina by Ni Putu Maha Lina
December 18, 2024
in Opini
Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Ilustrasi tatkala.co

PERNYATAAN Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti-Sainstek) tentang transformasi pendidikan tinggi di Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. Transformasi ini mencakup perubahan dalam pola pikir, pendekatan pembelajaran, serta sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan global. Seiring dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), transformasi pendidikan tinggi menjadi sangat penting untuk memastikan Indonesia dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai tujuan tersebut. Meskipun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai kendala yang memerlukan perhatian serius.

Salah satu tantangan utama dalam melaksanakan transformasi pendidikan tinggi adalah keterbatasan sumber daya yang tersedia. Infrastruktur pendidikan yang memadai, pendanaan, serta kapasitas institusi pendidikan dalam menyediakan fasilitas dan program yang mendukung pendekatan transformatif masih menjadi permasalahan. Selain itu, minimnya integrasi lintas sektor turut menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan SDGs melalui pendidikan. Integrasi antara sektor pendidikan, pemerintahan, industri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Tanpa adanya kolaborasi yang efektif, keberhasilan transformasi pendidikan tinggi akan sulit tercapai.

Lebih lanjut, kesiapan peserta didik dan institusi pendidikan dalam mengadaptasi pendekatan transformatif juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pendekatan pendidikan transformatif yang berfokus pada perubahan pandangan dunia dan peningkatan kesadaran terhadap isu-isu global tidak dapat diterima dengan mudah oleh semua pihak. Beberapa peserta didik dan pengajar mungkin mengalami kesulitan dalam menerima atau menerapkan perubahan ini, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang masih menghadapi tantangan dalam hal pemahaman dan penerimaan terhadap pendekatan baru dalam pendidikan.

Pendekatan pembelajaran transformatif yang pertama kali diperkenalkan oleh Jack Mezirow pada tahun 1970, menawarkan sebuah metode yang mampu merubah cara berpikir peserta didik secara fundamental (Mezirow, 2009). Pembelajaran transformatif berfokus pada refleksi diri dan pemahaman mendalam terhadap pengalaman, nilai-nilai, serta sistem kepercayaan yang ada. Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan dapat mengkaji ulang pandangan dunia mereka, menyadari perbedaan perspektif, serta mengembangkan kesadaran tentang pentingnya isu-isu global, seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Melalui transformasi pemikiran ini, peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dalam mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. Pendidikan tinggi yang mengadopsi pendekatan ini akan memfasilitasi peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, serta siap untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di sinilah peran penting pendidikan tinggi dalam menciptakan pemikir-pemikir yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi.

Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan pengetahuan, penelitian, serta teknologi yang dapat membantu mewujudkan solusi terhadap tantangan global yang kompleks, seperti perubahan iklim, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan ketahanan pangan. Melalui riset dan pengembangan, pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai contoh, sektor pendidikan tinggi di Indonesia dapat berperan dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengentasan kemiskinan. Pendidikan tinggi juga dapat memfasilitasi kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender, perlindungan hak asasi manusia, dan pembangunan sosial yang inklusif. Untuk itu, institusi pendidikan tinggi harus dapat menyediakan program studi yang relevan dengan kebutuhan global dan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi untuk memberikan solusi terhadap isu-isu tersebut.

Salah satu pendekatan penting yang mendukung transformasi pendidikan tinggi dalam konteks pembangunan berkelanjutan adalah Education for Sustainable Development (ESD) atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. ESD merupakan bagian dari inisiatif yang tercantum dalam Resolusi Majelis Umum PBB yang mencanangkan Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (DESD) (UNESCO, 2005). Melalui ESD, peserta didik didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan mereka, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam mencapai SDGs.

Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan tinggi, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan bahwa tujuan SDGs dapat tercapai secara optimal. Dalam hal ini, pendidikan tinggi berfungsi sebagai motor penggerak dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Transformasi pendidikan tinggi merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Meskipun pelaksanaan kebijakan ini dihadapkan pada berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya dan kesiapan peserta didik, pendidikan tinggi tetap memegang peranan penting dalam menciptakan solusi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD) menjadi salah satu pendekatan yang dapat menghubungkan pendidikan tinggi dengan tujuan SDGs, dan membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan global dengan penuh tanggung jawab.

Daftar Pustaka:

Mezirow, J. (2009). An Overview of Transformative Leaning. Contemporary Theories of Learning: Learning Theorists in Their Own Words, 90–105.

UNESCO. (2005). International Implementation Scheme. United Nations Decade of Education for Sustainable Development (2005-2014), 1–31. http://unesdoc.unesco.org/images/0014/001486/148654E.pdf

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi
Menepis Simplifikasi MBKM di Perguruan Tinggi
Pendidikan Inklusi : Realitas dan Problematikanya
Tags: PendidikanPendidikan Tinggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pande Made Iron Digjaya, Berenang Bersama Ayah Sejak Kecil, Kini Juara PON

Next Post

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Ni Putu Maha Lina

Ni Putu Maha Lina

Penulis adalah Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bali

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co