23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekerasan dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
May 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KEKERASAN akan selalu meninggalkan trauma dan pengalaman buruk bagi korbannya. Kekerasan juga tidak pernah berhenti pada satu titik, tanpa menimbulkan kekerasan yang lain. Bagai spiral, kekerasan akan silih berganti.

Kekerasan dapat bermula dari hal yang sepele. Berbalas komentar di media sosial, berlanjut dengan saling ejek dan saling caci, berujung petengkaran. Jika pertengkaran verbal menemui jalan buntu, maka terjadilah kekerasan fisik.

Sektor domestik juga menyumbang potensi terjadinya kekerasan. Hubungan anggota keluarga yang tidak harmonis dapat menciptakan kekerasan. Masalah pembagian warisan dalam keluarga pun acapkali diwarnai kekerasan.

Dunia politik tak kalah sengit. Perebutan kekuasaan; termasuk mempertahankan kekuasaan penuh drama kekerasan. Bahkan hanya karena perbedaan pilihan politik dalam Pemilu, orang menjadi bermusuhan dan melakukan tindak kekerasan.

Agama yang semestinya menjadi simbol kedamaian dan kesucian tak luput dari tindakan kekerasan. Atas nama agama, demi keyakinan terhadap kepercayaan, orang bisa menjadi gelap mata. Banyak kasus kekerasan yang disebabkan oleh klaim penistaan agama maupun pembangunan tempat ibadah umat beragama.

Kekerasan seolah sudah menjadi bagian dari “budaya” masyarakat Indonesia. Nyaris setiap hari terjadi kekerasan berupa tawuran di berbagai daerah. Pemicunya bermacam-macam. Pelakunya pun bukan hanya orang kampung, tetapi juga kaum terpelajar di sekolah dan di kampus.

Mengapa kekerasan demi kekerasan terus terjadi? Apakah masyarakat sudah kehilangan kewarasan untuk berbuat baik? Apakah orang sudah kehabisan cara untuk berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah? Ataukah kekerasan itu sendiri bagian dari komunikasi?

Penyebab Kekerasan

Latar belakang orang melakukan kekerasan bermacam-macam. Secara gamblang, Franz Magnis Suseno ( 2000) menyebut empat hal yang menyebabkan orang harus mengekspresikan kemarahan dan keputusasaannya dengan kekerasan.

Pertama, transformasi dalam masyarakat. Modernisasi dan globalisasi dituding sebagai biang ketegangan dalam masyarakat. Disorientasi, dislokasi, dan disfungsionalisasi terjadi dari masyarakat tradisional ke pasca tradisional. Dan ini menimbulkan ancaman ekonomis, psikologis, serta politis.

Cara-cara komunikasi tradisional untuk mengelola konflik pada masyarakat yang majemuk tidak lagi efektif. Kecenderungan yang terjadi justru primordialistik ke dalam dibarengi dengan agresivitas ke luar. Modernisasi dan globalisasi tak mampu berefek positif, tak dapat memberi jaminan rasa sejahtera dan keadilan.

Kedua, akumulasi kebencian dalam masyarakat. Tekanan kehidupan dalam masyarakat menimbulkan akumulasi kebencian. Apalagi ditambah dengan tendensi eksklusifitas dalam agama maupun suku. Tendensi ini akan membuat orang mudah terprovokasi untuk melakukan kekerasan atas nama agama maupun suku.

Penyebab ketiga timbulnya kekerasan adalah masyarakat yang sakit. Gesekan-gesekan kecil mudah memicu tindak kekerasan. Bagaimana masyarakat tidak sakit, jika setiap pertandingan sepak bola mengandung resiko letupan kekerasan? Orang yang berhutang justru melakukan kekerasan kepada pemberi hutang. Itulah masayarakat yang sakit.

Keempat, Orde Baru sebagai institusionalisasi kekerasan. Orde Baru dengan perangkat kekuasaannya memiliki kemampuan untuk membujuk dan mengintimidasi. Konflik sosial dipecahkan tidak  melalui komunikasi yang rasional dan dialogis, melainkan dengan kekuasaan, kooptasi, intimidasi, ancaman, dan penindasan.

Apa pun yang ditetapkan penguasa harus diterima rakyat tanpa kompromi. Rakyat semakin sering menjadi korban pembangunan. Maka yang terjadi adalah akumulasi rasa kecewa, marah, benci, dan dendam.

Kontribusi Media

Media kerap dianggap sebagai faktor eksternal penyumbang kekerasan. Lebih dari 25 tahun yang lalu banyak pihak yang sudah memprediksi bahwa media seperti televisi sangat potensial membentuk perilaku orang. Kekerasan yang ditampilkan di media menularkan kekerasan dalam kehidupan.

Banyak studi komunikasi yang mencatat, bahwa kekerasan dalam media menimbulkan efek agresi pada khalayaknya. Studi itu menunjukkan hubungan antara kekerasan yang tampil di layar kaca dengan perilaku kekerasan ( Nina M.Armando, 2000).

Kekerasan bukan hanya muncul dalam film laga produksi luar negeri. Sinetron Indonesia pun sarat dengan adegan kekerasan, baik kekerasan verbal maupun fisik. Film yang dikonsumsi untuk anak-anak juga diwarnai adegan kekerasan. Bahkan acara hiburan pun kadang menampilkan guyonan yang menjurus pada kekerasan.

Internet yang digadang-gadang menjadi sarana komunikasi dan informasi yang cepat dan masif, ternyata justru sering menjerumuskan orang untuk melakukan kekerasan. Melalui internet orang dapat mengakses informasi apa pun.

Melalui internet pula orang hidup dalam dunia maya yang serba beragam kontennya. Sebagian orang tercerahkan dan tergembirakan. Namun ada sebagian juga yang tersesatkan dan hidup di bawah bayang-bayang kekerasan.

Orang dapat belajar apa saja dari internet tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Dalam beberapa kasus, internet dapat mengajarkan kekerasan. Mulai dari tutorial menyerang orang lain, cara merakit bom; bahkan lebih miris, internet juga diduga menjadi pemicu orang untuk bunuh diri.

Dunia saat ini sedang disuguhi tontonan nyata kekerasan setiap hari. Perang dijadikan alasan untuk merebut kekuasaan. Tidak peduli jutaan orang jadi korban kekerasan oleh negara. Tak ada komunikasi. Tak ada dialog. Karena perang dan kekerasan itu sendiri dijadikan media komunikasi.

Maka tantangan besar bagi manusia adalah bagaimana ia dapat menaklukkan diri sendiri tanpa kekerasan. Tanpa amarah. Tanpa dendam dan kebencian. Sehingga dunia tidak dijejali oleh hasrat manusia untuk berbuat kekerasan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Membaca Disfungsi Komunikasi dalam Keluarga
Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Berkomunikasi Lewat Busana
Tags: ilmu komunikasikekerasankomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di EP Album Ketiga, IGAP Bercerita Tentang Rumah

Next Post

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co