7 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

Jaswanto by Jaswanto
November 21, 2024
in Khas
Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

Adegan dalam film " Jatuh Cinta Seperti di Film-film" | Foto: tangkap layar youtube/akun CINEMA 21

MALAM Anugerah Piala Citra ke-44 Festival Film Indonesia (FFI) 2024 telah berlalu dengan warna-warna baru. Penyerahan piala penghargaan bagi insan film yang prestisius di Tanah Air itu digelar di Nusantara Hall ICE BSD City, Tangerang, Rabu (20/11/2024) malam.

Dalam festival yang mengusung tema “Merandai Cakrawala Sinema Indonesia” ini, ada enam film dengan enam kategori yang menyandang gelar terbaik, yakni Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) karya Ernest Prakasa dan Suryana Paramita untuk kategori Film Cerita Panjang Terbaik, Suintrah (2024) karya Ayesha Alma Almera kategori Film Pendek Terbaik, sedangkan Film Dokumenter Pendek Terbaik diraih oleh My Therapist Said, I Am Full of Sadness (2024) karya Monica Vanesa Tedja.

Dan untuk Film Dokumenter Panjang Terbaik diberikan kepada Under the Moonlight (Nur) (2023) karya Tonny Trimarsanto. Selanjutnya, Cangkir Profesor karya Yudhatama dinobatkan sebagai Film Animasi Pendek Terbaik. Sementara Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet (2024) garapan Faza Meonk sebagai Film Animasi Panjang Terbaik.

Tak hanya film, sebagaimana tahun-tahun yang lalu, FFI 2024 juga terdapat beberapa kategori lainnya, seperti Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik, hingga Penghargaan Seumur Hidup.

Tahun ini, Ringgo Agus Rahman dinobatkan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Jatuh Cinta Seperti di Film-Film. Sedangkan Pemeran Utama Perempuan Terbaik jatuh kepda Nirina Zubir dalam film yang sama. Untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik dimenangkan oleh Alex Abbad masih di film yang sama. Dan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik diberikan kepada Sheila Dara Aisha, sekali lagi, dalam film yang sama—Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.

Namun, meski demikian, Ernest Prakasa dan Suryana Paramita—sutradara Jatuh Cinta Seperti di Film-Film—belum mampu mencatatkan diri mereka sebagai Sutradara Terbaik. Sebab, kategori ini diberikan kepada Garin Nugroho untuk film Samsara (2024). Tapi Penulis Skenario Asli Terbaik diraih oleh Yandy Laurens untuk penulisan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.

Sementara itu, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik diberikan kepada empat sosok kawakan dalam sinema Indonesia, Jujur Prananto, Mira Lesmana, Riri Riza, dan Virania Munaf untuk film Petualangan Sherina 2 (2023).

Dalam hal-hal teknis, Pengarah Sinematografi Terbaik jatuh kepada Batara Goempar, I.C.S. (Samsara), Penyunting Gambar Terbaik: Wawan I. Wibowo (Ipar Adalah Maut), Penata Efek Visual Terbaik: Lumine Studio (Kabut Berduri), Penata Suara Terbaik: Mohamad Ikhsan dan Anhar Moha (Siksa Kubur), dan Penata Musik Terbaik: Wayan Sudirana dan Kasimyn (Samsara).

Sedangkan Pencipta Lagu Tema Terbaik diraih oleh Donne Maulana (“Bercinta Lewat Kata” untuk film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film), Pengarah Artistik Terbaik: Menfo Tantono dan Guntur Mupak (Kabut Berduri), Penata Busana Terbaik: Retno Ratih Damayanti (Samsara), dan Penata Rias Terbaik: Cherry Wirawan (Kabut Berduri).

Untuk Karya Kritik Film Terbaik tahun ini, jatuh kepada Reza Mardian dengan karya yang berjudul “Jagat Yang Sempit dan Determinasi Diri dalam Film Yuni (2021)” yang dipublikasikan di akun TikTok @kelitikfilm.

