24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 20, 2024
in Khas
Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali

Pak Mad dan ikan hias hasil tangkapannya | Foto: Yudi Setiawan

MESKIPUN Marlin, ayah Nemo, selalu memperingatkan Nemo tentang betapa bahayanya lautan lepas, namun ia tetap mempunyai keinginan untuk melawan perintah ayahnya itu. Meskipun siripnya tumbuh besar sebelah, ia nekat menjelajahi lautan lepas. Namun, naas, ketika sedang bermain di atas terumbu karang, ia terperangkap jaring nelayan.

Setelah anaknya tertangkap jaring nelayan di Great Barrier Reef dan dibawa ke Sydney, Marlin—seekor ikan clownfish pemalu, bersama temannya, Dory, bertekad menempuh perjalanan panjang penuh bahaya untuk menemukan anaknya kembali.

Tapi tulisan ini bukan tentang film animasi keluarga berjudul Finding Nemo yang dirilis oleh Pixar Animation Studios pada 30 Mei tahun 2003, itu. Ini cerita tentang lelaki paruh baya, Pak Mad, yang setiap hari harus menyelam mencari ikan-ikan hias demi memenuhi kebutuhan keluarganya.  

Membayangkan Pak Mad di bawah laut, kita bisa membayangkan ia seperti Marlin dalam film Finding Nemo. Juga bias dibayangkan betapa pemandangan di bawah laut begitu indah dengan ikan hias warna-warni yang juga indah.

Tapi, sekali lagi, ini bukan tentang Marlin atau Nemo. Ini tentang Pak Mad.

Di bawah terik matahari yang begitu menyengat, di tepi pantai Banjar Brongbong, Desa Celukanbawang, Gerokgak, Buleleng, Bali, Pak Mad sedang bersandar pada batang pohon kelapa. Badannya basah kuyup. Di depannya, tergeletak begitu saja kotak gabus berisi jaring dan kacamata selam. Sedangkan, tangannya memegang satu kantong plastik berisi ikan-ikan kecil dengan berbagai warna.

”Saya habis nyelam, mencari ikan hias,” katanya, saat ditemui disela-sela waktu istirahatnya, Senin, 19 Februari 2024, siang.

Meskipun, napasnya masih terengah-engah. Terlihat senyum simpul yang keluar dari bibirnya. Itu menandakan, semacam ada kebahagiaan tersendiri yang sedang ia rasakan pada siang hari itu. Tangannya masih tetap memegang kantong plastik berisi ikan-ikan kecil itu. Sesekali, kantong plastik ia angkat dan memutarnya dengan pelan.

Pak Mad dan ikan hias hasil tangkapannya | Foto: Yudi Setiawan

Pak Mad. Begitulah ia memperkanalkan diri. Nama lengkapnya Muhammad. Lelaki bertubuh gempal itu merupakan satu dari sekian banyak masyarakat Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

“Kerja seperti ini sudah cukup lama, mungkin kalau tidak salah, dari tahun 2010,” katanya

Sebagai seorang nelayan ikan hias dengan peralatan yang sangat sederhana—hanya kacamata selam dan jaring, tentu tanpa tabung oksigen—setiap hari ia harus menyelam mencari ikan hias di sepanjang pantai utara Bali. Meskipun, ia juga sadar betapa bahaya menyelam tanpa alat bantu selam yang memadai.

“Ya, mau bagaimana lagi, pakai tabung oksigen modalnya sangat besar. Jadinya ya harus tetap berhati-hati” ucapnya.

Benar, menjadi seorang nelayan ikan hias berbeda dengan nelayan ikan konsumsi. Penghasilan yang mereka dapatkan juga berbeda. Minimnya keterbatasan pasar dan harga jual ikan hias yang murah, menyebabkan Pak Mad bertahan sebagai nelayan ikan hias dengan peralatan sederhana. Meskipun dengan resiko yang tak sebanding dengan penghasilannya.

Pekerjaan penyelam ikan hias tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari arus laut yang kuat, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, mereka juga harus berhati-hati agar tidak merusak lingkungan laut saat mencari ikan hias. Inilah mengapa etika dan keberlanjutan sangat penting dalam profesi ini.

