2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Widnyana Sudibya: Pesta Kesenian Bali Tanpa Dokumentasi Bagai Makan Mewah Tanpa Air

tatkala by tatkala
July 2, 2023
in Khas
Widnyana Sudibya: Pesta Kesenian Bali Tanpa Dokumentasi Bagai Makan Mewah Tanpa Air

Made Widnyana Sudibya | Foto: Ist

PESTA Kesenian Bali (PKB) tanpa dokumentasi bagai makan mewah tanpa adanya air. Itu dikatakan fotografer Made Widnyana Sudibya saat memberikan materi dalam program Kriyaloka (Lokakarya) Dokumentasi Seni dan Budaya PKB XLV di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 1 Juli 2023.

Widnyana Sudibya adalah seorang fotogrefer yang juga dikenal sebagai arsitek dan budayawan. Ia termasuk fotografer yang setia melakukan dokumentasi melalui foto di PKB sejak beberapa tahun lalu. Foto-fotonya banyak tersebar di media sosial maupun di media massa.

“Dokomentasi itu penting (dalam PKB),” kata Widnyana.

Karena dokumentasi itu penting, kata Widnyana, penyelenggara PKB imesti berpikir serius agar dokumentasi itu tetap ada.

“Kita tidak bisa menggelar event yang danannya besar, tetapi dokumentasi tidak ada. Sama dengan makan mewah tak ada air,” ujar Widnyana.

Pendokumentasian itu, kata dia, memang sudah menjadi bagian dari sebuah event, apalagi event kesenian. Hal itu juga dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada seniman. Seniman dan karya-karyanya harus diabadikan dalam dokumentasi, baik foto, video dan lain-lain.

“Mestinya, ketika menyerahkan sertifikat kepada seniman pengisi acara, saat itu sudah langsung disertai dengan penyerahan multi media minimal CD saat mereka tampil. Begitu, seharusnya kalau menghargai seniman,” kata Widnyana.

Pendokumentasian ini penting, lanjut Widnyana, karena hal itu berkaitan erat dengan upaya-upaya penggalian, pelestarian dan pengembangan seni budaya. Dengan dokumentasi kita bisa membandingkan seni budaya kita dengan seni budaya luar, juga pengaruh-pengaruhnya.

Apalagi kini perkembangan pengaruh seni budaya luar juga banyak. “Sekarang dengan mudah kita mengakses seni budaya di luar daerah dan luar negeri, sehingga kita harus tetap kuat pada pondasi kita yaitu seni dan budaya,” katanya.

Saat ini, dan pada masa-masa yang akan datang, kata Widnyana, penggiat dokumentasi tidak hanya bertumpu pada dokumentasi cetak, tetapi juga pada elektronik dan digital.

“Dari tahuan 2005, saya sudah membuat aplikasi terstruktur untuk media-media kedepan. Selain penyimpanan mudah dan gambang, biaya juga murah. Jika dokumentasi cetak, biaya mahal dan rentas rusak,” ujarnya.

Seniman, lanjut Widnyana, sekarang harus memiliki kesadaran untuk mendokumentasikan karyanya. Jangan hanya fokus pada penyiapan teks, sinopsi dan lainnya.

Karya-karya seni sebaiknya dilengkapi dengan gambar dan seni visual, seperti foto dan video. Karya seni harus didokumentasikan melalui visual. Teks bisa saja dibuat dengan indah, tapi jika dilengkapi dengan gambar maka keindahannya akan makin lengkap.  

Di sisi lain, pendokumensian tidak bisa dilakukan oleh seniman saja, karena mereka pelaku. Mereka sudah berkreasi, juga berkarya. Yang membuat dokumentasi dengan baik adalah penyelenggara.

“Makanya harus ada kolaborasi antara pelaku seni, pemerintah dan penggiat dokumentasi. Ketiga ini harus gabung,” kata Widnyana.

Dokumentasi itu, kata Widnyana, penting bagi seniman sebagai bahan pembelajaran, bagi seniman untuk berkarya dan pengembangan karya. Penting bagi pemerintah untuk merancang supaya acara lebih baik ke depannya, dan bagi pendokumentasi itu sendiri untuk pengembangan tekniknya. 