Dan Film Pilihan Penonton (Piala Nya’ Abbas Akup) jatuh kepada Siksa Kubur (2024) garapan Joko Anwar. Untuk Aktor Pilihan Penonton (Piala Rachmat Hidajat) diberikan Afrian Arisandy dalam film Siksa Kubur. Sedangkan Aktris Pilihan Penonton (Piala Mieke Widjaja) diraih oleh Prilly Latuconsina dalam film Puspa Indah Taman Hati. Sementara itu, Piala Antemas atau penghargaan khusus untuk film Indonesia terlaris diberikan kepada Agak Laen (2024) yang disutradarai dan ditulis oleh Muhadkly Acho yang mendulang 9,1 jutaan penonton.

Selanjutnya, Penghargaan Seumur Hidup atau Lifetime Achievement—penghargaan khusus bagi insan film yang mengabdikan sepanjang hidupnya untuk kemajuan sinema Tanah Air—diberikan kepada kedua sosok legenda dalam dunia perfilman Indonesia, Imam Tantowi dan Gope T. Samtani. Mereka berdua merupakan sosok dengan dedikasi tinggi kepada sinema Tanah Air dan telah turut merajut benang merah penting sebelum akhirnya film Indonesia sampai pada posisinya saat ini.

Gope T Samtani adalah pemilik rumah produksi Rapi Films yang banyak merilis judul-judul blockbuster, seperti Sang Kiai (2013), Pengabdi Setan (2017), sampai Ratu Ilmu Hitam (2019). Pada 1970, produksi Rapi Film yang pertama langsung sukses di pasaran dengan judul Air Mata Kekasih. Setelahnya adalah sejarah. Rapi Films rata-rata memproduksi tiga film per tahun setelah karya pertamanya sukses. Dengan demikian, sampai awal 1985 saja, filmnya yang sudah dihasilkan mencapai 45-an judul.

Sementara itu, Imam Tantowi adalah sutradara dengan banyak judul Hit, seperti 7 Manusia Harimau (1986), Carok (1958), Saur Sepuh (1980-an), sampai Lebak Membara (1983). Film-film yang disutradarai sineas asal Tegal ini pada umumnya bergenre laga. Pada masanya, Imam pernah berhasil menyabet Piala Citra untuk penulis cerita asli terbaik dalam film Si Badung dalam ajang FFI di Jakarta tahun 1989.

Pada medio 1990-an, Imam mulai merambah ke sinetron. Karyanya yang berjudul Bang Jagur dan Maha Kasih, dengan sebuah episodenya yang fenomenal, yaitu Tukang Bubur Naik Haji, langsung menduduki rating pertama pada tayangan perdananya. Saking fenomenalnya, pada 2012, tayangan tersebut dibuat berseri dengan judul Tukang Bubur Naik Haji The Series.

Dominasi JESEDEF

Sebagaimana telah disinggung di atas, film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (JESEDEF), katakanlah, memborong penghargaan FFI 2024. Film tersebut mendominasi raihan Piala Citra tahun ini dengan tujuh penghargaan dari total 11 nominasi, termasuk Film Cerita Panjang Terbaik. Sutradara Yandy Laurens turut dianugerahi Penulis Skenario Asli Terbaik, sementara Donne Maula membawa pulang Pencipta Lagu Terbaik.

Di kategori akting, dengan gagah film ini meraih beberapa penghargaan utama, di antaranya: Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Ringgo Agus Rahman, Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Nirina Zubir, Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Sheila Dara Aisha, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Alex Abbad.

“Kami banyak sekali berdoa untuk membuat film ini terjadi,” kata Suryana Paramita, selaku produser film tersebut—sebagaimana banyak dikutip media pada 20 November 2024.

