3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
July 4, 2023
in Tualang
Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Di depan cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

PENDAWA. Itulah rekomendasi nama toko dan cafe yang disampaikan alumni SUSI Indonesia kepada saya dan teman-teman lainnya.

Hampir dua minggu berada di Philadelphia, kami sejak awal sudah memendam rencana untuk mengunjungi cafe ini. Café Pendawa. Dan, akhirnya, rencana itu terwujud menjelang akhir minggu kedua.

Kami menuju ke cafe dengan menggunakan kereta bawah tanah. Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, kereta bawah tanah Amerika sangatlah canggih.

Penumpang hanya menggunakan satu kartu, namanya SEPTA Key, untuk seluruh transportasi umum yang disediakan, seperti bis dan kereta bawah tanah. Biayanya pun cukup terjangkau, hanya sekitar 2$ untuk sekali pergi ke tempat tujuan.

Cafe Pendawa terletak di 1529 Morris St, Philadelphia, PA 19145, kurang lebih 3,5 mil jaraknya dari asrama kami. Untuk menuju ke cafe kami harus melewati beberapa stasiun.

Walaupun sudah beberapa kali naik kereta, namun tetap saja kami mengalami culture shock. Di jalanan menuju tempat chek in stasiun beberapa kali kami mencium bau pesing. Tak tahu bau itu dihasilkan oleh apa. Entah orang-orang yang pipis sembarangan, atau memang ada bau semacam itu dan kami yang belum terbiasa dengan bau ini. Entahlah.

“Kalau di Indonesia, kebanyakan bau begini di toilet umum aja ya?” celetuk Farah.

“Bener banget. Kalau di sini tiap beberapa langkah bisa tercium bau pesing,” jawabku.

“Sudah, sudah. Ayo jalan lagi,” ucap Yusuf sembari mengajak Egi yang tertinggal di belakang.

Bau dingin AC menyengat, menusuk hidung kami ketika pertama masuk ke dalam kereta.

•••

Kami akhirnya sampai di Cafe Pendawa. Rasa haru menyeruak, benar-benar merasakan rindu rumah yang sebenarnya. Ketika kami nasih berada di luar cafe saja, kami sudah mendengar percakapan orang-orang dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Masuk ke cafe, kami terbawa dalam suasana seperti di pasar di Indonesia. Sedikit ricuh dengan suara ibu-ibu bahkan bahkan bapak-bapak yang menanyakan di mana letak bumbu dan yang lainnya.

Kami menelusuri cafe. Terasa seperti di surga bagi kami. Menemukan banyak makanan Indonesia. Indomie, rendang, ayam kremes, gorengan dan lainnya yang benar-benar memanjakan lidah Indonesia kami. Harganya pun terbilang terjangkau, mulai dari 10$ untuk setiap makanan sudah jadi seperti nasi rendang.

Makan bersama masakan Indonesia | Foto: Dok Anggreny

“Semua makanan yang sudah jadi di sini, dimasak oleh orang-orang Indonesia yang tinggal di sekitaran cafe. Bisa dibilang state ini merupakan desanya Indonesia di Philadelphia,” ucap salah satu pegawai toko, yang baru menetap sekitar beberapa bulan di Philadelphia.

“Cumi, kesukaanku.” Begitu kata Farah ketika menemukan nasi cumi kesukaannya di Amerika.

“Rendang juga.” timpal Yusuf. Dan aku mengambil ayam kremes kesukaanku.

Egi mendekati kami, dengan setumpuk Indomie di tangannya, memang maniak Indomie, hahaha.

•••

Pandawa, sebuah cafe yang berdiri sejak tahun 2004 di Philadelphia, Amerika Serikat, yang menyediakan berbagai barang dari Indonesia. Café Pandawa juga menawarkan penjualan secara online sehingga para pelanggan lebih mudah untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan melalui website Café Pandawa.

Café Pendawa menawarkan berbagai produk seperti makanan ringan tradisional, rempah-rempah, kopi, teh, serta barang-barang kerajinan tangan dan souvenir dari Indonesia. Semua produk yang dijual di toko tersebut dipilih dengan hati-hati untuk memastikan kualitas dan kesegarannya.

Dalam menjual barang secara online, took atau café Pendawa memanfaatkan platform e-commerce yang dapat diakses melalui situs website resminya di cafependawa.com.

Pelanggan juga dapat memilih produk yang diinginkan dan melakukan pembayaran dengan mudah melalui berbagai metode pembayaran yang disediakan.

Nasi rendang di Cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Selain itu, Pendawa juga menawarkan pengiriman produk ke seluruh Amerika Serikat, sehingga pelanggan dapat menerima produk yang mereka beli dengan mudah dan nyaman. Seluruh pengiriman dilakukan dengan hati-hati dan dijamin keamanannya, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir tentang kerusakan atau hilangnya produk saat dalam perjalanan.

Dengan menjual barang secara online, Cafe Pendawa dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Amerika Serikat, bahkan di luar kota Philadelphia. Ini juga memberi pelanggan yang tidak dapat mengunjungi toko secara fisik kesempatan untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan dengan mudah dan nyaman.

Secara keseluruhan, Cafe Pendawa adalah tempat yang sempurna untuk membeli produk Indonesia di Philadelphia, dan dengan layanan penjualan online membuat transaksi menjadi lebih mudah.

•••

Dua jam sudah kami berada di toko ini. Waktunya membayar apa yang kami beli. Total semua yang kami beli sekitar 65$. Harga yang lumayan jika dirupiahkan. Tak apa, waktunya makan enak. Begitu pikir kami, hahaha. [T]

Berpose di depan Toko/Cafe Pendawa di Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]
Tags: Amerika SerikatperjalananPhiladelphiaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasegara Pertiwi, Kesadaran Mencintai Alam dari Mahasiswa ISI Yogyakarta

Next Post

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails
Next Post
Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co