2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Punahnya “Nyoman” & “Ketut”, Malas Bikin Anak atau Takut Stunting?: Dari Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha

Son Lomri by Son Lomri
November 8, 2024
in Khas
Punahnya “Nyoman” & “Ketut”, Malas Bikin Anak atau Takut Stunting?: Dari Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha

Uji publik calon pemimpin Bali di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co

SEBAGAI seorang calon bidan, Ni Luh Putu Lia Diantini Putri (19), cukup serius untuk peduli pada kesehatan, terutama pada kesehatan perempuan. Tentu, karena ia akan bergelut dengan kesehatan ibu suatu saat nanti. Atau suatu saat nanti juga ia akan menjadi seorang ibu—yang manis. Menjadi bidan yang manis.

Sebab itulah ia menampakkan dirinya sangat peduli pada moment Uji Publik Calon Pemimpin Bali yang digelar oleh BEM Rema Undiksha di Gedung Auditorium pada Rabu, 6 November 2024 lalu. Ia datang sangat pagi. Pukul 07.20 WITA dari waktu yang telah ditentukkan.

Di sana hanya ada beberapa panitia sedang bertugas, dan mereka tidak kepagian. Ia sengaja datang pagi. “Saat saya ke situ, mahasiswa yang lain belum sepenuhnya datang. masih tampak sepi. Terlalu pagi barangkali,” kata Lia Diantini.

Ia masih semester 1 Prodi Kebidanan, Undiksha.

“Saya datang bersama teman saya, tiga orang. Sama-sama dari fakultas kedokteran juga,” lanjutnya.

Ni Luh Putu Lia Diantini Putri saat bertanya dalam acara uji publik calon pemimpin Bali di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Setelah tiga puluh menit lebih menunggu, mahasiswa yang lain mulai berdatangan—dari berbagai macam jurusan, sendiri-sendiri, juga ada yang bergerombol menggunakan jas yang sama.

Setelah tampak banyak mahasiswa yang datang dari segala arah itu, lima belas menit kemudian ia bergegas ke ruang auditorium melangkahi anak tangga satu persatu. Ia duduk di lantai dua sebelah barat. Tidak lama juga, Wayan Koster dan Giri Prasta, calon Gubernur dan Wakil nomor urut 02 itu datang dari pintu utama.

Berderet beberapa panitia menyambut kedatangannya dan yang lain—tentu saja tepuk tangan bersamaan, termasuk Lia Diantini dan dua temannya. Bergema. Ramai. Menyala wii…

Di sana, Wayan Koster bersama sang wakil, membawakan grand design—Bali dalam lima tahun ke depan. Dan dalam waktu sepuluh menit, Koster—yang diusung oleh delapan partai nonparlemen itu, menekankan kembali Keluarga Berencana (KB) Krama Bali dengan empat anak—agar nama “Nyoman” dan “Ketut” tidak punah, katanya.

Bali yang sampai saat ini memiliki desa adat sebanyak 1500 dengan utuh. Dan sekitar 4,4 juta penduduk Bali secara keseluruhan itu, sempat meningkat 1,10 persen di tahun 2020 di bawah pertumbuhan penduduk nasional sekitar 1,2 persen. Dan sekarang, populasi penduduk di Bali justru menurun 0,067 persen.

“Ini harus kita waspadai. Populasi penduduk Bali itu cenderung menurun. Kalau terus ini dibiarkan, tidak antisipasi, lama-lama nak Bali ne makin menurun. Nyoman dan Ketut sudah hampir punah di Bali. Hati-hati!” kata Wayan Koster saat menyampaikan grand design ditemani Giri Prasta.

Mahasiswa Undiksha saat acara uji publik calon pemimpin Bali | Foto: tatkala.co/Son

Untuk menunjukkan—bahwa ia tidak berbohong dan ini isu gawat, ia langsung menguji mahasiswa untuk angkat tangan. “Adik-adik siapa yang nama depannya Ketut, coba angkat tangan!? Ayo tinggi-tinggi,” kata Wayan Koster.

Satu, dua, tiga… para mahasiswa mulai mengangkat tangannya mengaku. Di samping Koster, Giri menghitung dan jumlahnya terhitung jari—alias tidak banyak.

“Nah, dikit. Ini dari 1300 mahasiswa enggak ada seratus yang Ketut-nya, coba? Tepuk tangan untuk Ketut,” lanjut Wayan Koster, dan tepuk tangan menghujaninya kemudian. Giri tersenyum.

Di Bali, kata Wayan Koster, nama “Ketut” tinggal 6% dan “Nyoman” tinggal 18%. Dari mahasiswa yang duduk di kursi lantai pertama atau duduk di lantai ke tiga, ditekankannya agar terus waspada.

“Karena itu nanti akan diberlakukan kebijakan insentif untuk Nyoman dan Ketut!” terang Koster.

Alih-alih Mengembangkan nama “Nyoman” dan Ketut”, Stunting bisa ikut? Waspadalah!