Menurut Suryana, proses film ini membuatnya belajar bahwa yang paling mahal di dunia ini adalah dipercaya dan diberi kesempatan. Sementara itu, Ernest Prakasa, selaku sutadara sekaligus berperan sebagai produser dalam proyek ini, mempersembahkan piala tersebut kepada semua kru film di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya kesejahteraan kru film. “Semua piala dan jumlah penonton yang glamor ini nggak ada gunanya kalau kita nggak bisa memberikannya kembali kepada denyut jantung perfilman kita, yaitu semua kru perfilman Indonesia,” kata Ernest, yang juga komika kenamaan di Indonesia.

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film bercerita tentang Bagus (Ringgo Agus Rahman), seorang penulis skenario yang diam-diam menulis kisah cintanya dengan Hana (Nirina Zubir), teman SMA-nya, dulu, yang baru saja menjanda. Format hitam putih yang mendominasi 80 persen film ini memberikan nuansa klasik yang memperkuat konflik emosional antara dua tokoh utama.

Chemistry antara Nirina dan Ringgo—yang sebelumnya pernah beradu akting di beberapa film, seperti Kamulah Satu-Satunya (2007), Get Married (2007), Keluarga Cemara 1 (2018), Keluarga Cemara 2 (2022), dan Sepuluh Meter (2020)—berhasil menciptakan hubungan emosional yang autentik. Sebelum meraih sukses besar di Piala Citra, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film sudah mencuri perhatian sejak gala premiere di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2023.

Sambutan luar biasa, termasuk standing ovation dari para penonton, mengiringi penayangannya di bioskop pada 30 November 2023 yang lalu. Hingga resmi pamit dari layar lebar, film ini telah ditonton oleh 651.074 penonton dalam dua bulan penayangan.

Aktris Nirina Zubir, setelah sekian lama bertungkus lumus di sinema Indonesia, akhirnya kembali berhasil meraih Piala Citra 2024 untuk kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film. Ini Piala Citra keduanya untuk kategori yang sama. Pada 2006, Nirina juga mendapatkan penghargaan tersebut untuk film Heart (2006) garapan Hanny R. Saputra.

“Tapi ini semua berkat kolaborasi yang luar biasa. Thank you,” ungkap Nirina sambil menahan tangis. Ia juga mengapresiasi sutradara Yandy Laurens atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya dan lawan mainnya, aktor Ringgo Agus Rahman.

Dalam pidatonya, aktris kelahiran 1980 itu melanjutkan, “Kenapa Nirina nangis? Karena Nirina tahu banget film ini perjuangannya luar biasa.” Ia menilai, film ini membutuhkan pendewasaan dalam setiap adegan, dan pendalaman karakternya yang penuh perjuangan.

Nirina kemudian mengajak para pembuat film Tanah Air untuk lebih berani mengeksplorasi genre baru. “Ayo pembuat film Indonesia, bikinlah film dengan genre yang berbeda-beda. Keluarkan imajinasi Anda,” tuturnya.

Nirina Zubir berhasil unggul dari aktris hebat lain di kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik. Ia mengalahakan Aghniny Haque di film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2023). Pun unggul dari Faradina Mufti di film Siksa Kubur. Lalu ada pula Laura Basuki untuk film Heartbreak Motel (2024), serta Marissa Anita  dalam film Crocodile Tears (2024).

Garin dan “Politik Dinasti”

Sedangkan, melalui film Samsara-nya, Garin Nugroho berhasil meraih penghargaan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2024. “Saya takut dikira [ini sebagai] politik dinasti,” katanya dalam pidato penghargaan yang dia terima pada 21 November 2024.

Ungkapan Garin tampaknya hanya gurauan semata. Tapi bisa saja itu adalah pengakuannya secara terang-terangan. Malam itu, orang yang membacakan pengumuman kemenangannya di panggung FFI 2024 adalah Ifa Ifansyah, menantunya sendiri. Dan anaknya, Kamila Andini, istri Ifa, sekarang jadi Duta FFI 2024.

Sedangkan kita tahu bahwa Ario Bayu—yang notabene aktor sekaligus produser eksekutif film Samsara—merupakan Ketua Komite FFI saat ini (periode 2024-2026), yang menggantikan Reza Rahadian sejak 30 Maret 2024.

