27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecemasan Burung-burung ketika Padi Menipis — Dari “Subak Bercerita” di Jatiluwih

Son Lomri by Son Lomri
December 14, 2024
in Khas
Kecemasan Burung-burung ketika Padi Menipis — Dari “Subak Bercerita” di Jatiluwih

Baleganjur anak-anak di acara Subak Bercerita di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan | Foto: tatkala.co/Son

“Burungnya itu mengeluh ceritanya, ke mana saya akan mencari makan setelah raib padi akan dipanen,” kata I Ketut Nuarta Jaya (58).

Nuarta adalah satu petani dari Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali. Ia sedang bercerita soal burung yang cemas. Jika padi raib, burung itu tak bisa lagi mendapatkan makan.

Cerita itu ia sampaikan dalam acara Subak Bercerita, satu bagian dari kegiatan Aktivasi Program Penguatan Ekosistem Kebudayaan Kawasan Warisan Dunia Tahun 2024 yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan RI. Acara itu digelar di sebuah balai subak di Banjar Dinas Gunung Sari Kelod Desa Jatiluwih, Minggu malam, 8 Desember.  

Acara itu dipenuhi anak-anak. Jauh sebelum acara dimulai anak-anak itu sudah berdatangan, bermain berhamburan asik di areal balai subak.

Ketut Nuarta Jaya dalam acara Sumbak Bercerita di Jatiluwih | Foto: tatkala.co/Son

Anak-anak bermain sebelum pertunjukan seni dimulai, yakni pertunjukan seni yang dimainkan anak-anak muda harapan desa. Anak bermain kejar-kejaran saling tangkap. Balai itu seketika menjadi wahana bermain bagi mereka yang ramah dan asik.

Lima langkah dari balai itu, terdapat pemandangan tersendiri yang ngangenin. Hamparan sawah menguning dan hijau terpintal cahaya lampu remang-remang di pinggir jalan wisata Desa Jatiluwih, terlihat seperti menggantikan bintang yang tak tampak karena kabut cukup tebal di langit. Ini musim hujan.

Di sana, tak hanya anak-anak menunggu pementasan seni pertunjukan akan digelar, tetapi bagaimana ibu-ibu, bapak-bapak dan para dadong juga ikut duduk sambil gendong anak kecil—barangkali itu adalah cucunya. Mereka duduk di samping panggung utama sambil mengobrol satu sama lain. Malam yang cair.

Ada beberapa pementasan yang akan digelar di sana, dua di antaranya adalah pertunjukan seni baleganjur dan orang bercerita. Pementasan baleganjur dimainkan oleh gerombolan anak-anak penuh senyum. Mereka berjumlah 17 pemain.

Di situlah, di tengah acara, I Ketut Nuarta Jaya bercerita. Nuarta mengawali ceritanya dengan mengalunkan pupuh atau nyanyian sekar alit. Tembang itu memiliki pesan kehidupan. Saat pupuh dikumandangkan, alam seperti memberkatinya,  karena angin cukup keras datang tiba-tiba ke panggung utama.

Saya membayangkan seperti sebuah pesan baik sudah tersampaikan ke atas langit, menyapa dan seketika itu menggibas sebuah spanduk bertuliskan “Subak Bercerita”.

Di sana, lelaki itu bercerita bahwa ia sudah menjadi petani sejak tamat SMA tahun 1984.  Sebagai petani, ia mengaku selalu gembira ketika menginjakkan kakinya di pematang sawah yang basah sebelum bekerja membajak atau melihat air mengalir dengan adil di setiap sawah warga.

Terlebih ketika padi di sawah miliknya sudah menguning adalah kebahagiaan yang sederhana dan paling dekat. Walaupun di samping ada hewan lain yang bersedih seperti burung pipit karena padi sebentar lagi akan dipanen. Di Jatiluwih, burung tidak boleh ditembak, tetapi boleh diusir dengan alat kepuakan yang terbuat dari bambu.

Cerita Nuarta tentang burung yang terancam punah jika sawah-sawah punah. Karena semasih sawah ada, para petani kerap membagi kebahagiaan dengan hewan lain untuk menjaga ekosistem subak mereka tetap hidup.

Pada sistem membajak, para petani di Jatiluwih kerap membajak menggunakan sapi atau kerbau, namun setelah memasuki era modern hewan itu mulai tergantikan dengan mesin traktor, tetapi juga masih banyak petani lain masih menggunakan sapi untuk membajak. Keseimbangan zaman masih terpelihara di Subak Jatiluwih.

