2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tutur  Sejarah Dari Museum Sejarah  Jakarta    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
November 7, 2024
in Tualang
Tutur  Sejarah Dari Museum Sejarah  Jakarta    

Siswa SMAN 2 Kuta Selatan di Museum Jakarta

SELASA Umanis Klurut, 5 November 2024 perjalanan widya wisata SMA Negeri 2 Kuta memasuki hari ketiga mengunjungi Museum Sejarah Jakarta. Kunjungan museum ini erat kaitannnya dengan pembelajaran Sejarah di kelas sekolah yang kebetulan dilaksanakan pada bulan November. Sejarah mencatat Hari Pahlawan jatuh pada 10 November. November juga ditetapkan oleh Mendikdasnas Prof. Dr. Abdul Mu’ti sebagai Bulan Guru Nasional (BGN) sejak 1 November 2024. 

 Ada relasi kesejarahan yang intim antara kunjungan rombongan widya wisata SMA Negeri 2 Kuta ke Museum Jakarta dengan penetapan BGN dan Hari Pahlawan. Penetapan BGN mengambil momentum kelahiran organisasi PGRI pada 25 November 1945, seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan. Aura hari ke-100 setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dapat dipastikan dengan semangat patriotik para pahlawan menyentuh hati yang paling dalam. Namun, pemerintah baru menetapkan Hari Guru Nasional pada 1994, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tanggal 24 November 1994 oleh Presiden Soeharto, 30 tahun silam. Persisnya 4 tahun menjelang Reformasi yang melengserkan Soeharto.

 

Sementara itu, Hari Pahlawan ditetapkan Presiden Soekarno berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Tiga puluh lima tahun lebih dulu  dibandingkan penetapan Hari Guru Nasional. Penetapan Hari Pahlawan itu berdasarkan kejuangan arek-arek Suroboyo melawan Pasukan Sekutu (NICA) yang terdiri atas Inggris dan Belanda yang ingin merebut kembali Kemerdekaan RI yang baru diproklamasikan 85 hari. Perbedaan penetapan waktu yang cukup panjang, antara Hari Pahlawan dan Hari Guru tampaknya tidak  penting untuk diperdebatkan. Ibarat mendebatkan ayam dan telor, mana duluan. Begitu pula, antara guru dan pahlawan. Mana duluan ? Guru melahirkan pahlawan atau pahlawan melahirkan guru. Atau kedua-duanya guru, kedua-duanya juga pahlawan.

Dalam konteks widya wisata ke Museum Sejarah Jakarta, dalam cuaca Jakarta yang kontradiktif panas membara siang hari dan hujan lebat sore hari, ada pembelajaran yang pantas dicatat dan direfleksikan. Pertama, ketuaan gedung menyimpan harta karun peradaban yang mesti diingat dan diteladani generasi kini. Bukan saja isinya yang menggambarkan peradaban masa silam yang jitu, tetapi juga fisik gedungnya yang tua bertuah dengan keaslian bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan itu juga mencitrakan kekuatan dan daya tahan dalam waktu lama. Berbeda dengan proyek pembangunan kini, belum lima tahun sudah bocor sepertinya bahan yang dipakai kurang berkualitas dan orang yang mengerjakan tergesa-gesa pula. Persis generasi strawberry yang ingin serba instan tak tahan lama.

Kedua, para siswa dan guru dapat berkolaborasi bukan saja dengan teman satu sekolah melainkan juga dengan sekolah lain dari daerah lain. Seperti saat kunjungan SMA Negeri 2 Kuta berkolaborasi dengan SMA Pelita IV Jakarta Barat. Selain menambah relasi pertemanan antarsekolah juga dapat ngobrol tentang pembelajaran secara umum atau ngobrol tentang Pelajaran Sejarah yang sering membosankan karena keringnya asupan literasi kesejarahan. Kunjungan ke Museum dapat menjadi jempatan komunikasi antara guru dan siswa untuk membangun hubungan empati yang saling memahami dan menghargai seraya memasukkan gizi lterasi sejarah masa lampau untuk melawan lupa. Guru juga dapat memahami kebutuhan siswa melalui komunikasi secara informal di meja makan atau saat-saat kunjungan ke objek kunjungan. Pemahaman demikian dapat membangn empati dan tumbuhnya saling pengertian antara kedua belah pihak.

Ketiga, sebagai sebuah metode pembelajaran, widya wisata memberikan kesan belajar yang menyenangkan bagi para siswa selaras dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang digagas oleh pasangan suami istri dari UGM Yogyakarta Muhammad Nur Rizal dan dan Novi Poespita Candra. GSM diterjemahkan oleh  Ketua Widya Wisata SMA Negeri 2 Kuta Agus Suputrayasa yang memimpin rombongan hadir dengan yel-yel penyemangat yang diikuti seluruh peserta : SMANDUTA :  gaskan ! Ke mana kita : bersenang-senang (sambal meliuk-liukkan tangan seperti gelombang air). Jadi, widya wisata memadukan ice breaking  melalui perjalanan dan penjelajahan dengan pembelajaran sejarah real  yang tersimpan di Museum Sejarah Jakarta.

