4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 20, 2024
in Khas
Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali

Pak Mad dan ikan hias hasil tangkapannya | Foto: Yudi Setiawan

MESKIPUN Marlin, ayah Nemo, selalu memperingatkan Nemo tentang betapa bahayanya lautan lepas, namun ia tetap mempunyai keinginan untuk melawan perintah ayahnya itu. Meskipun siripnya tumbuh besar sebelah, ia nekat menjelajahi lautan lepas. Namun, naas, ketika sedang bermain di atas terumbu karang, ia terperangkap jaring nelayan.

Setelah anaknya tertangkap jaring nelayan di Great Barrier Reef dan dibawa ke Sydney, Marlin—seekor ikan clownfish pemalu, bersama temannya, Dory, bertekad menempuh perjalanan panjang penuh bahaya untuk menemukan anaknya kembali.

Tapi tulisan ini bukan tentang film animasi keluarga berjudul Finding Nemo yang dirilis oleh Pixar Animation Studios pada 30 Mei tahun 2003, itu. Ini cerita tentang lelaki paruh baya, Pak Mad, yang setiap hari harus menyelam mencari ikan-ikan hias demi memenuhi kebutuhan keluarganya.  

Membayangkan Pak Mad di bawah laut, kita bisa membayangkan ia seperti Marlin dalam film Finding Nemo. Juga bias dibayangkan betapa pemandangan di bawah laut begitu indah dengan ikan hias warna-warni yang juga indah.

Tapi, sekali lagi, ini bukan tentang Marlin atau Nemo. Ini tentang Pak Mad.

Di bawah terik matahari yang begitu menyengat, di tepi pantai Banjar Brongbong, Desa Celukanbawang, Gerokgak, Buleleng, Bali, Pak Mad sedang bersandar pada batang pohon kelapa. Badannya basah kuyup. Di depannya, tergeletak begitu saja kotak gabus berisi jaring dan kacamata selam. Sedangkan, tangannya memegang satu kantong plastik berisi ikan-ikan kecil dengan berbagai warna.

”Saya habis nyelam, mencari ikan hias,” katanya, saat ditemui disela-sela waktu istirahatnya, Senin, 19 Februari 2024, siang.

Meskipun, napasnya masih terengah-engah. Terlihat senyum simpul yang keluar dari bibirnya. Itu menandakan, semacam ada kebahagiaan tersendiri yang sedang ia rasakan pada siang hari itu. Tangannya masih tetap memegang kantong plastik berisi ikan-ikan kecil itu. Sesekali, kantong plastik ia angkat dan memutarnya dengan pelan.

Pak Mad dan ikan hias hasil tangkapannya | Foto: Yudi Setiawan

Pak Mad. Begitulah ia memperkanalkan diri. Nama lengkapnya Muhammad. Lelaki bertubuh gempal itu merupakan satu dari sekian banyak masyarakat Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

“Kerja seperti ini sudah cukup lama, mungkin kalau tidak salah, dari tahun 2010,” katanya

Sebagai seorang nelayan ikan hias dengan peralatan yang sangat sederhana—hanya kacamata selam dan jaring, tentu tanpa tabung oksigen—setiap hari ia harus menyelam mencari ikan hias di sepanjang pantai utara Bali. Meskipun, ia juga sadar betapa bahaya menyelam tanpa alat bantu selam yang memadai.

“Ya, mau bagaimana lagi, pakai tabung oksigen modalnya sangat besar. Jadinya ya harus tetap berhati-hati” ucapnya.

Benar, menjadi seorang nelayan ikan hias berbeda dengan nelayan ikan konsumsi. Penghasilan yang mereka dapatkan juga berbeda. Minimnya keterbatasan pasar dan harga jual ikan hias yang murah, menyebabkan Pak Mad bertahan sebagai nelayan ikan hias dengan peralatan sederhana. Meskipun dengan resiko yang tak sebanding dengan penghasilannya.

Pekerjaan penyelam ikan hias tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari arus laut yang kuat, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, mereka juga harus berhati-hati agar tidak merusak lingkungan laut saat mencari ikan hias. Inilah mengapa etika dan keberlanjutan sangat penting dalam profesi ini.

