24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Literasi SMPN 2 Sukasada: Literasi Sekolah Tak Sebatas Pojok Baca dan Membaca 15 Menit

I Wayan Artika by I Wayan Artika
March 29, 2023
in Khas
Kuliah Literasi SMPN 2 Sukasada: Literasi Sekolah Tak Sebatas Pojok Baca dan Membaca 15 Menit

Kuliah Literasi di SMPN 2 Sukasada, Buleleng

SAFARI LITERASI di Kabupaten Buleleng menyasar SMP Negeri 2  Sukasada. Sekolah ini dibangun di kawasan pariwisata Danau Buyan, Desa Pancasari yang berhawa dingin. Lingkungan sekolah adalah pertanian modern dengan tanaman bunga potong untuk toko-toko florist di Singaraja dan Denpasar serta hotel-hotel di Sanur, Kuta,  Ubud, dan Nusa dua. Perkebunan strawberry juga banyak dijumpai di kawasan ini. Aneka sayuran melimpah.

Di sekolah inilah dalam perjalanan Safari Literasi, gerakan literasi akar rumput dengan satu agenda bersama, yakni kuliah literasi bagi guru. Agar perhatian guru fokus, sekolah meliburkan siswa pada Sabtu 18 Maret 2023. Yang menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan semua guru dan program ini untuk guru.

Pada beberapa kegiatan Safari Literasi sebelumnya, guru jarang terlibat mungkin karena mereka menganggap dirinya sudah tidak pantas lagi menjadi bagian gerakan literasi sebagai objek atau sasaran gerakan. Berbeda dengan di SMP Negeri 2 Sukasada, kepala sekolah dan tim wakilnya, terutama wakil kepala sekolah bidang kurikulum memutuskan untuk menyelenggarakan kegiatan dengan menyasar guru di sekolah ini.

Tentu mafhum dan sangat rasional karena guru-guru sebagai ujung tombak gerakan literasi dan mereka pada umumnya tidak pernah mendapat bimbingan teknis (bimtek) literasi.

Biasanya beberapa guru saja di suatu sekolah yang pernah mengikuti bimtek literasi. Sementara acara bimtek selesai, guru tersebut kembali ke sekolah dan selalu mendapat hambatan untuk melakukan disiminasi kepada rekan-rekan guru lainnya. Pun guru tersebut tidak mampu juga mengimplementasikan materi-materi yang diperoleh selama bimtek. Karena itu, penyelenggaraan kuliah literasi dari pakarnya dan khusus dilakukan di satu sekolah menjadi hal yang sangat efektif.

Catatan yang terpenting dari Safari Literasi di SMPN 2 Sukasada adalah kesadaran guru untuk membangun wawasan literasi. Selama ini mereka memang sudah sangat familiar terhadap istilah literasi dan berbagai gerakan namun implementasinya mereka belum mampu melakukan di sekolah. Karena itu, gerakan literasi di sekolah-sekolah hanya dilakukan oleh guru tertentu, misalnya guru bahasa Indonesia.

Padahal literasi itu tidak identik dengan satu mata pelajaran. Wawasan inilah yang perlu dibangun bahwa literasi adalah tanggung jawab siapapun di sekolah tersebut. Literasi bukan hanya berdampak bagi orang lain tetapi berdampak bagi siapapun yang melakukannya. Guru-guru SMPN 2 Sukasada menyadari betapa pentingnya wawasan literasi bagi guru.

Guru-guru SMPN 2 Sukasada mengikuti kuliah literasi

Kuliah literasi sebagai program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) SMP Negeri 2 Sukasada memang berbeda dengan trend gerakan literasi sekolah pada umumnya di manapun di Indonesia. Guru-guru mungkin terlalu jemawa menganggap dirinya sudah tidak perlu lagi belajar literasi. Guru-guru lebih memandang literasi identik dengan para siswa. Dan, karena itu, pula program literasi nasional tidak ada yang secara khusus menyasar guru. Semua gerakan literasi nasional dengan berbagai programnya itu menyasar siswa.

Apa yang terjadi dengan kuliah literasi bagi guru di SMP Negeri 2 Sukasada memang menjadi semacam evaluasi terhadap kondisi-kondisi literasi pada diri seorang guru. Guru memang diposisikan di ujung tombak gerakan literasi sekolah namun ada yang dilupakan bahwa gerakan literasi itu berasumsi kuat bahwa guru sudah literat.

Penilaian ini tidak sepenuhnya benar karena memang dari berbagai pengalaman terjun ke lokasi-lokasi sekolah maka banyak guru yang apatis terhadap gerakan literasi. Guru pun terpaksa menjadi bagian GLS namun mereka tidak memiliki wawasan yang memadai untuk memberi jaminan besar terhadap keberhasilan GLS di sekolahnya bertugas.

