2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Parade Puisi Brutal dari Tierra del Fuego

Bayu Wira Handyan by Bayu Wira Handyan
November 24, 2024
in Ulas Film
Parade Puisi Brutal dari Tierra del Fuego

(Kiri ke kanan) Alexander MacLennan (Mark Stanley), Segundo (Camilo Arancibia), dan Bill (Benjamin Westfall). (Dok. Film Affinity).

PADANG rumput membentang. Domba-domba berbaris tak berujung. Puluhan orang bekerja di bawah matahari, di tengah angin yang berembus kencang. Mereka menggali tanah, menanam kayu, dan memasang kawat.

Tiba-tiba salah satu pekerja berteriak. Kawat yang ia pasang melawan dan berbalik arah. Seorang pria berseragam tentara berwarna merah khas Kerajaan Inggris dengan kudanya mendekat.

“Di tempat ini orang tanpa satu lengan tidak ada artinya, kau mengerti?” Belum sempat pertanyaan itu dijawab, pria penunggang kuda menarik pelatuk revolvernya. Asap mesiu menguar, suaranya bergema di udara.

Pria tersebut adalah Alexander MacLennan (Mark Stanley) dan itu adalah adegan pembuka Los Colonos (The Settlers). Berlatar Cile tahun 1901, Felipe Galvez Haberle menjadikan debut film panjangnya ini parade mencekam dengan rasialisme, kolonialisme, dan genosida sebagai bahan bakar utamanya.

Galvez Haberle adalah orang Cile dan ia tahu pasti bahwa negaranya dibangun di atas darah dan lumpur dosa oligarki. Ia merekam itu semua dan mempresentasikannya dengan rapat, tanpa memberikan penonton jeda untuk mencerna kekacauan apa yang terjadi di ujung dunia sana 123 tahun silam.

Poster Los Colonos (The Settlers) | Dok. Film Affinity

Tierra del Fuego, kawasan yang terletak di ujung selatan Patagonia yang membentang dari Cile hingga Argentina, menjadi latar utama yang digunakan oleh Galvez Haberle. Namun alih-alih membungkus bentang alam Patagonia dengan gaya ala mooi indie, ia menghadirkan pemandangan dengan suasana melankolis dan mencekam.

Adegan demi adegan dalam Los Colonos dibingkai oleh Simone D’Arcangelo (Director of Photography) dengan komposisi simetris dan statis. Memperlihatkan bahwa para kolonialis Eropa itu, bahkan, mengendalikan kehidupan di tempat yang oleh Jose Menendez (Alfredo Castro)—taipan Spanyol yang menjadi tuan tanah di Patagonia—disebut sebagai pelabuhan kelaparan dan teluk tak berguna.

Los Colonos terdiri dari tiga babak: El Rey del Oro Blanco (Raja Emas Putih), El Mestizo (Si Darah Campuran), dan El Chanco Colorado (Si Babi Merah). Tiga babak Los Colonos mengantarkan penonton secara bertahap menuju keserakahan, kekejaman, dan genosida yang dilakukan oleh kolonialis di Cile pada Selk’nam, salah satu suku asli Amerika Selatan yang terakhir bertemu dengan penjajah Eropa.

Genosida itu berawal dari keinginan Menendez, yang juga kerap disebut sebagai “Raja Patagonia”, untuk menentukan batas wilayah miliknya dan membangun jalur perdagangan ke Atlantik. Ia memerintahkan MacLennan dan Bill (Benjamin Westfall)—koboi Texas—yang kemudian mengajak Segundo (Camilo Arancibia)—seorang mestizo—yang mengenal wilayah itu dengan baik.

Mark Stanley sebagai Alexander MacLennan dalam Los Colonos (The Settlers) | Dok. Buenasuerte

Dalam perjalanan menentukan batas milik Menendez, mereka bertemu dengan Selk’nam. Tuan tanah haus darah yang memerintahkan trio tersebut sebelumnya telah berpesan, dengan kata-kata yang samar, untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalan mereka.

***

Genosida Selk’nam adalah plot utama film. Topik yang oleh Galvez Haberle disebut sebagai “hal tabu yang tak ingin dibicarakan oleh Cile” ini ia temukan pada suatu surat kabar independen. Dua belas tahun lamanya Los Colonos mengendap di kepala Galvez Haberle. Ia mencoba untuk melupakannya, tetapi kisah tragis pembantaian Selk’nam tak bisa lepas dari pikirannya.

Kehidupan gemah ripah loh jinawi Selk’nam harus berakhir karena tanah-tanah leluhurnya yang subur dirampas oleh para penjajah demi kepentingan pertanian, peternakan, dan eksploitasi sumber daya alam—terutama emas. Mereka yang tidak terbunuh, meninggal karena kelaparan, penyakit, atau kondisi lain yang didapatkan di kamp pengungsian.

Pembantaian itu membuat populasi Selk’nam menurun drastis. Dari sekitar 4.000 orang pada tahun 1850-an menjadi sekitar 100 orang pada tahun 1930. Saat ini mungkin hanya tersisa sekitar 3.000 Selk’nam yang tersebar di Cile dan Argentina. Bahasa mereka diyakini telah hilang dan yang tersisa sekarang adalah keturunan campuran Selk’nam. Mereka baru diakui sebagai satu dari sebelas suku asli Cile pada 5 September 2023.

Bentang alam Patagonia, latar utama Los Colonos (The Settlers) | Dok. Buenasuerte

Lebih dari seratus tahun sejak genosida Selk’nam berakhir, konflik yang melibatkan masyarakat adat dengan Pemerintah Cile masih terus terjadi. Saat ini wilayah adat Mapuche di selatan Cile tengah berada di bawah pendudukan militer. Wilayah mereka dieksploitasi secara ugal-ugalan. Puluhan Mapuche menjadi tahanan politik.

Gabriel Boric, Presiden Cile (2022-2026), yang hanya lebih tua lima bulan dari Gibran Rakabuming Raka dan mengaku sebagai seorang sosialis libertarian, masih menggunakan undang-undang antiterorisme era Augusto Pinochet untuk mengkriminalisasi perjuangan Mapuche mempertahankan tanah adat mereka. Kekerasan dan pemenjaraan digunakan untuk menumpas perbedaan pendapat. Cile menolak untuk mengambil tindakan terhadap kerusakan hutan, danau, sungai, atau bekas eksploitasi sumber daya alam lainnya.

Tidak di Cile, tidak di sini, masyarakat adat menjadi asing di tanah airnya sendiri. [T]

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
In the Forest One Thing Can Look Like Another (2023): Yang Tampak dan yang Tak Tampak
Tags: filmresensi film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Gianyar Kawinkan Gelar Jegeg Bagus Bali 2024, Tetap Semangat Menjaga Warisan Hidup

Next Post

Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan

Bayu Wira Handyan

Bayu Wira Handyan

Biasa-biasa saja

Related Posts

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan

Ketut Suariani, Peramu Loloh Cemcem dari Desa Aan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co