22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dalang Dalam Sekat Gaya dan Style: Kreativitas yang Terkungkung atau Tradisi yang Dimuliakan?

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
November 20, 2024
in Esai
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

SENI pewayangan di Bali adalah panggung yang selalu hidup, ladang subur di mana kreativitas para dalang dapat tumbuh dan berkembang. Namun, di tengah gemuruh gender wayang, muncul pertanyaan yang tak kalah menggema, apakah style dalam pewayangan Bali adalah sekat yang membatasi kebebasan berekspresi, atau justru pijakan kokoh yang memperkaya seni? Perdebatan ini terus menggelitik saya dalam menciptakan ruang untuk merenungkan hubungan antara tradisi dan inovasi.

GAYA & STYLE: ANTARA KEBEBASAN DAN BATASAN

Dalam dunia pewayangan, istilah gaya dan style sering digunakan, tetapi jarang dipahami secara mendalam. Menurut saya gaya adalah refleksi individu seorang dalang, mencerminkan kepribadian, kreativitas, dan sentuhan secara personalnya. Contoh nyata dapat kita lihat pada sosok alm. Ida Ngurah Bagus Buduk yang merupakan dalang tersohor di Kabupaten Badung, beliau dikenal dengan pakem tradisi Wayang Bebadungan yang kental, suaranya yang khas, formulasi alur cerita yang pas, dan joke yang segar. Sehingga beliau saat ini menjadi kiblat dalang-dalang muda dalam mempelajari pawayangan style bebadungan

Sementara itu, style memiliki cakupan yang lebih besar, ia adalah identitas kedaerahan yang tumbuh dari akar tradisi lokal. Di Bali, style wayang memiliki ragam kekayaan, dari Wayang Bebadungan di Badung, Wayang Sukawati di Gianyar, hingga pembagian besar antara Bali Utara dan Selatan. Style berfungsi sebagai benang merah yang menyatukan kekhasan lokal pewayangan Bali.

Namun, inilah letak dilema yang menggelitik. Ketika seorang dalang merasa terkungkung oleh style, apakah itu berarti tradisi telah membelenggu kreativitasnya? Ataukah ini hanya dalih bagi kurangnya eksplorasi seni? Pertanyaan ini membuka ruang diskusi yang menarik, bahkan kontroversial.

MENGHIDUPKAN TRADISI, MERANGKUL INOVASI

Dalam percakapan dengan ayah saya yaitu Agung Aji Dalang, yang juga seorang dalang tradisi, beliau pernah berkata “Mengikuti style bukan berarti kehilangan kebebasan. Justru tradisi itu adalah pijakan untuk menciptakan sesuatu yang berakar dan bermakna.” 

Beliau menambahkan, “Kreativitas tanpa dasar tradisi seperti pohon tanpa akar. Ia mungkin tumbuh, tetapi mudah tumbang diterpa waktu.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa style bukan sekadar aturan kaku, melainkan fondasi bagi dalang untuk mengembangkan gaya pribadi mereka.

Style adalah peta, sedangkan gaya adalah perjalanan yang kita pilih sendiri. Jika ada dalang yang merasa style menghambat kreativitasnya, mungkin masalahnya bukan pada style, tetapi pada cara ia memahami dan mengolahnya.

Style memberikan struktur dan arah, sementara gaya adalah elemen dinamis yang membuat setiap pertunjukan menjadi hidup dan unik. Sayangnya, perdebatan ini sering kali berujung pada sikap saling tuding. tradisi yang baik tidak pernah membelenggu, ia menjadi pelita yang memandu perjalanan seni.

STYLE YANG DIFORMULASIKAN: MENYEGARKAN PEWAYANGAN

Ketika style diformulasikan dengan cermat, ia mampu melahirkan sesuatu yang segar tanpa kehilangan akar tradisinya. Contohnya dapat kita lihat pada sajian pertunjukan Wayang Cenk Blonk. Dengan gaya khasnya, ia berhasil menggabungkan elemen berbagai style pewayangan di Bali. Namun, penggabungan itu tidak membuatnya melenceng dari tradisi, melainkan memperkaya pewayangan dengan warna baru. Menariknya, menurut pengamatan saya, apa yang dahulu dianggap sebagai gaya khas Ceng Blonk kini mulai berkembang menjadi style baru yang secara tidak langsung diakui dalam dunia pewayangan Bali.

Hal ini membuktikan bahwa ketika tradisi dan inovasi diramu dengan baik, mereka mampu melahirkan warisan baru yang relevan dan memikat. Seni pewayangan tidak lagi hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga medium dinamis yang terus beradaptasi dan menyegarkan diri di tengah zaman yang berubah.

TRADISI DAN KREATIVITAS, BUKAN SEKAT TETAPI JEMBATAN

Perdebatan tentang style dan gaya sebenarnya adalah cerminan dari dinamika seni itu sendiri. Tradisi tidak dimaksudkan untuk menjadi tembok yang membatasi, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Sebaliknya, kreativitas sejati lahir dari keberanian untuk mengeksplorasi tanpa melupakan akar.

Dari pada melihat style sebagai sekat, para dalang sebaiknya memanfaatkannya sebagai kanvas besar untuk melukiskan gaya unik mereka. Seni pewayangan Bali, dengan kekayaan tradisi dan potensinya yang luar biasa, akan terus hidup sebagai medium kreatif yang tak lekang oleh waktu, menginspirasi, memikat, dan memuliakan budaya.

Kata saya sih “Tradisi adalah warisan, bukan batasan. Ketika yang lama dan yang baru disatukan dengan hati, pewayangan akan selalu relevan, segar, dan bermakna.”  [T]

  • BACA artikel lain dari penulis I GUSTI MADE DARMA PUTRA
Integrasi Dharma Pawayangan dan Kreativitas Dalang: Manifestasi Seni Yang Sakral dan Mendalam
Keberlangsungan Wayang dan Peran Penanggap Wayang dalam Konteks Modern

Dalang : Pencerah Jiwa di Balik Wayang

Dalang Bali: Manipulator dengan Keahlian dan Misteri “Makebang-kebang”

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Tags: Dalanglontar dharma pawayanganpewayanganwayangwayang Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luncurkan Album AIR, Sandrina Malakiano Rayakan Kisah Diri, Kekuatan, dan Kehidupan Perempuan

Next Post

Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails
Next Post
Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

Serba-serbi Piala Citra FFI 2024: Dari Dominasi “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” Hingga “Politik Dinasti” Garin Nugroho

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co