Sementara yang paling konsisten atau belum tergantikan untuk saat ini, kata Nuarta adalah sistem menamanya. Masyakarat di Jatiluwih masih menamam varietas unggul padi beras merah setiap awal Januari, kemudian dipanin sekitaran akhir Mei atau bulan Juni awal. Kemudian setelah itu ditanami lagi padi dari varitas lain seperti padi beras putih sentani yang batangnya lebih pendek dari padi beras merah. Biasanya, paninnya bulan November awal atau akhir.

Penonton acara Subak Bercerita di Jatiluwih | Foto: tatkala.co/Son

Di tengah arus zaman yang begitu cepat dan canggih, Nuarta berharap generasi muda boleh bermimpi menjadi apapun, juga bersekolah tinggi dimanapun, tetapi, alangkah bijaknya tidak meninggalkan dunia pertanian karena ini adalah warisan leluhur.

“Harus terus dilestarikan dan dirawat!” harap Nuarta ketika ditemui di belakang panggung.

Pertunjukan Seni

Selain Nuarta, anak-anak di desa itu juga bercerita dengan media permainan. Di atas panggung, alat-alat musik seperti sepasang kendang, 8 pasang ceng-ceng, 1 petuk, satu kempul dan satu gong sudah siap dimainkan untuk pertunjukan baleganjur.

Di Bali, tabuhan baleganjur biasa digunakan pada upacara keagamaan seperti ngaben, atau arak-arakan ogoh-ogoh sebelum hari nyepi. Tetapi walaupun begitu, tabuhan itu juga memiliki fungsi lain selain spiritual, juga digunakan sebagai tabuhan yang menghibur pada suatu acara. Salah satunya pada malam gelar seni Subak Bercerita di Jatiluwih-Tabanan malam.

“Mereka semua adalah pemula, baru belajar satu bulan yang lalu dari nol. Dan ini adalah pertunjukan mereka yang pertama,” kata I Ketut Rawan Sugiarta (56), pelatih dari kelompok Gita Rare Angon, sebuah kelompok seni untuk anak muda di Jatiluwih.

Tabuhan baleganjur dan nyanyian anak-anak di acara Subak Bercerita di Jatiluwih | Foto: tatkala.co/Son

Tabuhan baleganjur yang dimainkan oleh 17 pemain dan semuanya adalah anak-anak itu, dibarengi dengan dua buah lagu anak-anak pula, yaitu Pong Pongmal dan Goak Maling. Lagu pertama menceritakan tentang bagaimana keseruan anak-anak bermain di sawah. Bermain lumpur kotor-kotoran, mengejar belalang atau burung, atau apa saja cerita anak-anak waktu kecil diekspresikan melalui lagu itu.

Sementara, Goak Maling bercerita tentang anak-anak yang sudah merasa capek bermain di sawah, akhirnya ia kesiangan hingga memutuskan untuk bolos sekolah. Mereka memilih tertidur pulas hingga menjadi seorang pemalas satu hari. Momen-momen seperti itu adalah momen anak-anak di desa pertanian yang memang penuh kenangan.

“Subak Bercerita ini bisa mengedukasi anak-anak kita, generasi kita, dengan melihat kreatifitas seni, dan kedepan—semoga tumbuh inisiarif untuk memajukan seni dan budaya, juga subaknya nanti itu.” kata I Nengah Kartika, Perbekel (Kepala Desa) Jatiluwih. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Mendengar Lantunan Gending-Gending Sanghyang Dedari Desa Rejasa, Tabanan, yang Sakral dan Magis
Mengenal Sawah dan Ekosistemnya melalui “Jelajah dan Belajar” di Subak Tegallinggah, Tabanan
Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik
Berkelana Sambil Belajar di Hutan Adat Desa Buahan: Menjaga Hutan, Merawat Kebudayaan
Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan
Batur Utara Aktivasi Lokakarya dan Pameran Arsip “Citralana Bebaturan”
Pasraman Subak “Batur Hulu Kasuwakan” di Desa Batur Selatan: Pertegas Relasi Batur dengan Subak
Desa Sanding Berdayakan Loloh Daun Piduh untuk Kuatkan Ekosistem Budaya di Desa Kawasan Warisan Dunia Subak
Tags: Aktivasi Ekosistem KebudayaanDesa Jatiluwihjatiluwihkesenian balipertanianpertanian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melawan Setan Bermata Runcing — Satu Kenangan dari Kulidan

Next Post

Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co