15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sugeng Santoso: Guru Muda Berprestasi yang Mengajar Sampai Jauh

Jaswanto by Jaswanto
July 5, 2023
in Persona
Sugeng Santoso: Guru Muda Berprestasi yang Mengajar Sampai Jauh

Sugeng Santoso bersama siswa-siswanya | Foto: Dok. Sugeng

MENJADI GURU memang bukan cita-citanya. Sejak lulus SMA ia ingin menjadi seorang advokat. Karena itulah sejak awal ia sempat ngotot masuk Ilmu Hukum. Tapi jalan hidup manusia siapa yang tahu.

Pemuda kelahiran Blitar, 18 Mei 1999, itu harus mengubur dalam-dalam mimpinya menjadi advokat sejak dinyatakan lolos SNMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia—jurusan yang tak diinginkannya—pada 2017 silam. Tapi sejak saat itulah, ia mencoba menerima garis tangan yang telah digoreskan Tuhan untuknya. Hingga 2021, ia mendapat gelar Sarjana Pendidikan.

Sugeng Santoso namanya, guru muda berprestasi itu, alih-alih sibuk memberikan bantuan hukum kepada tersangka atau terdakwa dalam pemeriksaan, sekarang, ia justru sibuk—dan nyaman—bersama siswa, administrasi sekolah, metode pembelajaran, dan semua hal yang berkaitan dengan pendidikan.

Sugeng Santoso wisuda / Foto: Dok. Sugeng

“Dulu saya suka dunia politik dan hukum, Mas. Malah sempat berdebat dengan bapak dan para saudara karena ngotot masuk Ilmu Hukum. Tapi karena satu dan lain hal, saya masuk Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia—yang sebenarnya tidak saya suka,” kata Sugeng kepada Tatkala.co, Senin (3/7/2023) pagi.

Kendati demikian, setelah mendapat gelar sarjananya, Sugeng memantapkan diri—untuk pertama kalinya—menjadi guru bahasa Indonesia di SMP dan SMA Taruna Dra. Zulaeha, Probolinggo, Jawa Timur, pada Februari 2022 lalu.

Namun, tak sampai setahun mengajar di sana, ia memutuskan untuk pindah ngajar ke tempat yang jauh dari kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur. Ya, pada akhir 2022, Sugeng memutuskan terbang ke pelosok Kalimantan Tengah untuk mengajar di SMPS 11 Best Agro, Desa Papuyu III Sei Pudak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, hingga saat ini.

SMP Swasta 11 Best Agro merupakan sekolah yang dibangun dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Best Agro International—perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit. Dan ya, menurut Sugeng, kebanyakan siswa yang sekolah di sana adalah anak-anak para pekerja atau pegawai di kebun sawit tersebut. “Ada juga beberapa yang bukan anak dari pekerja si, Mas—yang tinggal di sekitar perusahaan,” ujarnya menambahkan.

Guru berprestasi

Jauh sebelum kuliah, pemuda pekerja keras dan menyukai tantangan ini, sejak SMA sudah berprestasi. Sugeng bercerita, pada semester satu kelas dua SMA ia mendapat ranking satu dan terpilih menjadi Ketua OSIS. Sejak saat itu ia selalu mendapat ranking satu hingga lulus sekolah.

Saat masih sekolah di SMA PGRI Srengat, Blitar, Sugeng mengaku pernah mengikuti Olimpiade Bahasa dan Sastra Indonesia se-Keresidenan Kediri mewakili sekolahnya. Meski akhirnya ia kalah melawan siswa-siswa SMAN, Sugeng tak mau melupakan peristiwa tersebut. Menurutnya, itu adalah awal perjuangnya.

“Perjuangan ikut olimpiade ini pun tak mudah. Saat itu langit tertutup mendung tebal. Saya tidak punya uang untuk pulang. Akhirnya saya pulang berjalan kaki. Dan benar saja hujan deras mengguyur, semua materi olimpiade saya luntur. Saya sangat sedih dan khawatir, lalu saya mencari materi lagi,” ujarnya.