Keempat, kesempatan guru dan murid berguru kepada pemandu perjalanan dan pemandu Museum   yang  kompeten di bidangnya. Banyak cerita dan juk yang diproduksi pemandu selama perjalanan di bus untuk mengusir kantuk. Kadang-kadang dengan tawa berderai spontanitas mendapat respon dari siswa. Sementara itu, pemandu Museum menjelaskan secara detail keberadaan Museum Sejarah Jakarta yang sering salah kaprah disebut Museum Fatahillah yang kini dipromosikan sebagai Objek Wisata Kota Tua sebagai heritage. Sebelumnya Museum Sejarah Jakarta disebut Gedung Balai Kota Jakarta diarsiteki oleh W.J. van de Velde. Dalam sejarah disebutkan Gedung Museum ini dibangun selama tiga tahun (1707 – 1710) dan diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta oleh Gubernur DKI Ali Sadikin 30 Maret 1971.

Menyusuri Gedung Museum Sejarah Jakarta, kita mendapatkan banyak tutur dari gedung-gedung tua. Gedung Museum Sejarah Jakarta misalnya, membawahi 4 museum : Museum Joeang 45, Museum Prasasti, Museum M.H. Thamrin, dan Museum Sejarah Kota Tua yang dijadikan objek wisata edukasi bagi siswa/mahasiswa/peneliti dan masyarakat umum.  Sebagai heritage Kota Tua, berkunjung ke museum, kita diingatkan akan peradaban masa lampau sejak masa berburu zaman Pra Hindu. Perlu dicatat, di museum ini juga terdapat Sumur tua sebagai sumber air peradaban yang mengalir melampaui zamannya.

Museum Sejarah Kota Jakarta ini juga menerima siswa SMK untuk magang. Mereka juga berkolaborasi antarsiswa  SMK yang berbeda di Museum. Pengalaman mereka berkomunikasi dan beretika dengan tetamu yang berkunjung adalah bagian dari upaya mengasah kemampuan soft skill yang kelak sangat dibutuhkan. Mereka juga fasih menjelaskan tatacara perawatan Gedung Museum Sejarah Jakarta  dan isinya yang tampak bersih walaupun bahan-bahan lawas  digunakan tampak masih kokoh. Kuat dan kekar.

Di seputar Gedung Museum Sejarah Jakarta  juga terdapat Museum Wayang yang tidak dibuka karena dalam proses perbaikan. Selain itu juga terdapat Kantor Pos Kuno dengan kegiatan perposan masih berlangsung tetapi aktivitasnya tidak tampak. Yang tampak dominan justru kafe-nya. “Aktivitas kantor pos masih berlangsung di belakang. Di bagian ruang depan dimanfaatkan untuk kafe, daripada ruangannya nganggur dioptimalkan pemanfaatannya”, kata Wisnu petugas keamanan di wilayah kantor Pos.

Begitu pula di Kompleks Jasindo yang merupakan asuransi rintisan, yang tampak adalah Indomart tempat menjual makanan camilan dan minuman. Pengunjung juga tampak keluar masuk Indomart membeli minuman dan camilan sambil menuju ke Gedung Museum. Yang rada aneh, di seputar Museum juga ada diskotek yang tampaknya kontras dengan kondisi museum yang semestinya dengan sajian keheningan bukan dengan kebisingan.

Inovasi Pengelola Museum Sejarah Jakarta juga tampak dari penyewaan sepeda gayung dengan aneka warna yang banyak diminati para pengunjung umumnya para siswa. Ada yang nebeng dengan temannya, ada pula yang dikendarai sendiri dengan harga Rp 20.000,00 dapat untuk keliling di halaman museum. Mereka tampak bersenang-senang dan temannya mengabadikan  dengan latar gedung-gedung tua peninggalan sejarah mau lampau. Sungguh kenangan yang indah menggali kejayaan masa lampau sebagai inspirasi kini untuk menatap peradaban masa depan yang lebih baik dan bermutu. Inilah momentum memuliakan sejarah masa lalu yang diperjuangkan para pahlawan sampai titik darah penghabisan. Selamat Hari Pahlawan.  Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu! [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Shopping Puisi di Malioboro 
Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan
Pasih Kauh Desa Adat Kedonganan dan Kafe yang Dikelola Banjar-banjar   
Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Tags: Jakartamuseum jakartaPendidikanSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memeluk Masa Lalu dengan Ingatan Yang Sadar: Catatan Festival Kala Monolog

Next Post

Punahnya “Nyoman” & “Ketut”, Malas Bikin Anak atau Takut Stunting?: Dari Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Punahnya “Nyoman” & “Ketut”, Malas Bikin Anak atau Takut Stunting?: Dari Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha

Punahnya “Nyoman” & “Ketut”, Malas Bikin Anak atau Takut Stunting?: Dari Uji Publik Calon Pemimpin Bali di Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co