14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
July 4, 2023
in Tualang
Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Di depan cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

PENDAWA. Itulah rekomendasi nama toko dan cafe yang disampaikan alumni SUSI Indonesia kepada saya dan teman-teman lainnya.

Hampir dua minggu berada di Philadelphia, kami sejak awal sudah memendam rencana untuk mengunjungi cafe ini. Café Pendawa. Dan, akhirnya, rencana itu terwujud menjelang akhir minggu kedua.

Kami menuju ke cafe dengan menggunakan kereta bawah tanah. Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, kereta bawah tanah Amerika sangatlah canggih.

Penumpang hanya menggunakan satu kartu, namanya SEPTA Key, untuk seluruh transportasi umum yang disediakan, seperti bis dan kereta bawah tanah. Biayanya pun cukup terjangkau, hanya sekitar 2$ untuk sekali pergi ke tempat tujuan.

Cafe Pendawa terletak di 1529 Morris St, Philadelphia, PA 19145, kurang lebih 3,5 mil jaraknya dari asrama kami. Untuk menuju ke cafe kami harus melewati beberapa stasiun.

Walaupun sudah beberapa kali naik kereta, namun tetap saja kami mengalami culture shock. Di jalanan menuju tempat chek in stasiun beberapa kali kami mencium bau pesing. Tak tahu bau itu dihasilkan oleh apa. Entah orang-orang yang pipis sembarangan, atau memang ada bau semacam itu dan kami yang belum terbiasa dengan bau ini. Entahlah.

“Kalau di Indonesia, kebanyakan bau begini di toilet umum aja ya?” celetuk Farah.

“Bener banget. Kalau di sini tiap beberapa langkah bisa tercium bau pesing,” jawabku.

“Sudah, sudah. Ayo jalan lagi,” ucap Yusuf sembari mengajak Egi yang tertinggal di belakang.

Bau dingin AC menyengat, menusuk hidung kami ketika pertama masuk ke dalam kereta.

•••

Kami akhirnya sampai di Cafe Pendawa. Rasa haru menyeruak, benar-benar merasakan rindu rumah yang sebenarnya. Ketika kami nasih berada di luar cafe saja, kami sudah mendengar percakapan orang-orang dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Masuk ke cafe, kami terbawa dalam suasana seperti di pasar di Indonesia. Sedikit ricuh dengan suara ibu-ibu bahkan bahkan bapak-bapak yang menanyakan di mana letak bumbu dan yang lainnya.

Kami menelusuri cafe. Terasa seperti di surga bagi kami. Menemukan banyak makanan Indonesia. Indomie, rendang, ayam kremes, gorengan dan lainnya yang benar-benar memanjakan lidah Indonesia kami. Harganya pun terbilang terjangkau, mulai dari 10$ untuk setiap makanan sudah jadi seperti nasi rendang.

Makan bersama masakan Indonesia | Foto: Dok Anggreny

“Semua makanan yang sudah jadi di sini, dimasak oleh orang-orang Indonesia yang tinggal di sekitaran cafe. Bisa dibilang state ini merupakan desanya Indonesia di Philadelphia,” ucap salah satu pegawai toko, yang baru menetap sekitar beberapa bulan di Philadelphia.

“Cumi, kesukaanku.” Begitu kata Farah ketika menemukan nasi cumi kesukaannya di Amerika.

“Rendang juga.” timpal Yusuf. Dan aku mengambil ayam kremes kesukaanku.

Egi mendekati kami, dengan setumpuk Indomie di tangannya, memang maniak Indomie, hahaha.

•••

Pandawa, sebuah cafe yang berdiri sejak tahun 2004 di Philadelphia, Amerika Serikat, yang menyediakan berbagai barang dari Indonesia. Café Pandawa juga menawarkan penjualan secara online sehingga para pelanggan lebih mudah untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan melalui website Café Pandawa.

Café Pendawa menawarkan berbagai produk seperti makanan ringan tradisional, rempah-rempah, kopi, teh, serta barang-barang kerajinan tangan dan souvenir dari Indonesia. Semua produk yang dijual di toko tersebut dipilih dengan hati-hati untuk memastikan kualitas dan kesegarannya.

Dalam menjual barang secara online, took atau café Pendawa memanfaatkan platform e-commerce yang dapat diakses melalui situs website resminya di cafependawa.com.

Pelanggan juga dapat memilih produk yang diinginkan dan melakukan pembayaran dengan mudah melalui berbagai metode pembayaran yang disediakan.

Nasi rendang di Cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Selain itu, Pendawa juga menawarkan pengiriman produk ke seluruh Amerika Serikat, sehingga pelanggan dapat menerima produk yang mereka beli dengan mudah dan nyaman. Seluruh pengiriman dilakukan dengan hati-hati dan dijamin keamanannya, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir tentang kerusakan atau hilangnya produk saat dalam perjalanan.

Dengan menjual barang secara online, Cafe Pendawa dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Amerika Serikat, bahkan di luar kota Philadelphia. Ini juga memberi pelanggan yang tidak dapat mengunjungi toko secara fisik kesempatan untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan dengan mudah dan nyaman.

Secara keseluruhan, Cafe Pendawa adalah tempat yang sempurna untuk membeli produk Indonesia di Philadelphia, dan dengan layanan penjualan online membuat transaksi menjadi lebih mudah.

•••

Dua jam sudah kami berada di toko ini. Waktunya membayar apa yang kami beli. Total semua yang kami beli sekitar 65$. Harga yang lumayan jika dirupiahkan. Tak apa, waktunya makan enak. Begitu pikir kami, hahaha. [T]

Berpose di depan Toko/Cafe Pendawa di Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]
Tags: Amerika SerikatperjalananPhiladelphiaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasegara Pertiwi, Kesadaran Mencintai Alam dari Mahasiswa ISI Yogyakarta

Next Post

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co