2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Widnyana Sudibya: Pesta Kesenian Bali Tanpa Dokumentasi Bagai Makan Mewah Tanpa Air

tatkala by tatkala
July 2, 2023
in Khas
Widnyana Sudibya: Pesta Kesenian Bali Tanpa Dokumentasi Bagai Makan Mewah Tanpa Air

Made Widnyana Sudibya | Foto: Ist

PESTA Kesenian Bali (PKB) tanpa dokumentasi bagai makan mewah tanpa adanya air. Itu dikatakan fotografer Made Widnyana Sudibya saat memberikan materi dalam program Kriyaloka (Lokakarya) Dokumentasi Seni dan Budaya PKB XLV di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 1 Juli 2023.

Widnyana Sudibya adalah seorang fotogrefer yang juga dikenal sebagai arsitek dan budayawan. Ia termasuk fotografer yang setia melakukan dokumentasi melalui foto di PKB sejak beberapa tahun lalu. Foto-fotonya banyak tersebar di media sosial maupun di media massa.

“Dokomentasi itu penting (dalam PKB),” kata Widnyana.

Karena dokumentasi itu penting, kata Widnyana, penyelenggara PKB imesti berpikir serius agar dokumentasi itu tetap ada.

“Kita tidak bisa menggelar event yang danannya besar, tetapi dokumentasi tidak ada. Sama dengan makan mewah tak ada air,” ujar Widnyana.

Pendokumentasian itu, kata dia, memang sudah menjadi bagian dari sebuah event, apalagi event kesenian. Hal itu juga dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada seniman. Seniman dan karya-karyanya harus diabadikan dalam dokumentasi, baik foto, video dan lain-lain.

“Mestinya, ketika menyerahkan sertifikat kepada seniman pengisi acara, saat itu sudah langsung disertai dengan penyerahan multi media minimal CD saat mereka tampil. Begitu, seharusnya kalau menghargai seniman,” kata Widnyana.

Pendokumentasian ini penting, lanjut Widnyana, karena hal itu berkaitan erat dengan upaya-upaya penggalian, pelestarian dan pengembangan seni budaya. Dengan dokumentasi kita bisa membandingkan seni budaya kita dengan seni budaya luar, juga pengaruh-pengaruhnya.

Apalagi kini perkembangan pengaruh seni budaya luar juga banyak. “Sekarang dengan mudah kita mengakses seni budaya di luar daerah dan luar negeri, sehingga kita harus tetap kuat pada pondasi kita yaitu seni dan budaya,” katanya.

Saat ini, dan pada masa-masa yang akan datang, kata Widnyana, penggiat dokumentasi tidak hanya bertumpu pada dokumentasi cetak, tetapi juga pada elektronik dan digital.

“Dari tahuan 2005, saya sudah membuat aplikasi terstruktur untuk media-media kedepan. Selain penyimpanan mudah dan gambang, biaya juga murah. Jika dokumentasi cetak, biaya mahal dan rentas rusak,” ujarnya.

Seniman, lanjut Widnyana, sekarang harus memiliki kesadaran untuk mendokumentasikan karyanya. Jangan hanya fokus pada penyiapan teks, sinopsi dan lainnya.

Karya-karya seni sebaiknya dilengkapi dengan gambar dan seni visual, seperti foto dan video. Karya seni harus didokumentasikan melalui visual. Teks bisa saja dibuat dengan indah, tapi jika dilengkapi dengan gambar maka keindahannya akan makin lengkap.  

Di sisi lain, pendokumensian tidak bisa dilakukan oleh seniman saja, karena mereka pelaku. Mereka sudah berkreasi, juga berkarya. Yang membuat dokumentasi dengan baik adalah penyelenggara.

“Makanya harus ada kolaborasi antara pelaku seni, pemerintah dan penggiat dokumentasi. Ketiga ini harus gabung,” kata Widnyana.

Dokumentasi itu, kata Widnyana, penting bagi seniman sebagai bahan pembelajaran, bagi seniman untuk berkarya dan pengembangan karya. Penting bagi pemerintah untuk merancang supaya acara lebih baik ke depannya, dan bagi pendokumentasi itu sendiri untuk pengembangan tekniknya. 