Ada pandangan bahwa hambatan gerakan literasi sekolah itu justru pada guru. Keterbatasan literasi menyebabkan guru tidak mampu berperan menyukseskan GLS. Dari beberapa pengalaman bertemu dengan guru-guru yang memiliki budaya literasi yang tinggi pada dirinya maka guru bersangkutan dengan sangat mudah dan inovatif mampu mengembangkan gerakan-gerakan literasi.

Guru-guru yang memiliki wawasan literasi memadai, adalah guru memahami bahwa literasi itu memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupannya sendiri dan karena itu sudah merupakan tanggung jawabnya untuk mengembangkan dan meneruskannya atau berbagi dengan para siswanya.

Ada banyak guru yang memang tidak hanya mengembangkan gerakan literasi di sekolahnya tetapi juga membangun komunitas-komunitas literasi di rumahnya atau di masyarakat. Guru-guru ini aktif misalnya mengikuti forum-forum literasi, mengikuti kompetisi dalam bidang literasi,  membimbing gerakan literasi siswa, dan sering menjadi mediasi atau negosiator antara gerakan literasi di luar sekolah dengan membawa program-program literasi inovatif ke dalam sekolah.

Peran guru tertentu sebagai negosiator literasi terkadang terhambat oleh kebijakan di sekolah. Namun sekolah-sekolah dengan kepemimpinan yang visioner dan menyadari betapa pentingnya gerakan literasi tersebut; dengan adanya pemahaman yang penting terhadap inisiatif dari bawah; maka biasanya ide-ide inovatif dalam GLS akan bersambut. Contohnya adalah di SMP Negeri 2 Sukasada.

Dengan itulah akhirnya SMP Negeri 2 Sukasada menyelenggarakan kegiatan literasi sekolah yang jarang dilakukan dan ini tentunya sangat inovatif yaitu kuliah literasi bagi guru dengan menghadirkan pakar literasi yang juga adalah sebagai penulis dan instruktur literasi nasional Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

Dalam kuliah literasi ini terungkap pemahaman guru terhadap literasi yang masih harus terus dibina dan dikembangkan. Guru memahami gerakan literasi sekolah sebatas membaca 15 menit dan pojok baca. Materi-materi yang disampaikan di dalam kuliah literasi ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengembangkan wawasan literasi mereka.

Dengan adanya kuliah literasi ini guru tidak lagi hanya memandang literasi sekolah hanya membaca 15 menit dan pojok baca tetapi literasi sekolah memiliki jangkauan yang sangat luas, menarik, memiliki daya inovasi dan kreativitas yang sangat bagus, yang dapat dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran.

Kuliah literasi ini mengungkapkan bahwa ide atau pemikiran di kalangan para guru dalam enyelenggarakan literasi dalam pelajaran yang mengintegrasikan beberapa bidang studi. Guru bahasa Indonesia misalnya memberi fokus kepada gendre teks sedangkan guru biologi atau guru lainnya fokus kepada kontennya sesuai dengan tuntutan mata pelajaran itu sendiri. Sehingga dalam satu kali mata pelajaran siswa bisa belajar dua atau lebih mata pelajaran.

Pelajaran matematika misalnya sangat dekat hubungannya dengan numerasi. Dengan demikian, dari guru matematika yang berwawasan literasi memadai; lewat pelajaran matematikanya sehari-hari siswa terbentuk menjadi terampil dalam bidang numerasi. Numerasi memang tidak sama dengan pelajaran matematika atau matematika itu sendiri. Numerasi adalah matematika dalam kehidupan nyata dan matematika tanpa angka, persamaan atau operasi.

Numerasi adalah berpikir matematika dan menggunakan matematika sebagai bahasa nalar tanpa angka kuantitatif. Numerasi adalah matematika kualitatif. Dari sini akan sangat jelas beda matematika dengan operasi matematika.

Dalam matematika kata adalah angka dan kata hubung adalah lambang-lambang operasi aljabar, geometri, dan aritmetika. Dalam numerasi angka-angka itu adalah kata-kata itu sendiri yang bermakna kuantitatif. Wawasan semacam ini jika dipahami dengan benar oleh guru matematika maka guru matematikalah yang memegang kunci pembentukan skill renumerasi di suatu sekolah.

