2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tugasmu Hanya Satu, Mengaku!” | Cerita Kecil Pentas Teater “Jro Ketut” di Surakarta

Desy Antari by Desy Antari
April 13, 2022
in Esai
“Tugasmu Hanya Satu, Mengaku!” | Cerita Kecil Pentas Teater “Jro Ketut” di Surakarta

Pentas Teater Kampus Seribu Jendela di Surakarta

Pengakuan paling hormat adalah pengakuan atas kesalahan diri yang kita perbuat.

Kalimat ini menjadi salah satu kalimat kiasan favorit saya, yang saya jadikan acuan ketika saya membuat kesalahan. Sebagai manusia biasa, tentunya kita pernah berbuat kesalahan yang disengaja ataupun tidak.

Kalimat di atas pula menjadi suatu dialog pada pementasan nasional pertama saya bersama Teater Kampus Seribu Jendela.

Kilas balik sedikit saya ingin menceritakan pengalaman saya pada pementasan ini. Saya diberi kesempatan untuk ikut garapan pementasan nasional pada tanggal 26, Maret 2022 bertempat di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta.

Hal pertama yang terlintas pada pikiran saya pada saat ditawarkan ikut pementasan ini adalah kagum sekaligus senang yang menyelimuti diri saya.

Saya dan teman-teman Teater Kampus Seribu Jendela mementaskan naskah karya Manik Sukadana yang berjudul “Jero Ketut, Tom Jerry, dan Kisah Seumpamannya”.

Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Saya diberikan kepercayaan untuk bermain peran sebagai Nak Lingsir, di mana dalam Bahasa Bali, peran ini adalah peran sebagai orang tua. Sempat merasa ragu juga ketika saya dihadapkan dengan peran seperti ini, karena sebelumnya saya tidak pernah memerankan atau bermain peran sebagai orang tua, dan ini merupakan pengalaman pertama saya memerankan peran sebagai Nak Lingsir.

Sebelum saya lanjut bercerita, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada sutradara, Dian Ayu dan pimpro saya, Santi Dewi karena sudah mempercayakan sekaligus mengijinkan saya untuk menoreh pengalaman berharga yang nantinya bisa saya ceritakan kepada orang terdekat saya.

Mengenai latihan yang dilaksanakan kurang dari sebulan itu, latihan yang sangat singkat untuk saya yang belum pernah merasakan pementasan seperti ini, saya merasa cukup kaget karena banyak olah tubuh yang dilakukan.

Dan saya merasakan, mungkin inilah dunia teater yang sebenarnya, yang belum pernah saya rasakan dalam pementasan yang pernah saya lakukan sebelumnya. Yang lebih mengagetkan, ternyata di sini saya tidak berperan sebagai Nak Lingsir saja, melainkan saya harus berperan sebagai peran pembantu dalam adegan pasar dan menjadi tikus besar juga.

Mengabadikan Pentas Teater dalam Foto, Bermain dengan Cahaya Panggung

Latihan dalam proses kali ini juga cukup menguras tenaga, sebab saya yang masih menjadi mahasiswa semester 2 harus menjalani kewajiban saya terlebih dahulu menjadi mahasiswa pada umumnya, dan dilanjutkan dengan latihan sampai kurang lebih jam 12 malam dan kadang hingga pagi. Jika dikatakan lelah, memang sangat melelahkan, namun di sini juga saya banyak belajar terutama dalam memanajemen waktu agar waktu yang saya miliki tak terbuang sia-sia.

Hari-hari saya lalui dengan kegiatan saya yang cukup padat, namun terasa menyenangkan karena dapat berbincang-bincang dengan rekan aktor dan aktris saya ketika saya merasa cukup stres dengan perkuliahan saya. Saya juga sempat merasa down ketika hari-hari latihan yang semakin singkat, namun pementasan ini belum juga rampung secara fix.

Bahkan saya sempat bercerita pada orang tua bahwa saya takut tidak bisa menampilkan hasil terbaik dan membuat rekan-rekan saya kecewa. Orang tua saya ternyata mengucap sebuah kalimat yang tak terduga, kira-kira seperti ini: “Down boleh tapi setelah itu harus bangkit, kapan lagi kan dapat kesempatan emas seperti ini? bisa pentas dan main ke Jawa tanpa mengeluarkan banyak biaya, harusnya kamu bangga dan juga semangat”.

Kalimat itu membuat saya menjadi berpikir lagi dan merasa bahwa mungkin banyak sekali yang ingin menempati posisi say, tetapi saya sudah diberi kesempatan yang belum tentu orang lain dapatkan. Seketika saat itu semangat saya kembali seperti semula. Saya juga berterima kasih kepada para sahabat saya di teater karena sudah menemani saya latihan sampai pagi.

Teater Pakeliran : Konsep Populer Dalam Garap Karya Pewayangan

Pada saat pementasan, saya merasa ragu dengan diri saya. Bisakah saya membawakan cerita ini dengan baik? Pertanyaan itu terus berputar di otak saya. Terlebih, saya yang notabene dari dulu memang tidak pernah mengikuti teater yang menggunakan banyak olah tubuh ini, membuat saya cukup kesulitan dalam mengikuti proses ini.

Namun pada saat pementasan berjalan dengan lancar, saya masih merasa kurang dengan adegan yang saya lakukan. Apalagi ini kali pertama saya mengikuti pementasan nasional yang sudah pasti membuat saya sangat gugup dan deg-degan luar biasa.

Tetapi saat pementasan kami menuai pujian dari para penonton di sana,rasa senang dan lega cukup mengobati ke-overthinking’an. Saya merasa bahagia ketika pementasan kami dapat diterima dan dinikmati oleh teman-teman di Surakarta. Pengalaman ini merupakan pengalaman paling emas yang saya miliki. [T]

Tags: TeaterTeater Kampus Seribu Jendela
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe

Next Post

Nanda Ayu Rini dari SMAN 1 Kuta Mainkan Monolog “Inggit” di TonCity Artspace

Desy Antari

Desy Antari

Lahir di Singaraja, 02 Desember 2002. Tergabung dalam Teater Kampus Seribu Jendela dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Undiksha. Suka traveling, membaca, dan mendengarkan musik.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Nanda Ayu Rini dari SMAN 1 Kuta Mainkan Monolog “Inggit” di TonCity Artspace

Nanda Ayu Rini dari SMAN 1 Kuta Mainkan Monolog "Inggit" di TonCity Artspace

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co