3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Literasi SMPN 2 Sukasada: Literasi Sekolah Tak Sebatas Pojok Baca dan Membaca 15 Menit

I Wayan Artika by I Wayan Artika
March 29, 2023
in Khas
Kuliah Literasi SMPN 2 Sukasada: Literasi Sekolah Tak Sebatas Pojok Baca dan Membaca 15 Menit

Kuliah Literasi di SMPN 2 Sukasada, Buleleng

SAFARI LITERASI di Kabupaten Buleleng menyasar SMP Negeri 2  Sukasada. Sekolah ini dibangun di kawasan pariwisata Danau Buyan, Desa Pancasari yang berhawa dingin. Lingkungan sekolah adalah pertanian modern dengan tanaman bunga potong untuk toko-toko florist di Singaraja dan Denpasar serta hotel-hotel di Sanur, Kuta,  Ubud, dan Nusa dua. Perkebunan strawberry juga banyak dijumpai di kawasan ini. Aneka sayuran melimpah.

Di sekolah inilah dalam perjalanan Safari Literasi, gerakan literasi akar rumput dengan satu agenda bersama, yakni kuliah literasi bagi guru. Agar perhatian guru fokus, sekolah meliburkan siswa pada Sabtu 18 Maret 2023. Yang menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan semua guru dan program ini untuk guru.

Pada beberapa kegiatan Safari Literasi sebelumnya, guru jarang terlibat mungkin karena mereka menganggap dirinya sudah tidak pantas lagi menjadi bagian gerakan literasi sebagai objek atau sasaran gerakan. Berbeda dengan di SMP Negeri 2 Sukasada, kepala sekolah dan tim wakilnya, terutama wakil kepala sekolah bidang kurikulum memutuskan untuk menyelenggarakan kegiatan dengan menyasar guru di sekolah ini.

Tentu mafhum dan sangat rasional karena guru-guru sebagai ujung tombak gerakan literasi dan mereka pada umumnya tidak pernah mendapat bimbingan teknis (bimtek) literasi.

Biasanya beberapa guru saja di suatu sekolah yang pernah mengikuti bimtek literasi. Sementara acara bimtek selesai, guru tersebut kembali ke sekolah dan selalu mendapat hambatan untuk melakukan disiminasi kepada rekan-rekan guru lainnya. Pun guru tersebut tidak mampu juga mengimplementasikan materi-materi yang diperoleh selama bimtek. Karena itu, penyelenggaraan kuliah literasi dari pakarnya dan khusus dilakukan di satu sekolah menjadi hal yang sangat efektif.

Catatan yang terpenting dari Safari Literasi di SMPN 2 Sukasada adalah kesadaran guru untuk membangun wawasan literasi. Selama ini mereka memang sudah sangat familiar terhadap istilah literasi dan berbagai gerakan namun implementasinya mereka belum mampu melakukan di sekolah. Karena itu, gerakan literasi di sekolah-sekolah hanya dilakukan oleh guru tertentu, misalnya guru bahasa Indonesia.

Padahal literasi itu tidak identik dengan satu mata pelajaran. Wawasan inilah yang perlu dibangun bahwa literasi adalah tanggung jawab siapapun di sekolah tersebut. Literasi bukan hanya berdampak bagi orang lain tetapi berdampak bagi siapapun yang melakukannya. Guru-guru SMPN 2 Sukasada menyadari betapa pentingnya wawasan literasi bagi guru.

Guru-guru SMPN 2 Sukasada mengikuti kuliah literasi

Kuliah literasi sebagai program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) SMP Negeri 2 Sukasada memang berbeda dengan trend gerakan literasi sekolah pada umumnya di manapun di Indonesia. Guru-guru mungkin terlalu jemawa menganggap dirinya sudah tidak perlu lagi belajar literasi. Guru-guru lebih memandang literasi identik dengan para siswa. Dan, karena itu, pula program literasi nasional tidak ada yang secara khusus menyasar guru. Semua gerakan literasi nasional dengan berbagai programnya itu menyasar siswa.

Apa yang terjadi dengan kuliah literasi bagi guru di SMP Negeri 2 Sukasada memang menjadi semacam evaluasi terhadap kondisi-kondisi literasi pada diri seorang guru. Guru memang diposisikan di ujung tombak gerakan literasi sekolah namun ada yang dilupakan bahwa gerakan literasi itu berasumsi kuat bahwa guru sudah literat.

Penilaian ini tidak sepenuhnya benar karena memang dari berbagai pengalaman terjun ke lokasi-lokasi sekolah maka banyak guru yang apatis terhadap gerakan literasi. Guru pun terpaksa menjadi bagian GLS namun mereka tidak memiliki wawasan yang memadai untuk memberi jaminan besar terhadap keberhasilan GLS di sekolahnya bertugas.

