13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Sawah dan Ekosistemnya melalui “Jelajah dan Belajar” di Subak Tegallinggah, Tabanan

Son Lomri by Son Lomri
December 13, 2024
in Khas
Mengenal Sawah dan Ekosistemnya melalui “Jelajah dan Belajar” di Subak Tegallinggah, Tabanan

70 siswa SD-SMP sedang menjelajah di Subak Tegallinggah | Foto Panitia

DALAM kegiatan Aktiviasi Ekosistem Subak, Siwi Garbha Gumi: Memuliakan Subak Sebagai Ibu Bumi yang diselenggarakan oleh Kemetrian Kebudayaan (Kemenkebud) RI, ada delapan desa—yang termasuk catur angga Batukaru—di Tabanan, Bali, terlibat untuk membawakan tema dan potensinya masing-masing.

Desa-desa tersebut ialah Mengwi, Wongaya Gede, Tegallinggah, Rejasa, Sangketan, Jatiluwih, Penatahan, dan Tengkudak. Acara itu dilakukan dari 7-8 Desember 2024 di masing-masing desa. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik di setiap desa itu ketika menampilkan cerita dan potensinya masing-masing.

Seperti pada Desa Tegallinggah, Tabanan, di hari Minggu, 8 Desember 2024. Dengan konsep JENAR (Jelajah dan Belajar) di Subak Tegallinggah, pagi-pagi, siswa-siswi SD dan SMP berkaos olahraga sudah bersiap menjelajah sawah dan mengenal seluk-beluk Subak Tegallinggah. Mereka datang begitu ceria ke wantilan adat setempat.

Sekitar 70 orang siswa datang. Ramai. Sambil toal-toel teman, mereka seakan tak sabar pergi ke sawah, dan barangkali hendak main lumpur itu di jam 9 pagi.

Sebelum pergi ke sawah, siswa-siswa itu dikenalkan terlebih dahulu bagaimana sistem subak itu secara umum.

70 siswa SD-SMP sedang menjelajah Subak Tegallinggah | Foto: Panitia

“Subak itu organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Sistem subak telah menjadi salah satu ciri khas dari masyarakat Bali, dan salah satunya di Telallinggah ini,” terang I Wayan Edy Setiawan saat memberikan materi topografi desa kepada siswa-siswi SD dan SMP.

Kemudian, Putu Adi Karsa Utama selaku Perbekel (Kepala Desa) Tegallinggah menambahkan, generasi muda sekarang mesti mengenal subak, minimal tahu bagaimana kaki menyentuh tanah sawah yang becek. Mereka harus dikenalkan kembali ke sawah, ke tanah, tentu, lanjut lelaki itu, agar kelak merekalah yang akan menjadi pengurus subak untuk tetap terus dilakukan.

Subak Bali, dunia memang telah mengakuinya sebagai warisan dunia oleh UNESCO sejak 29 Juni 2012. Pada kegiatan ini, Adi Karsa hendak menanamkan nilai Tri Hita Karana pada masyarakat melalui bermain ke sawah.

Katanya, kita bisa saja membuat wisata di sini. Tapi, untuk apa jika kesadaran belum terbentuk? Ia hendak menanamkan kesadaran itu lebih dulu selain kepada masyarakat dewasa juga kepada anak-anak melalui pendidikan dan kesehatan.

Ibu-ibu PKK Tegallinggah sedang menyiapkan sayur pakis bersama beberapa siswi | Poto: Panitia

“Nah, di sanalah kami pelan-pelan sebenarnya sedang membuat pondasi wisata di kemudian hari. Kegiatan hari ini dirancang sebagai pembelajaran kepada siswa-siswi bahwa berwisatalah di sawah sendiri dengan pengetahuan. Itu tak kalah asiknya,” kata Adi Karsa dengan senyum.

Di wantilan adat Tegallinggah, siswa-siswi SD dan SMP berkaos olahraga itu duduk begitu apiknya. Setelah diberikan pemahaman bagaimana subak di Bali, mereka kemudian pergi ke sawah dengan mentor seorang petani, yaitu Ketut Suastika.

***

Di Tegallinggah, terdapat beberapa jaringan sistem pengairan subak, yakni empelan/empangan sebagai sumber aliran air/bendungan; bungas/buka sebagai pemasukan (in take); aungan, yaitu saluran air yang tertutup atau terowongan; telabah aya (gede), saluran utama; tembuku aya (gede), adalah bangunan untuk pembagian air utama; dan telabah tempek.

Saat momen menjelajah atau melali ke sawah, Ketut Suastika mengajak anak-anak ke beberapa tempat, menjelaskan bagaimana air itu dibagi dalam sistem subak, dan bagaimana padi-padi ditanam. Kemudian ia berdiri di sawah untuk berbicara dan bercerita, dan anak-anak mendengarkannya di pematang sawah yang berderet panjang.

“Kita mesti tahu sawah dan penting menjaganya. Hidup tidak bisa dipisahkan dari tanah. Menjaga sawah dan tanah, berarti menjaga kehidupan,” kata Suastika berbicara seputar pertanian.

Seorang ibu PKK Tegallinggah membersihkan ikan bersama dua orang siswa | Poto: Panitia

Laki-laki itu kemudian melanjutkan pembicaraannya. Bagaimana semua yang ada di sawah, katanya, itu bermanfaat bagi manusia. Ada belut, ada kakul, dan masih banyak lagi selain padi menjadi beras dan nasi. Sehingga sawah mesti dirawat tetap bersih.

“Jangan buang sampah sembarangan!” seru lelaki itu dengan perangai lembut.

Sebelum acara jelajah, sekitar 17 ibu-ibu PKK Desa Tegallinggah memasak makanan yang bahan bakunya diambil dari sawah, seperti belut dan kakul, juga sayur pakis.

Mereka hendak memasak belut goreng, belut pepes, nyalian suna cekuh (bawang putih dan kencur), keong goreng bumbu suna cekuh, sayur gondo bejek, dan pakis urab, dan satu lagi, sambal kecombrang sebagai pelengkap yang lezat.

Siswa-siswi makan bersama di akhir acara Jelajah dan Belajar di Subak Tegallinggah | Foto: Rusdy

Menariknya, siswa-siswi dilibatkan dalam proses memasak yang menyenangkan, dan membantu para ibu-ibu memasak olahan yang barangkali jarang dijual di restoran-restoran modern. Siswa-siswi mulai membantu dari memotong sayuran, menyiapkan bumbu, ada juga yang memperhatikan proses belut digoreng. Intinya, mereka ikut campur pada rasa makanan yang alami itu secara sederhana pada kegiatan demonstrasi memasak ibu-ibu dan anak-anak.

Di akhir acara, setelah menjelajah, makanan itu disantap dan pengalaman diraih tentang subak dan kuliner khas Tegallinggah. Lezat.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik
Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya
Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024
Kepuakan, Bedil Bukan, tapi Alat Pengusir Burung di Sawah
Tags: Aktivasi Subak Spirit Catung Angga BatukaruGunung BatukaruKementrian KebudayaansubakSubak Tegallinggahtabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kembalinya Mimpi dan Puisi: Perjalanan Saya dan Sonia ke (dan dari) APWT di Chiang Mai, Thailand

Next Post

Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan

Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co