2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pekerja Anak Dalam Kenangan

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 19, 2024
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

SHOLEH Hidayat, saya masih ingat namanya. Dia teman saya semasa sekolah dasar. Sepulang sekolah, dia berjualan koran di seputaran kota kecil kami di Bali bagian barat. Saat hari Minggu tiba, dia sejak pagi mengantar koran kepada para pelanggan, menaiki sepeda dayung. Sholeh sering mampir ke rumah kami seusai ‘bekerja’. Ayah angkat saya suka membaca, beliau rutin membeli koran Minggu yang dibawa Sholeh. Kami lalu biasanya menonton televisi bersama.

Suatu waktu, Sholeh mengutarakan niatnya mengajak saya berjualan koran. “Wah, menarik ini,” jawab saya. Tanpa banyak berkata-kata saya mengiyakan ajakan Sholeh. Siang hari di Pasar Inpres, kami menjajakan koran. Di tangan saya, terdapat sepuluh eksemplar koran berbagai ‘merk’.  Saya mulai berjalan menyusuri pasar, sambil berucap “Koran…koran…koran, Pak, koran Bu…”. Suara saya tidak terlalu keras terdengar. Rasa gugup menyergap saya: takut jikalau ada kerabat atau keluarga mengenali saya. Kami saat itu bisa dibilang keluarga terpandang. Ayah akan merasa malu kalau keluarga lain tahu anaknya berjualan koran. Gengsi ayah amat tinggi.

Padahal, pengalaman pertama ‘bekerja’ sungguh mengasyikkan. Uang hasil berjualan koran menjadi sesuatu yang sangat berkesan bagi saya. Sayang sekali, saya tidak bisa lagi ikut ‘bekerja’ dengan teman saya itu. Penolakan tersebut, baru kini saya rasakan, membuat saya sedikit ‘membenci’ aktivitas mencari uang. Trauma, niat untuk mendapat pengalaman baru tiba-tiba terhenti. Di sisi lain, mungkin itu pula yang membuat saya begitu terobsesi menjalankan usaha buku; berjualan buku secara online atau daring sejak tahun 2015. Meskipun, pada kenyataannya kini tidak banyak orang suka membaca buku, saya tetap bersemangat berjualan buku.

Pengalaman ‘bekerja’ pada diri anak, semestinya tidak dilarang oleh orang tua. Walau sekarang terdapat undang-undang perlindungan anak yang melahirkan istilah ‘pekerja anak’. Pada banyak budaya dan komunitas adat di Nusantara, melatih anak untuk bekerja membantu orang tua merupakan hal yang biasa dan wajar. Dengan mengajak anak ikut serta mengerjakan tugas-tugas rumah seperti menyapu, mengepel, memasak, mencuci pakaian, berkebun, berladang atau membantu ayah yang petani di sawah, itu akan menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, rasa tanggung jawab dan rasa memiliki pada diri dan jiwa anak.

Jika semua diukur dengan budaya negara-negara maju, tentu akan menjadi kurang baik, karena “cara hidup” berbagai bangsa di dunia sangatlah berlainan. Keterampilan yang diajarkan anak ketika membantu pekerjaan orang tua akan menjadi bekal saat mereka terjun dalam dunia kerja sesungguhnya, saat mereka dewasa kelak. Bagi pemilik perusahaan atau usaha mandiri, kualitas dan kompetensi para pekerja bisa dilihat dari pola asuh saat mereka kecil. Anak yang biasa dididik dengan manja oleh orang tuanya akan berbeda dengana anak yang dilatih hidup disiplin sejak dini. Termasuk juga dari sisi kecerdasan emosial mereka. Perbedaannya bisa dilihat betul.

Selain Sholeh, saat saya kecil rata-rata teman-teman sebaya saya terutama yang sukunya berbeda dengan masyarakat mayoritas adalah juga ‘bekerja’ sembari bersekolah. Edi dan Ratna misalnya. Mereka ‘bekerja’ di sebuah pabrik tahu selepas waktu sekolah. Perasaan bangga dan salut telah mampu saya rasakan kala melihat kegigihan mereka. Mencari uang tambahan untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari-hari, membantu perekonomian keluarga. Pemandangan seperti itu tentu saat ini sudah tidak atau jarang kita temui.

Anak generasi sekarang semenjak kecil telah merasakan kehidupan yang serba gampang. Dengan alasan agar tidak rewel, oleh orang tua mereka dipinjami atau bahkan dibelikan ponsel pintar; yang membuat mereka ‘tenang’ seharian: menjadi pribadi yang soliter, akrab dengan internet dan media sosial. Di negara-negara maju, anak-anak dengan rentang usia tertentu mulai dilarang mengakses media sosial, mengingat dampak buruk terutama bagi kesehatan mental mereka.

Kebiasaan orang tua mewajibkan anak misalnya merapikan tempat tidur setelah bangun pagi, menyapu lantai rumah atau halaman, bisa jadi sekarang telah jarang dilakukan terutama di kota-kota besar, dimana rata-rata keluarga mempunyai asisten rumah tangga, Anak hanya ‘terima beres’: tidak perlu ikut membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah. Ini berbeda dengan di kampung atau kota-kota kecil dengan pola hidup yang masih sederhana dan tradisional.

Seringkali saya merindukan teman-teman saya semasa sekolah dasar. Beberapa teman tersebut berteman dengan saya di media sosial. Sementara yang lainnya putus kontak. Mungkin mereka juga menggunakan media sosial, hanya saja dengan nama akun berbeda dengan nama asli. Rasa rindu muncul terutama pada mereka yang telah memberi saya pengalaman ‘kerja’ dan ‘bekerja’.

Teman-teman saya kala itu anak-anak yang tangguh. Saya percaya, pengalaman mereka sebagai pekerja anak memberikan daya juang, keterampilan dan tekad bagi mereka untuk maju dan berhasil. Sama halnya dengan saya yang dididik untuk hidup disiplin oleh keluarga angkat saya. “Bekal hidup” itu kini saya rasakan manfaatnya, termasuk pada karir sebagai penulis dan wartawan. Semua jenis profesi memerlukan kedisiplinan. Pola asuh dan pendidikan dari keluarga punya andil besar membentuk pola dan karater tersebut. Salam. [T]

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

“Galbay” di Negeri “Wakanda”: Sebuah Renungan
Setelah Suami Berpulang
Enam Bulan Kerinduan
Perlukah Mal di Bali: Sebuah Kajian Antropologis
Dilema Membuka Diri Orang dengan Gangguan Jiwa
Tags: Angga Wijayapekerja anakpekerjaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Performing Spiral” dari Josh Marcy: Kesadaran Pada Laku Tubuh dan Ruang — Dari B-Part 2024

Next Post

STAHN Mpu Kuturan Singaraja Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025-2026, Ada Ratusan Besasiswa Bisa Diakses

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
STAHN Mpu Kuturan Singaraja Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025-2026, Ada Ratusan Besasiswa Bisa Diakses

STAHN Mpu Kuturan Singaraja Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025-2026, Ada Ratusan Besasiswa Bisa Diakses

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co