Sekarang ini ada banyak media dokumentasi visual, namun menurut Widnyana hal itu lebih banyak dipakai untuk kepentingan pribadi. Padahal, kalau berbicara dokumentasi, kita harus menyumbangkan dan berkontribusi pada seni dan budaya itu sendiri.

“Jangan bicara kamera yang mahal, dengan handphone juga bisa. Intinya anak-anak muda lebih pada pendokumentasian pribadi, dan belum bisa disajikan untuk masyarakat banyak,” katanya. 

Minat anak muda mendokumentasikan seni dan budaya dengan tujuan lebih luas untuk pengembangan seni budaya itu sendiri mesti dibangkitkan. Caranya, dengan melibatkan anak-anak muda pada setiap event, termasuk PKB.

Pendokumentasian PKB memang mestinya melibatkan generasi muda, seperti siswa dari sekolah fotografi. Mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus mesti dimasukan ke pantia. “Anak-anak yang masuk panitia itu kemudian ditatar diberikan pembelajaran dan tanggung jawab,” katanya.

Generasi muda harus terlibat dan berperan di dalammnya, sehingga ilkim pendokumentasian bisa berlanjut terus karena mereka akan menularkan kepada teman-teman mereka.

Intinya, minat dan niat dari pendokumentasian ini harus ada. Kalau mengundang UKM kampus atau siswa SMK maka mereka akan ikut mencatat.

Taman budaya mempunyai 8 panggung, kalau mereka ditempatkan satu satu di masing-masing panggung maka seni budaya itu akan tercatat. Dari catatan-catatan itulah kemudian dikembangkan program-program dalam setiap PKB agar PKB tidak terlihat sama dari tahun ke tahun.

Dokumentasi itu juga penting untuk mencegah karya-karya seni kita diklaim oleh pihak lain, dan mencegah terjadinya perdebatan panjang di kemudian hari.

Karya seni itu bisa diklaim orang lain. Sebut saja Tari Pendet. Jadi, seniman dan karya seninya penting didokumentasi untuk mengabadikan peristiwa seni itu sendiri, seperti kapan pentas, sekaa dari mana, di mana pentas, tahun berapa dan lainnya.

“Kalau kita tidak mempunyai dokumenasi, jika lantas seni budaya kita diklaim lalu bagaimana cara beragumen,” katanya.

Untuk itulah, kata Widnyana, penyelenggara PKB mesti memikirkan dana pendukomentasian secara lebih serius. Karena sering sekali, dulu, dana pendokumentasian itu sangat kecil, bahkan tidak ada.

Dana pendokumentasian itu diakui memang besar. Sebut saja di PKB mulai pementasan jam 10 hingga jam 12, lalu tak bisa pulang karena jam 2 sudah ada pentas lagi, terus tak bisa pulang karena menunggu pentas jam 5 dan jam 7 pentas lagi.

Jadinya, satu hari penuh di PKB. Lalu, setelah jam 12 itu harus posting di media sosial, maka jam 1 dini hari baru selsai. Semua itu memerlukan dana. Kamera saja harganya 10 jutaan lebih.

Seringkali dalam pendokumentasian itu kamera tidak jadi fokus. Padahal itu adalah alat yang penting.

“Saya bebapa kali habiskan kamera di PKB. Pada PKB tahun 2017, 2018 dan 2019 hampir setiap satu tahun saya mengganti kamera,” kata Widnyana. [T][Ado]

Gong Kebyar Semadhi Yasa Desa Ababi Karangasem “Bersuara” Sejak 1928
Legenda Panjang Sekaa Gong Desa Menyali, Dari Zaman Ki Barak Panji Sakti Hingga ke Panggung PKB
Drama Gong Itu Ceritanya Dari Cerpen “Katemu Ring Tampaksiring” Karya Made Sanggra
Sandya Gita Mahayuning Sagara dari Buleleng:  Peristiwa Penting dan 5 Strategi Sukses Dalam Seni
Peed Aya Selalu Heboh dan Mereka pun Berimpit-impitan | Catatan Pawai Pembukaan PKB 2023
Tags: fotografiPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2023
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Percumbuan Estetik Nawa-Sena

Next Post

Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co