Tak pelak, perkataan Garin membuat para hadirin ajang tahunan itu tertawa. Kemudian ia mengklaim bahwa penghargaannya itu tidak ada hubunganya dengan Undang-Undang Negara, atau Keputusan Hukum serta politik lainnya. “Jadi, ini bukan politik dinasti ya,” katanya tersenyum. Belakangan, politik dinasti atau dinasti politik menjadi salah satu ungkapan yang populer di dunia politik di Indonesia, memang.

Garin Nugroho berhasil unggul dari 4 sutradara lain di nominasi yang sama. Mereka adalah Edwin dengan film Kabut Berduri, Joko Anwar dengan karya Siksa Kubur, Tumpal Tampubolon dengan film Crocodile Tears, dan Yandy Laurens dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-film.

Samsara, yang mengantarkan Garin meraih anugerah Sutradara Terbaik, merupakan film bisu yang dirilis pada 2024. Film ini bergenre drama dan musik dan dibintangi oleh Ario Bayu, Juliet Burnett, I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra, dan Valentine Payen-Wicaksono.

Film tersebut mengisahkan seorang laki-laki bernama Darta (Ario Bayu) yang berasal dari keluarga miskin di Bali pada era 1930-an. Darta jatuh cinta dengan seorang perempuan bernama Sinta. Setelah menjalin kasih, Darta berusaha melamar kekasihnya itu. Namun, lamarannya ditolak oleh orang tua kekasihnya yang berasal dari keluarga kaya raya.

Ia kemudian mencari jalan pintas agar bisa mendapatkan restu dari orang tua Sinta. Darta melakukan perjanjian gelap dengan Raja Monyet dan melakukan ritual gelap agar diberi kekayaan dan pada akhirnya diterima oleh keluarga Sinta. Namun, seperti yang sudah pasaran dalam film-film lainnya, perjanjian dan ritual itu memiliki konsekuensi yang bakal berpengaruh pada nasib istri dan anaknya, menyebabkan penderitaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Samsara begitu eksotis. Ia menempelkan kekayaan elemen kebudayaan Bali, seperti orkestra gamelan yang dibawakan oleh Wayan Sudirana, seorang komposer musik dan etnomusikologi lulusan University of British Columbia, Kanada; tarian klasik tradisional; pertunjukan topeng dan wayang; dipadukan dengan musik elektronik digital yang dibawakan oleh grup musik Gabber Modus Operandi. Oleh sebab dinilai bernuansa kebudayaan, membuat film ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Tak banyak kritikus film yang menanggapi Samsara. Tapi dalam banyak puja-puji, film ini disebut  bukan sekadar film, tetapi juga sebuah pengalaman budaya yang mendalam dan menyentuh. Apakah benar demikian? Silakan Anda nilai sendiri.[T]

Sumber: Berbagai media
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Tertawa Bersama Phone Call Man Woman
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
Tags: Festival Film IndonesiafilmFilm Jatuh Cinta Seperti di Film-filmFilm SamsaraGarin Nugroho
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dalang Dalam Sekat Gaya dan Style: Kreativitas yang Terkungkung atau Tradisi yang Dimuliakan?

Next Post

Bahasa Isyarat yang Humanis dan Bahasa Ekspresif yang Di-off-kan dalam Debat Final Paslon Pilkada Buleleng

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Bahasa Isyarat yang Humanis dan Bahasa Ekspresif yang Di-off-kan dalam Debat Final Paslon Pilkada Buleleng

Bahasa Isyarat yang Humanis dan Bahasa Ekspresif yang Di-off-kan dalam Debat Final Paslon Pilkada Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga
Puisi

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

by Angga Wijaya
June 6, 2026
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali
Lingkungan

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?
Esai

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA
Khas

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali
Pameran

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini
Pendidikan

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

by tatkala
June 6, 2026
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 
Esai

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur
Panggung

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Cerita Rakyat Sebagai Identitas
Khas

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

by I Wayan Artika
June 6, 2026
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur
Esai

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co