15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sugeng Santoso: Guru Muda Berprestasi yang Mengajar Sampai Jauh

Jaswanto by Jaswanto
July 5, 2023
in Persona
Sugeng Santoso: Guru Muda Berprestasi yang Mengajar Sampai Jauh

Sugeng Santoso bersama siswa-siswanya | Foto: Dok. Sugeng

MENJADI GURU memang bukan cita-citanya. Sejak lulus SMA ia ingin menjadi seorang advokat. Karena itulah sejak awal ia sempat ngotot masuk Ilmu Hukum. Tapi jalan hidup manusia siapa yang tahu.

Pemuda kelahiran Blitar, 18 Mei 1999, itu harus mengubur dalam-dalam mimpinya menjadi advokat sejak dinyatakan lolos SNMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia—jurusan yang tak diinginkannya—pada 2017 silam. Tapi sejak saat itulah, ia mencoba menerima garis tangan yang telah digoreskan Tuhan untuknya. Hingga 2021, ia mendapat gelar Sarjana Pendidikan.

Sugeng Santoso namanya, guru muda berprestasi itu, alih-alih sibuk memberikan bantuan hukum kepada tersangka atau terdakwa dalam pemeriksaan, sekarang, ia justru sibuk—dan nyaman—bersama siswa, administrasi sekolah, metode pembelajaran, dan semua hal yang berkaitan dengan pendidikan.

Sugeng Santoso wisuda / Foto: Dok. Sugeng

“Dulu saya suka dunia politik dan hukum, Mas. Malah sempat berdebat dengan bapak dan para saudara karena ngotot masuk Ilmu Hukum. Tapi karena satu dan lain hal, saya masuk Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia—yang sebenarnya tidak saya suka,” kata Sugeng kepada Tatkala.co, Senin (3/7/2023) pagi.

Kendati demikian, setelah mendapat gelar sarjananya, Sugeng memantapkan diri—untuk pertama kalinya—menjadi guru bahasa Indonesia di SMP dan SMA Taruna Dra. Zulaeha, Probolinggo, Jawa Timur, pada Februari 2022 lalu.

Namun, tak sampai setahun mengajar di sana, ia memutuskan untuk pindah ngajar ke tempat yang jauh dari kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur. Ya, pada akhir 2022, Sugeng memutuskan terbang ke pelosok Kalimantan Tengah untuk mengajar di SMPS 11 Best Agro, Desa Papuyu III Sei Pudak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, hingga saat ini.

SMP Swasta 11 Best Agro merupakan sekolah yang dibangun dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Best Agro International—perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit. Dan ya, menurut Sugeng, kebanyakan siswa yang sekolah di sana adalah anak-anak para pekerja atau pegawai di kebun sawit tersebut. “Ada juga beberapa yang bukan anak dari pekerja si, Mas—yang tinggal di sekitar perusahaan,” ujarnya menambahkan.

Guru berprestasi

Jauh sebelum kuliah, pemuda pekerja keras dan menyukai tantangan ini, sejak SMA sudah berprestasi. Sugeng bercerita, pada semester satu kelas dua SMA ia mendapat ranking satu dan terpilih menjadi Ketua OSIS. Sejak saat itu ia selalu mendapat ranking satu hingga lulus sekolah.

Saat masih sekolah di SMA PGRI Srengat, Blitar, Sugeng mengaku pernah mengikuti Olimpiade Bahasa dan Sastra Indonesia se-Keresidenan Kediri mewakili sekolahnya. Meski akhirnya ia kalah melawan siswa-siswa SMAN, Sugeng tak mau melupakan peristiwa tersebut. Menurutnya, itu adalah awal perjuangnya.

“Perjuangan ikut olimpiade ini pun tak mudah. Saat itu langit tertutup mendung tebal. Saya tidak punya uang untuk pulang. Akhirnya saya pulang berjalan kaki. Dan benar saja hujan deras mengguyur, semua materi olimpiade saya luntur. Saya sangat sedih dan khawatir, lalu saya mencari materi lagi,” ujarnya.

