5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Ni Putu Maha Lina by Ni Putu Maha Lina
December 18, 2024
in Opini
Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Ilustrasi tatkala.co

PERNYATAAN Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti-Sainstek) tentang transformasi pendidikan tinggi di Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. Transformasi ini mencakup perubahan dalam pola pikir, pendekatan pembelajaran, serta sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan global. Seiring dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), transformasi pendidikan tinggi menjadi sangat penting untuk memastikan Indonesia dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai tujuan tersebut. Meskipun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai kendala yang memerlukan perhatian serius.

Salah satu tantangan utama dalam melaksanakan transformasi pendidikan tinggi adalah keterbatasan sumber daya yang tersedia. Infrastruktur pendidikan yang memadai, pendanaan, serta kapasitas institusi pendidikan dalam menyediakan fasilitas dan program yang mendukung pendekatan transformatif masih menjadi permasalahan. Selain itu, minimnya integrasi lintas sektor turut menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan SDGs melalui pendidikan. Integrasi antara sektor pendidikan, pemerintahan, industri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Tanpa adanya kolaborasi yang efektif, keberhasilan transformasi pendidikan tinggi akan sulit tercapai.

Lebih lanjut, kesiapan peserta didik dan institusi pendidikan dalam mengadaptasi pendekatan transformatif juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pendekatan pendidikan transformatif yang berfokus pada perubahan pandangan dunia dan peningkatan kesadaran terhadap isu-isu global tidak dapat diterima dengan mudah oleh semua pihak. Beberapa peserta didik dan pengajar mungkin mengalami kesulitan dalam menerima atau menerapkan perubahan ini, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang masih menghadapi tantangan dalam hal pemahaman dan penerimaan terhadap pendekatan baru dalam pendidikan.

Pendekatan pembelajaran transformatif yang pertama kali diperkenalkan oleh Jack Mezirow pada tahun 1970, menawarkan sebuah metode yang mampu merubah cara berpikir peserta didik secara fundamental (Mezirow, 2009). Pembelajaran transformatif berfokus pada refleksi diri dan pemahaman mendalam terhadap pengalaman, nilai-nilai, serta sistem kepercayaan yang ada. Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan dapat mengkaji ulang pandangan dunia mereka, menyadari perbedaan perspektif, serta mengembangkan kesadaran tentang pentingnya isu-isu global, seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Melalui transformasi pemikiran ini, peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dalam mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. Pendidikan tinggi yang mengadopsi pendekatan ini akan memfasilitasi peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, serta siap untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di sinilah peran penting pendidikan tinggi dalam menciptakan pemikir-pemikir yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi.

Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan pengetahuan, penelitian, serta teknologi yang dapat membantu mewujudkan solusi terhadap tantangan global yang kompleks, seperti perubahan iklim, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan ketahanan pangan. Melalui riset dan pengembangan, pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai contoh, sektor pendidikan tinggi di Indonesia dapat berperan dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengentasan kemiskinan. Pendidikan tinggi juga dapat memfasilitasi kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender, perlindungan hak asasi manusia, dan pembangunan sosial yang inklusif. Untuk itu, institusi pendidikan tinggi harus dapat menyediakan program studi yang relevan dengan kebutuhan global dan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi untuk memberikan solusi terhadap isu-isu tersebut.

Salah satu pendekatan penting yang mendukung transformasi pendidikan tinggi dalam konteks pembangunan berkelanjutan adalah Education for Sustainable Development (ESD) atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. ESD merupakan bagian dari inisiatif yang tercantum dalam Resolusi Majelis Umum PBB yang mencanangkan Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (DESD) (UNESCO, 2005). Melalui ESD, peserta didik didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan mereka, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam mencapai SDGs.

Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan tinggi, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan bahwa tujuan SDGs dapat tercapai secara optimal. Dalam hal ini, pendidikan tinggi berfungsi sebagai motor penggerak dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Transformasi pendidikan tinggi merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Meskipun pelaksanaan kebijakan ini dihadapkan pada berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya dan kesiapan peserta didik, pendidikan tinggi tetap memegang peranan penting dalam menciptakan solusi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD) menjadi salah satu pendekatan yang dapat menghubungkan pendidikan tinggi dengan tujuan SDGs, dan membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan global dengan penuh tanggung jawab.

Daftar Pustaka:

Mezirow, J. (2009). An Overview of Transformative Leaning. Contemporary Theories of Learning: Learning Theorists in Their Own Words, 90–105.

UNESCO. (2005). International Implementation Scheme. United Nations Decade of Education for Sustainable Development (2005-2014), 1–31. http://unesdoc.unesco.org/images/0014/001486/148654E.pdf

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi
Menepis Simplifikasi MBKM di Perguruan Tinggi
Pendidikan Inklusi : Realitas dan Problematikanya
Tags: PendidikanPendidikan Tinggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pande Made Iron Digjaya, Berenang Bersama Ayah Sejak Kecil, Kini Juara PON

Next Post

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Ni Putu Maha Lina

Ni Putu Maha Lina

Penulis adalah Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bali

Related Posts

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails
Next Post
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co