22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Gong Itu Ceritanya Dari Cerpen “Katemu Ring Tampaksiring” Karya Made Sanggra

tatkala by tatkala
June 28, 2023
in Budaya
Drama Gong Itu Ceritanya Dari Cerpen “Katemu Ring Tampaksiring” Karya Made Sanggra

Penampilan Sanggar Seni Mudra di atas panggung | Foto: Ist

DENPASAR | TATKALA.CO — Cerita Drama Gong biasanya terinspirasi—atau diambil—dari cerita-cerita panji, tapi rasanya hal itu tidak berlaku bagi Sanggar Seni Mudra.

Sanggar seni dari Banjar Sandakan, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Badung itu, alih-alih menjadikan cerita panji sebagai inspirasi, mereka justru mengadaptasi cerita sastra Bali modern yang berjudul “Katemu ring Tampaksiring” karya Made Sanggra. Tak salah memang, sebab panitia lomba memang membolehkannya.

Sekadar informasi, Katemu ring Tampaksiring adalah sebuah kisah (cerpen) yang terjadi setelah zaman kemerdekaan Republik Indonesia di daerah Gianyar.

Sanggar Seni Mudra mementaskan Drama Gong tersebut dalam Wimbakara (Lomba) Drama Gong Remaja Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 yang bertempat di Kalangan Ayodya Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (27/6/2023) malam.

Penampilan Duta Kabupaten Badung itu dimulai pukul 19.00 hingga berakhir pukul 22.00 Wita. Selama pertunjukan, penonton terlihat antusias dan memadati Kalangan Ayodya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster juga tak mau ketinggalan. Dia menjadi salah satu penonton yang setia menonton adegan demi adegan sampai akhir.

Pementasan drama gong remaja itu semakin menarik dan membuat penonton terpingkal-pingkal saat melihat tingkah konyol tokoh tambahan di luar cerpen, I Wayan Gabler, anak Jro Bendesa Gede dari Manukaya.

Wayan Gebler harus menanggung rasa kecewa karena cintanya ditolak walaupun sudah sempat menugaskan preman (Pan Keplag) untuk membujuk dan menakut-nakuti Luh Rai namun cintanya tetap bertepuk sebelah tangan.

Kisah Katemu ring Tampaksiring

Cerpen yang terbit sekitar tahun 1978 ini mengisahkan pertemuan haru Ni Luh Kompyang dan anaknya yang keturunan tentara Belanda, yakni Combosch alias Van Steffen.

Kisah bermula pertemuan Ni Luh Kompyang dan Van de Bosch, seorang tentara Belanda, di Desa Carangsari. Latarnya mengambil era sekitar 1940-an. Kisah keduanya berlanjut hingga jatuh cinta dan menikah.

Namun, maut memisahkan mereka ketika Van de Bosch tewas pada peperangan di Lembang, Jawa Barat. Van de Bosch meninggalkan Ni Luh Kompiang, putranya yang masih belia yakni Combosch, dan putrinya yang masih dalam kandungan, Ni Luh Rai.

Combosch yang merupakan keturunan Belanda dibawa pulang oleh utusan kerajaan ke negara ayahnya. Combosch diasuh oleh yayasan yatim piatu di Rotterdam dan ketika dewasa ia diberi nama Van Steffen. Takdir seakan membawanya kembali ke Indonesia saat Ratu Juliana berkunjung ke tanah air pada 1971 dan Van Steffen bertugas meliput peristiwa sejarah ini.

Penampilan Sanggar Seni Mudra di atas panggung / Foto: Ist

Singkat cerita, Ratu Juliana berkunjung ke Tampaksiring. Pada waktu senggang dalam kunjungan ini, Van Steffen keluar melihat lingkungan sekitar ditemani guide bernama Gladag dan Gledig. Diceritakan di sana, Van Steffen tertarik dengan sebuah art shop yang ternyata dijaga oleh Ni Luh Rai.