Ada pandangan bahwa hambatan gerakan literasi sekolah itu justru pada guru. Keterbatasan literasi menyebabkan guru tidak mampu berperan menyukseskan GLS. Dari beberapa pengalaman bertemu dengan guru-guru yang memiliki budaya literasi yang tinggi pada dirinya maka guru bersangkutan dengan sangat mudah dan inovatif mampu mengembangkan gerakan-gerakan literasi.

Guru-guru yang memiliki wawasan literasi memadai, adalah guru memahami bahwa literasi itu memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupannya sendiri dan karena itu sudah merupakan tanggung jawabnya untuk mengembangkan dan meneruskannya atau berbagi dengan para siswanya.

Ada banyak guru yang memang tidak hanya mengembangkan gerakan literasi di sekolahnya tetapi juga membangun komunitas-komunitas literasi di rumahnya atau di masyarakat. Guru-guru ini aktif misalnya mengikuti forum-forum literasi, mengikuti kompetisi dalam bidang literasi,  membimbing gerakan literasi siswa, dan sering menjadi mediasi atau negosiator antara gerakan literasi di luar sekolah dengan membawa program-program literasi inovatif ke dalam sekolah.

Peran guru tertentu sebagai negosiator literasi terkadang terhambat oleh kebijakan di sekolah. Namun sekolah-sekolah dengan kepemimpinan yang visioner dan menyadari betapa pentingnya gerakan literasi tersebut; dengan adanya pemahaman yang penting terhadap inisiatif dari bawah; maka biasanya ide-ide inovatif dalam GLS akan bersambut. Contohnya adalah di SMP Negeri 2 Sukasada.

Dengan itulah akhirnya SMP Negeri 2 Sukasada menyelenggarakan kegiatan literasi sekolah yang jarang dilakukan dan ini tentunya sangat inovatif yaitu kuliah literasi bagi guru dengan menghadirkan pakar literasi yang juga adalah sebagai penulis dan instruktur literasi nasional Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.

Dalam kuliah literasi ini terungkap pemahaman guru terhadap literasi yang masih harus terus dibina dan dikembangkan. Guru memahami gerakan literasi sekolah sebatas membaca 15 menit dan pojok baca. Materi-materi yang disampaikan di dalam kuliah literasi ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengembangkan wawasan literasi mereka.

Dengan adanya kuliah literasi ini guru tidak lagi hanya memandang literasi sekolah hanya membaca 15 menit dan pojok baca tetapi literasi sekolah memiliki jangkauan yang sangat luas, menarik, memiliki daya inovasi dan kreativitas yang sangat bagus, yang dapat dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran.

Kuliah literasi ini mengungkapkan bahwa ide atau pemikiran di kalangan para guru dalam enyelenggarakan literasi dalam pelajaran yang mengintegrasikan beberapa bidang studi. Guru bahasa Indonesia misalnya memberi fokus kepada gendre teks sedangkan guru biologi atau guru lainnya fokus kepada kontennya sesuai dengan tuntutan mata pelajaran itu sendiri. Sehingga dalam satu kali mata pelajaran siswa bisa belajar dua atau lebih mata pelajaran.

Pelajaran matematika misalnya sangat dekat hubungannya dengan numerasi. Dengan demikian, dari guru matematika yang berwawasan literasi memadai; lewat pelajaran matematikanya sehari-hari siswa terbentuk menjadi terampil dalam bidang numerasi. Numerasi memang tidak sama dengan pelajaran matematika atau matematika itu sendiri. Numerasi adalah matematika dalam kehidupan nyata dan matematika tanpa angka, persamaan atau operasi.

Numerasi adalah berpikir matematika dan menggunakan matematika sebagai bahasa nalar tanpa angka kuantitatif. Numerasi adalah matematika kualitatif. Dari sini akan sangat jelas beda matematika dengan operasi matematika.

Dalam matematika kata adalah angka dan kata hubung adalah lambang-lambang operasi aljabar, geometri, dan aritmetika. Dalam numerasi angka-angka itu adalah kata-kata itu sendiri yang bermakna kuantitatif. Wawasan semacam ini jika dipahami dengan benar oleh guru matematika maka guru matematikalah yang memegang kunci pembentukan skill renumerasi di suatu sekolah.

Sementara itu, mengintegrasikan literasi ke dalam berbagai pelajaran bisa dilakukan dengan satu pokok yang paling mudah dan praktis yaitu menggantikan ceramah atau presentasi di layar dengan teks yang harus dibaca oleh siswa, baik teks kertas maupun teks digital. Jika guru mengintegrasikan tindakan literasi ke dalam pembelajarannya maka guru cukup menyadari dan membangun strategi mengurangi ceramah di dalam kelas. Ceramah digantikan dengan kegiatan membaca, entah ditayangkan dalam layar bersama atau di gawai siswa.

