2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Balap Motor Pantai di Jembrana, Dibubarkan atau Sekalian Dijadikan Atraksi Wisata?

Satria Aditya by Satria Aditya
April 12, 2022
in Esai
Balap Motor Pantai di Jembrana, Dibubarkan atau Sekalian Dijadikan Atraksi Wisata?

Foto ilustrasi dari youtube

Senja sudah menampakkan warna dan auranya di tepian pantai. Air laut pasang surut tak terlalu tinggi. Pun beberapa orang yang lalu-lalang di bibir pantai dengan motornya yang siap untuk dipacu.

Orang-orang berkerumun saat motor pertama dihidupkan. Suara dentuman knalpot terdengar seakan balapan dengan debur ombak. Motor itu lantas melaju dari arah barat ke timur, jaraknya sekitar 100 meter. Lalu dengan suara knalpot yang khas, motor itu kembali lagi ke barat.

Begitu juga motor kedua. Mereka saling memacu motornya sampai pada titik mereka berdua berada sejajar dan saling tatap. Siap mengenali satu sama lain, seperti petarung yang ingin menerkam musuhnya.

Orang-orang berkerumun dari garis start sampai finish di timur. Dentuman knalpot saling beradu seperti bebarungan yang tak pernah gentar. Orang-orang saling menyalakan lampu gawai mereka agar menerangi para pembalap itu.

Kedua motor tak berhenti mengeluarkan asap dari mesin sampai knalpot karena percikan air pantai yang terkadang mengenai salah satu motor itu. Sampai akhirnya, mereka siap menerkam garis finish, beradu siapa yang paling tercepat.

Warung Ena Ena di Jembrana | Buka Saat Pandemi, Agar Semua Bisa Kenyang…

Puluhan bahkan sampai ratusan orang menonton walaupaun tak ada tempat duduk. Mereka bersorak ketika jagoannya menang. Setelah itu, dari timur lampu-lampu bertebaran seperti nelayan-nelayan yang siap menjala ikan.

Demikianlah pemandangan balap motor di tepi pantai di kawasan Jembrana, pada suatu senja yang indah, pada suatu hari yang biasa-biasa saja.

Ditonton, Dibubarkan

Balap pantai sebenarnya adalah balapan motor (liar, tentu saja) yang sengaja dan khusus untuk laga balap di pantai saja. Tak sembarang pantai yang bisa digunakan untuk balapan ini. Ternyata, pantai yang dipilih adalah pantai yang pasirnya lebih keras ketika diinjak atau dilalui kendaraan. Bisanya, pantai-pantai di Bali berpasir cukup gembur dari bibir pantai hingga menyentuh air laut yang pasang-surut.

Tetapi, di Bali Barat terkhusunya di Jembrana pantai di sana kebanyakan berpasir agak keras dan lebih padat. Bibir pantainyapun bisa dikatakan cukup luas. Pun jika bermain bola di sana akan bisa menyamakan dengan satu lapangan bola yang sesungguhnya.

Bahkan ketika ada sebuah pertandingan balap yang mempertaruhkan motor yang dikenal paling disegani akan sangat banyak penonton yang ada pada pertandingan tersebut. Bahkan jika ada sebuah tempat duduk pentonton seperti di sirkuit Mandalika mungkin saja bisa penuh tanpa celah.

Penonton itu ada dari berbagai kalangan. Anak muda, orangtua yang memang menyukai balap sampai pemancing yang sengaja ikut menonton sambil memancing di dekat area balap tersebut.

Festival Seni Pelajar Jembrana, Ekspresi Anak Muda Negaroa

Di Jembrana sendiri, spot yang paling bagus untuk balap pantai ini adalah di kawasan pantai sekitaran Pura Rambut Siwi. Karena di sana pasir pantai cukup padat jika dilalui kendaraan dan lebih bagus jika memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Jika kawan-kawan pembaca mengetahui pantai Rambut Siwi dan pernah ke sana, pasti tidak akan awam jika setiap sore ada suara motor yang bisa dibilang cukup keras di sebelah timur Pura Rambut Siwi. Spot balapan ini sangat jauh dari keramaian pantai untuk orang bermain-main ke pantai. Pelaku balap pantai ini juga tampak memikirkan keselamatan diri sendiri dan orang lain agar tak ada kejadian yang tak diinginkan.

Nah, mengenai motor apa yang dipakai saat balapan juga diperhitungkan. Bukan sembrangan motor yang bisa dipakai balapan di pantai. Jika salah, tak memungkiri akan terjadi kerusakan pada motor dan kepala pengendara itu sendiri.

Sepeda motor yang digunakan untuk balap ini biasanya bermesin dengan kapasitas silinder 110cc hingga bisa lebih besar. Kata salah seorang bengkel yang sering menangani sepeda motor untuk balap pantai, sepeda motor ini di-setting dengan setelan pantai. Sangat berbeda dari pada balapan di aspal.

Bisa jadi sepeda motor yang digunakan untuk balap pantai ini di-setting agar lebih ringan dipacu ketika balapan di pantai. Itu juga tergantung dari joki atau pengendera yang akan mengendarai motor tersebut. Biasanya, orang yang membawa motor yang akan digunakan untuk balapan ini bukan pemilik dari motor itu, tambah ia.