Selain pintar secara akademik, Sugeng bisa dibilang memiliki keterampilan public speaking yang bagus. “Saya pernah meng-skakmat salah seorang ketua ormas yang menjadi pengisi di acara Empat Pilar Kebangsaan. Saya pernah berdebat seru dengan salah seorang petugas BNN saat sosialisasi narkoba,” ucapnya sambil tertawa dan mengingat kembali masa-masa SMA-nya.

Dan prestasi Sugeng di bidang akademik semakin moncer sejak ia menjadi mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Di kampus inilah, Sugeng mengasah kemampuannya di bidang penulisan karya ilmiah dan sastra Indonesia.

Usaha Sugeng tak sia-sia. Pada 2020, Sugeng mendapat juara 1 Lomba Opini KKN Universitas Airlangga. Dan di tahun yang sama, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha.

Sugeng Santoso saat berpose bersama salah satu mendali dan sertifikat yang diraihnya / Foto: Dok. Sugeng

Tak hanya itu, tahun 2021, Sugeng meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah PMKRI Cabang Bogor, juara 2 Lomba Esai Literasi Perpusnas Regional Jatim, dan Medali Perunggu Bangkok International IPITEx. Sedangkan tahun 2022, ia menjadi Juara Favorit Lomba Desain Pembelajaran Gueguru.Id, meraih juara 2 Lomba Cipta Baca Puisi Bulan Bahasa UNISKI,  juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bulan Bahasa UNISKI, juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bulan Bahasa UNISKI, hingga juara 1 Lomba Foto Kreatif MAM 1 Purbolinggo.

“Kalau pencapaian terbaru 2023, saya juara 1 lomba media pembelajaran tingkat guru dan mahasiswa nasional. Lalu ada juga medali perak lomba inovasi sosial internasional di Bali,” jelas Sugeng.

Mengajar di pelosok

Pada awalnya Sugeng mendaftar program mengajar di pelosok—program pemerintah—tapi tidak lolos. Padahal, saat itu, keinginannya mengajar di tempat-tempat terpencil sudah tidak bisa ditahan. Oleh karena itu, dari sinilah, takdir membawanya sampai ke pelosok Kalimantan Tengah, mengajar di kebun sawit.

Sugeng melamar di SMPS 11 Best Agro, Desa Papuyu III Sei Pudak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau. Ia diterima dan mulai mengajar pada Desember 2022 hingga hari ini. Ia mengaku senang mengajar di pelosok karena penuh tantangan—ia memang menyukai tantangan. “Lokasinya sulit dijangkau, pelosok. Dan saya pikir bakal banyak pengalaman yang saya dapat di sana—sekalian itung-itung nambah pendapatan (gaji),” katanya sambil tertawa.

Sugeng Santoso saat menaiki perahu kelotok / Foto: Dok. Sugeng

Ya, jarak lokasi tempatnya mengajar dari pusat kota Pulang Pisau sekitar 3 sampai 5 jam menggunakan motor dan sepit atau kelotok—semacam perahu mesin kecil yang biasa digunakan masyarakat sekitar. Sedangkan dari Bahaur menuju lokasi mencapai waktu 2 jam di perjalanan. Sementara dari Kota Palangka Raya, membutuhkan waktu 3 jam di jalur darat, dan 2 jam jalur sungai.

Pemuda yang akrab disapa Santos ini, dalam hal mengajar, ia mengaku menggunakan metode pembelajar kontekstual (contekstual theaching and learning). Menurutnya, model pembelajaran ini efektif dalam membantu siswa untuk memahami materi ajar dan mengakaitkannya dengan konteks kehidupan siswa sehari hari (konteks pribadi, sosial dan kultural).

