14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekerasan dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
May 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KEKERASAN akan selalu meninggalkan trauma dan pengalaman buruk bagi korbannya. Kekerasan juga tidak pernah berhenti pada satu titik, tanpa menimbulkan kekerasan yang lain. Bagai spiral, kekerasan akan silih berganti.

Kekerasan dapat bermula dari hal yang sepele. Berbalas komentar di media sosial, berlanjut dengan saling ejek dan saling caci, berujung petengkaran. Jika pertengkaran verbal menemui jalan buntu, maka terjadilah kekerasan fisik.

Sektor domestik juga menyumbang potensi terjadinya kekerasan. Hubungan anggota keluarga yang tidak harmonis dapat menciptakan kekerasan. Masalah pembagian warisan dalam keluarga pun acapkali diwarnai kekerasan.

Dunia politik tak kalah sengit. Perebutan kekuasaan; termasuk mempertahankan kekuasaan penuh drama kekerasan. Bahkan hanya karena perbedaan pilihan politik dalam Pemilu, orang menjadi bermusuhan dan melakukan tindak kekerasan.

Agama yang semestinya menjadi simbol kedamaian dan kesucian tak luput dari tindakan kekerasan. Atas nama agama, demi keyakinan terhadap kepercayaan, orang bisa menjadi gelap mata. Banyak kasus kekerasan yang disebabkan oleh klaim penistaan agama maupun pembangunan tempat ibadah umat beragama.

Kekerasan seolah sudah menjadi bagian dari “budaya” masyarakat Indonesia. Nyaris setiap hari terjadi kekerasan berupa tawuran di berbagai daerah. Pemicunya bermacam-macam. Pelakunya pun bukan hanya orang kampung, tetapi juga kaum terpelajar di sekolah dan di kampus.

Mengapa kekerasan demi kekerasan terus terjadi? Apakah masyarakat sudah kehilangan kewarasan untuk berbuat baik? Apakah orang sudah kehabisan cara untuk berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah? Ataukah kekerasan itu sendiri bagian dari komunikasi?

Penyebab Kekerasan

Latar belakang orang melakukan kekerasan bermacam-macam. Secara gamblang, Franz Magnis Suseno ( 2000) menyebut empat hal yang menyebabkan orang harus mengekspresikan kemarahan dan keputusasaannya dengan kekerasan.

Pertama, transformasi dalam masyarakat. Modernisasi dan globalisasi dituding sebagai biang ketegangan dalam masyarakat. Disorientasi, dislokasi, dan disfungsionalisasi terjadi dari masyarakat tradisional ke pasca tradisional. Dan ini menimbulkan ancaman ekonomis, psikologis, serta politis.

Cara-cara komunikasi tradisional untuk mengelola konflik pada masyarakat yang majemuk tidak lagi efektif. Kecenderungan yang terjadi justru primordialistik ke dalam dibarengi dengan agresivitas ke luar. Modernisasi dan globalisasi tak mampu berefek positif, tak dapat memberi jaminan rasa sejahtera dan keadilan.

Kedua, akumulasi kebencian dalam masyarakat. Tekanan kehidupan dalam masyarakat menimbulkan akumulasi kebencian. Apalagi ditambah dengan tendensi eksklusifitas dalam agama maupun suku. Tendensi ini akan membuat orang mudah terprovokasi untuk melakukan kekerasan atas nama agama maupun suku.

Penyebab ketiga timbulnya kekerasan adalah masyarakat yang sakit. Gesekan-gesekan kecil mudah memicu tindak kekerasan. Bagaimana masyarakat tidak sakit, jika setiap pertandingan sepak bola mengandung resiko letupan kekerasan? Orang yang berhutang justru melakukan kekerasan kepada pemberi hutang. Itulah masayarakat yang sakit.

Keempat, Orde Baru sebagai institusionalisasi kekerasan. Orde Baru dengan perangkat kekuasaannya memiliki kemampuan untuk membujuk dan mengintimidasi. Konflik sosial dipecahkan tidak  melalui komunikasi yang rasional dan dialogis, melainkan dengan kekuasaan, kooptasi, intimidasi, ancaman, dan penindasan.

Apa pun yang ditetapkan penguasa harus diterima rakyat tanpa kompromi. Rakyat semakin sering menjadi korban pembangunan. Maka yang terjadi adalah akumulasi rasa kecewa, marah, benci, dan dendam.

Kontribusi Media

Media kerap dianggap sebagai faktor eksternal penyumbang kekerasan. Lebih dari 25 tahun yang lalu banyak pihak yang sudah memprediksi bahwa media seperti televisi sangat potensial membentuk perilaku orang. Kekerasan yang ditampilkan di media menularkan kekerasan dalam kehidupan.

Banyak studi komunikasi yang mencatat, bahwa kekerasan dalam media menimbulkan efek agresi pada khalayaknya. Studi itu menunjukkan hubungan antara kekerasan yang tampil di layar kaca dengan perilaku kekerasan ( Nina M.Armando, 2000).

Kekerasan bukan hanya muncul dalam film laga produksi luar negeri. Sinetron Indonesia pun sarat dengan adegan kekerasan, baik kekerasan verbal maupun fisik. Film yang dikonsumsi untuk anak-anak juga diwarnai adegan kekerasan. Bahkan acara hiburan pun kadang menampilkan guyonan yang menjurus pada kekerasan.

Internet yang digadang-gadang menjadi sarana komunikasi dan informasi yang cepat dan masif, ternyata justru sering menjerumuskan orang untuk melakukan kekerasan. Melalui internet orang dapat mengakses informasi apa pun.

Melalui internet pula orang hidup dalam dunia maya yang serba beragam kontennya. Sebagian orang tercerahkan dan tergembirakan. Namun ada sebagian juga yang tersesatkan dan hidup di bawah bayang-bayang kekerasan.

Orang dapat belajar apa saja dari internet tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Dalam beberapa kasus, internet dapat mengajarkan kekerasan. Mulai dari tutorial menyerang orang lain, cara merakit bom; bahkan lebih miris, internet juga diduga menjadi pemicu orang untuk bunuh diri.

Dunia saat ini sedang disuguhi tontonan nyata kekerasan setiap hari. Perang dijadikan alasan untuk merebut kekuasaan. Tidak peduli jutaan orang jadi korban kekerasan oleh negara. Tak ada komunikasi. Tak ada dialog. Karena perang dan kekerasan itu sendiri dijadikan media komunikasi.

Maka tantangan besar bagi manusia adalah bagaimana ia dapat menaklukkan diri sendiri tanpa kekerasan. Tanpa amarah. Tanpa dendam dan kebencian. Sehingga dunia tidak dijejali oleh hasrat manusia untuk berbuat kekerasan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Membaca Disfungsi Komunikasi dalam Keluarga
Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Berkomunikasi Lewat Busana
Tags: ilmu komunikasikekerasankomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di EP Album Ketiga, IGAP Bercerita Tentang Rumah

Next Post

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co