Namun, meski dengan peralatan yang sedehana itu, ia mengaku mampu menahan napasnya hingga hampir dua menit di dalam air. Ya, hal itu bisa saja benar adanya, mengingat Pak Mad menggeluti pekerjaan sebagai nelayan ikan hias sudah hampir 14 tahun. Tentu paru-parunya sudah terbiasa untuk menahan napas di dalam air laut.

Ikan-ikan itu ia jual kepada pengepul yang ada di desanya. Harganya pun bervariasi. Dari 5000 rupiah sampai puluhan ribu rupiah, tergantung jenis ikan yang ia dapatkan. Sehingga, bisa dipastikan, pendapatan yang diperoleh Pak Mad sebagai nelayan ikan hias tidak menentu.

“Paling banyak saya setor ikan itu dibayar dengan harga 250 ribu, kadang juga pernah cuma dibayar 50 ribu karena ikannya sedikit. Tergantung tempat dan cuacanya” katanya.

Ikan hias hasil tangkapan Pak Mad | Foto: Yudi Setiawan

Sembari bercerita, ia mulai memisahkan ikan-ikan yang ia dapatkan itu berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis yang ia peroleh pada hari itu lumayan beragam. Seperti, Clownfish atau yang biasa disebut dengan ikan badut, ikan Wrasse, Damsel fish, Doctor fish, Blue tang, Yellow tang, Butterfly fish, Lion Fish, dan ikan-ikan terumbu karang lainnya.

Namun, selain menyelam mencari ikan hias, ia juga mencari gurita dengan alat bantu tangkap yang ia buat sendiri. Gurita-gurita yang ia peroleh itu tidak untuk dijual, melainkan untuk konsumsi sendiri.

“Kadang kalau pas nyelam ketemu gurita, ya ditangkap. Hitung-hitung bisa dijadikan untuk lauk makan,” katanya.

Pilihan menjadi seorang nelayan ikan hias pada dasarnya bukanlah keinginan dalam hatinya, melainkan karena keadaan yang memaksanya menjadi seorang nelayan ikan hias. Ia mengaku, karena tidak mempunyai keahlian di bidang pariwisata, terpaksa ia menjadi nelayan ikan hias.

“Di Pemuteran kan banyak itu bule-bule liburan, tapi karena saya tidak bisa bahasa mereka, jadinya saya memilih menjadi nelayan saja,” akunya sembari tertawa.

Ya, meskipun Desa Pemuteran sekarang dikenal sebagai tempat daerah pariwisata yang bisa dibilang mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya, namun, terdapat tantangan yang cukup signifikan dalam hal manajemen sumber daya manusia. Keterbatasan pendidikan formal dan pelatihan khusus dalam industri pariwisata dapat menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisataswan.

Apa yang terjadi kepada Pak Mad dan mungkin nama-nama lainnya yang berfrofesi tidak sesuai dengan tempat mereka berasal, adalah tantangan tersendiri bagi para pengembang pariwisata di daerah-daerah tersebut.

Barangkali, diperlukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan, untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut guna meningkatkan daya saing mereka di pasar pariwisata.

Ikan hias hasil tangkapan Pak Mad | Foto: Yudi Setiawan

Berbicara tentang ikan hias, memang, sejak pandemi corona beberapa tahun yang lalu, memelihara ikan hias menjadi tren baru di Indonesia. Beberapa artis tanah air beberapa kali mengunggah hewan-hewan peliharaanya itu pada kanal youtube-nya. Seperti, Raffi Ahmad yang mengoleksi ikan jenis cupang dengan harga puluhan juta rupiah itu. Dan, konten Megatank dengan jenis-jenis ikan air laut milik Irfan Hakim.

Tentu, memelihara ikan hias memberikan banyak manfaat, utamanya untuk kesejahteraan mental. Ikan-ikan cantik dengan berbagai macam warna itu dipercaya mampu menjernihkan pikiran dan ampuh meredam stress. [T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Adnyana Ole

Chris Brown, Tukang Kebun Laut Pemuteran
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa
Tags: bali utarabulelengDesa Pemuterannelayannelayan ikan hias
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Next Post

Rekonsiliasi Pasca Perebutan Kekuasaan: Mengintip Pesan Kakawin Ramayana

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Rekonsiliasi Pasca Perebutan Kekuasaan: Mengintip Pesan Kakawin Ramayana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co