Berkurangnya nama “Nyoman” dan “Ketut” barangkali imbas dari BKKBN yang ditekankan oleh Orde Baru, Soeharto—yang masih berlaku itu hingga sekarang. Dimana KB dua anak cukup terpacak di telinga masyarakat Indonesia, tentu selain karena tertempel di pintu setiap rumah, juga terbayang di kamar.

Wayan Koster, calon Gubernur Bali (berdiri) dan Rektor Undiksha sekaligus moderator Lasmawan (duduk) | Foto: tatkala.co/Son

Giri Prasta, calon wakil gubernur Bali | Foto: tatkala.co/Son

Dan Wayan Koster menanggapi itu serius—karena ciri khas nama di Bali terancam lebur. Saat menjabat sebagai Gubernur Bali pada lima tahun terakhir itu—yang sekarang ia nyalon lagi—ia menerbitkan Instruksi Gubernur Bali No 1545 tahun 2019 tentang sosialisasi program KB Krama Bali dengan empat anak (Wayan, Made, Nyoman—sampai Ketut) dan sudah gencar dikampanyekan.

Bali memang memiliki ciri khas nama tersendiri—sebagai warisan leluhur. Tetapi antara malas bikin anak atau stunting sebagai ancaman, ini juga—mesti serius dimasukkan dalam perhitungan.

Saat penyampaian grand design itu oleh Wayan Koster, agaknya, Lia Diantini—sangat serius menyimak, bahkan sampai selesai pendalaman yang dilakukan oleh delapan panelis yang di antaranya adalah profesor, tentu juga presma.

Lasmawan, sang moderator—yang sekaligus menjabat sebagai rektor itu, memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk bertanya.

Seakan tak mau melewati kesempatan, Lia Diantini—dari duduk manisnya itu seketika berdiri. Tanpa ragu ia langsung mengangkat tangan kanannya dan berdiri. Kemudian Lasmawan menunjuknya dengan asik.

Di sini, Lia Diantini ikut menyoal KB Krama Bali, bahwa KB tersebut dapat menyebabkan jarak kehamilan yang singkat pada seorang ibu. Apalagi, katanya, ekonomi keluarga kelas menengah ke bawah—pada masyarakat Bali, yang barangkali hanya cukup menghidupi dua anak, dapat menjadi masalah baru. Yaitu stunting.

Kurang gizi—atau imbas dari stunting itu, di Bali saat ini, menurutnya kasus itu sudah berada di angka 14,3%.  Sehingga Program empat anak mesti diimbangi juga dengan pekerjaan atau ekonomi yang cukup.

Bukan tanpa sebab, Lia Diantini melihat para pencari kerja akhir-akhir ini kesulitan mendapat pekerjaan karena persaingannya sangat ketat. Apalagi, lanjutnya, kuliah—harus dengan biaya cukup mahal untuk sebuah pekerjaan yang layak.

“Jadi, apakah program Lestarikan Ketut masih bisa dijalankan untuk kesejahteraan rakyat Bali? Dan bagaimana kontribusi Bapak nanti terhadap stunting?” tanya Lia Diantini kepada Wayan Koster dengan kritis.

Soal empat anak, jawab Koster, di jaman dulu, jauh sebelum Orde Baru bahkan, ada yang lima anak, enam anak, sepuluh anak—dari satu ibu. Ada yang hidup dengan jualan canang, jualan macam-macam di pasar, bisa hidup.

“Anaknya dokter semua. Sekarang ini, fasilitas biaya pendidikan, kesehatan, perumahan—segala macam semuanya tersedia. Jadi tak perlu khawatir lagi soal empat anak ini, kalau bisa, kan ada juga yang karena faktor alamiah tak bisa empat anak. Bagi yang bisa? Didorong! Dan akan diberikan insentif,” lanjutnya.

Mahasiswa tampaknya puas setelah mengikuti acara uji publik calon pemimpin Bali di Undiksha | Foto: tatkala.co/Son

Sampai di sini, ia juga menjelaskan terkait lapangan kerja, ekonomi Bali akan tumbuh dalam lima tahun ke depan, akan banyak loker.  Pusat Kebudayaan Bali, Pelabuhan Sangsit, dan masih banyak lagi, akan membuka lapangan kerja baru sehingga tak mesti lagi khawatir, kata Koster. Kemudian, ia juga memastikan, terpilihnya nanti, Bali dalam lima tahun ke depan, akan zero stunting.

Mendengar itu, saat acara selesai, Lia Diantini—seakan puas, dan pulang dengan tersenyum tipis ketika menuruni anak tangga ke lantai bawah. Rambutnya tergerai ke belakang dengan tali rambut yang imut.

Selamat istirahat Bu Bidan, eh, Bu Calon Bidan maksudnya hehe…semangat! [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha: Setumpuk Masalah di Bali, dari Bandara sampai Sumber Daya Manusia
Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng: Menyoal SDM, Perempuan, Anak, dan Kaum Marjinal
Saling Sorot Masalah, Saling Menggali Potensi | Dari Acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024
Tags: Nyoman Giri PrastaPilkadaPilkada Balipilkada serentakUndikshaWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tutur  Sejarah Dari Museum Sejarah  Jakarta    

Next Post

“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

“Tajen”:  Dari I Pudak, Marakata, hingga  Geertz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co