6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecemasan Burung-burung ketika Padi Menipis — Dari “Subak Bercerita” di Jatiluwih

Son Lomri by Son Lomri
December 14, 2024
in Khas
Kecemasan Burung-burung ketika Padi Menipis — Dari “Subak Bercerita” di Jatiluwih

Baleganjur anak-anak di acara Subak Bercerita di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan | Foto: tatkala.co/Son

“Burungnya itu mengeluh ceritanya, ke mana saya akan mencari makan setelah raib padi akan dipanen,” kata I Ketut Nuarta Jaya (58).

Nuarta adalah satu petani dari Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali. Ia sedang bercerita soal burung yang cemas. Jika padi raib, burung itu tak bisa lagi mendapatkan makan.

Cerita itu ia sampaikan dalam acara Subak Bercerita, satu bagian dari kegiatan Aktivasi Program Penguatan Ekosistem Kebudayaan Kawasan Warisan Dunia Tahun 2024 yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan RI. Acara itu digelar di sebuah balai subak di Banjar Dinas Gunung Sari Kelod Desa Jatiluwih, Minggu malam, 8 Desember.  

Acara itu dipenuhi anak-anak. Jauh sebelum acara dimulai anak-anak itu sudah berdatangan, bermain berhamburan asik di areal balai subak.

Ketut Nuarta Jaya dalam acara Sumbak Bercerita di Jatiluwih | Foto: tatkala.co/Son

Anak-anak bermain sebelum pertunjukan seni dimulai, yakni pertunjukan seni yang dimainkan anak-anak muda harapan desa. Anak bermain kejar-kejaran saling tangkap. Balai itu seketika menjadi wahana bermain bagi mereka yang ramah dan asik.

Lima langkah dari balai itu, terdapat pemandangan tersendiri yang ngangenin. Hamparan sawah menguning dan hijau terpintal cahaya lampu remang-remang di pinggir jalan wisata Desa Jatiluwih, terlihat seperti menggantikan bintang yang tak tampak karena kabut cukup tebal di langit. Ini musim hujan.

Di sana, tak hanya anak-anak menunggu pementasan seni pertunjukan akan digelar, tetapi bagaimana ibu-ibu, bapak-bapak dan para dadong juga ikut duduk sambil gendong anak kecil—barangkali itu adalah cucunya. Mereka duduk di samping panggung utama sambil mengobrol satu sama lain. Malam yang cair.

Ada beberapa pementasan yang akan digelar di sana, dua di antaranya adalah pertunjukan seni baleganjur dan orang bercerita. Pementasan baleganjur dimainkan oleh gerombolan anak-anak penuh senyum. Mereka berjumlah 17 pemain.

Di situlah, di tengah acara, I Ketut Nuarta Jaya bercerita. Nuarta mengawali ceritanya dengan mengalunkan pupuh atau nyanyian sekar alit. Tembang itu memiliki pesan kehidupan. Saat pupuh dikumandangkan, alam seperti memberkatinya,  karena angin cukup keras datang tiba-tiba ke panggung utama.

Saya membayangkan seperti sebuah pesan baik sudah tersampaikan ke atas langit, menyapa dan seketika itu menggibas sebuah spanduk bertuliskan “Subak Bercerita”.

Di sana, lelaki itu bercerita bahwa ia sudah menjadi petani sejak tamat SMA tahun 1984.  Sebagai petani, ia mengaku selalu gembira ketika menginjakkan kakinya di pematang sawah yang basah sebelum bekerja membajak atau melihat air mengalir dengan adil di setiap sawah warga.

Terlebih ketika padi di sawah miliknya sudah menguning adalah kebahagiaan yang sederhana dan paling dekat. Walaupun di samping ada hewan lain yang bersedih seperti burung pipit karena padi sebentar lagi akan dipanen. Di Jatiluwih, burung tidak boleh ditembak, tetapi boleh diusir dengan alat kepuakan yang terbuat dari bambu.

Cerita Nuarta tentang burung yang terancam punah jika sawah-sawah punah. Karena semasih sawah ada, para petani kerap membagi kebahagiaan dengan hewan lain untuk menjaga ekosistem subak mereka tetap hidup.

Pada sistem membajak, para petani di Jatiluwih kerap membajak menggunakan sapi atau kerbau, namun setelah memasuki era modern hewan itu mulai tergantikan dengan mesin traktor, tetapi juga masih banyak petani lain masih menggunakan sapi untuk membajak. Keseimbangan zaman masih terpelihara di Subak Jatiluwih.