Sugeng Santoso saat memberikan mentoring kepada siswa-siswanya / Foto: Dok. Sugeng

“Sehingga mereka berpengetahuan, berketrampilan secara dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi pemahannya sendiri secara aktif. Siswa bisa belajar dengan baik bila materi ajar berhubungan dengan pengetahuan dan kegiatan yang mereka ketahui dan terjadi di sekelilingnya,” katanya menjelaskan.

Benar. Memang begitu seharusnya. Seperti kata Soedjatmoko, seorang pemikir, bahwa pendidikan memang harus dimaknai sebagai upaya penyemaian seluruh bakat dan potensi peserta didik; dan proses pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Dan pendidikan, mengutip Butet Manurung dalam Sokola Rimba (2013), “harus operasional terhadap kehidupan sehari-hari (membumi); harus menguntungkan; harus diorganisasikan secara lokal; harus membantu menumbuhkan kesadaran dan kesiapan terhadap perubahan/proses perkembangan kebudayaan suatu masyarakat; dan—tujuan sederhana dari pendidikan adalah—harus mampu membuat siswa/mahasiswa menyadari siapa dirinya, posisinya dan akan seperti apa dia kelak”.

Selain berprestasi, Santos juga termasuk guru muda yang dicintai siswa-siswanya. Sebab, selain cara mengajarnya menyenangkan, ia juga sering memberikan apresiasi kepada siswa-siswanya—walaupun itu hanya sekadar pujian atau hadiah kecil berupa permen, biskuit, atau makanan ringan lainnya. Dan atas keramahan dan kebaikannya itulah, ia juga dicintai beberapa wali murid di sana.

Sugeng Santoso bersama siswa-siswanya / Foto: Dok Sugeng

Tak hanya aktif mengajar bahasa Indonesia, di SMP tersebut, ia juga bertugas menjadi editor video, fotografer sekolah, sekaligus pengelola media sosial, sampai menularkan prestasinya kepada siswa dan mengantarkan siswanya meraih juara 1 lomba berbalas pantun tingkat nasional. Luar biasa.

Santos juga aktif menyebarkan pengetahuan seputar pendidikan di akun media sosialnya, khsusnya di Instagram @santosopil. Selain membuat konten-konten informatif, ia juga membagikan kegiatannya mengajar di pelosok Kalimantan Tengah. Video-videonya banyak mendapat sambutan dan respon positif dari netizen.

“Saya ingin menjadi content creator di media sosial agar dapat memberikan dampak positif, khususnya mengenai pendidikan dan penulisan ilmiah,” tutur pemuda pendiri Komunitas Angkring Sinau, yang memiliki kegiatan bimbingan belajar gratis di Kabupaten Blitar itu.

Dan pada akhirnya, menjadi guru muda berprestasi ternyata  membuatnya mendapat banyak tawaran mengajar dari sekolah lain. “Tawaran itu datang dari kota-kota besar,” katanya.

Namun, ia mengaku tak tertarik atas tawaran-tawaran tersebut. Sebab, ia masih ingin berpetualang di pelosok-pelosok negeri dan mengikuti kata hatinya. “Yang terpenting, ilmu yang ada di kepala saya bisa membantu mencerdaskan anak-anak di pelosok ini dulu,” tutupnya, dengan suara tertahan.[T]

I Ketut Wisana Ariyanto: Guru Muda Pelukis Naturalis
Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan “Tiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia
Putu Bagus Sastra, Pelukis Cilik Itu Meraih Medali Emas Porsenijar Bali 2023
Ni Luh Sinta Yani | Mulai dari Desa, Belajar Mengurus Pemilu
Juni Widiantari, Mahasiswi Akhir Undiksha, Jadi Pengawas Pemilu di Desa Tigawasa
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
Tags: guruguru favoritguru penggerakIndonesiaPendidikanpendidikan merdeka
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemberdayaan Pengerajin Ukiran Bali di Batubulan Kangin Menuju Pasar Ekspor

Next Post

Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co