23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengabadikan Pentas Teater dalam Foto, Bermain dengan Cahaya Panggung

I Wayan Sumatika by I Wayan Sumatika
November 19, 2021
in Esai
Mengabadikan Pentas Teater dalam Foto, Bermain dengan Cahaya Panggung

Imajinasi Kanak-kanak karya I Wayan Sumatika

Di Indonesia, juga di Bali, pementasan teater modern sudah tidak asing lagi. Ada banyak event kebudayaan berisi menu utama pementasan teater modern. Di Bali, ada Festival Seni Bali Jani yang digelar Dinas Kebudayaan Bali yang memberi panggung bagi pementasan teater, baik dari kelompok teater semi profesional, maupun kelompok teater kampus dan sekolah.

Bagi kelompok teater, pementasan mereka rasanya belum lengkap jika aksi mereka di atas panggung  tidak diabadikan juga dalam foto. Untuk itulah, selain sutradara, penata artistik, penata lampu, dan lain-lain, sebuah kelompok teater kini juga dilengkapi dengan seksi dokumentasi yang di dalam berisi fotografer.

Kadang, kalau sebuah kelompok teater tak memiliki fotografer andal, mereka akan membayar fotografer profesional untuk mengabadikan aksi panggung mereka. Itu artinya, foto dalam sebuah proses pementasan teater juga dianggap penting, bahkan bisa dianggap sebagai bagian dari proses produksi.

Dunia Ceria karya I Wayan Sumatika

Di sisi lain, dalam dunia fotografi, terdapat sejumlah fotografer yang sangat suka mengabadikan seni pertunjukan, termasuk aksi teater modern di atas panggung. Bahkan ada fotografer yang seakan-akan sudah mengukuhkan diri sebagai spesialis fotografer teater.

Memotret teater modern di atas panggung malam hari tentu berbeda dengan memotret aksi-aksi budaya di alam terbuka pada siang hari. Namun, justru karena berbeda itulah banyak fotografer menyukainya.  Pementasan  teater kini merupakan salah satu jenis objek menarik yang selalu jadi incaran para fotografer yang menyukai stage photography atau fotografi panggung.

Terpenjara karya I Wayan Sumatika

Serupa dengan pentas tarian dan musik yang mayoritas digelar di malam hari, tantangan terberat saat memotret pentas teater adalah kondisi pencahayaan yang sangat minim atau low light.

Karakter low light ini memang menjadi karakter utama dalam fotografi panggung sehingga para pemula seringkali merasa kesulitan untuk “menaklukkan” genre fotografi yang satu ini. Namun, jangan buru-buru menyerah. Sejumlah tips praktis bisa dijadikan panduan saat memotret pentas teater

Siapkan Kamera dan Lensa

Harus diingat, pementasan teater umumnya dirancang untuk ditonton pengunjung alias bukan untuk kepentingan difoto. Sehingga, seringkali penataan pencahayaan (lighting) sepanjang pementasan kurang “bersahabat” dengan fotografer yang mengabadikan pementasan tersebut.

Apalagi, pementasan teater juga seringkali dilengkapi efek-efek dan permainan lighting untuk memperkuat karakter tokoh maupun menciptakan suasana tertentu yang diinginkan oleh sang sutradara. Untuk menciptakan suasana mencekam, misalnya, seringkali intensitas cahaya yang dipergunakan sangat rendah sehingga momen atau adegan yang berlangsung di atas panggung tidak tertangkap jelas oleh kamera.

Imajinasi Kanak-kanak karya I Wayan Sumatika

Langkah pertama yang harus dipersiapkan dalam memotret pentas teater, tentu saja mempersiapkan peralatan, yakni kamera dan lensa untuk memulai “perburuan”.  Tidak ada patokan baku tentang focal lenght lensa yang paling ideal untuk memotret sebuah pementasan teater.

Pemilihan lensa itu sangat tergantung dari posisi atau jarak fotografer dengan panggung pementasan. Meskipun bukan sebuah keharusan, penggunaan lensa telezoom seperti 70-200 mm sangat disarankan karena dengan lensa ini seorang fotografer bisa “mengejar” foto-foto close up sehingga punya peluang lebih besar untuk menangkap ekspresi para penampil di atas panggung.

Namun, penggunaan lensa yang jangkauannya lebih pendek seperti 18-55 mm, bukan berarti kita praktis akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan foto-foto menarik. Kita tetap bisa mendapatkan “kepuasan” yang setara. Fokus saja memotret keseluruhan panggung. Dalam pementasan teater, foto wide yang menampilkan keseluruhan adegan di atas panggung juga tidak kalah menarik.

Gunakan Format RAW

Saat memotret pementasan teater, white balance kamera sebaiknya di-setting daylight agar mendekati mata manusia melihat. Artinya, merah akan terekam merah, biru terekam biru. Untuk memastikan hasil terbaik, biasanya memakai format file RAW karena kita masih dapat mengatur warna menggunakan komputer sesuai kebutuhan artistik yang ada.

Mengingat kondisi pencahayaan cenderung low light, biasanya pengaturan ISO minimal 400 dan lensa cepat dengan bukaan lensa terbesar minimal f/2.8. Bukaan lensa yang besar akan memudahkan kita membidik objek dalam suasana cahaya remang.

Balada Pemulung Ibukota karya I Wayan Sumatika

Namun, bukan berarti kita harus memakai f/2.8 sepanjang pertunjukan. Sesuaikanlah dengan kondisi pencahayaan yang ada karena intensitas cahaya sepanjang pementasan biasanya tidak statis tapi senantiasa berubah-ubah.

Metode pengukuran pencahayaan (metering) saat memotret pentas teater sebaiknya di-setting M (manual) mengingat kondisi pencahayaan cenderung rumit, low light dan bagian yang tercahayai sangat sedikit. Metode metering pada M sebaiknya spot.

Memilih Posisi

Untuk menjamin hasil terbaik, pemilihan posisi yang paling pas dan nyaman untuk memotret juga sangat menentukan. Pemilihan posisi ini sangat berhubungan dengan peralatan yang akan digunakan. Jika kita hanya membawa lensa dengan focal lenght atau jangkauan yang pendek, maka usahakan mengambil posisi terdekat dengan panggung.

Cerita di Panti Jompo karya I Wayan Sumatika

Sebaliknya jika hanya membawa lensa tele zoom, tentu saja kita harus memilih posisi agak jauh dari panggung sehingga kita memungkinkan mengabadikan seluruh area panggung. Jika tidak ingin ribet membawa banyak lensa maupun menganti-ganti lensa selama pementasan, sangat disarankan untuk menggunakan lensa sapujagat seperi lensa dengan focal lenght 28-300 mm.

Dengan lensa sapujagat ini, kita bisa memotret dari jarak dekat maupun jauh dari panggung sehingga kita punya peluang untuk mendapatkan foto-foto yang menampikan seluruh adegan yang belangsung di atas panggung sekaligus memotret secara close up untuk menonjolkan ekspresi para penampil atau pemeran dalam teater tersebut. [T]

Tags: fotofotografimemotret pentas teaterseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumbuhkan Terumbu Karang, Desa Wisata Bahari Kalibukbuk Dibantu Kementerian Kelautan dan Perikanan

Next Post

Dokter Sumi | Cerpen IBW Widiasa Keniten

I Wayan Sumatika

I Wayan Sumatika

Fotografer dan wartawan

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dokter Sumi | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Dokter Sumi | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co