2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dalang Dalam Sekat Gaya dan Style: Kreativitas yang Terkungkung atau Tradisi yang Dimuliakan?

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
November 20, 2024
in Esai
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

SENI pewayangan di Bali adalah panggung yang selalu hidup, ladang subur di mana kreativitas para dalang dapat tumbuh dan berkembang. Namun, di tengah gemuruh gender wayang, muncul pertanyaan yang tak kalah menggema, apakah style dalam pewayangan Bali adalah sekat yang membatasi kebebasan berekspresi, atau justru pijakan kokoh yang memperkaya seni? Perdebatan ini terus menggelitik saya dalam menciptakan ruang untuk merenungkan hubungan antara tradisi dan inovasi.

GAYA & STYLE: ANTARA KEBEBASAN DAN BATASAN

Dalam dunia pewayangan, istilah gaya dan style sering digunakan, tetapi jarang dipahami secara mendalam. Menurut saya gaya adalah refleksi individu seorang dalang, mencerminkan kepribadian, kreativitas, dan sentuhan secara personalnya. Contoh nyata dapat kita lihat pada sosok alm. Ida Ngurah Bagus Buduk yang merupakan dalang tersohor di Kabupaten Badung, beliau dikenal dengan pakem tradisi Wayang Bebadungan yang kental, suaranya yang khas, formulasi alur cerita yang pas, dan joke yang segar. Sehingga beliau saat ini menjadi kiblat dalang-dalang muda dalam mempelajari pawayangan style bebadungan

Sementara itu, style memiliki cakupan yang lebih besar, ia adalah identitas kedaerahan yang tumbuh dari akar tradisi lokal. Di Bali, style wayang memiliki ragam kekayaan, dari Wayang Bebadungan di Badung, Wayang Sukawati di Gianyar, hingga pembagian besar antara Bali Utara dan Selatan. Style berfungsi sebagai benang merah yang menyatukan kekhasan lokal pewayangan Bali.

Namun, inilah letak dilema yang menggelitik. Ketika seorang dalang merasa terkungkung oleh style, apakah itu berarti tradisi telah membelenggu kreativitasnya? Ataukah ini hanya dalih bagi kurangnya eksplorasi seni? Pertanyaan ini membuka ruang diskusi yang menarik, bahkan kontroversial.

MENGHIDUPKAN TRADISI, MERANGKUL INOVASI

Dalam percakapan dengan ayah saya yaitu Agung Aji Dalang, yang juga seorang dalang tradisi, beliau pernah berkata “Mengikuti style bukan berarti kehilangan kebebasan. Justru tradisi itu adalah pijakan untuk menciptakan sesuatu yang berakar dan bermakna.” 

Beliau menambahkan, “Kreativitas tanpa dasar tradisi seperti pohon tanpa akar. Ia mungkin tumbuh, tetapi mudah tumbang diterpa waktu.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa style bukan sekadar aturan kaku, melainkan fondasi bagi dalang untuk mengembangkan gaya pribadi mereka.

Style adalah peta, sedangkan gaya adalah perjalanan yang kita pilih sendiri. Jika ada dalang yang merasa style menghambat kreativitasnya, mungkin masalahnya bukan pada style, tetapi pada cara ia memahami dan mengolahnya.

Style memberikan struktur dan arah, sementara gaya adalah elemen dinamis yang membuat setiap pertunjukan menjadi hidup dan unik. Sayangnya, perdebatan ini sering kali berujung pada sikap saling tuding. tradisi yang baik tidak pernah membelenggu, ia menjadi pelita yang memandu perjalanan seni.

STYLE YANG DIFORMULASIKAN: MENYEGARKAN PEWAYANGAN

Ketika style diformulasikan dengan cermat, ia mampu melahirkan sesuatu yang segar tanpa kehilangan akar tradisinya. Contohnya dapat kita lihat pada sajian pertunjukan Wayang Cenk Blonk. Dengan gaya khasnya, ia berhasil menggabungkan elemen berbagai style pewayangan di Bali. Namun, penggabungan itu tidak membuatnya melenceng dari tradisi, melainkan memperkaya pewayangan dengan warna baru. Menariknya, menurut pengamatan saya, apa yang dahulu dianggap sebagai gaya khas Ceng Blonk kini mulai berkembang menjadi style baru yang secara tidak langsung diakui dalam dunia pewayangan Bali.

Hal ini membuktikan bahwa ketika tradisi dan inovasi diramu dengan baik, mereka mampu melahirkan warisan baru yang relevan dan memikat. Seni pewayangan tidak lagi hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga medium dinamis yang terus beradaptasi dan menyegarkan diri di tengah zaman yang berubah.

TRADISI DAN KREATIVITAS, BUKAN SEKAT TETAPI JEMBATAN

Perdebatan tentang style dan gaya sebenarnya adalah cerminan dari dinamika seni itu sendiri. Tradisi tidak dimaksudkan untuk menjadi tembok yang membatasi, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Sebaliknya, kreativitas sejati lahir dari keberanian untuk mengeksplorasi tanpa melupakan akar.

Dari pada melihat style sebagai sekat, para dalang sebaiknya memanfaatkannya sebagai kanvas besar untuk melukiskan gaya unik mereka. Seni pewayangan Bali, dengan kekayaan tradisi dan potensinya yang luar biasa, akan terus hidup sebagai medium kreatif yang tak lekang oleh waktu, menginspirasi, memikat, dan memuliakan budaya.

Kata saya sih “Tradisi adalah warisan, bukan batasan. Ketika yang lama dan yang baru disatukan dengan hati, pewayangan akan selalu relevan, segar, dan bermakna.”  [T]

  • BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
Integrasi Dharma Pawayangan dan Kreativitas Dalang: Manifestasi Seni Yang Sakral dan Mendalam
Keberlangsungan Wayang dan Peran Penanggap Wayang dalam Konteks Modern

Dalang : Pencerah Jiwa di Balik Wayang

Dalang Bali: Manipulator dengan Keahlian dan Misteri “Makebang-kebang”

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Tags: Dalanglontar dharma pawayanganpewayanganwayangwayang Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luncurkan Album AIR, Sandrina Malakiano Rayakan Kisah Diri, Kekuatan, dan Kehidupan Perempuan

Next Post

Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co