Sementara itu, mengintegrasikan literasi ke dalam berbagai pelajaran bisa dilakukan dengan satu pokok yang paling mudah dan praktis yaitu menggantikan ceramah atau presentasi di layar dengan teks yang harus dibaca oleh siswa, baik teks kertas maupun teks digital. Jika guru mengintegrasikan tindakan literasi ke dalam pembelajarannya maka guru cukup menyadari dan membangun strategi mengurangi ceramah di dalam kelas. Ceramah digantikan dengan kegiatan membaca, entah ditayangkan dalam layar bersama atau di gawai siswa.

Integrasi literasi dalam pelajaran apapun bisa dilakukan dengan kegiatan penting dan paling utama adalah membaca. Setelah siswa membaca maka barulah hasil bacaan itu dibicarakan, didiskusikan, dibuatkan skema atau grafisnya, lalu dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan atau umpan balik, baik dari siswa maupun dari guru. Sementara ini literasi diabaikan karena memang guru tidak memiliki wawasan tentang literasi.

Dengan kuliah literasi, guru-guru SMP Negeri 2 Sukasada mendapatkan pandangan baru bahwa literasi itu tanggung jawab bersama semua guru semua mata pelajaran dan mata pelajaran apapun dan guru apapun mampu melakukan kegiatan literasi terintegrasi dengan mata pelajarannya yakni dengan satu perilaku baru dalam mengajar yaitu mengubah materi pembelajaran lisan yang biasa diceramahkan menjadi materi pembelajaran yang tertulis.

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. (tengah)

Literasi juga tidak hanya berkaitan dengan membaca dan meringkas atau sedikitnya menyajikan hasil ringkasan itu secara lisan tetapi literasi berkaitan dengan kreativitas lainnya seperti membuat video, merancang grafis, menggambar, membangun kerajinan, dan lain-lain.

Wawasan literasi yang disampaikan di dalam kegiatan kuliah literasi di SMP Negeri 2 Sukasada ini memberikan pandangan baru juga kepada guru dalam hal bagaimana memandang kegiatan literasi itu sebagai kegiatan nyata yang sangat beragam dan bisa dilakukan secara swadaya di sekolah.

Sekolah ini bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi, baik yang berbasis pada mata pelajaran maupun berbasis sekolah, misalnya penerbitan bersama sebuah antologi guru maupun siswa, menyelenggarakan festival literasi, menyelenggarakan pameran literasi, dan menyelenggarakan forum-forum literasi dengan mengundang pihak-pihak di luar sekolah yang terlibat di dalam kegiatan gerakan literasi.

Catatan penting kuliah literasi SMP Negeri 2 Sukasada ialah adanya kesadaran betapa guru masih membutuhkan pembinaan-pembinaan atau bimbingan-bimbingan teknis gerakan literasi. Guru berperan dalam kegiatan literasi bukan hanya pada tingkat sekolah tetapi yang lebih penting adalah peran guru dalam berliterasi pada ruang lingkup mata pelajaran yang dia asuh.

Setiap guru mampu menyelenggarakan peran ini maka gerakan literasi sekolah itu terjadi secara berkesinambungan dan dilakukan oleh seluruh guru; sehingga literasi sebagai pendekatan dalam pembelajaran. Karena itu, literasi telah masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap pembelajaran.

Kuliah literasi di SMP Negeri 2 Sukasada ini sampai kepada terbangunnya pandangan betapa literasi itu penting bagi guru, sehingga perlu dibina wawasan literasinya. Wawasan literasi inilah menjadi bekal bagi guru untuk menyelenggarakan kegiatan literasi sekolah yang berbasis pada mata pelajaran yang diampunya dengan mengintegrasikan kegiatan literasi dalam setiap pembelajaran dan di sini literasi adalah aktivitas belajar yang otentik.

Safari Literasi di SMP Negeri 2 Sukasada memberikan informasi bahwa beragam persoalan literasi masih ada dan sementara itu tampaknya gerakan literasi akan menyurut jika sekolah-sekolah masih mengharapkan kontrol dan kendali dari atas.

Kuliah literasi ini memang akhirnya harus dipandang sebagai gagasan dari bawah yang inovatif sebagai jaminan bahwa di sekolah ini gerakan literasi tetap tumbuh dan peran komunitas-komunitas dan aktivis gerakan literasi tentunya masih dibutuhkan, bukan melakukan kontrol dan kritik literasi tetapi lebih kepada tawaran-tawaran program dan diskusi-diskusi serta membangun forum bersama sehingga gerakan literasi itu tumbuh dari bawah sebagaimana yang terjadi di SMP Negeri 2 Sukasada. [T]  

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur
Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe
Tags: Literasiliterasi sekolahSMPN 2 Sukasada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia Hidup Berpasangan, Ya?

Next Post

Bulan “Akting”

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Bulan “Akting”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co