3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film “Jayaprana Layonsari”, Lain Dulu Lain Sekarang

Made Adnyana by Made Adnyana
April 8, 2024
in Ulas Film
Film “Jayaprana Layonsari”, Lain Dulu Lain Sekarang

Film Jayaprana Layonsari (2023) | Foto: Dok, Panitia Fim Bali

APA yang terlintas di dalam benak ketika mendengar kabar ada film produksi Bali, “Jayaprana Layonsari” diputar di sejumlah bioskop sejak pekan lalu? Ingatan saya langsung melayang ke masa lalu, 40 tahun yang lalu. Ketika itu saya masih duduk di bangku kelas I SMP, ada satu film nasional yang berjudul “Jayaprana”. Saya pun berkesempatan menonton saat film tersebut sampai juga diputar di Balai Masyarakat Adat, desa Pupuan.

Mau tidak mau saya jadi “bernostalgia”, mengingat kembali film yang diproduksi PT Inem Film, salah satu produsen film yang sangat aktif di era 80-an itu. Banding-membandingkan tentu tak bisa dielakkan. Film Jayaprana diproduksi 1983 oleh perusahaan film nasional, dengan deretan pemain utama dan pendukung yang nyaris keseluruhannya bintang film nasional. Jayaprana diperankan aktor Johan Saimima (yang belakangan dikenal sebagai musuh utama Saras di serial Saras 008), sedangkan Layonsari diperankan Sita Gramich.

Ada beberapa pemain asli Bali yang dilibatkan, di antaranya Arya Jimbara dan IGL Jagatkarana (alm.), dua pemain drama klasik kenamaan. Jagatkarana didaput sebagai Patih Sawunggaling. Selain itu juga ada AA Oka Suci, tokoh drama gong yang juga pentolan grup lawak Kayangan Suci. Saya lupa apa perannya ketika itu.

Sebagaimana kebanyakan film bertemakan Bali, berlatar belakang kisah Bali yang digarap secara nasional oleh orang-orang Jakarta, kerap muncul keraguan sejauh mana pendekatan secara sosio kultural juga menampilkan tontonan semirip kisah aslinya. Atau, bagaimana upaya memunculkan ruh ke-Bali-an di dalamnya. Apalagi kemudian terdapat banyak penyesuaian-penyesuaian untuk kepentingan tontonan komersial.

Saya tidak mengatakan film “Jayaprana” yang disutradarai BZ Kadaryono tersebut gagal meskipun seingat saya film ini sendiri tidak begitu terdengar gaungnya dalam omongan box office dan sebagainya. Apalagi ada beberapa alur cerita yang agak berbeda dari awal mula Jayaprana menjadi abdi Raja Kalianget. Yang jelas kala film ini beredar empat dasawarsa lalu, sudah cukup menyenangkan sebagian masyarakat Bali, karena ada kisah otentik dari Bali yang diangkat ke layar lebar.

Lalu bagaimana dengan film “Jayaprana Layonsari” produksi 2023 yang baru beredar luas tahun 2024 ini? Terus terang bukan karena rasa kedaerahan yang terlalu kuat, saya menganggap garapan duo sutradara Kusuma – Putu Kusuma  Wijaya dan Putu Satria Kusuma – ini lebih setia dengan keaslian kisah maupun aspek-aspek teknis filmis lainnya. Apakah ini juga didorong oleh keberadaan Putu Satria Kusuma sebagai orang Buleleng asli, di mana kisah Jayaprana terjadi? Mungkin saja demikian adanya.

Film Jayaprana Layonsari (2023) | Foto: Dok, Panitia Fim Bali

Terkesan kuat ada idealisme tersendiri yang dipegang Putu Satria Kusuma sebagai penulis naskah, pun ketika menjadi sutradara bersama Putu Kusuma Wijaya. Upaya menghidupkan suasana masa lampau mulai dari pemilihan lokasi suting dan penggunaan properti salah satunya. Gambar-gambar yang dihadirkan indah namun juga kuat menyiratkan kesuraman dengan tidak banyak mengeksploitasi pencahayaan. Penggunaan bahasa Bali sepenuhnya dengan logat Buleleng menguatkan penuturan sepanjang adegan.

Diakui atau tidak, menengok latar belakang Putu Satria Kusuma sebagai salah satu tokoh teater di Bali, tak heran beberapa kali muncul dialog-dialog yang yang terkesan teatrikal. Namun untungnya tak terjebak pada kesan memindahkan drama panggung ke layar lebar.

Hal menarik lainnya pemilihan pemeran atau casting. Dari beberapa film produksi sineas Bali yang beredar di bioskop dalam beberapa tahun terakhir, semuanya mengedepankan sosok figur publik seperti penyanyi, pelawak atau seniman Bali kenamaan lain. Entah memang dipasang sebagai daya pikat tarik atau ada keraguan takkan menarik bila pemeran utamanya bukan “artis yang sudah punya nama”. Namun itu tak terjadi pada “Jayaprana dan Layonsari” yang notabene keseluruhan pemainnya bukanlah mereka yang viral atau kerap muncul di medsos.

Jayaprana dan Layonsari dimainkan dua nama yang bahkan terbilang awam dengan dunia akting. Meskipun demikian sebagai debut, akting Janhar sebagai Jayaprana dan Ni Luh Putu Diah Puspita Dewi sebagai Layonsari tidak mengecewakan. Di luar tokoh Jayaprana dan Layonsari, tokoh utama lain yang aktingnya memikat adalah Gusti Made Aryana sebagai patih Sawunggaling. Acungan jempol untuk penampilannya saat konflik batin ketika akan menghabisi Jayaprana.

Film Jayaprana Layonsari (2023) | Foto: Dok, Panitia Fim Bali

Bagi yang belum mengetahui kisah Jayaprana, pun bagi mereka yang tak terbiasa menikmati tontonan yang mengutamakan dialog dan akting, maka menyaksikan “Jayaprana Layonsari” selama 120 menit bisa jadi sedikit membosankan. Alur cerita terasa lambat bahkan cenderung datar hingga klimaks. Bisa dimaklumi, sekali lagi karena kesetiaan terhadap kisah aslinya, tanpa harus menambahkan bumbu atau gimmick yang berlebihan hanya sekadar penyegar. Pun sebagaimana pernah diungkapkan Putu Kusuma Wijaya, film “Jayaprana Layonsari” tidak terjebak pada stereotip siapa yang baik siapa yang jahat, negatif melawan positif. Lebih dari itu bagaimana menampilkan kedua sisi tokohnya apa adanya.

Sebagai langkah awal pemunculan film-film produksi Bali sebagai salah satu menu tontonan di bioskop berjejaring nasional, “Jayaprana Layonsari” layak diapresiasi. Bukan hanya perkara bagus atau buruk, menarik tidak menarik, tetapi lebih sebagai upaya mendokumentasikan kekayaan budaya Bali terutama kisah-kisah legenda yang perlu diketahui generasi penerus. Pun ini menjadi kesempatan bagi sineas maupun pekerja film dari Bali untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka yang apabila digeluti dengan sungguh-sungguh, tidak kalah dengan produksi Ibukota. [T]

“Clekontong Mas The Movie: Nyi Rimbit”: Ini Benar Film, Bukan Bondres di Layar Lebar
Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?
Jawan, Film Angry Young Man?
Mrs. Chatterjee vs Norway: Melodrama Seorang Ibu India dan Penipu-Penipu Norwegia
Tags: filmfilm baliFilm Jayaprana Layonsari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Chris Triwarseno | Puasa yang Berpuisi, Puisi yang Berpuasa

Next Post

Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails
Next Post
Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co