Sementara yang paling konsisten atau belum tergantikan untuk saat ini, kata Nuarta adalah sistem menamanya. Masyakarat di Jatiluwih masih menamam varietas unggul padi beras merah setiap awal Januari, kemudian dipanin sekitaran akhir Mei atau bulan Juni awal. Kemudian setelah itu ditanami lagi padi dari varitas lain seperti padi beras putih sentani yang batangnya lebih pendek dari padi beras merah. Biasanya, paninnya bulan November awal atau akhir.

Penonton acara Subak Bercerita di Jatiluwih | Foto: tatkala.co/Son

Di tengah arus zaman yang begitu cepat dan canggih, Nuarta berharap generasi muda boleh bermimpi menjadi apapun, juga bersekolah tinggi dimanapun, tetapi, alangkah bijaknya tidak meninggalkan dunia pertanian karena ini adalah warisan leluhur.

“Harus terus dilestarikan dan dirawat!” harap Nuarta ketika ditemui di belakang panggung.

Pertunjukan Seni

Selain Nuarta, anak-anak di desa itu juga bercerita dengan media permainan. Di atas panggung, alat-alat musik seperti sepasang kendang, 8 pasang ceng-ceng, 1 petuk, satu kempul dan satu gong sudah siap dimainkan untuk pertunjukan baleganjur.

Di Bali, tabuhan baleganjur biasa digunakan pada upacara keagamaan seperti ngaben, atau arak-arakan ogoh-ogoh sebelum hari nyepi. Tetapi walaupun begitu, tabuhan itu juga memiliki fungsi lain selain spiritual, juga digunakan sebagai tabuhan yang menghibur pada suatu acara. Salah satunya pada malam gelar seni Subak Bercerita di Jatiluwih-Tabanan malam.

“Mereka semua adalah pemula, baru belajar satu bulan yang lalu dari nol. Dan ini adalah pertunjukan mereka yang pertama,” kata I Ketut Rawan Sugiarta (56), pelatih dari kelompok Gita Rare Angon, sebuah kelompok seni untuk anak muda di Jatiluwih.

Tabuhan baleganjur dan nyanyian anak-anak di acara Subak Bercerita di Jatiluwih | Foto: tatkala.co/Son

Tabuhan baleganjur yang dimainkan oleh 17 pemain dan semuanya adalah anak-anak itu, dibarengi dengan dua buah lagu anak-anak pula, yaitu Pong Pongmal dan Goak Maling. Lagu pertama menceritakan tentang bagaimana keseruan anak-anak bermain di sawah. Bermain lumpur kotor-kotoran, mengejar belalang atau burung, atau apa saja cerita anak-anak waktu kecil diekspresikan melalui lagu itu.

Sementara, Goak Maling bercerita tentang anak-anak yang sudah merasa capek bermain di sawah, akhirnya ia kesiangan hingga memutuskan untuk bolos sekolah. Mereka memilih tertidur pulas hingga menjadi seorang pemalas satu hari. Momen-momen seperti itu adalah momen anak-anak di desa pertanian yang memang penuh kenangan.

“Subak Bercerita ini bisa mengedukasi anak-anak kita, generasi kita, dengan melihat kreatifitas seni, dan kedepan—semoga tumbuh inisiarif untuk memajukan seni dan budaya, juga subaknya nanti itu.” kata I Nengah Kartika, Perbekel (Kepala Desa) Jatiluwih. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Mendengar Lantunan Gending-Gending Sanghyang Dedari Desa Rejasa, Tabanan, yang Sakral dan Magis
Mengenal Sawah dan Ekosistemnya melalui “Jelajah dan Belajar” di Subak Tegallinggah, Tabanan
Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik
Berkelana Sambil Belajar di Hutan Adat Desa Buahan: Menjaga Hutan, Merawat Kebudayaan
Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan
Batur Utara Aktivasi Lokakarya dan Pameran Arsip “Citralana Bebaturan”
Pasraman Subak “Batur Hulu Kasuwakan” di Desa Batur Selatan: Pertegas Relasi Batur dengan Subak
Desa Sanding Berdayakan Loloh Daun Piduh untuk Kuatkan Ekosistem Budaya di Desa Kawasan Warisan Dunia Subak
Tags: Aktivasi Ekosistem KebudayaanDesa Jatiluwihjatiluwihkesenian balipertanianpertanian bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melawan Setan Bermata Runcing — Satu Kenangan dari Kulidan

Next Post

Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co