3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

Ni Kadek Putri Santiadi by Ni Kadek Putri Santiadi
July 2, 2023
in Esai
Petani Muda Sebagai Penggerak Gagasan Baru

Pemandangan sawah di Bali | Foto: Putri Santiadi

BALI menjadi pusat pemilik rasa aman. Semua kalangan dari penjuru dunia mengetahui keberadaannya. Keindahan alam, budaya, dan tradisi membawa Bali sebagai salah satu destinasi terbaik di Indonesia.

Penghuni yang ramah tamah menjadi alasan sang pengunjung kembali. Tak henti-hentinya  mereka mengatakan kalau Bali dijuluki sebagai the last paradise on Earth atau surga terakhir di Bumi. Selain menawarkan keindahan alam, masyarakat Bali juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan leluhur dan budaya, serta memiliki rasa toleransi yang besar.

Berbicara tentang Bali, maka kita terbawa oleh arus pariwisata yang kian meningkat sepanjang masa. Semua beralih profesi karena lebih menguntungkan. Para pekerja di desa memilih untuk merantau ke kota besar agar mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.

Mereka berbondong-bondong mencari, menjadi, dan mengikuti peran-peran yang menjanjikan di kota besar. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Bali hanya bergantung dengan turisme?

Bali tidak bergantung pada pariwisata. Di masa pandemi 2021, pariwisata Bali menurun drastis, pekerja di kota pun beralih menjadi petani untuk memenuhi kebutuhan hidup. Siapa sangka semua profesi berdampak, termasuk petani. Pasar tradisional tutup lebih awal sehingga pasokan berkurang. Petani terpaksa menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga miring.

“Ketika petani adalah orang termiskin di dunia, maka kehidupan terancam,” kata Mba Najwa dalam kanal YouTube pribadinya.

Namun, apapun yang terjadi, petani tetap bekerja dan membutuhkan pekerja. Pertanian masih bisa berdiri dan berbagi. Makanan segar, bersih, dan terawat berasal dari petani. Memberikan perhatian terhadap petani menjadi tugas penting. Jika melihat pandangan orang bahwasanya ini adalah profesi tua yang tidak ada masa depan. 

Lalu, pekerjaan apa yang lebih mulia dari petani? Rela kotor dan berada dibawah terik matahari agar menghasilkan pangan untuk warga.  Alih-alih diberi penghargaan tapi menuai pro dan kontra.

Padahal semua ini untuk masyarakat, tidak lain dan tidak bukan agar kita tetap bertahan hidup dengan pasokan pangan yang cukup. Apa jadinya jika semua pangan tidak diambil di tanah kelahiran? Semua diimpor dari berbagai penjuru dunia, maka tanah ini tidak ada gunanya lagi. Kekosongan itu akan diambil oleh penguasa dalam sektor pariwisata, contohnya pembangunan villa, hotel, tempat wisata, dan lain-lain.

Keadaan ini direspon oleh generasi muda di Kabupaten Buleleng, Bali. Sekelompok pemuda memanfaatkan teknologi modern untuk bercocok tanam.

Agung Wedhatama mendirikan komunitas bernama Petani Muda Keren (PMK) dan mengajak teman-temannya untuk belajar bertani dengan menggunakan teknologi. Dengan adanya pembaharuan sistem ini, masyarakat khususnya generasi muda tidak perlu takut untuk kotor, karena semua bisa diselesaikan lewat digital. Hal ini akan membuat anak muda tidak berpikir beratus kali untuk menjadi petani.

Petani Muda Keren  (PMK) dimulai sejak 2018. Tujuan komunitas ini untuk mengajak anak-anak muda masuk sektor pertanian dengan cerdas. Teknologi yang membawa pertanian Bali semakin meningkat dan hasil pangan pun membaik. Alat yang digunakan ramah lingkungan, tidak akan berdampak buruk untuk bumi dan sekitarnya. Tidak hanya itu, petani pintar dengan smart farming. Meratakan segala pekerjaaan dari hulu ke hilir. Hulu bertani dengan smart farming dan hilir memasarkan dengan teknologi.

Pertanian bukan hanya bercocok tanam, tapi juga mampu menghasilkan pupuk terbaik dan tanah yang subur, sehingga hasil panen memiliki kualitas yang tinggi. Agung Wedhatama juga mengaku di salah satu media massa bahwa ia akan menentang anggapan skeptis masyarakat mengenai sektor pertanian.

Kini, pertanian menjadi perbincangan yang menarik bagi anak-anak muda. Semua bergerak untuk membangun pertanian Bali yang semakin maju. Bahkan banyak kalangan muda memberikan inovasi baru untuk hasil panen petani. Salah satunya membuat makanan dari bahan-bahan organik, seperti YAVA yang membuat cemilan sehat dan bergizi.

YAVA menggunakan gandum utuh, dikombinasikan dengan ciri khas Bali, seperti beras merah, kacang mede, dan berbagai buah kering bahkan cokelat. Ini menjadi salah satu bukti bahwa petani adalah pemegang sektor pangan terbesar.

Pergerakan, pemikiran, dan harapan anak-anak muda terhadap pertanian semakin tinggi, karena adanya dampak untuk masa mendatang terhadap anak dan cucu nanti. Sebelumnya, sebanyak 70% yang menjadi petani hanya orang tua dengan rentan umur 40 ke atas.

Setelah adanya berbagai perubahan dengan penggunaan teknologi dan berbagai kegiatan pengabdian yang mengharuskan adanya inovasi dan kreativitas untuk perbaikan di suatu desa, maka pertanian sebagai salah satu sorotan yang menarik. Semua mengambil celah untuk berperan dalam sektor pertanian sehingga Bali bangkit bahkan terlepas dari kemiskinan dan kelaparan.

Banyak perubahan yang terjadi semenjak pandemi melanda Bali, yang paling terlihat adalah sektor pertanian. Kalangan muda semakin membuka diri untuk menerima bahwa petani bukanlah pekerjaan yang remeh.

Kita sebagai anak-anak muda yang mempunyai kreativitas yang tinggi, sudah seharusnya ikut bergabung dalam memberikan kesejahteraan kepada saka guru pangan, yaitu petani.[T]

Menghias Nasib Petani Tanaman Hias di Desa Petiga, IPB Internasional Turun Kebun
Kelompok Petani Muda “Boom Sakalaka”, Menjadikan Lele Sebagai Tuan Rumah di Bali
Petani Garam Desa Les | Berjaga Terus Pada Rasa Asin, Agar Tak Hambar Hidup Ini…
Tags: baliPariwisatapertanianpetani muda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Widnyana Sudibya: Pesta Kesenian Bali Tanpa Dokumentasi Bagai Makan Mewah Tanpa Air

Next Post

Ketua DPRD Buleleng: Wujudkan Masyarakat Mandiri untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Ni Kadek Putri Santiadi

Ni Kadek Putri Santiadi

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Ketua DPRD Buleleng: Wujudkan Masyarakat Mandiri untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Ketua DPRD Buleleng: Wujudkan Masyarakat Mandiri untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co