Jembrana, Pusat Dunia yang Tak Pernah Selesai

Masalah ban juga sangat diperhitungkan. Ban balap pantai dan balap di aspal jauh sangat berbeda. Ketika biasanya balap di aspal menggunakan ban yang memiliki cetakan di bagian depan dan halus di bagian belakang berbeda dengan balapan di pantai. Balapan di pantai lebih cenderung menggunakan ban yang meiliki cetakan di bagian depan dan belakang. ukurannyapun juga berbeda dari balapan di aspal.

Sebagai perbedaan ukuran, ban yang digunakan untuk balap aspal memiliki ukuran yang cenderung lebih kecil dari diameter ban normal. Tetapi, untuk balap pantai ban depan memiliki diameter lebih kecil dan ban belakang memiliki diameter yang sedikit lebih kecil dari ban normal. Diameter ban yang dipakai adalah 70/80 dan 50/90 dan bisa lebih besar. Maslah ban bukan hal yang tak penting diperhatikan. Semakin pas dan kecil ban, kecepatan motor akan lebih kencang.

Nah, walaupun balapan ini tergolong unik karena diadakan di pantai tetapi balapan pantai ini masih bisa digolongkan ke balapan liar. Beberapa kali ada berita, balapan liar di pantai itu dibubarkan polisi. Pembubaran itu tentu saja wajar, karena balapan itu dianggap membahayakan jiwa, dan dianggap mengganggu kawasan wisata.

Cari Solusi, Bukan Emosi

Balapan motor di pantai ini memang unik. Di satu sisi banyak ditonton orang, di sisi lain dianggap terlarang dan berbahaya. Selain itu, balapan liar ini bahkan kerap dianggap berbahaya bagi orang yang berwisata ke pantai itu.

Dengan fenomena seperti itu, seharusnya dicari jalan keluar, sama-sama membuat senang, sama menguntungkan, sama-sama tidak berbahaya. Dicari solusinya, bukan hanya ditanggapi secara emosi. Di satu sisi memang banyak yang mengakui bahwa balapan itu berbahaya, di sisi lain, oleh banyak warga juga, balapan itu juga dianggap sebagai atraksi wisata.

Para anak muda, para pelaku balapan di pantai itu, di sisi yang berbeda juga sedang mengekspresikan diri mereka. Mereka seperti haus akan aksi petualangan, terutama di bidang otomotif. Dengan begitu, sayang sebenarnya jika balap di pantai tak diperhatikan secara lebih cermat.

Jika dipikir-pikir, balapan ini bisa menjadi sebuah daya tarik wisata khas untuk Kabuapten Jembrana. Jika dikelola dengan baik, balap pantai itu bisa mengundang orang-orang untuk bisa berkunjung ke Jembrana, selain mereka datang untuk mengenal budaya dan beberapa kekhasan dari Jembrana.

Kesenian Modern dan Eksperimen Sanggar Uyah Lengis| Catatan Festival Dusun Hari ke-2

Walaupun sudah ada beberapa sirkuit yang digunakan untuk balap offroad tetapi untuk balap drag bisa dikatakan tak ada di Jembarana. Jika pun ada balap yang resmi, pasti akan menutup jalan umum. Misalnya, acara balapan resmi di atas aspal biasa memilih tempat di belakang kantor bupati Jembrana.

Jika arena pantai dengan pasir yang cukup padat itu digunakan sebagai sirkuit, lalu balapan diatur secara resmi, diawasi baik-baik dengan ketentuan yang juga resmi, serta pembalap yang benar-benar sudah teruji, maka bukan tidak mungkin hanya Jembrana yang bakal punya atraksi wisata dengan sirkuit yang tiada dua. Itu memang pekerjaan sulit, tapi sebaiknya dirancang agar tak sibuk membubarkan terus-menerus.

Meski misalnya tak ada katagori balap pantai dalam nomenklatur olahraga, balapan itu bisa saja disebut sebagai atraksi wisata. Atau lambat-laun, mungkin saja akan tercipta Persatuan Olaharaga Balap Motor Pantai se-Indonesia. Jika ada voli pantai, kenapa tak mungkin ada balap pantai.   

Para penghobi dan pelaku balapan ini sebenarnya sangat berharap ada sebuah sirkuit untuk balapan secara resmi dan tanpa dikejar-kejar aparat. Mereka balapan liar karena tak adanya fasilitas yang bisa digunakan untuk merealisasikan hobi mereka. Jadi, jika dikejar-kejar terus, mereka mungkin tak akan kapok-kapok. Sebaiknya serap aspirasi mereka, atur, dan awasi dengan baik. [T]

Tags: atraksi wisatabalap motorjembranaotomotifpariwisata jembrana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha Bawa “Jero Ketut” ke Hari Teater Sedunia di Surakarta

Next Post

Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe

Literasi Mahasiswa dan Ideologi Wirausaha: Meretas Jalan dari Ontologi ke Aksiologi, Ketika Teori dan Teorema Menjadi Prototipe

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co