25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Parade Puisi Brutal dari Tierra del Fuego

Bayu Wira Handyan by Bayu Wira Handyan
November 24, 2024
in Ulas Film
Parade Puisi Brutal dari Tierra del Fuego

(Kiri ke kanan) Alexander MacLennan (Mark Stanley), Segundo (Camilo Arancibia), dan Bill (Benjamin Westfall). (Dok. Film Affinity).

PADANG rumput membentang. Domba-domba berbaris tak berujung. Puluhan orang bekerja di bawah matahari, di tengah angin yang berembus kencang. Mereka menggali tanah, menanam kayu, dan memasang kawat.

Tiba-tiba salah satu pekerja berteriak. Kawat yang ia pasang melawan dan berbalik arah. Seorang pria berseragam tentara berwarna merah khas Kerajaan Inggris dengan kudanya mendekat.

“Di tempat ini orang tanpa satu lengan tidak ada artinya, kau mengerti?” Belum sempat pertanyaan itu dijawab, pria penunggang kuda menarik pelatuk revolvernya. Asap mesiu menguar, suaranya bergema di udara.

Pria tersebut adalah Alexander MacLennan (Mark Stanley) dan itu adalah adegan pembuka Los Colonos (The Settlers). Berlatar Cile tahun 1901, Felipe Galvez Haberle menjadikan debut film panjangnya ini parade mencekam dengan rasialisme, kolonialisme, dan genosida sebagai bahan bakar utamanya.

Galvez Haberle adalah orang Cile dan ia tahu pasti bahwa negaranya dibangun di atas darah dan lumpur dosa oligarki. Ia merekam itu semua dan mempresentasikannya dengan rapat, tanpa memberikan penonton jeda untuk mencerna kekacauan apa yang terjadi di ujung dunia sana 123 tahun silam.

Poster Los Colonos (The Settlers) | Dok. Film Affinity

Tierra del Fuego, kawasan yang terletak di ujung selatan Patagonia yang membentang dari Cile hingga Argentina, menjadi latar utama yang digunakan oleh Galvez Haberle. Namun alih-alih membungkus bentang alam Patagonia dengan gaya ala mooi indie, ia menghadirkan pemandangan dengan suasana melankolis dan mencekam.

Adegan demi adegan dalam Los Colonos dibingkai oleh Simone D’Arcangelo (Director of Photography) dengan komposisi simetris dan statis. Memperlihatkan bahwa para kolonialis Eropa itu, bahkan, mengendalikan kehidupan di tempat yang oleh Jose Menendez (Alfredo Castro)—taipan Spanyol yang menjadi tuan tanah di Patagonia—disebut sebagai pelabuhan kelaparan dan teluk tak berguna.

Los Colonos terdiri dari tiga babak: El Rey del Oro Blanco (Raja Emas Putih), El Mestizo (Si Darah Campuran), dan El Chanco Colorado (Si Babi Merah). Tiga babak Los Colonos mengantarkan penonton secara bertahap menuju keserakahan, kekejaman, dan genosida yang dilakukan oleh kolonialis di Cile pada Selk’nam, salah satu suku asli Amerika Selatan yang terakhir bertemu dengan penjajah Eropa.

Genosida itu berawal dari keinginan Menendez, yang juga kerap disebut sebagai “Raja Patagonia”, untuk menentukan batas wilayah miliknya dan membangun jalur perdagangan ke Atlantik. Ia memerintahkan MacLennan dan Bill (Benjamin Westfall)—koboi Texas—yang kemudian mengajak Segundo (Camilo Arancibia)—seorang mestizo—yang mengenal wilayah itu dengan baik.

Mark Stanley sebagai Alexander MacLennan dalam Los Colonos (The Settlers) | Dok. Buenasuerte

Dalam perjalanan menentukan batas milik Menendez, mereka bertemu dengan Selk’nam. Tuan tanah haus darah yang memerintahkan trio tersebut sebelumnya telah berpesan, dengan kata-kata yang samar, untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalan mereka.

***

Genosida Selk’nam adalah plot utama film. Topik yang oleh Galvez Haberle disebut sebagai “hal tabu yang tak ingin dibicarakan oleh Cile” ini ia temukan pada suatu surat kabar independen. Dua belas tahun lamanya Los Colonos mengendap di kepala Galvez Haberle. Ia mencoba untuk melupakannya, tetapi kisah tragis pembantaian Selk’nam tak bisa lepas dari pikirannya.

Kehidupan gemah ripah loh jinawi Selk’nam harus berakhir karena tanah-tanah leluhurnya yang subur dirampas oleh para penjajah demi kepentingan pertanian, peternakan, dan eksploitasi sumber daya alam—terutama emas. Mereka yang tidak terbunuh, meninggal karena kelaparan, penyakit, atau kondisi lain yang didapatkan di kamp pengungsian.

Pembantaian itu membuat populasi Selk’nam menurun drastis. Dari sekitar 4.000 orang pada tahun 1850-an menjadi sekitar 100 orang pada tahun 1930. Saat ini mungkin hanya tersisa sekitar 3.000 Selk’nam yang tersebar di Cile dan Argentina. Bahasa mereka diyakini telah hilang dan yang tersisa sekarang adalah keturunan campuran Selk’nam. Mereka baru diakui sebagai satu dari sebelas suku asli Cile pada 5 September 2023.

Bentang alam Patagonia, latar utama Los Colonos (The Settlers) | Dok. Buenasuerte

Lebih dari seratus tahun sejak genosida Selk’nam berakhir, konflik yang melibatkan masyarakat adat dengan Pemerintah Cile masih terus terjadi. Saat ini wilayah adat Mapuche di selatan Cile tengah berada di bawah pendudukan militer. Wilayah mereka dieksploitasi secara ugal-ugalan. Puluhan Mapuche menjadi tahanan politik.

Gabriel Boric, Presiden Cile (2022-2026), yang hanya lebih tua lima bulan dari Gibran Rakabuming Raka dan mengaku sebagai seorang sosialis libertarian, masih menggunakan undang-undang antiterorisme era Augusto Pinochet untuk mengkriminalisasi perjuangan Mapuche mempertahankan tanah adat mereka. Kekerasan dan pemenjaraan digunakan untuk menumpas perbedaan pendapat. Cile menolak untuk mengambil tindakan terhadap kerusakan hutan, danau, sungai, atau bekas eksploitasi sumber daya alam lainnya.

Tidak di Cile, tidak di sini, masyarakat adat menjadi asing di tanah airnya sendiri. [T]

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
In the Forest One Thing Can Look Like Another (2023): Yang Tampak dan yang Tak Tampak
Tags: filmresensi film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Gianyar Kawinkan Gelar Jegeg Bagus Bali 2024, Tetap Semangat Menjaga Warisan Hidup

Next Post

Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan

Bayu Wira Handyan

Bayu Wira Handyan

Biasa-biasa saja

Related Posts

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan

Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co