2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film “Jayaprana Layonsari”, Lain Dulu Lain Sekarang

Made Adnyana by Made Adnyana
April 8, 2024
in Ulas Film
Film “Jayaprana Layonsari”, Lain Dulu Lain Sekarang

Film Jayaprana Layonsari (2023) | Foto: Dok, Panitia Fim Bali

APA yang terlintas di dalam benak ketika mendengar kabar ada film produksi Bali, “Jayaprana Layonsari” diputar di sejumlah bioskop sejak pekan lalu? Ingatan saya langsung melayang ke masa lalu, 40 tahun yang lalu. Ketika itu saya masih duduk di bangku kelas I SMP, ada satu film nasional yang berjudul “Jayaprana”. Saya pun berkesempatan menonton saat film tersebut sampai juga diputar di Balai Masyarakat Adat, desa Pupuan.

Mau tidak mau saya jadi “bernostalgia”, mengingat kembali film yang diproduksi PT Inem Film, salah satu produsen film yang sangat aktif di era 80-an itu. Banding-membandingkan tentu tak bisa dielakkan. Film Jayaprana diproduksi 1983 oleh perusahaan film nasional, dengan deretan pemain utama dan pendukung yang nyaris keseluruhannya bintang film nasional. Jayaprana diperankan aktor Johan Saimima (yang belakangan dikenal sebagai musuh utama Saras di serial Saras 008), sedangkan Layonsari diperankan Sita Gramich.

Ada beberapa pemain asli Bali yang dilibatkan, di antaranya Arya Jimbara dan IGL Jagatkarana (alm.), dua pemain drama klasik kenamaan. Jagatkarana didaput sebagai Patih Sawunggaling. Selain itu juga ada AA Oka Suci, tokoh drama gong yang juga pentolan grup lawak Kayangan Suci. Saya lupa apa perannya ketika itu.

Sebagaimana kebanyakan film bertemakan Bali, berlatar belakang kisah Bali yang digarap secara nasional oleh orang-orang Jakarta, kerap muncul keraguan sejauh mana pendekatan secara sosio kultural juga menampilkan tontonan semirip kisah aslinya. Atau, bagaimana upaya memunculkan ruh ke-Bali-an di dalamnya. Apalagi kemudian terdapat banyak penyesuaian-penyesuaian untuk kepentingan tontonan komersial.

Saya tidak mengatakan film “Jayaprana” yang disutradarai BZ Kadaryono tersebut gagal meskipun seingat saya film ini sendiri tidak begitu terdengar gaungnya dalam omongan box office dan sebagainya. Apalagi ada beberapa alur cerita yang agak berbeda dari awal mula Jayaprana menjadi abdi Raja Kalianget. Yang jelas kala film ini beredar empat dasawarsa lalu, sudah cukup menyenangkan sebagian masyarakat Bali, karena ada kisah otentik dari Bali yang diangkat ke layar lebar.

Lalu bagaimana dengan film “Jayaprana Layonsari” produksi 2023 yang baru beredar luas tahun 2024 ini? Terus terang bukan karena rasa kedaerahan yang terlalu kuat, saya menganggap garapan duo sutradara Kusuma – Putu Kusuma  Wijaya dan Putu Satria Kusuma – ini lebih setia dengan keaslian kisah maupun aspek-aspek teknis filmis lainnya. Apakah ini juga didorong oleh keberadaan Putu Satria Kusuma sebagai orang Buleleng asli, di mana kisah Jayaprana terjadi? Mungkin saja demikian adanya.

Film Jayaprana Layonsari (2023) | Foto: Dok, Panitia Fim Bali

Terkesan kuat ada idealisme tersendiri yang dipegang Putu Satria Kusuma sebagai penulis naskah, pun ketika menjadi sutradara bersama Putu Kusuma Wijaya. Upaya menghidupkan suasana masa lampau mulai dari pemilihan lokasi suting dan penggunaan properti salah satunya. Gambar-gambar yang dihadirkan indah namun juga kuat menyiratkan kesuraman dengan tidak banyak mengeksploitasi pencahayaan. Penggunaan bahasa Bali sepenuhnya dengan logat Buleleng menguatkan penuturan sepanjang adegan.

