12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Punahnya “Nyoman” & “Ketut”, Malas Bikin Anak atau Takut Stunting?: Dari Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha

Son Lomri by Son Lomri
November 8, 2024
in Khas
Punahnya “Nyoman” & “Ketut”, Malas Bikin Anak atau Takut Stunting?: Dari Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha

Uji publik calon pemimpin Bali di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co

SEBAGAI seorang calon bidan, Ni Luh Putu Lia Diantini Putri (19), cukup serius untuk peduli pada kesehatan, terutama pada kesehatan perempuan. Tentu, karena ia akan bergelut dengan kesehatan ibu suatu saat nanti. Atau suatu saat nanti juga ia akan menjadi seorang ibu—yang manis. Menjadi bidan yang manis.

Sebab itulah ia menampakkan dirinya sangat peduli pada moment Uji Publik Calon Pemimpin Bali yang digelar oleh BEM Rema Undiksha di Gedung Auditorium pada Rabu, 6 November 2024 lalu. Ia datang sangat pagi. Pukul 07.20 WITA dari waktu yang telah ditentukkan.

Di sana hanya ada beberapa panitia sedang bertugas, dan mereka tidak kepagian. Ia sengaja datang pagi. “Saat saya ke situ, mahasiswa yang lain belum sepenuhnya datang. masih tampak sepi. Terlalu pagi barangkali,” kata Lia Diantini.

Ia masih semester 1 Prodi Kebidanan, Undiksha.

“Saya datang bersama teman saya, tiga orang. Sama-sama dari fakultas kedokteran juga,” lanjutnya.

Ni Luh Putu Lia Diantini Putri saat bertanya dalam acara uji publik calon pemimpin Bali di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Setelah tiga puluh menit lebih menunggu, mahasiswa yang lain mulai berdatangan—dari berbagai macam jurusan, sendiri-sendiri, juga ada yang bergerombol menggunakan jas yang sama.

Setelah tampak banyak mahasiswa yang datang dari segala arah itu, lima belas menit kemudian ia bergegas ke ruang auditorium melangkahi anak tangga satu persatu. Ia duduk di lantai dua sebelah barat. Tidak lama juga, Wayan Koster dan Giri Prasta, calon Gubernur dan Wakil nomor urut 02 itu datang dari pintu utama.

Berderet beberapa panitia menyambut kedatangannya dan yang lain—tentu saja tepuk tangan bersamaan, termasuk Lia Diantini dan dua temannya. Bergema. Ramai. Menyala wii…

Di sana, Wayan Koster bersama sang wakil, membawakan grand design—Bali dalam lima tahun ke depan. Dan dalam waktu sepuluh menit, Koster—yang diusung oleh delapan partai nonparlemen itu, menekankan kembali Keluarga Berencana (KB) Krama Bali dengan empat anak—agar nama “Nyoman” dan “Ketut” tidak punah, katanya.

Bali yang sampai saat ini memiliki desa adat sebanyak 1500 dengan utuh. Dan sekitar 4,4 juta penduduk Bali secara keseluruhan itu, sempat meningkat 1,10 persen di tahun 2020 di bawah pertumbuhan penduduk nasional sekitar 1,2 persen. Dan sekarang, populasi penduduk di Bali justru menurun 0,067 persen.

“Ini harus kita waspadai. Populasi penduduk Bali itu cenderung menurun. Kalau terus ini dibiarkan, tidak antisipasi, lama-lama nak Bali ne makin menurun. Nyoman dan Ketut sudah hampir punah di Bali. Hati-hati!” kata Wayan Koster saat menyampaikan grand design ditemani Giri Prasta.

Mahasiswa Undiksha saat acara uji publik calon pemimpin Bali | Foto: tatkala.co/Son

Untuk menunjukkan—bahwa ia tidak berbohong dan ini isu gawat, ia langsung menguji mahasiswa untuk angkat tangan. “Adik-adik siapa yang nama depannya Ketut, coba angkat tangan!? Ayo tinggi-tinggi,” kata Wayan Koster.

Satu, dua, tiga… para mahasiswa mulai mengangkat tangannya mengaku. Di samping Koster, Giri menghitung dan jumlahnya terhitung jari—alias tidak banyak.

“Nah, dikit. Ini dari 1300 mahasiswa enggak ada seratus yang Ketut-nya, coba? Tepuk tangan untuk Ketut,” lanjut Wayan Koster, dan tepuk tangan menghujaninya kemudian. Giri tersenyum.

Di Bali, kata Wayan Koster, nama “Ketut” tinggal 6% dan “Nyoman” tinggal 18%. Dari mahasiswa yang duduk di kursi lantai pertama atau duduk di lantai ke tiga, ditekankannya agar terus waspada.

“Karena itu nanti akan diberlakukan kebijakan insentif untuk Nyoman dan Ketut!” terang Koster.

Alih-alih Mengembangkan nama “Nyoman” dan Ketut”, Stunting bisa ikut? Waspadalah!

