3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dewa Made Dharma dan Perjumpaannya dengan Puisi

Tria HF by Tria HF
September 23, 2024
in Khas
Dewa Made Dharma dan Perjumpaannya dengan Puisi

I Dewa Made Dharma Putra Santika | Foto: Dok. Pribadi

PEKAN Seni Mahasiswa Nasional 2024 di Universitas Negeri Jakarta yang berlangsung dari tanggal 2 sampai 6 September 2024 telah berakhir, seluruh kontingen lomba dari 38 provinsi di Indonesia pulang membawa beragam kisah yang tentunya menjadi kenangan berharga.

I Dewa Made Dharma Putra Santika, biasa disapa Dewa, merupakan salah satu kontingen dari Provinsi Bali yang mewakili ranting lomba baca puisi putra PEKSIMINAS 2024 membagi pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut.

Dewa mengakui bahwa melalui kegiatan PEKSIMINAS 2024 ini telah membuka kemungkinan lain dalam dirinya yang sebelumnya tidak ia sadari. Dimulai dari proses persiapan mengikuti seleksi tingkat daerah, itu adalah pertama kalinya Dewa mengulik puisi.

Meskipun sedari sekolah menengah atas Dewa sudah aktif berteater di Teater Jineng SMAN 1 Tabanan, namun jarang bersentuhan dengan puisi. Dewa menganggap puisi sebagai sesuatu yang ‘misterius’, namun ketika ia mulai mendalaminya dengan serius untuk PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) tahun 2024 ini, semuanya berubah.

“Saya mulai menemukan bahwa puisi adalah cara yang sangat pribadi dan mendalam untuk berekspresi,” ujar Dewa.

I Dewa Made Dharma Putra Santika | Foto: Dok. Pribadi

Sebagai pendatang baru, prestasi awal yang diraih oleh Dewa cukup bergengsi, menjadi duta Provinsi Bali bukanlah hal mudah untuk diraih. Sejumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta bersaing di seleksi PEKSIMIDA, kemudian Dewa yang saat itu mewakili Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali berhasil meraih juara pertama sekaligus ditetapkan sebagai duta Provinsi Bali untuk ranting lomba baca puisi di tingkat nasional.

Hasil tersebut tidak diraih Dewa dengan mudah, hampir setiap hari Dewa berlatih didampingi dosen pembina di ITB STIKOM Bali dan sesekali berkonsultasi dengan seorang penyair Bali, Muda Wijaya, untuk mendapatkan tafsir mendalam mengenai puisi yang dibawakan.

Puisi ‘Perahu Kertas’ karya Sapardi Djoko Damono dan puisi ‘Tapi’ karya Sutradji Calzoum Bachri menjadi pilihan wakil ketua UKM Teater Biner itu untuk berlaga di panggung PEKSIMINAS 2024, Gedung Ki Hajar Dewantara, Universitas Negeri Jakarta.

Dewa menafsirkan puisi ‘Perahu Kertas’ sebagai simbol harapan dan cita-cita, bahwa hal sederhana memiliki dampak yang besar di waktu yang tepat, jika dilakukan secara tekun, “Saya melihatnya sebagai refleksi dari kehidupan, usaha kecil yang kita lakukan sekarang bisa berakhir dengan hasil yang besar dan bermanfaat,” katanya.

Sementara pada puisi ‘Tapi’ Dewa merasa agak kesulitan menafsir maknanya karena struktur puisi yang repetitif, ada banyak pengulangan dan membutuhkan strategi tepat menyusun teknik pembacaannya.

Namun, secara garis besar, Dewa menangkap maksud dari puisi tersebut sebagai ungkapan kekesalan terhadap seseorang yang tidak pernah menghargai dan menyangkal segala upaya yang diusahakan untuknya.

Kedua puisi tersebut dibawakan Dewa yang saat itu mendapat urutan tampil ke-13. Dengan kesadaran dan kepercayaan diri yang kuat, meski belum berhasil membawa pulang predikat juara di PEKSIMINAS 2024, tapi senyum puas mekar di wajah mahasiswa tahun pertama tersebut jelas terlihat.

“Saya merasa sangat bangga. Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Tujuan utama saya adalah berekspresi dan berusaha menyampaikan pesan tersirat yang terkandung dalam puisi kepada audiens. Melalui pengalaman ini, saya merasa telah berhasil melakukannya,” ungkap Dewa ketika ditemui sesaat setelah mendarat di Bali.

I Dewa Made Dharma Putra Santika saat membaca puisi | Foto: Dok. Pribadi

Dewa merasa menjadi bagian dari PEKSIMINAS 2024 adalah pengalaman yang berharga. Ia diberi kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang baru, bertemu teman-teman seni, khususnya teater, dari berbagai provinsi di Indonesia yang masing-masing membawa perspektif budaya dan pengalaman yang berbeda.

“Hal yang seru ketika saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan membahas ide-ide seputar seni teater dan puisi,” ujarnya. Pertemuan tersebut memperkaya wawasan Dewa tentang dunia seni yang bahwasanya adalah ruang tanpa batas yang selalu menawarkan hal-hal baru untuk dipelajari.

Ada momen yang tidak terlupakan bagi Dewa di hari terakhir PEKSIMINAS 2024, yaitu bertemu dengan pembaca puisi idolanya, Peri Sandi. “Beliau mentor dari salah satu peserta. Saat nongkrong bareng peserta lainnya setelah acara penutup, tiba-tiba beliau datang menghampiri. Itu momen yang tidak terlupakan banget, saya deg-degan tapi berusaha tetap stay cool padahal dalam hati saya teriak anjir Peri Sandi ini,” ungkap Dewa antusias.

Kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Nasional 2024 memang telah berakhir, namun geloranya begitu melekat. Masih ada panggung baca puisi di kegiatan lainnya yang ingin Dewa taklukan. Apalagi sehari sebelum keberangkatannya ke Jakarta untuk PEKSIMINAS 2024, ada kabar bahwa ia berhasil meraih juara pertama lomba baca puisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh CORISINDO 2024 di Universitas Teknologi Bandung.

Berita tersebut memantik semangatnya untuk terus mengasah beragam tehnik pembacaan puisi. “Gara-gara ikut PEKSIMINAS saya jadi lebih dekat dengan puisi. Melalui puisi saya menemukan cara untuk lebih memahami diri sendiri dan dunia sekitar, saya masih penasaran sejauh mana puisi dapat mempengaruhi hidup saya. Jadi, perjuangan saya masih akan berlanjut di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana 202,” katanya, tegas.[T]

Reporter/Penulis: Tria HF
Editor: Jaswanto

Berbincang dengan Selfiana, Juara 1 Lomba Dangdut Putri Peksimida Bali
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali
Dimas Bayu Erlangga, Didukung Rekan Teater di SMA, Juara 1 Lomba Monolog Peksimida Bali
Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024
Tags: Peksimida BaliPeksimida Bali 2024Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singaraja Literary Festival dan Kota Pendidikan Tanpa Toko Buku

Next Post

Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Tria HF

Tria HF

Seseorang yang suka belajar untuk mengajar

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co