22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Disfungsi Komunikasi dalam Keluarga

Chusmeru by Chusmeru
April 27, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

Jika ada yang beranggapan bahwa keluarga adalah tiang negara, tentu sangat beralasan. Masa depan bangsa dan negara ditentukan oleh kualitas kehidupan keluarga di masyarakatnya.

Banyak alasan mengapa keluarga begitu penting bagi setiap orang. Keluarga bukan semata kumpulan fisik orang-orang dalam satu kelompok. Keluarga lebih dipandang secara kualitatif sebagai fungsi pengembangan diri anggotanya.

Keluarga juga dianggap sebagai muasal seseorang belajar berkomunikasi. Sejak berada dalam kandungan, seorang bayi sudah mulai berkomunikasi dengan ibunya. Ketika menginjak usia kanak-kanak, proses komunikasi terbangun bersama anggota keluarga lain. Berangkat dewasa hingga menikah pun seorang anak masih terikat komunikasi dengan keluarga.

Ada yang berhasil menjalin komunikasi dengan baik bersama keluarga. Namun tidak sedikit yang gagal dalam berkomunikasi. Banyak contoh kasus kegagalan atau disfungsi komunikasi dalam keluarga lantaran berbagai sebab.

Empty shell family adalah salah satu bentuk kehampaan komunikasi dalam sebuah keluarga. Secara sosiologis empty shell family menggambarkan kurangnya komunikasi di antara anggota keluarga. Perselisihan dan ketidaksepahaman sering terjadi yang mengakibatkan disharmoni dan disorganisasi keluarga.

Kasus lain kerap terjadi dalam sebuah rumah tangga, baik orang biasa maupun pesohor. Terjadi perceraian setelah sekian tahun menjalani kehidupan berumah tangga. Salah satu alasan yang mengemuka adalah ketidakcocokan dan komunikasi yang buruk di antara pasangan.

Dan celakanya, alasan buruknya komunikasi dijadikan dalih setelah mereka berumah tangga belasan tahun. Semestinya sudah sejak mereka saling mengenal, proses komunikasi sudah terbangun. Begitu pun dengan anggota keluarga yang setiap hari bertemu selayaknya sudah saling memahami. Meski begitu, disfungsi komunikasi tetap saja dijumpai dalam satu keluarga.

Pola Komunikasi

Masalah komunikasi keluarga sekecil apa pun memang harus dibenahi. Pola komunikasi dalam keluarga ikut menentukan model dan kualitas hubungan seluruh anggota keluarga. Widjanarko, dkk (2022) merinci pola komunikasi keluarga menjadi empat kategori.

Pertama, pola komunikasi konsensual. Pola ini terdapat dalam keluarga yang memberi penekanan pada orientasi percakapan dan kecocokan. Orang tua dalam keluarga ini mendengarkan anaknya sekaligus memberikan pengertian tentang sikap tegas orang tua pada hal-hal tertentu demi kebaikan seluruh anggota keluarga.

Kedua, pola pluralistik yang ditandai dengan keterbukaan dan tidak memaksakan kehendak. Orang tua pada keluarga ini tidak merasa harus mengontrol anak mereka dan memutuskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan anak. Komunikasi berjalan secara terbuka terhadap semua gagasan anggota keluarga.

Ketiga, komunikasi protektif. Pola ini menekankan pada kepatuhan terhadap wewenang orang tua. Peluang anak dan anggota keluarga untuk mengungkapkan gagasan dan pendapat sangat sedikit. Akibatnya, anggota keluarga dengan pola protektif sulit untuk belajar mempertahankan pendapat sendiri.

Keempat, pola komunikasi laissez faire, yang ditandai dengan tingkat kepercayaan tinggi orang tua terhadap anak dalam pembuatan keputusan. Pola komunikasi seperti ini sering dianggap sebagai sebuah pembiaran interaksi, karena anggota keluarga tidak dilarang menentang pandangan orang tua. Kebebasan dalam berkomunikasi membuat pola ini dipandang kurang sesuai dengan karakteristik masyarakat komunal yang mengarusutamakan keluarga besar.

Setiap keluarga memiliki pola komunikasi yang berbeda, karena pola tersebut hanyalah pemetaan terhadap komunikasi keluarga. Masing-masing pilihan pola komunikasi akan berimplikasi terhadap kualitas komunikasi keluarga. Dengan demikian, permasalahan yang timbul dalam keluarga juga dapat bersifat khas sesuai pola komunikasinya.

Disfungsi Komunikasi

Keluarga yang mengalami disharmoni dapat menghambat anggota keluarga dalam menjalankan peran sosialnya. Langkah awal yang perlu dipahami adalah dengan membaca semua hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya disharmoni dan disfungsi komunikasi.

Disfungsi komunikasi, menurut Widjanarko dkk (2022) dimanifestasikan dalam bentuk keengganan untuk menyimak, cara menyimak yang buruk, serta perbedaan orientasi dalam berinteraksi. Keengganan menyimak kerap terjadi dalam sebuah keluarga, pasangan kekasih, suami istri, antara anak dan orang tua, maupun antaranak.

Seolah terbentang tembok yang tinggi membatasi hubungan anggota keluarga. Salah satu pihak tidak mau mendengarkan pihak lain. Akibatnya, prasangka selalu mewarnai komunikasi di antara anggota keluarga.

Cara menyimak yang buruk juga menjadi salah satu pemicu disfungsi komunikasi dalam keluarga. Banyak orang yang tidak sungguh-sungguh dalam menyimak dan lebih sibuk bercerita dengan diri sendiri. Ketika terjadi situasi seperti ini, orang lain merasa bahwa pesan yang disampaikan tidak dianggap penting.

Disfungsi komunikasi seringkali juga terjadi karena adanya perbedaan gaya berinteraksi. Komunikasi dalam keluarga yang berlangsung secara antarpribadi biasanya berorientasi pada penekanan hubungan dan penekanan pada substansi pesan. Anggota keluarga akan mencermati secara komprehensif dan efisen setiap pesan yang disampaiakan anggota lain.

Ada suami yang berkecenderungan berinteraksi secara efisen, karena kesibukan dalam pekerjaannya. Sedangkan istrinya memiliki gaya interaksi yang komprehensif. Dia akan selalu mencermati setiap pesan suami sebelum memberikan respons. Kecenderungan orientasi komunikasi ini tentu perlu dipahami kedua pihak agar tidak terjadi pertengkaran dan disharmoni keluarga.

Mengharap adanya kesamaan sikap, pandangan, dan perilaku anggota keluarga, sepertinya sulit. Mengingat setiap anggota keluarga meiliki karakter yang berbeda. Akan tetapi dengan komunikasi keluarga yang baik, perbedaan itu kiranya dapat teratasi. Sebab, keluarga ibarat ranting di pohon. Semua tumbuh ke arah yang berbeda. Namun akarnya tetap sama.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Berkomunikasi Lewat Busana
Tags: ilmu komunikasiKeluargakomunikasikomunikasi antarbudayakomunikasi antarpersona
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bengkel Maksum

Next Post

Membaca, Mengenal, dan Memahami I Ketut Marya dalam Lokakarya Koreografi “Dari Igel Jongkok Menuju Kebyar Duduk”

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Membaca, Mengenal, dan Memahami I Ketut Marya dalam Lokakarya Koreografi “Dari Igel Jongkok Menuju Kebyar Duduk”

Membaca, Mengenal, dan Memahami I Ketut Marya dalam Lokakarya Koreografi “Dari Igel Jongkok Menuju Kebyar Duduk”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co