23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe

I Wayan Artika by I Wayan Artika
April 13, 2022
in Esai
Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe

Foto hanya ilustrasi | tatkala.co

Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dijabarkan dalam tiga program payung, seperti GLS (Gerakan Literasi Sekolah), GLM (Gerakan Literasi Masyarakat), dan GLK (Gerakan Literasi Keluarga) sedemikian masif karena kejutan-kejutan eksternal negara. Pemerintah ingin “nyeduh mi instan” untuk menaikkan peringkat tes PISA. Tapi literasi sama sekali tidak bisa dicapai dengan cepat.

Rupanya pemerintah amat “jengah” lalu menggebrak dengan GLS. Lewat GLS dan ikon gerakan ini membaca 15 menit, praktik literasi mewarnai kegiatan sekolah. Siswa mendapat pengalaman baru: baca buku bersama, di halaman upacara sekolah.

Beberapa sekolah melakukan praktik baik GLS dengan sangat hebat. Berbagai pojok baca dibangun. Festival literasi selalu disambut baik. Berbagai lomba literasi (seperti menulis cerita) diikuti. Ini terjadi di sekolah yang memiliki kepala dan guru yang literat. Sudah pada ghalibnya, masih jauh lebih banyak sekolah “tidur”. Di sekolah-sekolah ini, guru dan kepala sekolah berdalih, “tidak ada buku”, waktu sangat terbatas”, “jadwal padat”. Mereka tidak suka dengan GLS.

Puisi dan Topi Baja | Esai Bagi Pengajaran Sastra

Demikianlah ceritanya GLS. Tapi bagimana kabar literasi mahasiswa?  Esai ini mengulas perkara literasi mahasiswa.

Literasi mahasiswa setali tiga uang dengan literasi siswa sekolah menengah pada umumnya. Mahasiswa tidak membaca. Hal ini tampak dari wawasan mereka terhadap pengetahuan umum. Padahal cara belajar di universitas sangat membutuhkan kemampuan literasi mahasiswa. Sayang memang, khazanah pengetahuan manusia yang tidak terbatas ini, yang mestinya sudah dibaca secara bertahan, ketika mereka di SD, di SMP, dan di SMA/SMK; tidak pernah tersentuh.

Selama 12 tahun siswa tidak membaca buku secara mandiri, sebagaimana filosofi GLS. Sekolah gagal menamatkan lulusan yang literat. Para alumni sekolah Dasar-menengah hanya tahu sedikit pengetahuan dari buku pelajaran dan ceramah guru yang juga mengulangi lagi materi-materi dalam buku ajar.

Dengan menggunakan indikator kepemilikan pengetahuan atau wawasan yang luas, mahasiswa kok sedemikian rendah karena mereka tidak cukup memadai memiliki pengetahuan dan wawasan. Dampaknya adalah pada kegagapan berpikir logis dan kritis, misalnya ketika membangun analogi atau melakukan perbandingan. Dampak lainnya terlihat pada kegagapan beropini. Mereka tidak mampu beropini. Pikiran mereka buntu ketika berhadapan pada satu kasus.

Keterampilan literasi yang tinggi sangat dibutuhkan oleh mahasiswa milineal saat ini. Berbagai kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa tidak dapat sambutan yang bagus. Jumlah mahasiswa yang tertarik ikut selalu sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas Indonesia. Mereka tidak tahu apa yang harus dirancang. Mereka tidak sanggup menelorkan gagasan kreatif.

[Esai Teori Sastra] “New Historicism”: Dari Konteks ke Ko-Teks

Tulisan-tulisan mahasiswa juga sangat rendah mutunya. Mereka tidak terampil berbahasa secara tertulis. Hal ini salah satu indikator kaum intelek. Menulis memang identik dengan literasi, di samping membaca. Keadaan yang demikian paranghnya tentu dapat saja dimafhumi bahwa sejak SD-SMA keterampilan literasi mereka tidak dikembangkan.

Konsep literasi itu sungguh sangat sederhana nampun penting dan praktis. Literasi selalu berhubungan dengan pengetahuan. Pengetahuan pada konteks literasi dibatasi pada buku-buku tempat para penulis, pemikir, ahli teknik, politikus, sastrawan, dll. Menyimpan pengetahuan yang mereka miliki. Karena itu, membaca adalah jalan satu-satunya dalam literasi.

Tidak semua orang mampu memaparkan ulang ilmu pengetahuan yang tidak terbatas itu dan juga karena ancaman meninggal dunia, maka buku digunakan mengabadikan. Huruf dan ejaan dicimptakan di berbagai kebudayaan sebagai aplikasi literasi organik. Maka jalan masuk ke alam semesta tiada berbatas dari pengetahuan itu, adalah literasi atau membaca!

Lewat membaca manusia mendapat pengetahaun yang banyak. Pengetahuan ini digunakan untuk hidup. Cara lain manusia mendapat pengetahuan adalah lewat sekolah. Ini disebut belajar. Sejalan dengan ini, manusia ketika baca buku pun disebut belajar. Karena itu, literasi dengan pokok kegiatan membacanya itu, adalah praktik nyata belajar sepanjang hayat. Belajar ini tanpa guru, bukan dalam sistem lembaga, dan kurikulum disesuaikan dengan yang belajar.

Ideologi dan Cinta || Cerpen I Wayan Artika

Literasi mahasiswa kurang mendapat perhatian. Seolah-olah mereka sudah mencapai intelektual yang literat. Dalam rangka ini, mungkin kampus sedang mengalami kemunduran. Dimensi literasi intelektual tidak tersentuh. Mahasiswa terjerumus ke dalam dunia materi yang praktis di bawah ideologi kewirausahaan.

Apapun ideologi yang dikembangkan di kampus, harus ditopang oleh fonadi literasi. Ideologi kewirausahaan adalah hilirisasi berdimensi ekonomi yang kuat dari alur ilmu pengetahuan yang masih ada dalam jaringan filosofinya: ontologi, epestemologi, dan aksiologi.

Pengembangan ilmu ke hilir yakni ke arah aksiologi, menjawab pertanyaan “Untuk apa ilmu pengetahuan?’ membutuhkan keterampilan literasi. Lantas ideologi kewirausahaan di kampus pun kandas karena mahasiswa tidak memiliki wawasan pengetahaun dalam suatu bidang tertentu.

Pendidikan Tidak Untuk Memanusiakan Manusia

Budaya literasi pada mahasiswa mendorong merek selalu membaca untuk mendapatkan pengetahuan dan setelah dipertemukan dengan ideologi wirausaha, mahasiswa berpikir untuk menggring ontologi suatu objek kajian ke arah hilir kehidupan yakni pada aksiologi. Di sini teori atau teorema diubah jadi prototipe produk yang akan diuji untuk dapat digunakan oleh umat manusia.

Di sinilah arti penting literasi kampus dalam rangka mendukung praktik-praktik baik ideologi kewirausahaan.[T]

Tags: BukuLiterasiliterasi mahasiswamahasiswa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Balap Motor Pantai di Jembrana, Dibubarkan atau Sekalian Dijadikan Atraksi Wisata?

Next Post

“Tugasmu Hanya Satu, Mengaku!” | Cerita Kecil Pentas Teater “Jro Ketut” di Surakarta

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
“Tugasmu Hanya Satu, Mengaku!” | Cerita Kecil Pentas Teater “Jro Ketut” di Surakarta

“Tugasmu Hanya Satu, Mengaku!” | Cerita Kecil Pentas Teater "Jro Ketut" di Surakarta

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co