22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 19, 2024
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

SHOLEH Hidayat, saya masih ingat namanya. Dia teman saya semasa sekolah dasar. Sepulang sekolah, dia berjualan koran di seputaran kota kecil kami di Bali bagian barat. Saat hari Minggu tiba, dia sejak pagi mengantar koran kepada para pelanggan, menaiki sepeda dayung. Sholeh sering mampir ke rumah kami seusai ‘bekerja’. Ayah angkat saya suka membaca, beliau rutin membeli koran Minggu yang dibawa Sholeh. Kami lalu biasanya menonton televisi bersama.

Suatu waktu, Sholeh mengutarakan niatnya mengajak saya berjualan koran. “Wah, menarik ini,” jawab saya. Tanpa banyak berkata-kata saya mengiyakan ajakan Sholeh. Siang hari di Pasar Inpres, kami menjajakan koran. Di tangan saya, terdapat sepuluh eksemplar koran berbagai ‘merk’.  Saya mulai berjalan menyusuri pasar, sambil berucap “Koran…koran…koran, Pak, koran Bu…”. Suara saya tidak terlalu keras terdengar. Rasa gugup menyergap saya: takut jikalau ada kerabat atau keluarga mengenali saya. Kami saat itu bisa dibilang keluarga terpandang. Ayah akan merasa malu kalau keluarga lain tahu anaknya berjualan koran. Gengsi ayah amat tinggi.

Padahal, pengalaman pertama ‘bekerja’ sungguh mengasyikkan. Uang hasil berjualan koran menjadi sesuatu yang sangat berkesan bagi saya. Sayang sekali, saya tidak bisa lagi ikut ‘bekerja’ dengan teman saya itu. Penolakan tersebut, baru kini saya rasakan, membuat saya sedikit ‘membenci’ aktivitas mencari uang. Trauma, niat untuk mendapat pengalaman baru tiba-tiba terhenti. Di sisi lain, mungkin itu pula yang membuat saya begitu terobsesi menjalankan usaha buku; berjualan buku secara online atau daring sejak tahun 2015. Meskipun, pada kenyataannya kini tidak banyak orang suka membaca buku, saya tetap bersemangat berjualan buku.

Pengalaman ‘bekerja’ pada diri anak, semestinya tidak dilarang oleh orang tua. Walau sekarang terdapat undang-undang perlindungan anak yang melahirkan istilah ‘pekerja anak’. Pada banyak budaya dan komunitas adat di Nusantara, melatih anak untuk bekerja membantu orang tua merupakan hal yang biasa dan wajar. Dengan mengajak anak ikut serta mengerjakan tugas-tugas rumah seperti menyapu, mengepel, memasak, mencuci pakaian, berkebun, berladang atau membantu ayah yang petani di sawah, itu akan menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, rasa tanggung jawab dan rasa memiliki pada diri dan jiwa anak.

Jika semua diukur dengan budaya negara-negara maju, tentu akan menjadi kurang baik, karena “cara hidup” berbagai bangsa di dunia sangatlah berlainan. Keterampilan yang diajarkan anak ketika membantu pekerjaan orang tua akan menjadi bekal saat mereka terjun dalam dunia kerja sesungguhnya, saat mereka dewasa kelak. Bagi pemilik perusahaan atau usaha mandiri, kualitas dan kompetensi para pekerja bisa dilihat dari pola asuh saat mereka kecil. Anak yang biasa dididik dengan manja oleh orang tuanya akan berbeda dengana anak yang dilatih hidup disiplin sejak dini. Termasuk juga dari sisi kecerdasan emosial mereka. Perbedaannya bisa dilihat betul.

Selain Sholeh, saat saya kecil rata-rata teman-teman sebaya saya terutama yang sukunya berbeda dengan masyarakat mayoritas adalah juga ‘bekerja’ sembari bersekolah. Edi dan Ratna misalnya. Mereka ‘bekerja’ di sebuah pabrik tahu selepas waktu sekolah. Perasaan bangga dan salut telah mampu saya rasakan kala melihat kegigihan mereka. Mencari uang tambahan untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari-hari, membantu perekonomian keluarga. Pemandangan seperti itu tentu saat ini sudah tidak atau jarang kita temui.

Anak generasi sekarang semenjak kecil telah merasakan kehidupan yang serba gampang. Dengan alasan agar tidak rewel, oleh orang tua mereka dipinjami atau bahkan dibelikan ponsel pintar; yang membuat mereka ‘tenang’ seharian: menjadi pribadi yang soliter, akrab dengan internet dan media sosial. Di negara-negara maju, anak-anak dengan rentang usia tertentu mulai dilarang mengakses media sosial, mengingat dampak buruk terutama bagi kesehatan mental mereka.

Kebiasaan orang tua mewajibkan anak misalnya merapikan tempat tidur setelah bangun pagi, menyapu lantai rumah atau halaman, bisa jadi sekarang telah jarang dilakukan terutama di kota-kota besar, dimana rata-rata keluarga mempunyai asisten rumah tangga, Anak hanya ‘terima beres’: tidak perlu ikut membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah. Ini berbeda dengan di kampung atau kota-kota kecil dengan pola hidup yang masih sederhana dan tradisional.

Seringkali saya merindukan teman-teman saya semasa sekolah dasar. Beberapa teman tersebut berteman dengan saya di media sosial. Sementara yang lainnya putus kontak. Mungkin mereka juga menggunakan media sosial, hanya saja dengan nama akun berbeda dengan nama asli. Rasa rindu muncul terutama pada mereka yang telah memberi saya pengalaman ‘kerja’ dan ‘bekerja’.

Teman-teman saya kala itu anak-anak yang tangguh. Saya percaya, pengalaman mereka sebagai pekerja anak memberikan daya juang, keterampilan dan tekad bagi mereka untuk maju dan berhasil. Sama halnya dengan saya yang dididik untuk hidup disiplin oleh keluarga angkat saya. “Bekal hidup” itu kini saya rasakan manfaatnya, termasuk pada karir sebagai penulis dan wartawan. Semua jenis profesi memerlukan kedisiplinan. Pola asuh dan pendidikan dari keluarga punya andil besar membentuk pola dan karater tersebut. Salam. [T]

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

“Galbay” di Negeri “Wakanda”: Sebuah Renungan
Setelah Suami Berpulang
Enam Bulan Kerinduan
Perlukah Mal di Bali: Sebuah Kajian Antropologis
Dilema Membuka Diri Orang dengan Gangguan Jiwa
Tags: Angga Wijayapekerja anakpekerjaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Next Post

STAHN Mpu Kuturan Singaraja Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025-2026, Ada Ratusan Besasiswa Bisa Diakses

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
STAHN Mpu Kuturan Singaraja Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025-2026, Ada Ratusan Besasiswa Bisa Diakses

STAHN Mpu Kuturan Singaraja Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025-2026, Ada Ratusan Besasiswa Bisa Diakses

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co