3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekerasan dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
May 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KEKERASAN akan selalu meninggalkan trauma dan pengalaman buruk bagi korbannya. Kekerasan juga tidak pernah berhenti pada satu titik, tanpa menimbulkan kekerasan yang lain. Bagai spiral, kekerasan akan silih berganti.

Kekerasan dapat bermula dari hal yang sepele. Berbalas komentar di media sosial, berlanjut dengan saling ejek dan saling caci, berujung petengkaran. Jika pertengkaran verbal menemui jalan buntu, maka terjadilah kekerasan fisik.

Sektor domestik juga menyumbang potensi terjadinya kekerasan. Hubungan anggota keluarga yang tidak harmonis dapat menciptakan kekerasan. Masalah pembagian warisan dalam keluarga pun acapkali diwarnai kekerasan.

Dunia politik tak kalah sengit. Perebutan kekuasaan; termasuk mempertahankan kekuasaan penuh drama kekerasan. Bahkan hanya karena perbedaan pilihan politik dalam Pemilu, orang menjadi bermusuhan dan melakukan tindak kekerasan.

Agama yang semestinya menjadi simbol kedamaian dan kesucian tak luput dari tindakan kekerasan. Atas nama agama, demi keyakinan terhadap kepercayaan, orang bisa menjadi gelap mata. Banyak kasus kekerasan yang disebabkan oleh klaim penistaan agama maupun pembangunan tempat ibadah umat beragama.

Kekerasan seolah sudah menjadi bagian dari “budaya” masyarakat Indonesia. Nyaris setiap hari terjadi kekerasan berupa tawuran di berbagai daerah. Pemicunya bermacam-macam. Pelakunya pun bukan hanya orang kampung, tetapi juga kaum terpelajar di sekolah dan di kampus.

Mengapa kekerasan demi kekerasan terus terjadi? Apakah masyarakat sudah kehilangan kewarasan untuk berbuat baik? Apakah orang sudah kehabisan cara untuk berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah? Ataukah kekerasan itu sendiri bagian dari komunikasi?

Penyebab Kekerasan

Latar belakang orang melakukan kekerasan bermacam-macam. Secara gamblang, Franz Magnis Suseno ( 2000) menyebut empat hal yang menyebabkan orang harus mengekspresikan kemarahan dan keputusasaannya dengan kekerasan.

Pertama, transformasi dalam masyarakat. Modernisasi dan globalisasi dituding sebagai biang ketegangan dalam masyarakat. Disorientasi, dislokasi, dan disfungsionalisasi terjadi dari masyarakat tradisional ke pasca tradisional. Dan ini menimbulkan ancaman ekonomis, psikologis, serta politis.

Cara-cara komunikasi tradisional untuk mengelola konflik pada masyarakat yang majemuk tidak lagi efektif. Kecenderungan yang terjadi justru primordialistik ke dalam dibarengi dengan agresivitas ke luar. Modernisasi dan globalisasi tak mampu berefek positif, tak dapat memberi jaminan rasa sejahtera dan keadilan.

Kedua, akumulasi kebencian dalam masyarakat. Tekanan kehidupan dalam masyarakat menimbulkan akumulasi kebencian. Apalagi ditambah dengan tendensi eksklusifitas dalam agama maupun suku. Tendensi ini akan membuat orang mudah terprovokasi untuk melakukan kekerasan atas nama agama maupun suku.

Penyebab ketiga timbulnya kekerasan adalah masyarakat yang sakit. Gesekan-gesekan kecil mudah memicu tindak kekerasan. Bagaimana masyarakat tidak sakit, jika setiap pertandingan sepak bola mengandung resiko letupan kekerasan? Orang yang berhutang justru melakukan kekerasan kepada pemberi hutang. Itulah masayarakat yang sakit.

Keempat, Orde Baru sebagai institusionalisasi kekerasan. Orde Baru dengan perangkat kekuasaannya memiliki kemampuan untuk membujuk dan mengintimidasi. Konflik sosial dipecahkan tidak  melalui komunikasi yang rasional dan dialogis, melainkan dengan kekuasaan, kooptasi, intimidasi, ancaman, dan penindasan.

Apa pun yang ditetapkan penguasa harus diterima rakyat tanpa kompromi. Rakyat semakin sering menjadi korban pembangunan. Maka yang terjadi adalah akumulasi rasa kecewa, marah, benci, dan dendam.

Kontribusi Media

Media kerap dianggap sebagai faktor eksternal penyumbang kekerasan. Lebih dari 25 tahun yang lalu banyak pihak yang sudah memprediksi bahwa media seperti televisi sangat potensial membentuk perilaku orang. Kekerasan yang ditampilkan di media menularkan kekerasan dalam kehidupan.

Banyak studi komunikasi yang mencatat, bahwa kekerasan dalam media menimbulkan efek agresi pada khalayaknya. Studi itu menunjukkan hubungan antara kekerasan yang tampil di layar kaca dengan perilaku kekerasan ( Nina M.Armando, 2000).

Kekerasan bukan hanya muncul dalam film laga produksi luar negeri. Sinetron Indonesia pun sarat dengan adegan kekerasan, baik kekerasan verbal maupun fisik. Film yang dikonsumsi untuk anak-anak juga diwarnai adegan kekerasan. Bahkan acara hiburan pun kadang menampilkan guyonan yang menjurus pada kekerasan.

Internet yang digadang-gadang menjadi sarana komunikasi dan informasi yang cepat dan masif, ternyata justru sering menjerumuskan orang untuk melakukan kekerasan. Melalui internet orang dapat mengakses informasi apa pun.

Melalui internet pula orang hidup dalam dunia maya yang serba beragam kontennya. Sebagian orang tercerahkan dan tergembirakan. Namun ada sebagian juga yang tersesatkan dan hidup di bawah bayang-bayang kekerasan.

Orang dapat belajar apa saja dari internet tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Dalam beberapa kasus, internet dapat mengajarkan kekerasan. Mulai dari tutorial menyerang orang lain, cara merakit bom; bahkan lebih miris, internet juga diduga menjadi pemicu orang untuk bunuh diri.

Dunia saat ini sedang disuguhi tontonan nyata kekerasan setiap hari. Perang dijadikan alasan untuk merebut kekuasaan. Tidak peduli jutaan orang jadi korban kekerasan oleh negara. Tak ada komunikasi. Tak ada dialog. Karena perang dan kekerasan itu sendiri dijadikan media komunikasi.

Maka tantangan besar bagi manusia adalah bagaimana ia dapat menaklukkan diri sendiri tanpa kekerasan. Tanpa amarah. Tanpa dendam dan kebencian. Sehingga dunia tidak dijejali oleh hasrat manusia untuk berbuat kekerasan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Membaca Disfungsi Komunikasi dalam Keluarga
Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Berkomunikasi Lewat Busana
Tags: ilmu komunikasikekerasankomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di EP Album Ketiga, IGAP Bercerita Tentang Rumah

Next Post

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co