24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 20, 2024
in Khas
Cerita Tentang Pak Mad, Nelayan Ikan Hias dari Desa Pemuteran, Buleleng, Bali

Pak Mad dan ikan hias hasil tangkapannya | Foto: Yudi Setiawan

MESKIPUN Marlin, ayah Nemo, selalu memperingatkan Nemo tentang betapa bahayanya lautan lepas, namun ia tetap mempunyai keinginan untuk melawan perintah ayahnya itu. Meskipun siripnya tumbuh besar sebelah, ia nekat menjelajahi lautan lepas. Namun, naas, ketika sedang bermain di atas terumbu karang, ia terperangkap jaring nelayan.

Setelah anaknya tertangkap jaring nelayan di Great Barrier Reef dan dibawa ke Sydney, Marlin—seekor ikan clownfish pemalu, bersama temannya, Dory, bertekad menempuh perjalanan panjang penuh bahaya untuk menemukan anaknya kembali.

Tapi tulisan ini bukan tentang film animasi keluarga berjudul Finding Nemo yang dirilis oleh Pixar Animation Studios pada 30 Mei tahun 2003, itu. Ini cerita tentang lelaki paruh baya, Pak Mad, yang setiap hari harus menyelam mencari ikan-ikan hias demi memenuhi kebutuhan keluarganya.  

Membayangkan Pak Mad di bawah laut, kita bisa membayangkan ia seperti Marlin dalam film Finding Nemo. Juga bias dibayangkan betapa pemandangan di bawah laut begitu indah dengan ikan hias warna-warni yang juga indah.

Tapi, sekali lagi, ini bukan tentang Marlin atau Nemo. Ini tentang Pak Mad.

Di bawah terik matahari yang begitu menyengat, di tepi pantai Banjar Brongbong, Desa Celukanbawang, Gerokgak, Buleleng, Bali, Pak Mad sedang bersandar pada batang pohon kelapa. Badannya basah kuyup. Di depannya, tergeletak begitu saja kotak gabus berisi jaring dan kacamata selam. Sedangkan, tangannya memegang satu kantong plastik berisi ikan-ikan kecil dengan berbagai warna.

”Saya habis nyelam, mencari ikan hias,” katanya, saat ditemui disela-sela waktu istirahatnya, Senin, 19 Februari 2024, siang.

Meskipun, napasnya masih terengah-engah. Terlihat senyum simpul yang keluar dari bibirnya. Itu menandakan, semacam ada kebahagiaan tersendiri yang sedang ia rasakan pada siang hari itu. Tangannya masih tetap memegang kantong plastik berisi ikan-ikan kecil itu. Sesekali, kantong plastik ia angkat dan memutarnya dengan pelan.

Pak Mad dan ikan hias hasil tangkapannya | Foto: Yudi Setiawan

Pak Mad. Begitulah ia memperkanalkan diri. Nama lengkapnya Muhammad. Lelaki bertubuh gempal itu merupakan satu dari sekian banyak masyarakat Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

“Kerja seperti ini sudah cukup lama, mungkin kalau tidak salah, dari tahun 2010,” katanya

Sebagai seorang nelayan ikan hias dengan peralatan yang sangat sederhana—hanya kacamata selam dan jaring, tentu tanpa tabung oksigen—setiap hari ia harus menyelam mencari ikan hias di sepanjang pantai utara Bali. Meskipun, ia juga sadar betapa bahaya menyelam tanpa alat bantu selam yang memadai.

“Ya, mau bagaimana lagi, pakai tabung oksigen modalnya sangat besar. Jadinya ya harus tetap berhati-hati” ucapnya.

Benar, menjadi seorang nelayan ikan hias berbeda dengan nelayan ikan konsumsi. Penghasilan yang mereka dapatkan juga berbeda. Minimnya keterbatasan pasar dan harga jual ikan hias yang murah, menyebabkan Pak Mad bertahan sebagai nelayan ikan hias dengan peralatan sederhana. Meskipun dengan resiko yang tak sebanding dengan penghasilannya.

Pekerjaan penyelam ikan hias tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari arus laut yang kuat, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, mereka juga harus berhati-hati agar tidak merusak lingkungan laut saat mencari ikan hias. Inilah mengapa etika dan keberlanjutan sangat penting dalam profesi ini.