Sekarang ini ada banyak media dokumentasi visual, namun menurut Widnyana hal itu lebih banyak dipakai untuk kepentingan pribadi. Padahal, kalau berbicara dokumentasi, kita harus menyumbangkan dan berkontribusi pada seni dan budaya itu sendiri.

“Jangan bicara kamera yang mahal, dengan handphone juga bisa. Intinya anak-anak muda lebih pada pendokumentasian pribadi, dan belum bisa disajikan untuk masyarakat banyak,” katanya. 

Minat anak muda mendokumentasikan seni dan budaya dengan tujuan lebih luas untuk pengembangan seni budaya itu sendiri mesti dibangkitkan. Caranya, dengan melibatkan anak-anak muda pada setiap event, termasuk PKB.

Pendokumentasian PKB memang mestinya melibatkan generasi muda, seperti siswa dari sekolah fotografi. Mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus mesti dimasukan ke pantia. “Anak-anak yang masuk panitia itu kemudian ditatar diberikan pembelajaran dan tanggung jawab,” katanya.

Generasi muda harus terlibat dan berperan di dalammnya, sehingga ilkim pendokumentasian bisa berlanjut terus karena mereka akan menularkan kepada teman-teman mereka.

Intinya, minat dan niat dari pendokumentasian ini harus ada. Kalau mengundang UKM kampus atau siswa SMK maka mereka akan ikut mencatat.

Taman budaya mempunyai 8 panggung, kalau mereka ditempatkan satu satu di masing-masing panggung maka seni budaya itu akan tercatat. Dari catatan-catatan itulah kemudian dikembangkan program-program dalam setiap PKB agar PKB tidak terlihat sama dari tahun ke tahun.

Dokumentasi itu juga penting untuk mencegah karya-karya seni kita diklaim oleh pihak lain, dan mencegah terjadinya perdebatan panjang di kemudian hari.

Karya seni itu bisa diklaim orang lain. Sebut saja Tari Pendet. Jadi, seniman dan karya seninya penting didokumentasi untuk mengabadikan peristiwa seni itu sendiri, seperti kapan pentas, sekaa dari mana, di mana pentas, tahun berapa dan lainnya.

“Kalau kita tidak mempunyai dokumenasi, jika lantas seni budaya kita diklaim lalu bagaimana cara beragumen,” katanya.

Untuk itulah, kata Widnyana, penyelenggara PKB mesti memikirkan dana pendukomentasian secara lebih serius. Karena sering sekali, dulu, dana pendokumentasian itu sangat kecil, bahkan tidak ada.

Dana pendokumentasian itu diakui memang besar. Sebut saja di PKB mulai pementasan jam 10 hingga jam 12, lalu tak bisa pulang karena jam 2 sudah ada pentas lagi, terus tak bisa pulang karena menunggu pentas jam 5 dan jam 7 pentas lagi.

Jadinya, satu hari penuh di PKB. Lalu, setelah jam 12 itu harus posting di media sosial, maka jam 1 dini hari baru selsai. Semua itu memerlukan dana. Kamera saja harganya 10 jutaan lebih.

Seringkali dalam pendokumentasian itu kamera tidak jadi fokus. Padahal itu adalah alat yang penting.

“Saya bebapa kali habiskan kamera di PKB. Pada PKB tahun 2017, 2018 dan 2019 hampir setiap satu tahun saya mengganti kamera,” kata Widnyana. [T][Ado]

Gong Kebyar Semadhi Yasa Desa Ababi Karangasem “Bersuara” Sejak 1928
Legenda Panjang Sekaa Gong Desa Menyali, Dari Zaman Ki Barak Panji Sakti Hingga ke Panggung PKB
Drama Gong Itu Ceritanya Dari Cerpen “Katemu Ring Tampaksiring” Karya Made Sanggra
Sandya Gita Mahayuning Sagara dari Buleleng:  Peristiwa Penting dan 5 Strategi Sukses Dalam Seni
Peed Aya Selalu Heboh dan Mereka pun Berimpit-impitan | Catatan Pawai Pembukaan PKB 2023
Tags: fotografiPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2023
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Percumbuan Estetik Nawa-Sena

Next Post

Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co