Namun, meski dengan peralatan yang sedehana itu, ia mengaku mampu menahan napasnya hingga hampir dua menit di dalam air. Ya, hal itu bisa saja benar adanya, mengingat Pak Mad menggeluti pekerjaan sebagai nelayan ikan hias sudah hampir 14 tahun. Tentu paru-parunya sudah terbiasa untuk menahan napas di dalam air laut.

Ikan-ikan itu ia jual kepada pengepul yang ada di desanya. Harganya pun bervariasi. Dari 5000 rupiah sampai puluhan ribu rupiah, tergantung jenis ikan yang ia dapatkan. Sehingga, bisa dipastikan, pendapatan yang diperoleh Pak Mad sebagai nelayan ikan hias tidak menentu.

“Paling banyak saya setor ikan itu dibayar dengan harga 250 ribu, kadang juga pernah cuma dibayar 50 ribu karena ikannya sedikit. Tergantung tempat dan cuacanya” katanya.

Ikan hias hasil tangkapan Pak Mad | Foto: Yudi Setiawan

Sembari bercerita, ia mulai memisahkan ikan-ikan yang ia dapatkan itu berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis yang ia peroleh pada hari itu lumayan beragam. Seperti, Clownfish atau yang biasa disebut dengan ikan badut, ikan Wrasse, Damsel fish, Doctor fish, Blue tang, Yellow tang, Butterfly fish, Lion Fish, dan ikan-ikan terumbu karang lainnya.

Namun, selain menyelam mencari ikan hias, ia juga mencari gurita dengan alat bantu tangkap yang ia buat sendiri. Gurita-gurita yang ia peroleh itu tidak untuk dijual, melainkan untuk konsumsi sendiri.

“Kadang kalau pas nyelam ketemu gurita, ya ditangkap. Hitung-hitung bisa dijadikan untuk lauk makan,” katanya.

Pilihan menjadi seorang nelayan ikan hias pada dasarnya bukanlah keinginan dalam hatinya, melainkan karena keadaan yang memaksanya menjadi seorang nelayan ikan hias. Ia mengaku, karena tidak mempunyai keahlian di bidang pariwisata, terpaksa ia menjadi nelayan ikan hias.

“Di Pemuteran kan banyak itu bule-bule liburan, tapi karena saya tidak bisa bahasa mereka, jadinya saya memilih menjadi nelayan saja,” akunya sembari tertawa.

Ya, meskipun Desa Pemuteran sekarang dikenal sebagai tempat daerah pariwisata yang bisa dibilang mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya, namun, terdapat tantangan yang cukup signifikan dalam hal manajemen sumber daya manusia. Keterbatasan pendidikan formal dan pelatihan khusus dalam industri pariwisata dapat menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisataswan.

Apa yang terjadi kepada Pak Mad dan mungkin nama-nama lainnya yang berfrofesi tidak sesuai dengan tempat mereka berasal, adalah tantangan tersendiri bagi para pengembang pariwisata di daerah-daerah tersebut.

Barangkali, diperlukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan, untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut guna meningkatkan daya saing mereka di pasar pariwisata.

Ikan hias hasil tangkapan Pak Mad | Foto: Yudi Setiawan

Berbicara tentang ikan hias, memang, sejak pandemi corona beberapa tahun yang lalu, memelihara ikan hias menjadi tren baru di Indonesia. Beberapa artis tanah air beberapa kali mengunggah hewan-hewan peliharaanya itu pada kanal youtube-nya. Seperti, Raffi Ahmad yang mengoleksi ikan jenis cupang dengan harga puluhan juta rupiah itu. Dan, konten Megatank dengan jenis-jenis ikan air laut milik Irfan Hakim.

Tentu, memelihara ikan hias memberikan banyak manfaat, utamanya untuk kesejahteraan mental. Ikan-ikan cantik dengan berbagai macam warna itu dipercaya mampu menjernihkan pikiran dan ampuh meredam stress. [T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Adnyana Ole

Chris Brown, Tukang Kebun Laut Pemuteran
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa
Tags: bali utarabulelengDesa Pemuterannelayannelayan ikan hias
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Next Post

Rekonsiliasi Pasca Perebutan Kekuasaan: Mengintip Pesan Kakawin Ramayana

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Rekonsiliasi Pasca Perebutan Kekuasaan: Mengintip Pesan Kakawin Ramayana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co