Selain pintar secara akademik, Sugeng bisa dibilang memiliki keterampilan public speaking yang bagus. “Saya pernah meng-skakmat salah seorang ketua ormas yang menjadi pengisi di acara Empat Pilar Kebangsaan. Saya pernah berdebat seru dengan salah seorang petugas BNN saat sosialisasi narkoba,” ucapnya sambil tertawa dan mengingat kembali masa-masa SMA-nya.

Dan prestasi Sugeng di bidang akademik semakin moncer sejak ia menjadi mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Di kampus inilah, Sugeng mengasah kemampuannya di bidang penulisan karya ilmiah dan sastra Indonesia.

Usaha Sugeng tak sia-sia. Pada 2020, Sugeng mendapat juara 1 Lomba Opini KKN Universitas Airlangga. Dan di tahun yang sama, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha.

Sugeng Santoso saat berpose bersama salah satu mendali dan sertifikat yang diraihnya / Foto: Dok. Sugeng

Tak hanya itu, tahun 2021, Sugeng meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah PMKRI Cabang Bogor, juara 2 Lomba Esai Literasi Perpusnas Regional Jatim, dan Medali Perunggu Bangkok International IPITEx. Sedangkan tahun 2022, ia menjadi Juara Favorit Lomba Desain Pembelajaran Gueguru.Id, meraih juara 2 Lomba Cipta Baca Puisi Bulan Bahasa UNISKI,  juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bulan Bahasa UNISKI, juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bulan Bahasa UNISKI, hingga juara 1 Lomba Foto Kreatif MAM 1 Purbolinggo.

“Kalau pencapaian terbaru 2023, saya juara 1 lomba media pembelajaran tingkat guru dan mahasiswa nasional. Lalu ada juga medali perak lomba inovasi sosial internasional di Bali,” jelas Sugeng.

Mengajar di pelosok

Pada awalnya Sugeng mendaftar program mengajar di pelosok—program pemerintah—tapi tidak lolos. Padahal, saat itu, keinginannya mengajar di tempat-tempat terpencil sudah tidak bisa ditahan. Oleh karena itu, dari sinilah, takdir membawanya sampai ke pelosok Kalimantan Tengah, mengajar di kebun sawit.

Sugeng melamar di SMPS 11 Best Agro, Desa Papuyu III Sei Pudak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau. Ia diterima dan mulai mengajar pada Desember 2022 hingga hari ini. Ia mengaku senang mengajar di pelosok karena penuh tantangan—ia memang menyukai tantangan. “Lokasinya sulit dijangkau, pelosok. Dan saya pikir bakal banyak pengalaman yang saya dapat di sana—sekalian itung-itung nambah pendapatan (gaji),” katanya sambil tertawa.

Sugeng Santoso saat menaiki perahu kelotok / Foto: Dok. Sugeng

Ya, jarak lokasi tempatnya mengajar dari pusat kota Pulang Pisau sekitar 3 sampai 5 jam menggunakan motor dan sepit atau kelotok—semacam perahu mesin kecil yang biasa digunakan masyarakat sekitar. Sedangkan dari Bahaur menuju lokasi mencapai waktu 2 jam di perjalanan. Sementara dari Kota Palangka Raya, membutuhkan waktu 3 jam di jalur darat, dan 2 jam jalur sungai.

Pemuda yang akrab disapa Santos ini, dalam hal mengajar, ia mengaku menggunakan metode pembelajar kontekstual (contekstual theaching and learning). Menurutnya, model pembelajaran ini efektif dalam membantu siswa untuk memahami materi ajar dan mengakaitkannya dengan konteks kehidupan siswa sehari hari (konteks pribadi, sosial dan kultural).