Integrasi literasi dalam pelajaran apapun bisa dilakukan dengan kegiatan penting dan paling utama adalah membaca. Setelah siswa membaca maka barulah hasil bacaan itu dibicarakan, didiskusikan, dibuatkan skema atau grafisnya, lalu dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan atau umpan balik, baik dari siswa maupun dari guru. Sementara ini literasi diabaikan karena memang guru tidak memiliki wawasan tentang literasi.

Dengan kuliah literasi, guru-guru SMP Negeri 2 Sukasada mendapatkan pandangan baru bahwa literasi itu tanggung jawab bersama semua guru semua mata pelajaran dan mata pelajaran apapun dan guru apapun mampu melakukan kegiatan literasi terintegrasi dengan mata pelajarannya yakni dengan satu perilaku baru dalam mengajar yaitu mengubah materi pembelajaran lisan yang biasa diceramahkan menjadi materi pembelajaran yang tertulis.

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. (tengah)

Literasi juga tidak hanya berkaitan dengan membaca dan meringkas atau sedikitnya menyajikan hasil ringkasan itu secara lisan tetapi literasi berkaitan dengan kreativitas lainnya seperti membuat video, merancang grafis, menggambar, membangun kerajinan, dan lain-lain.

Wawasan literasi yang disampaikan di dalam kegiatan kuliah literasi di SMP Negeri 2 Sukasada ini memberikan pandangan baru juga kepada guru dalam hal bagaimana memandang kegiatan literasi itu sebagai kegiatan nyata yang sangat beragam dan bisa dilakukan secara swadaya di sekolah.

Sekolah ini bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi, baik yang berbasis pada mata pelajaran maupun berbasis sekolah, misalnya penerbitan bersama sebuah antologi guru maupun siswa, menyelenggarakan festival literasi, menyelenggarakan pameran literasi, dan menyelenggarakan forum-forum literasi dengan mengundang pihak-pihak di luar sekolah yang terlibat di dalam kegiatan gerakan literasi.

Catatan penting kuliah literasi SMP Negeri 2 Sukasada ialah adanya kesadaran betapa guru masih membutuhkan pembinaan-pembinaan atau bimbingan-bimbingan teknis gerakan literasi. Guru berperan dalam kegiatan literasi bukan hanya pada tingkat sekolah tetapi yang lebih penting adalah peran guru dalam berliterasi pada ruang lingkup mata pelajaran yang dia asuh.

Setiap guru mampu menyelenggarakan peran ini maka gerakan literasi sekolah itu terjadi secara berkesinambungan dan dilakukan oleh seluruh guru; sehingga literasi sebagai pendekatan dalam pembelajaran. Karena itu, literasi telah masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap pembelajaran.

Kuliah literasi di SMP Negeri 2 Sukasada ini sampai kepada terbangunnya pandangan betapa literasi itu penting bagi guru, sehingga perlu dibina wawasan literasinya. Wawasan literasi inilah menjadi bekal bagi guru untuk menyelenggarakan kegiatan literasi sekolah yang berbasis pada mata pelajaran yang diampunya dengan mengintegrasikan kegiatan literasi dalam setiap pembelajaran dan di sini literasi adalah aktivitas belajar yang otentik.

Safari Literasi di SMP Negeri 2 Sukasada memberikan informasi bahwa beragam persoalan literasi masih ada dan sementara itu tampaknya gerakan literasi akan menyurut jika sekolah-sekolah masih mengharapkan kontrol dan kendali dari atas.

Kuliah literasi ini memang akhirnya harus dipandang sebagai gagasan dari bawah yang inovatif sebagai jaminan bahwa di sekolah ini gerakan literasi tetap tumbuh dan peran komunitas-komunitas dan aktivis gerakan literasi tentunya masih dibutuhkan, bukan melakukan kontrol dan kritik literasi tetapi lebih kepada tawaran-tawaran program dan diskusi-diskusi serta membangun forum bersama sehingga gerakan literasi itu tumbuh dari bawah sebagaimana yang terjadi di SMP Negeri 2 Sukasada. [T]  

Rumah Literasi Indonesia di Banyuwangi, Bukan Sekadar Membaca, Tapi Juga Berwisata
Rumah Belajar Gebang di Desa Tembok: Literasi Anak-anak dari Buleleng Timur
Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe
Tags: Literasiliterasi sekolahSMPN 2 Sukasada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manusia Hidup Berpasangan, Ya?

Next Post

Bulan “Akting”

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Bulan “Akting”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co