Tanpa mengetahui latar belakang satu sama lain, Ni Luh Rai dan Van Steffen sama-sama memiliki rasa dan jatuh cinta. Hubungan ini terus berlanjut hingga Ni Luh Kompiang curiga dengan tingkah laku putrinya dan pada akhirnya meminta agar Luh Rai tidak berhubungan dengan orang asing sebab risikonya tinggi.

Pada suatu ketika, Ni Luh Kompyang sakit dan ditemani sang putri. Di saat itu pula Van Steffen datang usai mewartakan kunjungan Ratu Juliana ke Pura Besakih. Pada saat itulah Ni Luh Kompiang berusaha mengulik orang asing yang dekat dengan putrinya itu. Sampai fakta mengejutkan terungkap bahwa Van Steffen adalah Combosch, putra Ni Luh Kompiang.

Pertemuan kembali itu pun berlangsung haru ketika Van Steffen dan Ni Luh Kompiang sama-sama memiliki foto keluarga berisikan Combosch kecil. Pada saat itu pula, Ni Luh Rai membuat kejelasan dalam hubungan keduanya bahwa perasaan suka mereka sebaiknya dijadikan rasa kasih sayang antarsaudara.

Proses kreatif

Ketua Sanggar Seni Mudra I Gusti Lanang Subamia mengatakan, para pemain sempat mengalami kendala dalam dialog karena selama ini terbiasa memerankan tokoh cerita panji, bukan sastra Bali modern.

Pada pementasan malam kemarin, Sanggar Seni Mudra membawa 29 penabuh yang mengiringi 15 tokoh drama. Dan sejak 5 Januari 2023 mereka sudah latihan demi tampil pertama kalinya pada ajang PKB. “Kami bersyukur bisa tampil di PKB karena bisa menjadi wadah kebangkitan drama gong,” ujar Gusti Lanang usai pementasan,” ujar Gusti Lanang seusai pementasan.

Lanang juga mengakui, selama ini kesempatan mementaskan drama gong relatif terbatas. Selain pada ajang PKB ini, sebelumnya drama gong Sanggar Seni Mudra pentas pada kegiatan-kegiatan Bulan Bahasa Bali. Di luar itu, untuk mengasah naluri drama, para pemain dan penabuh sanggar ini kerap tampil ngayah di pura-pura sekitaran Petang.

Para pemain drama gong dan penabuh Sanggar Seni Mudra / Foto: Ist

“Kita perlu usaha yang keras untuk berkomitmen membangkitkan drama gong. Penggemar drama gong sesungguhnya masih ada, buktinya setiap pementasan drama gong penuh penonton,” tambahnya.

Meski optimis, mantan pemain drama gong ini mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan internet menjadi tantangan besar kesenian tradisional termasuk drama gong. Ia menolak drama gong yang terlalu banyak mengumbar seksualitas.

Untuk itu, ia berusaha menyusun naskah cerita dengan memasukkan banyak unsur komedi—untuk membungkus nilai-nilai yang ingin disampaikan. Menurutnya, cara itu lebih mampu memikat para penonton milenial.[T][Jas/*]

  • BACA artikel-artikel lain tentang PESTA KESENIAN BALI
Tari dan Tabuh Khas Buleleng Getarkan Panggung Ksirarnawa
Dikisahkan Pengibing yang Jatuh Hati pada Penari Joged Bumbung…
Empat Karya Selonding Penuh Makna dari Sanggar Wesi Cwaram, Sanur Kauh
Sandya Gita Mahayuning Sagara dari Buleleng:  Peristiwa Penting dan 5 Strategi Sukses Dalam Seni
Tags: Badungdrama gongkesenian baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2023
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Kintamani, Limbah Jeruk Bisa Jadi Pupuk

Next Post

Joged Bumbung Denpasar yang Memikat

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Joged Bumbung Denpasar yang Memikat

Joged Bumbung Denpasar yang Memikat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co