Sugeng Santoso saat memberikan mentoring kepada siswa-siswanya / Foto: Dok. Sugeng

“Sehingga mereka berpengetahuan, berketrampilan secara dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi pemahannya sendiri secara aktif. Siswa bisa belajar dengan baik bila materi ajar berhubungan dengan pengetahuan dan kegiatan yang mereka ketahui dan terjadi di sekelilingnya,” katanya menjelaskan.

Benar. Memang begitu seharusnya. Seperti kata Soedjatmoko, seorang pemikir, bahwa pendidikan memang harus dimaknai sebagai upaya penyemaian seluruh bakat dan potensi peserta didik; dan proses pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Dan pendidikan, mengutip Butet Manurung dalam Sokola Rimba (2013), “harus operasional terhadap kehidupan sehari-hari (membumi); harus menguntungkan; harus diorganisasikan secara lokal; harus membantu menumbuhkan kesadaran dan kesiapan terhadap perubahan/proses perkembangan kebudayaan suatu masyarakat; dan—tujuan sederhana dari pendidikan adalah—harus mampu membuat siswa/mahasiswa menyadari siapa dirinya, posisinya dan akan seperti apa dia kelak”.

Selain berprestasi, Santos juga termasuk guru muda yang dicintai siswa-siswanya. Sebab, selain cara mengajarnya menyenangkan, ia juga sering memberikan apresiasi kepada siswa-siswanya—walaupun itu hanya sekadar pujian atau hadiah kecil berupa permen, biskuit, atau makanan ringan lainnya. Dan atas keramahan dan kebaikannya itulah, ia juga dicintai beberapa wali murid di sana.

Sugeng Santoso bersama siswa-siswanya / Foto: Dok Sugeng

Tak hanya aktif mengajar bahasa Indonesia, di SMP tersebut, ia juga bertugas menjadi editor video, fotografer sekolah, sekaligus pengelola media sosial, sampai menularkan prestasinya kepada siswa dan mengantarkan siswanya meraih juara 1 lomba berbalas pantun tingkat nasional. Luar biasa.

Santos juga aktif menyebarkan pengetahuan seputar pendidikan di akun media sosialnya, khsusnya di Instagram @santosopil. Selain membuat konten-konten informatif, ia juga membagikan kegiatannya mengajar di pelosok Kalimantan Tengah. Video-videonya banyak mendapat sambutan dan respon positif dari netizen.

“Saya ingin menjadi content creator di media sosial agar dapat memberikan dampak positif, khususnya mengenai pendidikan dan penulisan ilmiah,” tutur pemuda pendiri Komunitas Angkring Sinau, yang memiliki kegiatan bimbingan belajar gratis di Kabupaten Blitar itu.

Dan pada akhirnya, menjadi guru muda berprestasi ternyata  membuatnya mendapat banyak tawaran mengajar dari sekolah lain. “Tawaran itu datang dari kota-kota besar,” katanya.

Namun, ia mengaku tak tertarik atas tawaran-tawaran tersebut. Sebab, ia masih ingin berpetualang di pelosok-pelosok negeri dan mengikuti kata hatinya. “Yang terpenting, ilmu yang ada di kepala saya bisa membantu mencerdaskan anak-anak di pelosok ini dulu,” tutupnya, dengan suara tertahan.[T]

I Ketut Wisana Ariyanto: Guru Muda Pelukis Naturalis
Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan “Tiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia
Putu Bagus Sastra, Pelukis Cilik Itu Meraih Medali Emas Porsenijar Bali 2023
Ni Luh Sinta Yani | Mulai dari Desa, Belajar Mengurus Pemilu
Juni Widiantari, Mahasiswi Akhir Undiksha, Jadi Pengawas Pemilu di Desa Tigawasa
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
Tags: guruguru favoritguru penggerakIndonesiaPendidikanpendidikan merdeka
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemberdayaan Pengerajin Ukiran Bali di Batubulan Kangin Menuju Pasar Ekspor

Next Post

Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co