24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dewa Made Dharma dan Perjumpaannya dengan Puisi

Tria HF by Tria HF
September 23, 2024
in Khas
Dewa Made Dharma dan Perjumpaannya dengan Puisi

I Dewa Made Dharma Putra Santika | Foto: Dok. Pribadi

PEKAN Seni Mahasiswa Nasional 2024 di Universitas Negeri Jakarta yang berlangsung dari tanggal 2 sampai 6 September 2024 telah berakhir, seluruh kontingen lomba dari 38 provinsi di Indonesia pulang membawa beragam kisah yang tentunya menjadi kenangan berharga.

I Dewa Made Dharma Putra Santika, biasa disapa Dewa, merupakan salah satu kontingen dari Provinsi Bali yang mewakili ranting lomba baca puisi putra PEKSIMINAS 2024 membagi pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut.

Dewa mengakui bahwa melalui kegiatan PEKSIMINAS 2024 ini telah membuka kemungkinan lain dalam dirinya yang sebelumnya tidak ia sadari. Dimulai dari proses persiapan mengikuti seleksi tingkat daerah, itu adalah pertama kalinya Dewa mengulik puisi.

Meskipun sedari sekolah menengah atas Dewa sudah aktif berteater di Teater Jineng SMAN 1 Tabanan, namun jarang bersentuhan dengan puisi. Dewa menganggap puisi sebagai sesuatu yang ‘misterius’, namun ketika ia mulai mendalaminya dengan serius untuk PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) tahun 2024 ini, semuanya berubah.

“Saya mulai menemukan bahwa puisi adalah cara yang sangat pribadi dan mendalam untuk berekspresi,” ujar Dewa.

I Dewa Made Dharma Putra Santika | Foto: Dok. Pribadi

Sebagai pendatang baru, prestasi awal yang diraih oleh Dewa cukup bergengsi, menjadi duta Provinsi Bali bukanlah hal mudah untuk diraih. Sejumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta bersaing di seleksi PEKSIMIDA, kemudian Dewa yang saat itu mewakili Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali berhasil meraih juara pertama sekaligus ditetapkan sebagai duta Provinsi Bali untuk ranting lomba baca puisi di tingkat nasional.

Hasil tersebut tidak diraih Dewa dengan mudah, hampir setiap hari Dewa berlatih didampingi dosen pembina di ITB STIKOM Bali dan sesekali berkonsultasi dengan seorang penyair Bali, Muda Wijaya, untuk mendapatkan tafsir mendalam mengenai puisi yang dibawakan.

Puisi ‘Perahu Kertas’ karya Sapardi Djoko Damono dan puisi ‘Tapi’ karya Sutradji Calzoum Bachri menjadi pilihan wakil ketua UKM Teater Biner itu untuk berlaga di panggung PEKSIMINAS 2024, Gedung Ki Hajar Dewantara, Universitas Negeri Jakarta.

Dewa menafsirkan puisi ‘Perahu Kertas’ sebagai simbol harapan dan cita-cita, bahwa hal sederhana memiliki dampak yang besar di waktu yang tepat, jika dilakukan secara tekun, “Saya melihatnya sebagai refleksi dari kehidupan, usaha kecil yang kita lakukan sekarang bisa berakhir dengan hasil yang besar dan bermanfaat,” katanya.

Sementara pada puisi ‘Tapi’ Dewa merasa agak kesulitan menafsir maknanya karena struktur puisi yang repetitif, ada banyak pengulangan dan membutuhkan strategi tepat menyusun teknik pembacaannya.

Namun, secara garis besar, Dewa menangkap maksud dari puisi tersebut sebagai ungkapan kekesalan terhadap seseorang yang tidak pernah menghargai dan menyangkal segala upaya yang diusahakan untuknya.

Kedua puisi tersebut dibawakan Dewa yang saat itu mendapat urutan tampil ke-13. Dengan kesadaran dan kepercayaan diri yang kuat, meski belum berhasil membawa pulang predikat juara di PEKSIMINAS 2024, tapi senyum puas mekar di wajah mahasiswa tahun pertama tersebut jelas terlihat.

“Saya merasa sangat bangga. Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Tujuan utama saya adalah berekspresi dan berusaha menyampaikan pesan tersirat yang terkandung dalam puisi kepada audiens. Melalui pengalaman ini, saya merasa telah berhasil melakukannya,” ungkap Dewa ketika ditemui sesaat setelah mendarat di Bali.

I Dewa Made Dharma Putra Santika saat membaca puisi | Foto: Dok. Pribadi

Dewa merasa menjadi bagian dari PEKSIMINAS 2024 adalah pengalaman yang berharga. Ia diberi kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang baru, bertemu teman-teman seni, khususnya teater, dari berbagai provinsi di Indonesia yang masing-masing membawa perspektif budaya dan pengalaman yang berbeda.

“Hal yang seru ketika saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan membahas ide-ide seputar seni teater dan puisi,” ujarnya. Pertemuan tersebut memperkaya wawasan Dewa tentang dunia seni yang bahwasanya adalah ruang tanpa batas yang selalu menawarkan hal-hal baru untuk dipelajari.

Ada momen yang tidak terlupakan bagi Dewa di hari terakhir PEKSIMINAS 2024, yaitu bertemu dengan pembaca puisi idolanya, Peri Sandi. “Beliau mentor dari salah satu peserta. Saat nongkrong bareng peserta lainnya setelah acara penutup, tiba-tiba beliau datang menghampiri. Itu momen yang tidak terlupakan banget, saya deg-degan tapi berusaha tetap stay cool padahal dalam hati saya teriak anjir Peri Sandi ini,” ungkap Dewa antusias.

Kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Nasional 2024 memang telah berakhir, namun geloranya begitu melekat. Masih ada panggung baca puisi di kegiatan lainnya yang ingin Dewa taklukan. Apalagi sehari sebelum keberangkatannya ke Jakarta untuk PEKSIMINAS 2024, ada kabar bahwa ia berhasil meraih juara pertama lomba baca puisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh CORISINDO 2024 di Universitas Teknologi Bandung.

Berita tersebut memantik semangatnya untuk terus mengasah beragam tehnik pembacaan puisi. “Gara-gara ikut PEKSIMINAS saya jadi lebih dekat dengan puisi. Melalui puisi saya menemukan cara untuk lebih memahami diri sendiri dan dunia sekitar, saya masih penasaran sejauh mana puisi dapat mempengaruhi hidup saya. Jadi, perjuangan saya masih akan berlanjut di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana 202,” katanya, tegas.[T]

Reporter/Penulis: Tria HF
Editor: Jaswanto

Berbincang dengan Selfiana, Juara 1 Lomba Dangdut Putri Peksimida Bali
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali
Dimas Bayu Erlangga, Didukung Rekan Teater di SMA, Juara 1 Lomba Monolog Peksimida Bali
Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024
Tags: Peksimida BaliPeksimida Bali 2024Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singaraja Literary Festival dan Kota Pendidikan Tanpa Toko Buku

Next Post

Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Tria HF

Tria HF

Seseorang yang suka belajar untuk mengajar

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co