Diakui atau tidak, menengok latar belakang Putu Satria Kusuma sebagai salah satu tokoh teater di Bali, tak heran beberapa kali muncul dialog-dialog yang yang terkesan teatrikal. Namun untungnya tak terjebak pada kesan memindahkan drama panggung ke layar lebar.

Hal menarik lainnya pemilihan pemeran atau casting. Dari beberapa film produksi sineas Bali yang beredar di bioskop dalam beberapa tahun terakhir, semuanya mengedepankan sosok figur publik seperti penyanyi, pelawak atau seniman Bali kenamaan lain. Entah memang dipasang sebagai daya pikat tarik atau ada keraguan takkan menarik bila pemeran utamanya bukan “artis yang sudah punya nama”. Namun itu tak terjadi pada “Jayaprana dan Layonsari” yang notabene keseluruhan pemainnya bukanlah mereka yang viral atau kerap muncul di medsos.

Jayaprana dan Layonsari dimainkan dua nama yang bahkan terbilang awam dengan dunia akting. Meskipun demikian sebagai debut, akting Janhar sebagai Jayaprana dan Ni Luh Putu Diah Puspita Dewi sebagai Layonsari tidak mengecewakan. Di luar tokoh Jayaprana dan Layonsari, tokoh utama lain yang aktingnya memikat adalah Gusti Made Aryana sebagai patih Sawunggaling. Acungan jempol untuk penampilannya saat konflik batin ketika akan menghabisi Jayaprana.

Film Jayaprana Layonsari (2023) | Foto: Dok, Panitia Fim Bali

Bagi yang belum mengetahui kisah Jayaprana, pun bagi mereka yang tak terbiasa menikmati tontonan yang mengutamakan dialog dan akting, maka menyaksikan “Jayaprana Layonsari” selama 120 menit bisa jadi sedikit membosankan. Alur cerita terasa lambat bahkan cenderung datar hingga klimaks. Bisa dimaklumi, sekali lagi karena kesetiaan terhadap kisah aslinya, tanpa harus menambahkan bumbu atau gimmick yang berlebihan hanya sekadar penyegar. Pun sebagaimana pernah diungkapkan Putu Kusuma Wijaya, film “Jayaprana Layonsari” tidak terjebak pada stereotip siapa yang baik siapa yang jahat, negatif melawan positif. Lebih dari itu bagaimana menampilkan kedua sisi tokohnya apa adanya.

Sebagai langkah awal pemunculan film-film produksi Bali sebagai salah satu menu tontonan di bioskop berjejaring nasional, “Jayaprana Layonsari” layak diapresiasi. Bukan hanya perkara bagus atau buruk, menarik tidak menarik, tetapi lebih sebagai upaya mendokumentasikan kekayaan budaya Bali terutama kisah-kisah legenda yang perlu diketahui generasi penerus. Pun ini menjadi kesempatan bagi sineas maupun pekerja film dari Bali untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka yang apabila digeluti dengan sungguh-sungguh, tidak kalah dengan produksi Ibukota. [T]

“Clekontong Mas The Movie: Nyi Rimbit”: Ini Benar Film, Bukan Bondres di Layar Lebar
Sanju (2018): Film Humas Sanjay Dutt?
Jawan, Film Angry Young Man?
Mrs. Chatterjee vs Norway: Melodrama Seorang Ibu India dan Penipu-Penipu Norwegia
Tags: filmfilm baliFilm Jayaprana Layonsari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Chris Triwarseno | Puasa yang Berpuisi, Puisi yang Berpuasa

Next Post

Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Made Adnyana

Made Adnyana

Dosen, penulis musik, host podcast "Oke Made"

Related Posts

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails
Next Post
Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co