Berkurangnya nama “Nyoman” dan “Ketut” barangkali imbas dari BKKBN yang ditekankan oleh Orde Baru, Soeharto—yang masih berlaku itu hingga sekarang. Dimana KB dua anak cukup terpacak di telinga masyarakat Indonesia, tentu selain karena tertempel di pintu setiap rumah, juga terbayang di kamar.

Wayan Koster, calon Gubernur Bali (berdiri) dan Rektor Undiksha sekaligus moderator Lasmawan (duduk) | Foto: tatkala.co/Son

Giri Prasta, calon wakil gubernur Bali | Foto: tatkala.co/Son

Dan Wayan Koster menanggapi itu serius—karena ciri khas nama di Bali terancam lebur. Saat menjabat sebagai Gubernur Bali pada lima tahun terakhir itu—yang sekarang ia nyalon lagi—ia menerbitkan Instruksi Gubernur Bali No 1545 tahun 2019 tentang sosialisasi program KB Krama Bali dengan empat anak (Wayan, Made, Nyoman—sampai Ketut) dan sudah gencar dikampanyekan.

Bali memang memiliki ciri khas nama tersendiri—sebagai warisan leluhur. Tetapi antara malas bikin anak atau stunting sebagai ancaman, ini juga—mesti serius dimasukkan dalam perhitungan.

Saat penyampaian grand design itu oleh Wayan Koster, agaknya, Lia Diantini—sangat serius menyimak, bahkan sampai selesai pendalaman yang dilakukan oleh delapan panelis yang di antaranya adalah profesor, tentu juga presma.

Lasmawan, sang moderator—yang sekaligus menjabat sebagai rektor itu, memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk bertanya.

Seakan tak mau melewati kesempatan, Lia Diantini—dari duduk manisnya itu seketika berdiri. Tanpa ragu ia langsung mengangkat tangan kanannya dan berdiri. Kemudian Lasmawan menunjuknya dengan asik.

Di sini, Lia Diantini ikut menyoal KB Krama Bali, bahwa KB tersebut dapat menyebabkan jarak kehamilan yang singkat pada seorang ibu. Apalagi, katanya, ekonomi keluarga kelas menengah ke bawah—pada masyarakat Bali, yang barangkali hanya cukup menghidupi dua anak, dapat menjadi masalah baru. Yaitu stunting.

Kurang gizi—atau imbas dari stunting itu, di Bali saat ini, menurutnya kasus itu sudah berada di angka 14,3%.  Sehingga Program empat anak mesti diimbangi juga dengan pekerjaan atau ekonomi yang cukup.

Bukan tanpa sebab, Lia Diantini melihat para pencari kerja akhir-akhir ini kesulitan mendapat pekerjaan karena persaingannya sangat ketat. Apalagi, lanjutnya, kuliah—harus dengan biaya cukup mahal untuk sebuah pekerjaan yang layak.

“Jadi, apakah program Lestarikan Ketut masih bisa dijalankan untuk kesejahteraan rakyat Bali? Dan bagaimana kontribusi Bapak nanti terhadap stunting?” tanya Lia Diantini kepada Wayan Koster dengan kritis.

Soal empat anak, jawab Koster, di jaman dulu, jauh sebelum Orde Baru bahkan, ada yang lima anak, enam anak, sepuluh anak—dari satu ibu. Ada yang hidup dengan jualan canang, jualan macam-macam di pasar, bisa hidup.

“Anaknya dokter semua. Sekarang ini, fasilitas biaya pendidikan, kesehatan, perumahan—segala macam semuanya tersedia. Jadi tak perlu khawatir lagi soal empat anak ini, kalau bisa, kan ada juga yang karena faktor alamiah tak bisa empat anak. Bagi yang bisa? Didorong! Dan akan diberikan insentif,” lanjutnya.

Mahasiswa tampaknya puas setelah mengikuti acara uji publik calon pemimpin Bali di Undiksha | Foto: tatkala.co/Son

Sampai di sini, ia juga menjelaskan terkait lapangan kerja, ekonomi Bali akan tumbuh dalam lima tahun ke depan, akan banyak loker.  Pusat Kebudayaan Bali, Pelabuhan Sangsit, dan masih banyak lagi, akan membuka lapangan kerja baru sehingga tak mesti lagi khawatir, kata Koster. Kemudian, ia juga memastikan, terpilihnya nanti, Bali dalam lima tahun ke depan, akan zero stunting.

Mendengar itu, saat acara selesai, Lia Diantini—seakan puas, dan pulang dengan tersenyum tipis ketika menuruni anak tangga ke lantai bawah. Rambutnya tergerai ke belakang dengan tali rambut yang imut.

Selamat istirahat Bu Bidan, eh, Bu Calon Bidan maksudnya hehe…semangat! [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha: Setumpuk Masalah di Bali, dari Bandara sampai Sumber Daya Manusia
Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng: Menyoal SDM, Perempuan, Anak, dan Kaum Marjinal
Saling Sorot Masalah, Saling Menggali Potensi | Dari Acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024
Tags: Nyoman Giri PrastaPilkadaPilkada Balipilkada serentakUndikshaWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tutur  Sejarah Dari Museum Sejarah  Jakarta    

Next Post

“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co