Namun, meski dengan peralatan yang sedehana itu, ia mengaku mampu menahan napasnya hingga hampir dua menit di dalam air. Ya, hal itu bisa saja benar adanya, mengingat Pak Mad menggeluti pekerjaan sebagai nelayan ikan hias sudah hampir 14 tahun. Tentu paru-parunya sudah terbiasa untuk menahan napas di dalam air laut.

Ikan-ikan itu ia jual kepada pengepul yang ada di desanya. Harganya pun bervariasi. Dari 5000 rupiah sampai puluhan ribu rupiah, tergantung jenis ikan yang ia dapatkan. Sehingga, bisa dipastikan, pendapatan yang diperoleh Pak Mad sebagai nelayan ikan hias tidak menentu.

“Paling banyak saya setor ikan itu dibayar dengan harga 250 ribu, kadang juga pernah cuma dibayar 50 ribu karena ikannya sedikit. Tergantung tempat dan cuacanya” katanya.

Ikan hias hasil tangkapan Pak Mad | Foto: Yudi Setiawan

Sembari bercerita, ia mulai memisahkan ikan-ikan yang ia dapatkan itu berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis yang ia peroleh pada hari itu lumayan beragam. Seperti, Clownfish atau yang biasa disebut dengan ikan badut, ikan Wrasse, Damsel fish, Doctor fish, Blue tang, Yellow tang, Butterfly fish, Lion Fish, dan ikan-ikan terumbu karang lainnya.

Namun, selain menyelam mencari ikan hias, ia juga mencari gurita dengan alat bantu tangkap yang ia buat sendiri. Gurita-gurita yang ia peroleh itu tidak untuk dijual, melainkan untuk konsumsi sendiri.

“Kadang kalau pas nyelam ketemu gurita, ya ditangkap. Hitung-hitung bisa dijadikan untuk lauk makan,” katanya.

Pilihan menjadi seorang nelayan ikan hias pada dasarnya bukanlah keinginan dalam hatinya, melainkan karena keadaan yang memaksanya menjadi seorang nelayan ikan hias. Ia mengaku, karena tidak mempunyai keahlian di bidang pariwisata, terpaksa ia menjadi nelayan ikan hias.

“Di Pemuteran kan banyak itu bule-bule liburan, tapi karena saya tidak bisa bahasa mereka, jadinya saya memilih menjadi nelayan saja,” akunya sembari tertawa.

Ya, meskipun Desa Pemuteran sekarang dikenal sebagai tempat daerah pariwisata yang bisa dibilang mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya, namun, terdapat tantangan yang cukup signifikan dalam hal manajemen sumber daya manusia. Keterbatasan pendidikan formal dan pelatihan khusus dalam industri pariwisata dapat menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisataswan.

Apa yang terjadi kepada Pak Mad dan mungkin nama-nama lainnya yang berfrofesi tidak sesuai dengan tempat mereka berasal, adalah tantangan tersendiri bagi para pengembang pariwisata di daerah-daerah tersebut.

Barangkali, diperlukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan, untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut guna meningkatkan daya saing mereka di pasar pariwisata.

Ikan hias hasil tangkapan Pak Mad | Foto: Yudi Setiawan

Berbicara tentang ikan hias, memang, sejak pandemi corona beberapa tahun yang lalu, memelihara ikan hias menjadi tren baru di Indonesia. Beberapa artis tanah air beberapa kali mengunggah hewan-hewan peliharaanya itu pada kanal youtube-nya. Seperti, Raffi Ahmad yang mengoleksi ikan jenis cupang dengan harga puluhan juta rupiah itu. Dan, konten Megatank dengan jenis-jenis ikan air laut milik Irfan Hakim.

Tentu, memelihara ikan hias memberikan banyak manfaat, utamanya untuk kesejahteraan mental. Ikan-ikan cantik dengan berbagai macam warna itu dipercaya mampu menjernihkan pikiran dan ampuh meredam stress. [T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Adnyana Ole

Chris Brown, Tukang Kebun Laut Pemuteran
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa
Tags: bali utarabulelengDesa Pemuterannelayannelayan ikan hias
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

Next Post

Rekonsiliasi Pasca Perebutan Kekuasaan: Mengintip Pesan Kakawin Ramayana

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Rekonsiliasi Pasca Perebutan Kekuasaan: Mengintip Pesan Kakawin Ramayana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co