3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
July 4, 2023
in Tualang
Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Di depan cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

PENDAWA. Itulah rekomendasi nama toko dan cafe yang disampaikan alumni SUSI Indonesia kepada saya dan teman-teman lainnya.

Hampir dua minggu berada di Philadelphia, kami sejak awal sudah memendam rencana untuk mengunjungi cafe ini. Café Pendawa. Dan, akhirnya, rencana itu terwujud menjelang akhir minggu kedua.

Kami menuju ke cafe dengan menggunakan kereta bawah tanah. Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, kereta bawah tanah Amerika sangatlah canggih.

Penumpang hanya menggunakan satu kartu, namanya SEPTA Key, untuk seluruh transportasi umum yang disediakan, seperti bis dan kereta bawah tanah. Biayanya pun cukup terjangkau, hanya sekitar 2$ untuk sekali pergi ke tempat tujuan.

Cafe Pendawa terletak di 1529 Morris St, Philadelphia, PA 19145, kurang lebih 3,5 mil jaraknya dari asrama kami. Untuk menuju ke cafe kami harus melewati beberapa stasiun.

Walaupun sudah beberapa kali naik kereta, namun tetap saja kami mengalami culture shock. Di jalanan menuju tempat chek in stasiun beberapa kali kami mencium bau pesing. Tak tahu bau itu dihasilkan oleh apa. Entah orang-orang yang pipis sembarangan, atau memang ada bau semacam itu dan kami yang belum terbiasa dengan bau ini. Entahlah.

“Kalau di Indonesia, kebanyakan bau begini di toilet umum aja ya?” celetuk Farah.

“Bener banget. Kalau di sini tiap beberapa langkah bisa tercium bau pesing,” jawabku.

“Sudah, sudah. Ayo jalan lagi,” ucap Yusuf sembari mengajak Egi yang tertinggal di belakang.

Bau dingin AC menyengat, menusuk hidung kami ketika pertama masuk ke dalam kereta.

•••

Kami akhirnya sampai di Cafe Pendawa. Rasa haru menyeruak, benar-benar merasakan rindu rumah yang sebenarnya. Ketika kami nasih berada di luar cafe saja, kami sudah mendengar percakapan orang-orang dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Masuk ke cafe, kami terbawa dalam suasana seperti di pasar di Indonesia. Sedikit ricuh dengan suara ibu-ibu bahkan bahkan bapak-bapak yang menanyakan di mana letak bumbu dan yang lainnya.

Kami menelusuri cafe. Terasa seperti di surga bagi kami. Menemukan banyak makanan Indonesia. Indomie, rendang, ayam kremes, gorengan dan lainnya yang benar-benar memanjakan lidah Indonesia kami. Harganya pun terbilang terjangkau, mulai dari 10$ untuk setiap makanan sudah jadi seperti nasi rendang.

Makan bersama masakan Indonesia | Foto: Dok Anggreny

“Semua makanan yang sudah jadi di sini, dimasak oleh orang-orang Indonesia yang tinggal di sekitaran cafe. Bisa dibilang state ini merupakan desanya Indonesia di Philadelphia,” ucap salah satu pegawai toko, yang baru menetap sekitar beberapa bulan di Philadelphia.

“Cumi, kesukaanku.” Begitu kata Farah ketika menemukan nasi cumi kesukaannya di Amerika.

“Rendang juga.” timpal Yusuf. Dan aku mengambil ayam kremes kesukaanku.

Egi mendekati kami, dengan setumpuk Indomie di tangannya, memang maniak Indomie, hahaha.

•••

Pandawa, sebuah cafe yang berdiri sejak tahun 2004 di Philadelphia, Amerika Serikat, yang menyediakan berbagai barang dari Indonesia. Café Pandawa juga menawarkan penjualan secara online sehingga para pelanggan lebih mudah untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan melalui website Café Pandawa.

Café Pendawa menawarkan berbagai produk seperti makanan ringan tradisional, rempah-rempah, kopi, teh, serta barang-barang kerajinan tangan dan souvenir dari Indonesia. Semua produk yang dijual di toko tersebut dipilih dengan hati-hati untuk memastikan kualitas dan kesegarannya.

Dalam menjual barang secara online, took atau café Pendawa memanfaatkan platform e-commerce yang dapat diakses melalui situs website resminya di cafependawa.com.

Pelanggan juga dapat memilih produk yang diinginkan dan melakukan pembayaran dengan mudah melalui berbagai metode pembayaran yang disediakan.

Nasi rendang di Cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Selain itu, Pendawa juga menawarkan pengiriman produk ke seluruh Amerika Serikat, sehingga pelanggan dapat menerima produk yang mereka beli dengan mudah dan nyaman. Seluruh pengiriman dilakukan dengan hati-hati dan dijamin keamanannya, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir tentang kerusakan atau hilangnya produk saat dalam perjalanan.

Dengan menjual barang secara online, Cafe Pendawa dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Amerika Serikat, bahkan di luar kota Philadelphia. Ini juga memberi pelanggan yang tidak dapat mengunjungi toko secara fisik kesempatan untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan dengan mudah dan nyaman.

Secara keseluruhan, Cafe Pendawa adalah tempat yang sempurna untuk membeli produk Indonesia di Philadelphia, dan dengan layanan penjualan online membuat transaksi menjadi lebih mudah.

•••

Dua jam sudah kami berada di toko ini. Waktunya membayar apa yang kami beli. Total semua yang kami beli sekitar 65$. Harga yang lumayan jika dirupiahkan. Tak apa, waktunya makan enak. Begitu pikir kami, hahaha. [T]

Berpose di depan Toko/Cafe Pendawa di Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]
Tags: Amerika SerikatperjalananPhiladelphiaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasegara Pertiwi, Kesadaran Mencintai Alam dari Mahasiswa ISI Yogyakarta

Next Post

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co